
Calista berlalu begitu saja setelah memberikan peringatan pada wanita yang ia juluki sebagai parasit itu. Calista bahkan tak memperdulikan keterkejutan di wajah Carol. "Semoga saja setelah ini tidak ada lagi parasit yang berniat menempel pada suamiku." Gumam Calista.
Sudah cukup rasanya ia selama ini diam membiarkan banyak parasit mencoba mendekati suaminya. Namun kali ini Calista tidak akan membiarkannya. Ia bertekad akan membasmi banyak parasit yang akan menempel pada suaminya.
"Nona Calista, apa anda baik-baik saja?" Suara Jacob mengagetkan Calista yang sedang berjalan ke arah parkiran berada.
"Jacob!" Calista menghentikan langkah seraya mengusap dadanya.
"Apa anda baik-baik saja, Nona?" Jacob kembali bertanya.
"Saya baik. Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Calista.
"Karena anda baru saja melabrak seorang wanita. Saya jadi cemas dengan keadaan anda saat ini." Jawab Jacob.
"Apa, siapa yang melabrak seorang wanita?" Calista tak mengerti maksud perkataan Jacob.
Jacob pun menjelaskan jika ia melihat perdebatan di antaea Carol dan Calista beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
"Saya tidak melabraknya. Dia yang datang kepada saya." Koreksi Calista tidak terima disebut melabrak Carol.
"Saya mengerti, Nona. Jadi apa anda baik-baik saja?" Jacob kembali memastikan. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada Calista dan janinnya setah perdebatannya dan Carol tadi.
"Saya tidak apa. Tapi kenapa kau bisa melihat aku dan Carol berdebat tadi?" Tanyanya bingung.
"Karena saya diperintahkan oleh Tuan Danesh untuk mengawasi anda. Tuan Danesh merasa tidak aman membiarkan anda bergerak sendiri di kampus ini.
"Emh, Jacob. Apa kau akan menyampaikan hal tadi kepada suamiku?" Calista jadi was-was.
Jacob langsung saja mengangguk. Ia tidak akan mungkin mau berbohong pada Danesh. Perintah Danesh adalah segalanya untuknya.
Kepulangan Danesh ke apartemen sore itu disambut dengan senyuman di wajah Calista yang sudah sejak tadi menunggu kedatangan Danesh di apartemen.
"Sayang," Calista memeluk tubuh Danesh cukup erat. Jika tadi pagi Danesh berangkat menggunakan setelan jas, kini Danesh pulang dengan setelan kemeja dan celana chino.
Danesh mengusap kepala istrinya lalu memberikan ciuman di kening. "Apa yang sudah istriku lakukan di kampus tadi, hm?" Danesh meminta penjelasan agar Calista jujur.
__ADS_1
"Apa Jacob sudah memberitahukannya kepadamu?" Tebak Calista.
"Jawab saja. Jangan bertanya kembali.
Calista menghela napas. "Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya menjawab pertanyaan dari parasit itu. Aku juga tidak sampai mencakarnya." Jawab Calista jujur.
Danesh hampir saja tertawa mendengarnya. Pernyataan Calista tadi siang pada Carol cukup membuat heboh teman-teman seangkatannya di kampus. Namun walau pun begitu, Danesh tak mempermasalahkan istrinya yang sudah jujur itu.
"Apa kau marah jika aku mengatakan kepadanya jika kau adalah suamiku?" Tanya Calista.
"Untuk apa aku marah. Aku justru senang karena kau mau mengakuiku sebagai suamimu."
"Benarkah?" Kedua mata Calista berbinar.
Danesh mengangguk lalu kembali memberikan ciuman di kening Calista. Setelahnya ia membungkuk memberikan ciuman di perut istrinya.
"Terima kasih karena kau sudah membantuku menjauh dari para pengganggu di kampus." Ucap Danesh.
__ADS_1
Calista menganggukkan kepalanya. Kini ia merasa tengah menjadi pahlawan yang sudah baik membantu suaminya keluar dari dalam masalah besar.
"Mulai saat ini aku tidak akan tinggal diam melihat kau didekati banyak wanita. Kau hanya milikku dan hanya aku wanita yang boleh menempel di tubuhmu." Ucap Calista menggebu-gebu.