Mahasiswaku Suamiku

Mahasiswaku Suamiku
Ya, Kami Sudah Menikah


__ADS_3

"Anda jangan bercanda. Tidak mungkin Calista adalah istri anda. Dia belum menikah!" Reza menyangkal apa yang Danesh katakan.


Tanpa menjawab pertanyaan Reza, Danesh mengangkat jari manisnya yang memperlihatkan sebuah cincin melingkar di sana.


"Apa maksudnya ini?" Tanya Reza.


"Ini adalah cincin pernikahan kami. Jika anda tidak percaya kami sudah menikah, silahkan lihat saja cincin yang melingkar di jari manis Calista. Sama seperti saya atau tidak."


Reza menggelengkan kepalanya. Masih mencoba tidak percaya pada apa yang Danesh katakan kepadanya.


"Jika anda sudah mendapatkan jawabannya maka saya minta jangan lagi berharap pada istri saya karena saya tidak suka apa yang sudah menjadi milik saya diusik orang lain!"


Reza mengepalkan kedua tangannya dan pergerakannya itu terlihat oleh Danesh. Reaksi Reza saat ini tidak membuat Danesh terusik. Pria itu memilih melanjutkan pekerjaannya kembali tanpa memperdulikan Reza yang masih berdiri di depannya.


"Saya pergi dulu." Reza berlalu begitu saja tanpa menunggu jawaban Danesh.

__ADS_1


Danesh menyunggingkan salah satu sudut bibirnya melihat kepergian Reza. "Sudah saatnya sang pebinor sadar diri. Enak saja dia ingin mengusik istriku terus!" Gumam Danesh.


*


Reza kini sudah kembali ke ruangan dosen untuk memastikan perkataan Danesh apakah benar atau tidak. Pria itu menatap dari kejauhan Calista yang sedang berbincang di sudut ruangan bersama dengan Rose. Melihat ekspresi keduanya saat ini, Reza menyimpulkan jika mereka sedang terlibat percakapan serius.


Reza mengurungkan niatnya menjumpai Calista dan memilih mencuri pandang pada cincin yang melingkar di jari manis wanita itu. Sesaat kemudian, Reza kedua kelopak mata Reza melebar sempurna melihat cincin yang melingkar di jari manis Calista sangat mirip dengan cincin yang Danesh kenakan tadi.


Dada Reza bergemuruh. Ia masih mencoba menyangkal kenyataan yang ada namun pada akhirnya ia tidak bisa karena semua yang terlihat sangat nyata.


Karena ingin memastikan semuanya dari mulut Calista langsung, Reza memilih menunggu Calista selesai berbicara dengan Rose. Merasa sudah ada kesempatan, Reza meminta waktu pada Calista untuk berbicara empat mata.


Calista mengiyakannya. Menurutnya lebih baik ia dan Reza berbicara di luar ruangan mereka saja.


"Apa yang ingin Kakak bicarakan?" Tanya Calista tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Maaf jika aku terkesan ikut campur dalam urusan pribadimu. Aku hanya ingin memastikan sesuatu kepadamu."


"Apa itu, katakan saja."


Reza menghela napas sebelum menjawab. "Apa benar kau dan Danesh sudah menikah?" Tanya Reza.


Calista cukup terkejut mendengarnya namun ia memasang wajah tenang menyamarkan kegugupannya. "Ya, aku dan Danesh sudah menikah." Jawab Calista tanpa berniat bertanya dari mana Reza mendapatkan informasi terkejut.


Jantung Reza berdetak sangat cepat. Pun dengan hatinya yang terasa tersayat mendengarkan kenyataan yang ada. "Ka-kapan kalian menikah? Aku tidak pernah mendengar berita pernikahanmu dan dia sebelumnya!" Tanya Reza tersendat-sendat.


"Empat bulan yang lalu. Kami memang sengaja menyembunyikan pernikahan kami karena alasan tertentu."


Tubuh Reza terasa lemas. Semangatnya yang ingin berjuang untuk mendapatkan Calista hilang begitu saja berganti dengan kekecewaan.


Calista hanya diam melihat wajah kecewa Reza. Ia tidak ingin bersimpati pada pria itu karena takut membuat Reza salah paham dengan simpati yang ia berikan.

__ADS_1


Reza akhirnya memilih keluar dari ruangan dosen membawa kekecewaan di dalam hatinya.


***


__ADS_2