Mahasiswaku Suamiku

Mahasiswaku Suamiku
Wanita Parasit


__ADS_3

Calista menyipitkan kedua kelopak matanya melihat seorang wanita tengah mencoba mengajak suaminya untuk berbicara. Sementara Danesh terlihat mengabaikannya dan terus saja berjalan seakan tak tak perduli dengan keberadaan wanita tersebut.


"Sepertinya dia mencoba mendekati suamiku!" Gumam Calista sambil terus menatap gerak-gerak wanita tersebut.


Calista yang tidak ingin kehilangan jejak wanita itu pun melangkah mengikutinya dari jarak aman hingga akhirnya Danesh dan wanita itu masuk ke dalam kelas. Calista masih mencoba melihat gerak-gerik mereka dengan mengintip dari jendela. Kini Calista dapat melihat jika wanita yang mengikuti suaminya tadi masih mencoba mengajak suaminya berbicara walau tetap diabaikan.


"Ternyata benar suamiku tidak aman selama berkuliah di sini. Banyak parasit yang mencoba menempel pada suamiku!" Calista jadi geram. Ingin sekali menjambak dan mencakar wanita itu namun ia tidak mungkin melakukannya mengingat dimana keberadaannya saat ini.


Setelah puas memantau gerak-gerik sang parasit, akhirnya Calista memilih pergi meninggalkan kampus menuju apartemen mertuanya. Calista yang merasa tidak tenang segera mengirimkan pesan pada Danesh jika dirinya akan menjemput Danesh setelah pulang kuliah nanti. Calista tidak akan membiarkan sang parasit terus menempel pada suaminya itu.


"Ada apa, Cal. Kenapa wajahmu murung begini?" Tanya Mom Diora saat melihat kedatangan Calista.

__ADS_1


"Tidak ada Mom." Calista tersenyum menyamarkan kemasaman di wajahnya.


Mom Diora tentu tak percaya begitu saja. Ia yakin jika ada hal yang mengganggu pemikiran putrinya saat ini. "Ayo cerita pada Mom ada apa. Apa Danesh membuatmu sebal?"


Dipancing dengan pertanyaan seperti ini oleh Mom Diora membuat Calista jadi mengatakan apa yang ia rasakan saat ini. Baru pertama kali mengantar suaminya ke kampus ia sudah melihat pemandangan menyakitkan mata.


Mom Diora tersenyum setelah mengetahui hal apa yang membuat putrinya itu menjadi murung. "Cal, selama ini kau kan tahu jika Danesh selalu dikelilingi banyak wanita yang mencoba mengejarnya. Jadi kalau sekarang kau melihat Danesh dikelilingi wanita lagi itu adalah hal yang wajar bukan?"


"Sudahlah, jangan cemberut begitu. Kau kan tahu bagaimana Danesh sangat menyayangimu. Keberadaan banyak wanita di dekatnya tidak akan berpengaruh apa-apa pada Danesh." Mom Diora mencoba meyakinkan Calista.


"Cal percaya jika Danesh akan menjaga dirinya dengan baik, tapi Cal tidak bisa menjamin wanita itu tidak akan berbuat hal yang licik nantinya untuk mendapatkan Danesh."

__ADS_1


Mom Diora menahan senyum. Semenjak hamil banyak sekali perubahan di dalam diri Calista. Calista yang dulunya sangat cuek dengan orang disekitarnya kini justru nampak peduli. Terlebih pada orang yang mencoba mendekati suaminya seperti saat ini.


"Calista, kau sudah datang, nak." Kedatangan Mommy Meisya menghampiri mereka mengakhiri percakapan di antara Calista dengan Mom Diora.


Untuk kali ini Calista mencoba memasang wajah tersenyum seakan baik-baik saja pada Mom Meisya agar mertuanya itu tidak mengetahui apa yang tengah ia rasakan saat ini.


Beberapa jam berada di apartemen mertuanya, Calista pun berpamitan untuk pergi menjemput Danesh ke kampusnya setelah mendapatkan pesan dari Danesh jika ia sudah pulang kuliah.


Calista melajukan mobilnya dengan semangat menggebu-gebu tidak sabar cepat sampai di kampus suaminya. "Awas saja kau wanita parasit. Tidak akan ku biarkan kau menempel di tubuh suamiku!" Gumam Calista sebal.


***

__ADS_1


__ADS_2