Mahasiswaku Suamiku

Mahasiswaku Suamiku
Hari pernikahan


__ADS_3

Danesh mengangguk menyetujui pendapat Harry tentang Dio. "Untuk hasil yang maksimal dibutuhkan usaha dan kerja keras. Apa yang Tuan Dio dapatkan saat ini adalah hasil kerja kerasnya selama ini." Ucap Danesh yang cukup mengetahui bagaimana Dio mengembangkan usahanya selama ini.


"Ya, semoga saja kita bisa menyusul seperti dirinya." Harap Harry.


Danesh mengangguk saja. Mereka kembali melanjutkan makanan masing-masing hingga habis tak tersisa.


"Satu minggu lagi kau akan menikah, apa setelah menikah kau akan langsung membawa Bu Calista tinggal di rumah kontrakan?" Tanya Harry saat mereka sudah pergi meninggalkan Cafe.


"Ya, aku akan langsung membawa Bu Calista pindah ke rumah kontrakan. Sebelumnya aku sudah membahas hal ini dengannya dan dia menyetujuinya."


"Syukurlah kalau begitu. Aku harap semua berjalan sesuai dengan keinginanmu."


"Semoga saja." Jawab Danesh.


*

__ADS_1


Hari pernikahan.


Waktu yang ditunggu oleh kedua keluarga besar Calista dan Danesh akhirnya tiba. Pagi itu di kediaman keluarga Calista nampak sudah ramai dengan kedatangan kerabat dan teman dekat Danesh dan Calista.


Untuk Calista dan Danesh, mereka hanya mengundang satu teman baik mereka saja. Danesh mengundang Harry dan Calista mengundang Rose.


Sebelum acara pernikahan dilangsungkan, Daddy Berto memberikan peringatan pada semua tamu undangan yang datang agar dapat menjaga privasi acara keluarga mereka hari ini. Mendengar perkataan Daddy Berto tentu saja membuat Danesh yang sudah duduk di depan penghulu tersenyum tipis karena keluarga mereka mau menghargai keputusan mereka yang tidak ingin pernikahan mereka sampai ke telinga publik.


Calista yang sudah nampak cantik dengan balutan kebaya yang melekat indah di tubuh rampingnya berjalan menuruni tangga didampingi Mommy Diora dan Rose. Senyuman manis nampak terkembang di wajah Mommy Diora mengantarkan putrinya duduk di sebelah calon suaminya.


Danesh tentu saja terpukau melihat mahakarya Tuhan yang sangat indah di depan matanya saat ini. Tidak dapat Danesh sangkal jika Calista benar-benar cantik dan nampak muda walau usianya sudah menginjak tiga puluh tahun.


Kedua belah pihak mengangguk mengiyakannya dan pembawa acara yang berasal dari keluarga Daddy Berto langsung menjalankan tugasnya dengan baik.


Degub jantung Calista bekerja lebih cepat saat tangan Danesh terulur menjabat tangan Daddy Berto. Semua orang yang berada di ruang tengah kecuali pengulu nampak diam menyaksikan proses akad yang akan berlangsung.

__ADS_1


Setelah memberikan arahan pada Daddy Berto dan Danesh, penghulu meminta keduanya untuk mulai membacakan akad nikah. Danesh yang sebenarnya merasa gugup menjalani prosesi akad mencoba tetap tenang saat membacakan akad.


Sah


Satu kalimat keluar dari mulut saksi dan orang-orang yang melihat prosesi akad. Semua orang mengucap syukur karena kini Danesh dan Calista sudah sah menjadi suami dan istri.


Kedua bola mata Calista nampak berkaca-kaca setelah menyadari jika saat ini ia sudah tidak lagi menjadi wanita single melainkan istri dari seorang mahasiswanya di kampus.


"Selamat untuk pernikahan kalian, Nak." Lelehan air mata nampak membasahi wajah Mommy Diora. Wanita yang masih nampak muda di usianya yang sudah memasuki setengah abad itu sangat haru melihat putrinya kini sudah berubah status menjadi seorang istri.


"Terima kasih, Mommy." Calista memeluk tubuh Mommy Diora dengan erat dan ikut meneteskan air mata.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Danesh dan Cal update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Ke 2, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2