
Happy reading πππ
Sudah dua hari ini, Keanu dan Raina menginap di salah satu resort yang terletak tidak jauh dari pantai. Keduanya menghabiskan malam-malam mereka dengan melakukan ritual penyatuan raga, mereguk kenikmatan surga dunia.
"Selamat pagi istriku ...." Keanu menyapa Raina lalu menghujani wajah cantik istrinya itu dengan kecupan.
"Heheemmm. Selamat pagi menjelang siang suamiku ...." Bibir Raina terhias seutas senyum. Raut wajahnya merona ketika Keanu menyentuh bibir ranumnya.
"Masih lelah, Han?" tanya Keanu disertai senyuman yang menyiratkan makna.
"Lumayan, Beb ...."
"Maaf, tadi pagi seusai sholat subuh, aku meminta jatah lagi."
"Issshhh, kamu selalu saja meminta maaf, Beb. Tapi setelah itu ... siangnya meminta lagi." Bibir Raina mencebik. Ia sudah hafal dengan kebiasaan Keanu setelah mereka menikah. Selalu meminta jatah lagi ... lagi ... dan lagi. Sehari bisa 3 sampai 5 kali. Hmmm ... mirip sekali dengan Abimana ketika ia belum menginjak usia 40 tahun. Memang benar kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
"Oke dech, nanti siang ... aku ijin libur meminta jatah, Han ...," tutur Keanu tanpa memudarkan senyuman yang menghiasi wajah tampannya.
"Akhhh, yang bener? Kamu nggak nge prank 'kan, Beb?"
"Nggak lah. Serius. Nanti siang, aku akan membawamu ke suatu tempat, Han."
"Oya? Ke mana?" Netra Raina berbinar. Bibirnya menyunggingkan senyum yang menyiratkan rasa bahagia.
"Ada dech. Sekarang bangunlah! Suami tampanmu ini sudah menyiapkan susu hangat untukmu, Han." Keanu mencium buku-buku jari Raina kemudian membantu istrinya untuk bangun.
"Trimakasih, Beb."
"Hanya ucapan terimakasih, hmmm?" Keanu mencubit hidung mancung istrinya dengan gemas.
CUP
Raina mendaratkan kecupan di pipi kiri Keanu.
"Kurang ...."
"Hmmmm ...."
CUP
Raina kembali mendaratkan kecupan, kali ini di pipi kanan Keanu.
"Masih kurang, Hany."
Raina memutar bola mata jengah. Tetiba terlintas suatu ide.
"Pejamkan matamu dulu, Beb!" titah Raina.
"Baiklah. Tapi, berikan kecupan di seluruh wajahku ya, Han ...," pinta Keanu. Kemudian pria bermata teduh itu memejamkan mata.
__ADS_1
Setelah suaminya memejamkan mata, Raina meraih boneka monyet yang tergeletak di sofa.
CUP
Raina menyentuhkan bibir boneka monyet itu dengan bibir suaminya. Seolah ingin merasakan sensasi lebih, Keanu menyesap bibir si boneka monyet.
Raina tergelak menyaksikan suaminya yang terkesiap ketika membuka mata.
"Pfffffttt ... hahhhaha. Ya Allah, Beb. Ternyata kamu belum bisa move on ya dari mantan?"
Keanu merasa kesal. Namun ia juga merasa geli pada dirinya sendiri. Bisa-bisanya ia tidak bisa membedakan bibir Raina dan bibir boneka monyet.
"Tega kamu, Han." Keanu memasang wajah cemberut.
"Uluh-uluh, maaf Beb. Sini-sini, aku kiss!" Raina menangkup pipi Keanu lalu mendaratkan kecupan di bibir.
"Oya, Han ... diminum dulu susunya! Mumpung masih hangat," ujar Keanu setelah Raina melepas tangkupan tangannya.
"Iya, Beb."
Keanu dan Raina mencubit cangkir yang berisi susu hangat. Mereka meneguknya hingga tandas.
"Han, mandilah! Setengah jam lagi Jack akan membawa Rose ke suatu tempat yang sangat romantis."
"Jack ... Rose?" Raina mengerutkan dahi hingga kedua pangkal alisnya saling bertaut.
"Iya. Keanu ... Raina."
"Kisah cinta kita 'kan memang nggak seperti kisah cinta mereka, Han. Insya Allah, till janah." Keanu mengulas senyum. Ia mencium kening istrinya dengan penuh perasaan. Meluapkan rasa cintanya pada Raina yang begitu besar.
...
Keanu membawa Raina ke pantai yang letaknya tidak terlalu jauh dari resort. Tepatnya di pantai Nguluran.
Terlihat hamparan laut luas serta beberapa spot foto. Semua fasilitas ada di atas tebing. Sekitar belasan meter dari permukaan air pantai.
"Bagaimana, Han. Kamu suka dengan tempat ini?" tanya Keanu sembari menatap manik mata Raina.
"Tentu saja, Beb ...," jawab Raina disertai seutas senyum. Wajah cantiknya terhias binar bahagia.
"Yuk kita berpose di atas teras kaca, Han!" ajak Keanu. Ia meraih tangan Raina lalu menggenggamnya dengan erat.
"Iya, Beb." Keanu dan Raina berjalan di atas hamparan pasir putih menuju teras kaca. Salah satu spot foto yang semakin melengkapi daya tarik pantai Nguluran.
"Beb, tempat ini mengingatkanku pada mama dan papa," sambung Raina.
"Oya?"
"Heem. Mama pernah bercerita, papa sering membawa mama ke tempat-tempat yang romantis. Salah satunya ke tempat ini."
__ADS_1
"Sewaktu muda, pasti papa Rai sangat romantis ya, Han?"
"Iya, Beb. Sebelas dua belas dengan ayah Abi."
Keanu dan Raina menghentikan langkah mereka. Keduanya berjalan di atas teras kaca dengan saling bergandengan tangan.
Kebetulan, hari ini wisatawan yang berkunjung di pantai Nguluran tidak terlalu ramai. Sehingga mereka berdua tidak perlu mengantri untuk berfoto di atas teras kaca.
Fotografer mulai mengambil foto dan mengarahkan mereka untuk berpose romantis. Foto mereka diambil dengan latar belakang laut yang terhampar sangat indah.
Setelah fotografer mengambil beberapa foto, Keanu dan Raina berpindah ke spot foto yang lain. Spot foto tersebut berupa glass boat, yang mirip dengan teras kaca.
Sesuai namanya, glass boat berbentuk haluan kapal dengan dasar dari kaca.
Keanu dan Raina berpose menirukan salah satu adegan di film Titanic. Keanu memeluk Raina dari belakang, seperti Jack ketika memeluk Rose.
"Han, anggaplah kita sedang berada di atas kapal Titanic. Seperti Jack dan Rose. Rentangkan kedua tangan, hirup aroma laut yang menenangkan!" titah Keanu seraya berbisik.
Raina mengikuti apa yang diperintahkan oleh suaminya. Ia merentangkan tangan dan memejamkan mata.
"Sempurna ...." Fotografer yang mengambil foto mereka tersenyum puas karena mendapatkan hasil foto yang sangat memuaskan. Keanu dan Raina benar-benar terlihat seperti Jack dan Rose di salah satu adegan film titanic.
Keanu dan Raina masih berdiri di atas glass boat sembari menunggu hasil foto mereka selesai dicetak. Pandangan kedua insan itu tertuju pada hamparan laut luas.
"Bagaimana Han? Apa yang kamu rasakan saat ini?"
"Aku merasa teramat bahagia, Beb. Keanu yang dahulu sangat menyebalkan, kini menjelma menjadi sosok pria yang sangat romantis.".
Keanu semakin mengeratkan pelukannya dan menghujani pucuk kepala Raina dengan kecupan.
πΉπΉπΉ
Dibelahan bumi yang lain, sepasang suami istri tengah bercengkrama di dalam mobil. Mereka ... Birru dan Zahra.
Birru mengemudikan mobilnya menuju ke salah satu hotel mewah di kota London, The Royal Suit. Ia berniat bermalam di hotel tersebut untuk memberikan nafkah batin pada Zahra. Sudah hampir satu bulan menikah dengan Zahra, adik kecil Birru masih saja menolak untuk memasuki kawah surga dunia.
Birru berpikir, mungkin dengan melakukan ritual panyatuan raga di kamar hotel yang romantis, adik kecilnya akan terbangun dari tidur dan bersedia masuk ke kawah surga dunia.
Tetiba, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan. Birru terkesiap. Gegas ia membanting kemudinya ke arah kiri. Namun sayang, ia terlambat. Dan tabrakan pun tidak bisa dihindari .....
Apa yang terjadi pada Birru dan Zahra? Kelak sang waktu yang akan menjawabnya ....
πΉπΉπΉπΉ
Bersambung ....
Maaf banget, si othor remahan baru bisa UP. Maaf juga jika banyak typo bertebaran πππππ
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like π
__ADS_1
Beri komentar, gift, atau vote jika berkenan mendukung Mjb. Boleh juga dishare di medsos lhooo ... π π
Trimakasih πππ