Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
PHP


__ADS_3

Setelah selama berbulan-bulan gue dekat sama Cahyo, sekarang tiba-tiba dia berubah menjadi agak cuek sama gue, tidak secare dulu. Sebenarnya gue mau Tanya dia kenapa berubah ke gue, tapi gue tak enak karena mau sedekat apapun Kita ngga ada ikatan apa-apa.


Gue pengin juga cerita ke Ina dan Bima tapi ragu, jadi semua gue pendam sendiri.


Saat di kampus, kelas sudah selesai gue sama Ina langsung menuju ke kantin. Disaat gue sedang melahap bakso kuah yang pedas, Bima datang sendirian ke kantin dan langsung memesan makan lalu duduk gabung sama Kita.


Bima: "Hay, udah lama kalian berdua disini?"tanyanya


Ina: "Lumayan lah Bim, abis kelas selesai langsung kesini, Lapeer haha"


Gue: "Bim, tumben lo sendirian ke kantin.. si Cahyo mana?" tanyaku yang melihat Bima hanya datang sendirian.


Bima: "Kenapa, kangen ya lo sama Yoyo haha"


Gue: "Yee gue nanya, juga huhhhh."


Bima: "Gue ngga tau, tadi dia langsung ke lab praktek kembaliin alat-alat gitu disuruh sama dosen. Paling bentar lagi juga kesini"


Gue: "Oh gitu..."


Setelah makananku tinggal setengah, kumelihat dari arah kelas-kelas, ada 2 orang yang cowo gue sangat mengenalnya ya dia adalah Cahyo alias Yoyo, kuperhatikan lagi takut salah orang. Tapi memang benar dia adalah Yoyo. Dia sama siapa? kok sama cewe, tangannya digandeng lagi. Buat gue cemburu aja!!


Cahyo dan teman wanitanya langsung ke kantin dan duduk diujung yang letak tempat duduknya jauh dari gue, Ina dan Bima. Gue ngelihatin mereka terus, sehingga Bima dan Ina pun mulai memperhatikan gue, mereka sadar bahwa gue ngelihatin Cahyo yang tengah berdua sama wanita lain sambil ngobrol dan katawa ketiwi.


Ina: "Bim, itu cewe yang sama Cahyo Siapa?"


Bima: "Itu kayaknya anak ekonomi deh,, si Arfi"


Ina: "Ada hubungan apa Arfi sama Cahyo, kok Kaya deket banget gitu. Padahal dia kan lagi deket sama Mira?"


Bima: "Gue kurang tau yang, coba ntar gue tanyain ya." jawabnya


Ina: "Oke dehh"


Sementara gue langsung ngga nafsu makan melihat yang begituan. Gimana mau nafsu makan, orang yang gue cinta lagi makan berduaan sama wanita lain akrab banget lagi ketawa ketiwi, bikin Betee aja.


Gue langsung pamit duluan pergi ke Ina dan Bima.


Gue: "Bim, Ina, gue duluan ya.. sakit" (sambil lari meninggalkan kantin)


Ina: "Tunggu Mir,,"


Bima: "Udah sayang . sebenernya Cahyo punya pacar baru, itu pacarnya. Gue baru tahu Tadi pagi. Kemarin dia jadian sama Arfi, Arfi yang nembak Yoyo katanya. Tadinya gue mau jelasin ke Mira, tapi gue kira belum waktunya.


Nanti Kita jelasin berdua yah, gue juga nggak enak sama Mira, udah kenalin dia cowo tapi malah dia disakitin gini." jelas Bima ke Ina.


Ina: "Anjrittttt.. jahat banget dah tuh cowo!!"


Bima: "Emmm.. gitulah, ga nyangka juga gue. Udah biarin aja lah. Sekarang Kita fokus aja gimana caranya jelasin ke Mira. Kasian banget dia"


Ina: "Yaudah Kita atur waktunya nanti ya, yaudah gue mau ke kelas dulu ya Bim.. daaaah bimaa sayang"


Bima: "Dahh sayang semangat yah"


Ina: "Siap Boss"


Mereka berdua meninggalkan kantin dan langsung menuju ke ruang kelas masing-masing. Sementara Cahyo dan Arfi masih di Kantin kampus.


Hari-hari Mira menjadi semakin kelabu, apalagi sekarang jarang bahkan tak pernah sekalipun Cahyo hubungin Mira.


Mira pun Tanya lewat telefon ke Ina dan curhat tentang apa yang terjadi dengannya.


Handphone Ina bergetar


"Drrrtttttt drrrrrtttttttt drrrrrtttttttt"


Ina langsung mengangkat telfon dari Mira


Ina: "Hallo Mir, kenapa?"


Mira: "Hallo Na, gue sedih.. boleh curhat ngga?" jawabnya dengan nada tak bersemangat


Ina: "Mau curhat apaan? Cahyo?" Tanya Ina


Mira: "Iyaa, Cahyo berubah Ina. Semenjak beberapa Hari ini dia Kaya menjauh gitu sama gue, terus tiba-tiba kemarin di kantin gue lihat dia berduaan sama wanita lain, akrab banget lagi Kaya pacaran aja . sebel gue"


Ina: "Obrolinnya langsung aja yuk, bareng Bima juga. siapa tau Bima ada yang tau tentang Cahyo sama cewe itu" ajaknya

__ADS_1


Mira: "Boleh deh, sekarang ya.. dimana?"


Ina:"Di cafe biasa kita nongkrong aja, setengah jam lagi nyampai ya"


Mira: "Oke, yaudah see you"


Ina: "See you too"


Mira langsung mematikan telfonnya dan siap-siap untuk pergi ke cafe nemuin Ina dan pacar Ina, si Bima.


Mira langsung melajukan mobilnya dan menuju cafe, disana sudah ada Ina juga Bima.


Gue: "Hy, udah lama kalian berdua?" Tanya gue


Mira: "Satu tahun gue nunggu lo disini haha"


Gue: "Yee.. sa ae lu!!"


Bima: "Baru sampai ko, duduk Mir.." perintah Bima.


Gue: "Oke tengkyu.."


Gue langsung duduk dan memesan minuman,


Tak lama ngobrol ngalor ngidul, minuman datang diantar pelayan Dan gue langsung meminumnya, begitupun Ina dan Bima.


Gue: "Bim, Ina, gimana si Cahyo?" Tanya gue


Bima: "Maaf ya Mir, terpaksa gue harus sampaikan apa adanya sama kamu"


Gue: "Iya gimana, cerita aja"


Ina hanya diam melihat gue ngobrol dengan Bima tentang Cahyo.


Bima: "Jadi gini..."


Gue: "Gimana? ayoo langsung aja, gausah berbelit-belit dong Bim..."


Bima: "Sebenernya, Cahyo sudah punya pacar baru jadian 3 Hari yang lalu. Cewe yang kemarin lo liat di kantin dia pacarnya, namanya Arfi. Kata Cahyo si Arfi yang nembak si Cahyo, Dan bodohnya malah Cahyo terima. Gue sama Ina ngga enak banget sama lo karena gara-gara gue kenalin lo ke Cahyo, lo malah jadi disakitin gini, sekali lagi maafin gue sama Ina ya Mir, plisss"


Mendengar penjelasan Bima Gue hanya menunduk dan mata gue berkaca-kaca menahan air mata tanpa terasa air mata gue mulai tak bisa dibendung dan gue nangis.


Ina: "Sabar yahh Mir, gue minta maaf"


Sambil mencoba tersenyum, gue langsung angkat bicara


Gue: "Oh gitu Bimm.. iya gapapa si, hehe


Kalau memang Cahyo sukanya sama siapa cewe tadi namanya? Arfi ya? oiya Arfi.. ya biarin aja, gue mau ngejauh aja sama Cahyo. Biarin mereke berdua bahagia"


Bima: "Beneran lo gapapa Mir?" Tanya Bima dengan muka ditekuk


Gue: "I am fine, so fine.." (sambil senyum)


Ina: "Please, lo jangan sedih ya.. Kita bedua, Sindy sama Santi selalu ada buat lo"


Gue: "Okee, makasih ya support nya.."


Kita bertiga langsung pergi meninggalkan cafe, pikiran gue tak karuan rasanya.


Semenjak itu gue langsung menjauh dari Cahyo.


Cahyo yang melihat gue selalu menghindar dari gue rupanya dia sadar, dan dia setiap ketemu gue selalu menghindar. Mungkin karena rasa bersalahnya..


Beberapa bulan telah berlalu, gue sudah merasa baik-baik saja karena selalu ada teman-teman dan sahabat gue yang selalu menghibur gue. Tapi setiap gue ketemu Cahyo rasanya gue pengin tonjok ajaa tuh orang. Apalagi ketika melihat Cahyo sama pacarnya.. hihhhh bikin Naik darah aja.


Minggu depan ada acara kemah, semua mahasiswa dan mahasiswi semester pertama wajib ikut. Acara dilakukan di area camping bukit yang pemandangannya sangat indah, pemandangannya sangat menarik bisa melihat sunrise, sunset dan pantai yang airnya berwarna biru diujung Sana.


Gue satu tenda sama Ina, Sindy sama Santi, sedangkan Bima kalau ngga salah sama Cahyo, dan Irfan sama temannya ngga Tau namanya siapa.


Disaat gue lagi duduk santai sendiri di tempat duduk yang terbuat dari bambu melihat sunset, Tiba-tiba datanglah Ina. Kita asyik berfoto-foto dengan sunset. Setelah puas, gue sama Ina berniat menuju ke ke tenda lagi. Tapi kita malah berpapasan sama Irfan yang lagi berjalan sama Cahyo. Irfan menyapaku dan Ina, sedangkan Cahyo hanya senyum yang gue balas dnegan ekspresi datar


Irfan: "Hay Mira, abis darimana?"tanyanya ke gue


Gue: "Abis lihat sunset, lo mau kemana?"


Irfan: "Gue sama Cahyo lagi jalan-jalan aja, keliling hee"

__ADS_1


Gue: "Ohh, yaudah.. lanjut aja, gue sama Ina balik dulu ke tenda ya ,bye"


Irfan: "Bye.. be careful yaa,"


Gue: "Oke, lo juga."


Gue sama Ina meninggalkan mereka berdua, walaupun ngobrol-ngobrol sebentar sama mereka, gue sama Ina tak pernah sedikitpun menatap wajah Cahyo yang sok kalem itu, seolah tak terjadi apa-apa.


Malamnya ada acara api unggun dan kebersamaan. Kita semua duduk melingkari api unggun..


Kulihat Bima bermain gitar di depan, sedangkan Ina menyanyi. Gue duduk bersebelahan sama Santi dan Sindy.


Santi: "So sweat ya mereka" (Sambil melihat ke arah Bima juga Ina yang sedang berduet menyanyikan lagu yang romatis membuat baper.


Sindy: "Iyalah, seandainya pacar gue sekampus pasti bisa Kaya gitu.. huh"


Santi: "Mending lo punya pacar sin, lah gue sama Mira, noob hhaa"


Sindy: "Haha jomblo"


Santi: "Jomblo mah bebas yekan?"


Gue: "Gausah ngatain gue Jomblo ya, gini-gini gue banyak yang naksir Tau!!"


Sindy: "Kepedeannya mulai deh haha"


Setelah beberapa lama, semua sudah masuk tenda untuk tidur. Gue tidak bisa tidur, gue lihat Ina sudah nyenyak. Gue putusin buat cari angin di luar tenda sambil meminum teh hangat.


Gue kaget tiba-tiba Cahyo datang


Cahyo: "Hay, lo gimana kabar?" tanyanya


Gue: "Baik kok, lo gimana?"


Cahyo: "Baik.. ngapain belum tidur? hm"


Gue: "Ga bisa tidur gue. Lo ngapain kesini?"


Cahyo: "Gue lihat lo diluar, makanya gue nyamperin lo kesini.


Gue: "Pergi Sana, gue pengin sendiri aja"


Cahyo: "Lo ngusir gue?"


Gue: "Bukannya apa-apa gue cuma ngga mau pacar lo salah paham. Gue Ngga mau dikira PHO, Pelakor lagi."


Cahyo: "Pacar? haha Arfi maksud lo?"


Gue: "Ya iya"


Cahyo: "Gue sama dia udah putus 2 minggu yang lalu. Dia selingkuh dibelakang gue"


Gue: "Oh gitu"


Cahyo: "Iya.. nomor kamu masih sama?" tanyanya


Gue: "Masih ko, yaudah ya gue tidur dulu. Night..."


Cahyo: "Good night Miraa"


Gue masuk ke tenda untuk tidur dan Cahyo juga pergi ke tendanya .


Gue mikir-mikir, kenapa tuh orang hadir lagi? pakai cerita udah putus sama Arfi lagi.. jangan-jangan dia mau deketin gue lagi.


"Aaarghhhhh sebelllllll!!!!!!!!"


Gue teriak


Ina terbangun dan Tanya ke gue


Ina: "Ada apaan? lo belum tidur?"


Gue: "Gapapa, ini mau tidur ko.. good night"


Ina: "Night too"


Ina langsung tidur lagi, begitupun gue langsung tertidur.

__ADS_1


Lanjut ceritanya di episode berikutnya ya guys.. jangan ketinggalan..


See you 😍🤩


__ADS_2