Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Gara-Gara Selai


__ADS_3

Happy reading 😘😘


Setelah mengetahui pria blonde yang duduk di hadapannya itu akan menikah, Khanza tidak lagi berselera menikmati semua sajian yang terhidang di atas meja. Meski, semua menu makanan yang telah dipesan oleh Birru, sangat lezat dan sedap dipandang mata.


"Za, kog nggak dimakan?" Birru menatap wajah gadis kecil yang duduk di hadapannya itu dengan intens. Cantik. Ya, Birru mengakui, wajah Khanza sangat cantik. Kecantikkan Khanza menurun dari sang bunda. Tapi sayang, Khanza masih berusia 14 tahun. Lebih muda 5 tahun dari usia Birru.


Khanza bergeming. Gadis kecil itu menundukkan wajah untuk menghindari tatapan Birru. Albirru, pemuda tampan yang sukses membuat Khanza jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Za, ada apa, Dek? Kog, makanannya nggak disentuh? Khanza sedang diet atau ... semua menu makanan yang dipesan, tidak ada yang Khanza sukai?" cecar Raina. Ia menghentikan ritual makannya setelah menyadari, Khanza sama sekali tidak menyentuh makanan yang tersaji.


Tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Raina, Khanza beranjak dari posisi duduknya.


"Mau ke mana Za?" Keanu melontarkan pertanyaan. Ia raih tangan Khanza, seraya menahan agar adik kesayangannya itu tidak pergi.


"Mau ke meja Bunda." Khanza memberi jawaban yang teramat singkat, dan dengan ekspresi wajah yang sukar diartikan. Gadis kecil itu mengibaskan tangan, hingga genggaman tangan Keanu pun terlepas.


Dengan langkah lebar, Khanza berjalan mendekati bundanya. Lalu, ia mendaratkan tubuhnya di kursi, bersebelahan dengan sang bunda.


"Ada apa, Za? Kog pindah tempat duduk?" Kirana melontarkan pertanyaan, sembari menatap wajah putrinya yang terlihat sendu.


"Khanza hanya ingin duduk di dekat Bunda," elak Khanza. Gadis kecil itu berusaha menutupi apa yang tengah ia rasakan.


"Sudah makan, Za?"


Khanza menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Kirana hanya dengan menggelengkan kepala.


"Bunda suapi ya?"


"Heem, Bund." Khanza mengangguk pelan.


Senyum terbit menghiasi wajah Kirana saat melihat Khanza sangat menikmati makanan yang ia suapkan.


"Makan yang banyak Za!"


"Heem, Bund."


Tanpa terasa, Khanza menghabiskan satu porsi tandoori chiken berkat suapan tangan sang bunda.


"Enak 'kan Za?"

__ADS_1


"Iya Bund. Enak, karena disuapi oleh Bunda." Khanza menyunggingkan seutas senyum.


Setelah menikmati makan malam, Abimana, Kirana, Raikhan, dan Alya berangkat ke hotel. Selama berada di Cambridge, mereka akan menginap di hotel yang letaknya tidak jauh dari apartemen milik Birru.


Sedangkan, Dylan dan Dava, mereka berdua menginap di apartemen milik Birru, begitu juga dengan Keanu.


Bagaimana dengan Khanza? Selama di Cambridge, gadis kecil itu akan tinggal bersama dengan Raina. Calon kakak ipar tersayang.


Atas permintaan Raina, malam ini ... Sherin menginap di apartemen yang disewa olehnya (Raina).


🌹🌹🌹


Flasback on (Ikhsan dan Alyra)


Dua setengah bulan sebelum menyusul ke Inggris.


Seusai menjalankan ibadah sholat subuh, Ikhsan dan Alyra membaca kalam cinta. Suara mereka terdengar begitu merdu. Hingga siapa saja yang mendengar, akan tergetar hatinya.


"Maha benar Allah atas segala firman-Nya."


Ikhsan dan Alyra menutup mushaf, lalu menyimpannya kembali di atas nakas.


Wajah Alyra terhias rona merah, saat mendengar bisikan yang keluar dari bibir Ikhsan. Terbayang olehnya, sentuhan Ikhsan yang sangat lembut. Namun melenakan.


Ikhsan memandu istrinya untuk duduk di tepi ranjang. Ia cium buku-buku jari Alyra dengan penuh perasaan.


"Sayang, kita berikhtiyar lagi ... untuk membuat adonan ya!" Ikhsan mengerlingkan mata.


"Adonan apa, Mas?" Alyra mengernyitkan dahinya. Ia tidak faham dengan ucapan yang dilontarkan oleh Ikhsan.


"Pffffttt, adonan ... dedek bayi, Yang."


"Ihhh, Mas Ikhsan ...." Alyra memukul dada Ikhsan yang bidang dengan pelan.


Ikhsan meraih kedua pergelangan tangan istrinya. Ia tatap manik coklat Alyra dengan intens.


β€œAllahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maa razaqtanaa. Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."


Seusai membaca doa sebelum bersenggama, Ikhsan merebahkan tubuh Alyra. Ia mulai menyapu seluruh wajah cantik istrinya dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


Ikhsan membuka sarung yang ia kenakan dan melemparnya ke sembarang arah. Perlahan, ia pun membuka kain yang membungkus tubuh ramping istrinya.


Pria muda yang tak lagi polos itu, memberikan tanda kepemilikan ke seluruh tubuh wanita yang sangat dicintainya. Alyra pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Ikhsan.


Suara ******* angin, mengiringi nyanyian dua insan yang tengah memadu kasih. Mereka semakin tenggelam ke dalam asmaraloka.


"Sekarang, Sayang ... ?"


"Heem, Mas." Alyra mengangguk pelan disertai seutas senyum penuh makna.


Ikhsan mulai mengarahkan bagian tubuhnya ke mulut gua. Namun, tiba-tiba wajah Ikhsan berubah pias. Dan bagian tubuhnya yang semula menegang menjadi layu seketika.


"Ada apa, Mas?" Alyra sedikit mengangkat tubuhnya. Ia heran, mengapa wajah Ikhsan berubah pias.


"Yang, sepertinya kamu ... lagi dapet."


"Benarkah?"


"Iya. Saat Mas Ikhsan akan menyatukan tubuh kita, malah disembur selai strawberry yang keluar dari MV," tutur Ikhsan dengan suaranya yang terdengar lirih.


Seketika, Alyra memindahi pandangannya.


"Ohhhh ... no."


Netra Alyra berotasi sempurna ketika melihat sprei yang berwarna putih terkena noda merah. Gegas, ia pun beranjak dari ranjang, lalu berlari menuju ke kamar mandi.


Tanpa semangat, Ikhsan memungut sarung yang ia lempar dan memakainya kembali. 😌


"Sabar ya dek!!!" monolog Ikhsan sambil memandang jagoannya dengan raut wajah sendu.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf, UP nya segini dulu ya readers. Maaf juga jika banyak typo bertebaran πŸ˜†πŸ™


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like, dan beri komentar. Jika berkenan, dukung othor remahan kulit kuaci ini dengan memberikan gift atau vote. πŸ˜†πŸ˜†


Trimakasih 😘😘

__ADS_1


__ADS_2