Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Baby Alif


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


Pagi ini langit bertudung mendung, bahkan rintik gerimis mulai membasahi bumi. Ada apa dengan alam? Seakan muramnya sebagai pertanda ....


"Dokter Kiran, Tuan Bima, saya titip Alif. Sa-saya ingin segera menyusul mas Kevin --" Suara Nilam tercekat. Wanita yang baru saja melahirkan seorang bayi tampan tanpa didampingi oleh suami tercintanya, sudah tidak kuat menahan dera. Badannya semakin lemah dan derai air mata kesedihan yang semula membasahi wajah nan pucat kini mulai mengering.


"Jangan berkata seperti itu Nilam! Kamu harus kuat demi Alif," pinta Kirana dengan penuh harap. Tatapan netranya tidak sedikitpun beralih dari wajah pucat Nilam.


Nilam melengkungkan bibir dan meraih tangan Kirana. "Sayangi dan cintai Alif, seperti putra Dokter Kiran sen-diri. Sa-saya sudah tidak kuat, Dok."


"Nilam, kamu harus kuat! Jangan menyerah, aku mohon --"


"Laillaha-illa-lah --" Mata Nilam perlahan terpejam disertai lengkungan bibir yang masih setia menghiasi wajah pucatnya.


"Nilam.... Tidak Nilam, jangan pergi! Nilam, bangun Nilam! Bangun!" Kirana mengguncang-guncang tubuh wanita yang baru saja menghembuskan nafas terakhir. Dia ... Nilam Cahyanti, istri Kevin Hendrawan.


Nilam dan Kevin pergi meninggalkan seorang putra yang bernama Muhammad Alif Firdaus. Seharusnya mereka berdua tengah berbahagia, sebab setelah sepuluh tahun menanti kehadiran seorang buah hati, kini yang dinanti telah hadir ke dunia. Namun setelah Alif hadir, Illahi berkehendak ... Nilam dan Kevin menghadap-Nya.


"Nilam, aku mohon ... jangan pergi! Kasihan Alif kecil ... hiks ... hiks." Kirana terus mengguncang-guncang tubuh Nilam yang sudah tak bernyawa disertai isak tangis. Ia berharap, Nilam hanya pingsan.


Abimana meraih tubuh istrinya yang hampir luruh, lalu membawanya ke dalam dekapan.


"Sudah Bunda, jangan menangisi yang telah pergi! Allah lebih menyayangi Nilam. Ikhlas ya Bund. Insya Allah, Nilam dan Kevin telah bersatu di alam keabadian. Kita besarkan putra mereka dengan limpahan cinta dan kasih sayang, seperti kita membesarkan Keanu, Khanza, dan Dylan," tutur Abimana. Ia kecup pucuk kepala istrinya dengan intens.

__ADS_1


"Hiks ... hiksss." Isak tangis Kirana terdengar memilukan. Ia teramat berduka sebab kehilangan dua orang yang selama ini setia mengabdi. Nilam bekerja sebagai asistennya di Rumah Cinta. Sedangkan Kevin, dia bekerja sebagai asisten pribadi Abimana.


"Kiran, apa yang diucapkan oleh suamimu itu benar. Ikhlaskan Nilam! Jangan sampai langkah Nilam terasa berat karena isak tangismu. Ran, semua makhluk di alam semesta ini milik Allah, dan kelak akan kembali pada-Nya. Kita yang masih diberi kesempatan hidup di dunia, tinggal menanti giliran," tutur Sindy. Dokter cantik itu berusaha terlihat kuat dan tegar di hadapan sahabatnya, meski ia pun teramat berduka.


Abimana merenggangkan dekapan. Ia seka bulir kesedihan yang masih setia membasahi wajah wanita yang sangat dicintai.


"Bunda, baby Alif sudah menanti kita. Kita jemput baby Alif sekarang ya?"


"Iya Yah." Kirana mengangguk samar disertai senyuman yang dipaksakan. Lantas, kedua insan itu mengayunkan kaki menuju ruang bayi untuk menjemput baby Alif.


Netra Kirana berkaca-kaca tatkala melihat wajah baby Alif. Ia teramat empati.


Tangan terulur untuk meraih tubuh baby Alif dengan sangat hati-hati lalu dibawanya ke dalam gendongan. "Sayang, Ayah dan Bunda akan membesarkanmu dengan limpahan cinta serta kasih sayang. Kelak, jadilah seorang anak yang soleh agar menjadi sayap bagi ayah Kevin dan bunda Nilam."


CUP


....


Kegagahan Gunung Merapi di pagi ini terlihat sangat jelas dari kediaman Abimana yang berada di Jalan Kaliurang. Semua mata menatap takjub. Bibir mereka mengucap kalimat pujian pada Sang Maha Pencipta.


Bibir Abimana dan Kirana melengkung tatkala pandangan netra mereka tertuju pada dua bayi cantik dan tampan yang dibaringkan di box bayi. Kedua bayi tersebut, baby Chayra dan baby Alif.


Baby Chayra dan baby Alif terlihat sangat menggemaskan. Keduanya saling berpandangan dan saling melempar senyum. Seolah di hati keduanya sudah terselip rasa.... 😍

__ADS_1


"Jeng, lihatlah baby Chayra dan baby Alif! Mereka mengingatkanku pada Kirana dan Bima," tutur ibunda Abimana disertai netra yang berbinar. Jemari tangan yang sudah keriput mengusap pipi kedua bayi dengan bergantian.


"Iya Jeng. Mereka seperti Kirana dan Bima ketika masih bayi. Takdir yang telah digoreskan Illahi untuk mereka berdua ternyata sangat indah. Jodoh yang telah tertulis dalam lembar kitab-Nya memang tidak pernah salah. Ke manapun Kirana pergi, pada akhirnya ia kembali untuk merengkuh cinta sejatinya, Abimana Surya Saputra. Begitu juga dengan Bima. Kecelakaan tragis dan kegagalan cinta yang pernah hadir menguji kesabaran Bima, ternyata sebagai bentuk kasih sayang Illahi agar putra Jeng Arini tidak berputus asa dengan rahmat-Nya. Bima mendapatkan seorang makmum pengganti yang ternyata ialah sahabatnya sedari kecil. Dia ... Ayunda Kirana, putri bungsu kami." Ibunda Kirana membalas ucapan sang besan disertai seutas senyum yang membingkai wajah keriputnya.


Kebahagiaan tercipta mengganti segala duka yang pernah menyapa.


Langit berkawan senyum sang mentari, seolah turut mendukung acara aqiqah yang digelar di kediaman Abimana.


Pria tampan bermata teduh itu menggelar acara aqiqah untuk baby Chayra dan baby Alif sebagai ungkapan rasa syukurnya atas anugerah yang diberikan oleh Illahi.


Seluruh keluarga dan para sahabat larut dalam kebersamaan bernilai ibadah sebab mereka begitu khusyuk mendengar tausiyah yang dibawakan oleh ustadz Reinan Ilham, abang Ayunda Kirana. Ilham dan Kirana saling mengasihi meski mereka tidak dilahirkan dari rahim yang sama.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung....


Mohon maaf jika bertebaran typo πŸ™πŸ™


Ngetiknya disambung nanti ya Sob. Kepala nyut-nyutan πŸ˜…πŸ™


Trimakasih banyak dan lope lope sekebon jagung, pisang, terung, semangka, dkk ... bagi semua sobat yang masih setia mengikuti MjB hingga detik ini.


Trimakasih yang teramat sangat author ucapkan kepada Sobat MjB yang kemarin memberikan kopi nasgitel dan vote sehingga mata author berbinar. Meski sayang, author belum mampu mempersembahkan karya terbaik. πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Kunjungi juga karya author yang lain ya Sob. Matur nuwun πŸ™πŸ™πŸ™



__ADS_2