
Happy reading πππ
Alyra membalikkan tubuhnya dan mengulas senyuman manis. "Makasih ya Mas."
"I-iya Sayang."
"Mas, ada apalagi dengan Mas Ikhsan? Kenapa mata Mas Ikhsan tidak berkedip?"
"Owh ... anu. A-aku tadi melihat pemandangan yang sangat indah," jawab Ikhsan sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum nyengir, memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Pemandangan indah? Mas, kalau bicara jangan suka ngelantur dech!" Bibir Alyra mencebik.
"Mas nggak ngelantur, Yang."
"Lalu, yang Mas Ikhsan maksud dengan pemandangan indah itu apa?"
"Ya salammmmm, mati aku ... harus menjawab apa? Jangan sampai istriku mengira ... suaminya ini lelaki mesu*." Ikhsan bermonolog di dalam hati.
"Mas ... kenapa nggak dijawab?" Bibir Raina mengerucut.
"Eh ... mmm, pemandangan indahnya itu ... kamu Sayang. Kecantikan wajahmu yang terhias oleh senyuman, mampu mengalihkan duniaku."
"San ... San, yang dilihat punggung, kenapa yang dipuji wajahnya? π
BLUSS
Lagi-lagi, pipi Alyra memerah bagaikan tomat yang sudah matang. Saking berbunga-bunga karena pujian Ikhsan, Alyra sampai terlupa jika resleting kebayanya sudah terbuka.
Mata Ikhsan berotasi sempurna tatkala kebaya Alyra melorot dan ... menampakkan pakaian dalam berwarna senada dengan warna kebaya yang dikenakan.
"Ya Allah, ujian apa lagi ini? Bagaimana bisa aku mengabaikannya? Tapi ... aku sungguh tidak tau harus bagaimana mencurahi istriku dengan nafkah batin." Ikhsan kembali bermonolog di dalam hati.
"Yang, kebayamu melorot loh," ucap Ikhsan sembari menutup kedua matanya dengan telapak tangan.
Alyra terkesiap. Ia benar-benar tidak sadar ... kebayanya melorot. Malu. Yupzzz, Alyra teramat malu karena pakaian dalamnya yang terpampang jelas di hadapan sang suami.
"Ma-maaf, Mas. Aku benar-benar nggak sadar .... Mas Ikhsan, pasti mengira bahwa aku ini perempuan penggoda. Yang suka merayu lelaki dengan menunjukkan aurat." Alyra tertunduk. Raut wajahnya berubah sendu. Bahkan, titik-titik air sudah menganak di kelopak matanya.
Ikhsan menurunkan kedua tangannya. Ia raih tubuh Alyra dan membawanya ke dalam dekapan.
"Sayang, maafkan sikap mas Ikhsan yang berlebihan. Istriku yang saleha ini, bukanlah seorang perempuan penggoda. Bahkan, Sayang selalu menutup aurat ketika berada di luar rumah 'kan." Ikhsan mencium pucuk kepala Alyra.
"Mas Ikhsan tidak ilfil 'kan setelah melihat auratku? Aku benar-benar tidak sengaja memperlihatkannya, Mas."
"Tentu saja tidak, Sayang. Tapi ...." Ikhsan meregangkan dekapannya.
"Tapi, apa Mas?" Alyra mengangkat wajahnya dan menatap manik mata Ikhsan dengan intens.
"Tapi ... Mas Ikhsan kog merasa panas dingin, ya? Bahkan, tubuh Mas Ikhsan gemetar saat melihat itu ...." Ikhsan menunjuk harta terindah Alyra yang masih tertutup pakaian dalam, dengan gerakan bola matanya.
__ADS_1
"Mas Ikhsan, ihhh. Alyra kan jadi malu." Alyra kembali menundukkan wajah karena rasa malu yang meraja.
"Mmm ... Sayang. Segeralah ganti pakaianmu! Mas Ikhsan akan menunggu Sayang, sambil rebahan di ranjang ya?"
Alyra mengangguk pelan. "Iya, Mas."
Setelah melepas dekapannya, Ikhsan bergegas keluar dari kamar mandi.
Ikhsan merebahkan tubuhnya yang serasa panas dingin, di atas ranjang.
CEKLEK
Alyra membuka pintu kamar mandi. Ia nampak semakin cantik ... dengan balutan longdrees berwarna merah muda dan rambut hitamnya yang terurai indah.
Senyum terbit menghiasi bibir Alyra tatkala melihat suami brondongnya yang tengah tertidur. Ia pun mendaratkan pantatnya di tepi ranjang.
Alyra mengusap pipi Ikhsan dan memandangi wajah suaminya yang handsome. "Ya Allah, Mas. Ternyata ... kamulah jodohku. Aku nggak pernah menyangka, memiliki suami yang sangat menggemaskan, si mantan bekantan," monolog Alyra. Ia terkikik geli saat mengingat celotehan Khanza, "Mas Ikhsan, mantan bekantan."
Perlahan, Ikhsan membuka matanya yang masih serasa berat. Bukan karena mengantuk, tapi ... Ikhsan merasa kepalanya pening. Badannya pun masih serasa panas dingin.
"Yang, maaf ... aku ketiduran." Suara Ikhsan terdengar sedikit serak.
"Iya ... nggak pa-pa, Mas. Katanya mau sholat dzuhur. Sudah hampir jam dua, lho."
"Ya Allah, Ya Robb ... Aku sampai terlupa."
"Yuk Mas, kita sholat berjamaah!" ajak Alyra, disertai senyuman yang merekah.
Keduanya berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu, sebelum menjalankan ibadah sholat dzuhur.
πΉπΉπΉ
Swastamita menyapa, dikala Keanu tengah duduk di balkon sembari memainkan dawai gitar. Ia menyenandungkan lagu cinta "Angin Rindu" teruntuk gadis yang sangat dicintainya, Raina.
Tanpa Keanu sadari, diam-diam ... Khanza merekam aktivitas Keanu saat ini dengan kamera benda pipih kesayangannya.
Oh angin bisikan padanya kucinta Raina
Takkan ada yang lain
Ku harap Raina dapat mendengarnya
Apa yang kurasa tentang dirinya
*RAP
Mungkin rana kita beda
Yakin sapa rasa cinta
Sujud dalam doa
__ADS_1
Ini engkau baik saja
Menjaga hati hinggaΒ
Bersanding janji cinta
Suci, putih, nanti
Hati, rasih, rumit takkan lari
Jalan aku pandang
Harapan ku genggam
Duduk dengan tenang
Tetap ku berjuang
Oh sayang ku dengarΒ
Apa yang kau rasakan
Hanya satu dirimu
Tak akan terganti
Kau selalu di hati
Ku percayakan cintaku padamu (balasan dari Raina dalam bayangan Keanu)
Ku harap Raina dapat mendengarnya
Apa yang kurasa tentang dirinya
Tak akan terganti
Kau selalu di hati
Ku percayakan cintaku padamu
(Angin Rindu)
"Save ... Upload ke youTube. Nantikan apa yang akan terjadi?" Khanza terkikik geli. Gegas, ia pun melangkah pergi sebelum aksi konyolnya diketahui oleh Keanu.
πΉπΉπΉπΉ
Alhamdulillah bisa UP lagi ... maaf jika banyak typo πππ
Jangan lupa jejak jempol merahnya dan berikan komentar penyemangat. Kalau berkenan, lempar juga si othor dengan bunga atau timpuk dengan vote, asal jangan ditablek pake sendal πππ
Trimakasih πππ
__ADS_1