Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Ingin Lagi ....


__ADS_3

Happy reading 😘


"Dek, kak Alyra sudah tau bahwa ... kamu dan Keanu saling mencintai. Kak Alyra berharap, semoga kelak ... cinta kalian menyatu."


TES


Ucapan Alyra menyentuh relung rasa. Tanpa Raina sadari, bulir bening yang sudah terkumpul di pelupuk mata ... menetes begitu saja.


Ingin rasanya, Raina memeluk sang kakak saat ini juga. Mengungkapkan rasa bahagia yang tetiba menyelinap, tatkala ia mengetahui suatu kebenaran. Bukan Keanu yang menikahi Alyra, tetapi ... Ikhsan, sahabatnya.


"Kak ...." Suara Raina tercekat.


Senyum terbit menghiasi bibir Alyra, disertai netra yang mengembun. "Raina, adik yang kak Alyra sayangi ... jaga dirimu baik-baik ya, Dek! Jangan menangis, Rain! Usap air matamu. Andai kamu ada di sini ... kakak ingin sekali memelukmu, Dek."


"Raina juga ingin sekali memeluk Kak Alyra. Kak ... Raina sangat merindukan Kak Alyra, mama, papa, Dhava, dan .... Kean." Raina mengusap tetesan embun yang membasahi wajah cantiknya.


"Kami juga sangattt merindukanmu, Dek. Insya Allah, jika ada waktu luang ... kami ingin mengunjungimu."


"Iya ... Kak. Bagaimana kalau ... kalian honeymoon ke Inggris?"


"Hmmm, ide yang bagus Rain. Kak Alyra akan minta ijin dari papa dan mama. Tadinya ... kak Alyra ingin honeymoon ke Pulau Bali. Tapi, karena kak Alyra sangat merindukan si comel ... ke Pulau Balinya ditunda saja lah, ganti ke Inggris."


Netra Raina berbinar. Ia teramat senang mendengar ucapan kakaknya.


"Kak, kapan kalian akan berangkat honeymoon ke Inggris?"


"Mmm ... insya Allah, dua minggu atau satu bulan lagi, Dek. Tentunya, setelah mendapatkan ijin dari papa dan mama."


"Kenapa ... nggak berangkat besok saja?"


"Karena, papa dan mama ... sudah memesan resort untuk kami. Dan ... mulai hari ini, kami bermalam di resort ini."


"Owhh .... Ehemmm, yasudah Kak. Vidio callnya disambung besok lagi. Sepertinya ... ada yang terganggu." Raina terkekeh.


"Siapa yang terganggu, Dek?" tanya Alyra dengan sedikit mengerutkan dahinya.


"Ya kalian lah ... Kak Alyra dan Mas ipar. Lanjutkan pergulatan kalian, Kak! Biar perut Kak Alyra cepat berisi dedek bayi. Pfttt ... Raina nggak nyangka, Kak Alyra menikah dengan mantan bekantan."


Rona merah tercetak jelas di wajah Alyra tatkala mendengar celotehan Raina. Bibirnya menyunggingkan seutas senyum.


"Assalamu'alaikum, Kak ...."


"Wa-wa'alaikumsalam, Dek."


Setelah Raina mengakhiri vidio call, Alyra menaruh kembali ponselnya di atas nakas.


.

__ADS_1


.


"Sa-sayang .... Mau mandi sekarang atau ...." Suara Ikhsan terpangkas karena tetiba jari lentik Alyra mendarat di bibirnya.


"Mas, aku ... masih ingin ini lagi." Alyra mengusap bibir Ikhsan. Netranya menatap manik mata Ikhsan penuh damba. Sentuhan bibir Ikhsan bagaikan candu yang memabukkan.


Ikhsan mengulas senyuman yang menawan. Ia raih dagu sang istri. Dan ....


CUP


Bermula dari kecupan, bibir mereka pun kembali saling berpagut. Perlahan, kegugupan Ikhsan menguap begitu saja. Ia pun sama dengan Alyra. Ingin lagi ... lagi ... dan lagi ... menyesap manisnya bibir sang kekasih halal.


Dari sekedar pagutan bibir, mereka semakin tenggelam ke dalam asmaraloka. Ritual penyatuan raga pun kembali dilakukan oleh kedua insan itu, meski ... Ikhsan masih saja salah sasaran karena belum terbiasa.


Ikhsan mengusap wajah sang istri yang sudah bermandikan peluh. "Sayang pasti kelelahan. Tapi ...."


"Tapi apa, Mas?"


"Tapi ... Mas Ikhsan ingin sekali lagi .... Ma-mas Ikhsan ketagihan, Yang," ucap Ikhsan polos.


Alyra mengulas senyum. "Lakukanlah lagi, Mas! Tapi ... pelan-pelan saja ya! Masih ... perih."


Ikhsan menarik kedua sudut bibirnya, menampakkan senyuman penuh makna.


"Iya Sayang. Mas Ikhsan akan melakukannya pelan-pelan."


🌹🌹🌹


Raina memandangi foto Keanu. Ia usap foto itu sembari menyunggingkan seutas senyum dan bermonolog, "Ke, apa benar yang kamu cintai hanya aku? Andai kamu tau, Ke ... hatiku merasa lega dan teramat bahagia, saat tau bahwa kak Alyra menikah dengan Ikhsan, dan bukan denganmu. Rasanya ... aku ingin segera terbang ke Jogja, menemuimu untuk melepas kerinduan."


"Rain ...." Terdengar suara lembut menyapa. Raina menoleh ke arah pemilik suara.


"Ya, Nis."


"Ayo, kita berangkat ke kampus! Mas Heru sudah menunggu di bawah."


"Heem, baiklah Nis. Sebentar, aku ambil tas dulu." Raina meraih tas yang tergeletak di atas meja belajar.


.


.


"Mas, maaf ... kami membuat Mas Heru menunggu agak lama," ucap Anisa sembari mendaratkan tubuhnya di jok mobil bagian belakang, diikuti oleh Raina.


"Iya, Dek. Santai saja! Langsung ke kampus, atau ... mampir sarapan dulu?"


"Langsung ke kampus saja, Mas. Hari ini ada ujian," balas Anisa sembari menutup pintu mobil.

__ADS_1


Heru mulai menghidupkan mesin mobil setelah Raina dan Anisa menutup pintu.


Raina duduk di samping Anisa. Setelah tau bahwa Sean berada di dalam mobil Heru, Raina mengunci bibirnya. Ia pandangi jalanan menuju kampus dari kaca mobil.


"Rain, kamu ... sudah sarapan pagi?" tanya Sean sekedar untuk berbasa-basi. Pria yang memiliki manik mata berwarna hijau itu, duduk di samping Heru. Sesekali ia menoleh ke belakang, menatap wajah cantik gadis berjilbab biru, Raina.


Raina bergeming. Ia sangat tidak nyaman berada dalam satu mobil bersama Sean.


Anisa menyikut pinggang Raina. "Rain, tuch ... si Sean tanya. Kamu sudah sarapan belum."


Raina tetap bergeming.


"Rain, kenapa sih ... kamu selalu bersikap cuek pada Sean? Dia itu cowgan yang baik hati, dan ...," ucap Anisa seraya berbisik.


"Mesu*." Raina memutar kepalanya.


"Maksudmu apa, Rain?"


"Sean ... mempunyai teman yang bernama Steven. Pria brengs** itu dan Sherin melakukan zina di apartemen. Parahnya, Steven mengajak Sean ke apartemen dan ... menyuruh kami untuk berzina juga," jawab Raina dengan suaranya yang terdengar lirih, sehingga Heru dan Sean tidak begitu mendengarnya.


"Apa? Tapi, kamu dan Sean ... tidak melakukannya 'kan?"


"Ya nggak lah ... naudzubillah. Semoga Allah selalu melindungi kita dari perbuatan zina, Nis."


"Aamiin yaa Allah. Makanya ... aku meminta Mas Heru, untuk segera menghalalkan ku, Rain. Aku takut, tidak bisa menjaga diri dari hawa nafsu-"


"Ehemm ... dua ciwi cantik, sedang ngobrolin apa ya??" timpal Heru sembari tetap fokus melihat ke depan.


"Ngobrolin cowgan, Mas. Calon suami Anisa," jawab Anisa disertai senyuman yang mengembang.


"Ohhh ... kirain ngobrolin cowgan yang satunya, Tuan Muda Sean. Sepertinya ... Sean naksir Raina lho," canda Heru. Ia melirik pria bule yang duduk di sebelahnya.


"Bukan hanya sepertinya, tapi ... aku memang naksir Raina. I fell in love with Raina the first time i met," sahut Sean. Ia memutar kepalanya dan melempar tatapan penuh damba ke arah Raina.


Raina merasa jengah mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Sean. Ingin rasanya, Raina menablek bibir Sean dengan sepatu kets yang ia kenakan.


Perjalanan menuju kampus yang hanya memakan waktu lima belas menit, serasa lama bagi Raina. Ia terusik dengan kata-kata gombal yang keluar dari bibir pria bule berwajah handsome itu. Raina sangat heran, kenapa calon suami Anisa bisa bersahabat dengan Sean. 😌


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


'Kan ... 'kan ... Ikhsan yang polos mulai ketagihan 😌😌😌


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like, beri komen penyemangat, gift atau vote sebagai bentuk motivasi untuk si othor πŸ˜…πŸ˜†


Trimakasih 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2