Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
SALAH


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


"Raina sayang, bunda mohon dengan sangat ... tenangkan hatimu ya! Keanu sudah menunggu kita di dalam," tutur Kirana sambil mengusap punggung menantunya dengan gerakan naik turun seraya memberi ketenangan.


"Bund, sebenarnya ... apa yang terjadi pada Keanu? Apa Bunda?" Netra Raina memanas hingga tanpa terasa bulir-bulir kesedihan jatuh tanpa permisi.


"Jangan menangis, Sayang! Insya Allah, Keanu baik-baik saja. Hanya--" Suara Kirana tercekat. Seolah ada sebongkah batu yang menghantam dadanya.


Raina yang sudah tidak sabar menanti jawaban dari sang ibu mertua, segera membuka pintu lalu keluar dari dalam mobil. Ia berjalan dengan langkah lebar memasuki rumah sakit.


"Raina tunggu!" Kirana berteriak memanggil menantunya. Gegas ia menutup pintu mobil kemudian berlari mengejar Raina.


Raina berjalan menuju IGD. Namun sebelum ia masuk ke ruang IGD, seorang perawat menghadang dan menanyainya.


"Mohon maaf, ada yang bisa kami bantu?"


"Sus, saya mencari keberadaan suami saya. Dia mengalami kecelakaan dan katanya dirawat di rumah sakit ini."


"Apa mungkin, suami anda yang tadi siang mengalami kecelakaan?"


"Iya Sus, benar. Di mana dia sekarang?"


Perawat yang bernama Nofi itu bergeming. Netranya berkaca-kaca tatkala melihat raut wajah Raina yang menyiratkan kecemasan. Nofi teramat empati, sebab korban kecelakaan yang baru saja meninggal dunia, ternyata meninggalkan seorang istri yang tengah hamil besar.


"Sus, di mana suami saya sekarang?" Raina kembali melontarkan tanya. Kali ini dengan intonasi suaranya yang meninggi.


"Ma-maaf. Suami anda sudah meninggal. Sekarang berada di--."


"Sudah cukup Sus!" Raina sudah tidak mampu lagi mendengar ucapan Nofi. Derai air mata duka keluar dari kedua sudut netranya.


"Ya Allah, ini tidak mungkin. Kean tidak mungkin meninggalkanku. Sungguh ini tidak mungkin ... hiks ... hiks ...."


"Ke, jangan tinggalkan aku! Kamu sudah berjanji ... tidak akan pernah meninggalkan istrimu ini. Lihatlah buah hati kita akan segera lahir," tutur Raina sambil mengusap perutnya.


"Nyonya, jangan menangis lagi! Kasihan dedek bayi yang ada di dalam perut. Meski suami anda sudah meninggal, kehidupan ini masih terus berlanjut. Jadilah seorang ibu yang kuat dan tegar demi si kecil!" Nofi mengusap pundak Raina seraya memberi ketenangan.


"Raina ...," pekik Kirana. Ia segera meraih tubuh sang menantu lalu membawanya ke dalam pelukan.


"Raina sayang, apa yang terjadi?"

__ADS_1


"Bund, ini tidak benar 'kan? Kata suster itu, Keanu sudah meninggal. Hiks ... hiks."


"Ssstttt, tenanglah Sayang! Keanu masih hidup. Suami tercintamu baik-baik saja, Rain. Namun ... mobilnya rusak parah."


Kirana melepas pelukan. Ia seka wajah menantunya yang telah basah. "Sayang, Keanu sedang menunggu Rama yang sedari tadi belum juga siuman setelah menjalani operasi," sambung Kirana.


"Benarkah Bund? Keanu masih hidup?"


Kirana menyungging seutas senyum. "Iya Sayang. Keanu benar-benar masih hidup."


"Alhamdulillah yaa Allah," pekik Raina meluapkan rasa syukurnya.


"Bund, tapi kata suster itu ... Keanu sudah meninggal."


"Ck, suster kog asal bicara."


"Maaf, tapi saya tidak asal bicara. Saya berkata yang sejujurnya. Korban yang mengalami kecelakaan tadi siang, baru saja meninggal," tandas Nofi seraya membela diri.


"Sus, korban kecelakaan di rumah sakit ini bukan hanya yang anda maksud saja. Seharusnya, anda bertanya ... siapa nama korban yang dimaksud oleh menantu saya. Bukan malah memberikan informasi yang tidak benar," sarkas Kirana.


"Dengar ya Sus, putra saya bernama Keanu Putra Abimanyu, dan dia benar-benar masih hidup. Noh, barusan dia telepon," imbuh Kirana sambil memperlihatkan benda pipih di tangannya. Wanita yang sudah tidak muda lagi itu terlihat sangat emosi.


"Yuk Sayang, kita temui Keanu!"


"Iya Bund." Raina mengangguk samar.


Kirana meraih tangan sang menantu dan menggenggamnya dengan erat. Kedua wanita yang berbeda generasi itu berjalan melewati lorong-lorong rumah sakit untuk menemui Keanu.


....


Keanu duduk dengan bersandar pada sandaran sofa sambil memijit kepalanya yang serasa sedikit pening karena memikirkan Rama yang sedari tadi belum siuman. Rama mengalami luka yang cukup parah, hingga pemuda itu harus menjalani operasi.


CEKLEK


Daun pintu terbuka perlahan. Keanu terkesiap ketika pandangan netranya menangkap objek yang sangat familiar.


"Bunda, Mommy ...," lirih Keanu sambil beranjak dari posisi duduknya.


"Dad ...." Raina menghambur ke pelukan pria yang sangat dicintainya.

__ADS_1


"Mom ...." Keanu membalas pelukan Raina. Ia hujani pucuk kepala istri tercinta dengan kecupan.


"Dad, jangan tinggalkan Mommy lagi! Mommy sangat takut kehilangan Daddy," pinta Raina dengan suaranya yang terdengar bergetar.


Keanu mengulas senyum dan perlahan meregang pelukan. "Mom, Daddy tidak akan pernah meninggalkan Mommy. Daddy akan selalu berada di samping Mommy."


"Dad ...."


CUP


Keanu mendaratkan kecupan di bibir Raina.


"Ehemm ...." Kirana berdehem.


"Eh, maaf Bunda." Keanu tersenyum nyengir dan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.


"Bagaimana Sayang, kondisi Rama ada perkembangan?" tanya yang terlisan dari bibir Kirana.


"Belum, Bunda. Mas Rama belum juga siuman. Kasihan mas Rama, dari sekarang keluarganya belum ada yang datang," sahut Keanu. Raut wajahnya terlihat sendu.


"Nanti, bunda akan coba menghubungi mbak Rasti dan bertanya padanya, kenapa Ellana dan All belum juga datang ke rumah sakit," tutur Kirana.


"Iya Bund."


"Dad, ceritakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi!" pinta Raina. Ia tatap manik mata suaminya dengan intens.


Keanu menghela nafas dalam. Terbayang kembali kejadian yang membuatnya merasa bersalah ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf, kemarin MjB tidak UP. Rencana, othor akan libur UP seminggu sekali, supaya pembacanya nggak terlalu bosen πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ™πŸ™


Tinggalkan jejak like πŸ‘


Berikan komentar, gift, atau vote jika berkenan πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Trimakasih dan banyak cinta untuk semua sobat MjB 😘😘😘❀❀❀❀

__ADS_1


__ADS_2