Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
CINCIN


__ADS_3

Pagi weekend Mira terkadang pergi untuk olahraga dan jogging di taman dekat rumahnya. Saat sedang istirahat meneguk air mineral yang sengaja dibawanya Mira dikagetkan oleh seorang ibu muda yang menyapanya.


"Hi Mba, sendirian saja?" Sapa Ibu tersebut.


"Hallo Bu, iyaa nih habisnya lagi tidak ada teman he" jawab Mira sembari melemparkan senyum ramah terhadap Ibu muda tersebut.


"Sudah nikah atau masih single?" Tanya Ibu itu lagi.


"Belum menikah saya Bu, baru tunangan."


"Ooohh sudah berapa tahun?" Tanya Ibu itu lagi dengan wajah Dan ekspresi yang kepo.


"23 tahun Bu," Jawabnya dengan agak kesal.


"Dulu saya nikah umur 19 tahun, 20 tahun punya anak. Sekarang umur saya 32 tahun anak saya sudah SMP loh.. enakan nikah muda" Ucap Ibu itu tanpa Mira Tanya.


"Ohh begitu.. Baiklah, bagaimana rasanya nikah muda Bu?" Tanya Mira.


"Ya enak lah anak sudah besar Kita masih muda"


"Ko ibu sendirian? suami Ibu dimana?" Tanya Mira penasaran.


"Hehe, suami sayaaa.. suami sayaa, saya sudah cerai dengan suami saya"


"Ehh maaf Bu, kau tidak maksud.."


"Iyaa tidak apa-apa, Kan mba nya tidak tahu" jawab Ibu tersebut dengan wajah yang suram.


"Iyaa sudah, saya duluan ya Bu, marii" Pamit Mira pada Ibu-ibu tersebut sembari melangkahkan kakinya dan langsung berlari kecil.


Mira agak kesal atas ucapan Ibu tersebut yang seolah-olah menyindir dirinya yang sudah agak berumur tetapi belum juga menikah dan berkeluarga. Padahal kan sebentar lagi juga Mira bakalan menikah dengan tunangannya yang tidak lain adalah Raka, pria yang sangat dicintainya.


"Uhhh, tuh orang nyebelin banget sumpah, nikah muda kalau bahagia tidak masalah pamer pamer ke orang diceritain enaknya, eh ujung-ujungnya malah bercerai. Hiiii.. jangan sampai aku cerai, tidak bisa ngebayangin hiiii.


Ihhhh, ngomongin apa aku si nikah aja belum sudah mikirin cerai, serem banget dah!!" Omel Mira dalam hati sambil bergidik ilfeel.


Karena cuaca sudah panas Mira langsung bergegas pulang dan langsung menuju ke kamarnya untuk segera membersihkan diri karena siang ini Mira sudah ada janji sama Raka untuk makan siang bareng sekaligus cari sovenir buat resepsi pernikahannya yang sebentar lagi akan digelar, maka dari itu Mira dan Raka selalu memanfaatkan Hari libur kerja mereka berdua untuk mencicil keperluan pernikahan mereka.


Setelah Mandi badan Mira terasa sangat segar, Mira menggunakan baju rumahan kaos oblong dan celana pendek lalu mengeringkan rambut mengguankan hairdryer. Setelah selesai Mira bergegas untuk sarapan pagi sendiri karena Mama dan papanya sedang pergi keluar Kota ke rumah saudaranya.

__ADS_1


Setelah turun ke ruang makan yang ada di lantai satu Mira hanya mendapati roti tawar dan berbagai selai serta susu di meja makannya. Karena sedang pengin makan nasi goreng, Mira pun berinisiatif untuk memasak untuk dirinya sendiri karena pembantu di rumahnya sedang tidak enak badan dari tadi malam.


Mira segera menyiapkan bahan-bahan untuk memasak mulai dari bawang putih, bawang merah, cabai. Lalu membuka rice cooker dan mengambil satu piring nasi, lalu mengambil beberapa sayur, telur dan ayam serta bakso dan sosis di kulkasnya yang kebetulan selalu tersedia di kulkasnya.


Beberapa menit kemudian Setelah berperang di dapur Nasi goreng telah matang dan Siap dinikmati. Baunya sangat harum membuat Mira tidak sabar menikmatinya.


Mira langsung menyantap nasi goreng buatannya dengan habis dilanjut membersihkan dapur serta mencuci peralatan memasak yang tadi habis dikotorin olehnya.


Semua sudah bersih kembali, Mira langsung menuju ke kamar pembantu yang ada di belakang guna memastikan pembantunya baik-baik saja.


Tokk tokk took took ...


"Mbak, mbaakk Jummm" Panggil Mira pada pembantunya.


"Iya non, Ada apa non? Non mau makan atau mau.. " jawab Mbak Jum sambil bergegas membuka pintu kamarnya.


"Enggak papa, Mira sudah makan tadi kok, bagaimana mba sudah enakan?" Tanya Mira pada mbak Jum.


"Emm iya sudah mendingan Non, sudah minum obat ko"


"Baguslah, kalau ada apa-apa bilang ya mbak, kabarin Mira. Nanti siang Mira mau pergi keluar, Mama sama Papa Kan baru pulang besok kalau ada apa-apa telfon Mira ya Mbak,"


"Ya sudah cepat sehat ya Mbak, makan yang banyak sama obatnya minum juga, Mira mau ke atas dulu."


"Iyaa baik, terima kasih ya Non"


Mira langsung bergegas ke ruang tengah untuk menonton televisi untuk mengisi waktu liburnya sambil menunggu waktunya sing Raka menjemputnya.


Beberapa jam kemudian, Mira bersiap-siap ganti baju dan memoles sedikit wajahnya dengan make up yang tipis dan natural.


Mira segera turun karena Raka sudah sampai di depan rumahnya.


Mereka berdua langsung bergegas menuju cafe di sebuah mall yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Mira.


"Setelah membahas tentang sovenir dan berdebat mengenai keinginan mereka berdua yang berbeda-beda Mira dan Raka memutuskan dan bersepakat untuk memesan pigura kecil dari kayu yang lucu.


Waktu makan siang telah tiba dilihatnya Mira ada yang berbeda.


"Sayang, cincin tunangan Kita dimana, ko tidak dipakai?" Tanya Raka sembari melihat jari manis tangan kanan Mira.

__ADS_1


Mira yang tersadar tidak memakai cincinnya pun langsung gelagapan mencari keberadaan cincinnya. Dicarinya di dalam tas Mira hasilnya tidak ditemukan.


Raka pun murka karena cincin pemberiannya tidak dipakai tunangannya.


"Dimana? atau jangan-jangan kamu sengaja nggak mau memakainnya? kenapa? Ada cowo lain yang sedang kamu jaga hatinya? haaa jawab" Maki Raka pada Mira dengan wajah yang memerah tanda kemarahan. Sementara Mira ketakutan sambil berfikir dimana dirinya menaruh cincinnya kok tumben bisa seceroboh itu.


"Aku lupa taroh sayang, beneran maaf sayang.." Ucap Mira.


"Sudah ah aku sudah tidak mood, aku mau pulang saja" Ucap Raka.


"Tunggu, Kita Kan belum makan siang sayang"


"Gak Lapeer!!"


Raka bergegas ke parkiran, Mira mengekorinya dibelakang sambil menangis.


Di dalam Mobil mereka berdua hanya diam saja tak ada suara hanya ada suara alunan musik yang disengaja distel oleh Raka agar tidak hening.


Setengah jam kemudian sudah sampai di depan rumah Mira.


"Kamu nggak mau mampir dulu, sayang?" tanya Mira pada kekasihnya.


Raka hanya menggelengkan kepalanya.


"Hmm, maaf ya nanti cincinnya bakal aku Cari sampai ketemu, pasti masih Ada. Maaf aku ceroboh. Kamu setirnya Hati-hati ya sayang.. I love you"


"Hmmmmmm" Jawab Raka sambil menganggukan sedikit kepalanya.


Kemudian Mira langsung membuka pintu Mobil dan keluar dari Mobil. Raka langsung meluncurkan mobilnya pulang.


Dalam hati Mira sangat sedih karena bisa-bisanya is bisa seceroboh ini yang berakibat fatal.


"Argghhhhhhhhhhhhhh sialll, kok bisa ceroboh bangey si gue... Miraaaaaa bodoh banget si, kalau gini Kan Raka bakalan Murkaaa!!! huhhhhh.. gue harus Cari tuh cincin sampai ketemu arghhhh"


Oceh Mira di depan rumahnya.


Tak lama kemudian Mira langsung masuk ke rumahnya dan bergegas mencari keberadaan cincin tunangannya.


Lanjut di episode berikutnya yaa....

__ADS_1


__ADS_2