
Happy reading
Raina jengah dengan ucapan yang dilontarkan oleh Sherin. Ia segera masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu rapat-rapat serta menguncinya.
Raina merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia raih gawai yang tergeletak di atas nakas dan mulai membuka beberapa chanel youTube.
Mata Raina berotasi sempurna tatkala melihat vidio yang sedang viral. Yups ... vidio yang menampilkan seorang pemuda tampan, sedang memainkan dawai gitar dan menyenandungkan lagu cinta. Siapa lagi jika bukan Keanu Putra Abimanyu. Rupanya, vidio yang di upload oleh Khanza, sukses menarik perhatian banyak orang, terutama para gadis abegeh. Hanya dalam waktu dua hari, vidio tersebut viral.
Hati Raina luruh mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Keanu. Tanpa terasa, buliran bening mulai menetes membasahi wajah cantiknya.
"Kamu jahat, Ke. Mempermainkan perasaan dua gadis sekaligus. Kamu menyanyikan lagu untuk aku, tanpa memikirkan bagaimana perasaan kak Alyra, bila melihat vidio ini. Kean, bukankah kamu dan kak Alyra sudah menikah? Kalian sudah terikat janji suci. Aku mohon Ke, jangan pernah lagi menyakiti hati kak Alyra! Aku mohon!" Raina bermonolog. Di satu sisi, Raina merasa tersentuh dengan lagu yang dinyanyikan oleh Keanu. Namun, di sisi yang lain ... Raina teramat kecewa pada Keanu. Raina mengira ... Keanu dan Alyra sudah menikah. Sehingga ia beranggapan ... Keanu sengaja membuat vidio tersebut, hanya untuk mempermainkan perasaannya.
Tetiba Raina terkesiap saat mendengar teriakan yang berasal dari kamar sebelah.
"Sakit sekali Steve ... ohhhh, no...."
" .... "
"Steveeeeeeee...."
Ingin rasanya, Raina mendobrak pintu kamar Sherin dan mengusir kedua insan yang tengah melakukan kegiatan lucnut itu. Raina benar-benar jengah. Raina memutuskan untuk segera pindah dari apartemen yang saat ini menjadi tempat tinggalnya, esok pagi.
Raina menghapus jejak air mata dan berusaha menenangkan hati. Tetiba, terpikir oleh Raina untuk menghubungi Anisa, teman yang baru dikenalnya tadi pagi. Anisa, seorang gadis berjilbab yang juga berasal dari Indonesia . Kebetulan, Anisa dan Raina satu university, hanya saja berbeda fakultas.
Raina mengirim pesan ke nomor ponsel Anisa, seraya meminta tolong untuk mencarikan apartemen yang bisa segera disewa. Beruntung, tanpa menunggu waktu lama, Anisa membalas pesan yang dikirim oleh Raina.
Lebih baik, kamu tinggal saja di apartemenku, Rain. Geratis, tidak bayar π
Senyum terbit menghiasi bibir Raina, ketika membaca isi pesan balasan dari Anisa.
Kog geratis, Nis?
Karena apartemen yang aku tinggali ... sudah dibeli oleh papa. So, besok pagi ... datanglah ke apartemenku!π
Kamu ... nggak keberatan jika aku menumpang di apartemen milikmu, Nis? Maaf ya, baru kenal saja ... aku malah merepotkanmu π©
Santuy aja kali.... Aku malah seneng banget, kamu bersedia tinggal di apartemenku, Rain. Pastinya, aku nggak akan kesepian lagi. π
Trimakasih, Nis. Semoga, Allah membalas kebaikanmu.
Aamiin yaa Robb. Sama-sama, Raina. Kemasilah barang-barangmu! Besok pagi, aku tunggu di apartemen.
Ok, Nis. Assalamu'alaikum.
__ADS_1
Wa'alaikumsalam, Raina.
Senyum Raina merekah. Ia teramat bersyukur atas pertolongan Illahi melalui perantara Anisa. Raina pun bersujud seraya mengungkapkan rasa syukurnya.
"Alhamdulillah yaa Allah. Puji syukur atas pertolongan dan kasih sayang-Mu."
Suara teriakan dan lenguhan dari kamar sebelah, semakin membuat dada Raina bergemuruh. Ia membayangkan, Alyra dan Keanu juga melakukan kegiatan serupa dengan apa yang tengah dilakukan oleh Steven dan Sherin, penyatuan raga.
Raina menghela nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan. Ia berusaha untuk menguatkan hati menerima kenyataan bahwa Alyra dan Keanu sudah menikah.
"Ya Allah, hapuskan dia dalam ingatanku. Berilah kemudahan kepada hamba, untuk menghempas rasa cinta ini," pinta Raina.
Raina beranjak dari ranjang. Ia pun segera memasukan pakaian dan barang-barangnya ke dalam koper dan tas punggung. Raina bertekad, ia akan pergi meninggalkan apartemen, sebelum Steven dan Sherin bangun.
πΉπΉπΉ
Sudah dua hari ini, Alyra dengan setia merawat suaminya yang tengah sakit demam. Bibir Alyra terhias senyuman yang merekah, tatkala tangannya menyentuh kening Ikhsan yang sudah tidak panas.
"Alhamdulillah ... sudah tidak panas, Mas."
"Heem, Alhamdulillah. Mas Ikhsan cepat sembuh karena dirawat oleh bidadari cantik."
Blussshhhhh
"Sayang, maaf_"
"Kenapa, Mas Ikhsan meminta maaf?"
"Karena, Mas Ikhsan merepotkanmu."
Alyra mengulas senyum. Ia raih tangan Ikhsan dan menggenggamnya dengan erat.
"Mas, Alyra tidak merasa direpotkan kog. Lagi pula, kita 'kan sudah menjadi pasangan suami istri. Jadi, sudah kewajiban Alyra untuk merawat Mas Ikhsan yang sedang sakit."
"Trimakasih, Sayang. Aku bersyukur Allah mengirimkan seorang gadis yang sempurna untuk hambanya ini."
"Alyra juga teramat bersyukur, karena ... Allah telah memberikan imam pengganti yang lebih baik."
Alyra dan Ikhsan saling melempar senyum. Raut wajah mereka dihiasi oleh binar-binar cinta.
"Ehem ...." Tetiba terdengar suara deheman yang merusak suasana romantis yang tengah tercipta. Alyra dan Ikhsan pun menoleh ke arah asal suara.
"Kean, Khanza," pekik Ikhsan. Senyum terbit menghiasi bibir Ikhsan yang masih terlihat pucat tatkala melihat dua orang yang ia sayangi, tetiba sudah berada di dalam kamarnya.
"Hai, Bro. Kenapa malah sakit, hmmm? Karena kecapek'an atau ... terlalu memikirkan belah du_"
__ADS_1
"Sttttt ... ada anak kecil. Jangan membahas soal itu lagi!" titah Ikhsan sembari melemparkan tatapan tajam ke arah Keanu.
"Belah apa, Mas? Khanza 'kan bukan bocil lagi. Khanza sudah hampir SMA lho," sahut Khanza dengan mencebikkan bibirnya.
"Ini masalah orang dewasa, Khanza," balas Keanu. Ia mengacak jilbab adiknya dengan gemas.
"Ishhh, memangnya ... Mas Keanu sudah dewasa? Bobok aja masih menghisap jari jempol."
PLETAK
Satu jitakan mendarat di kening Khanza.
"Apaan sih, Mas. Sakit tau...." Khanza mengusap keningnya. Ia teramat kesal dengan Keanu yang sering kali mendaratkan jitakkan.
"Makanya, jangan suka pitnah!"
"Siapa yang suka pitnah. Wong kenyataan kog."
Alyra dan Ikhsan tersenyum geli melihat tingkah kedua tamunya.
"Kean, Khanza, aku buatin minum dulu ya."
"Kak, Khanza bantuin ya?"
Alyra menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Khanza, dengan mengangguk dan mengulas senyum manis.
Setelah Alyra dan Khanza keluar dari kamar, Keanu mendudukan tubuhnya di tepi ranjang.
"San, pasti ... sakitmu ini gara-gara bingung bagaimana cara belah duren 'kan?" Keanu melontarkan pertanyaan yang sukses membuat wajah Ikhsan memerah.
"Tau aja kamu, Ke. Aku bingung ... bagaimana cara memulainya," balas Ikhsan polos.
"San, kamu tanyakan saja pada tante google. Pasti, tante google akan menjawab pertanyaanmu dengan senang hati," usul Keanu.
"Owhhh ... iyaya. Kenapa malah nggak kepikiran?" Ikhsan nyengir kuda. Ia garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Segera dech kamu tanyain ke tante google, bagaimana cara melakukan itu ... secara syariat! Cussss, nanti malam ... kamu praktekkan." Keanu tersenyum lebar. Ia sangat geli dengan kepolosan sahabatnya, Ikhsan Maulana sang mantan bekantan. π
πΉπΉπΉπΉ
Bersambung ....
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak like dan beri komen penyemangat πππ
Trimakasih ππ
__ADS_1