Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Jadi 'Kan ...?


__ADS_3

Happy reading 😘


Ikhsan mengangkat dagu Alyra. Meski jantungnya serasa mau copot, Ikhsan memberanikan diri untuk mendaratkan bibirnya.


Alyra dan Ikhsan saling memagutkan bibir. Keduanya menyesapi rasa manis yang menjadi candu.


Tok ... tok ... tok ....


Terdengar pintu kamar mereka diketuk.


"Non, Tuan, dicari Nyobes. Beliau sudah menunggu di ruang keluarga."


Suara ketukan dan teriakan Ijah, merusak suasana romantis yang tengah tercipta. Perlahan, Ikhsan dan Alyra melepas pagutan bibir mereka.


"Non, Tuan...." Kembali Ijah berteriak.


"Iya Bi .... Sampaikan ke oma, sebentar lagi kami akan turun menemui oma," balas Alyra dari dalam kamar.


"Njih, Non. Akan saya sampaikan ke Nyobes." Gegas, Ijah melangkahkan kaki menuju ruang keluarga yang berada di lantai bawah.


"Sa-sayang, kenakan dulu pakaianmu!" titah Ikhsan. Ia berusaha menahan gejolak rasa yang masih saja membuatnya panas dingin.


Alyra tersenyum kikuk, karena ia baru menyadari ... sedari tadi hanya mengenakan pakaian dala*.


Alyra segera mengenakan gamis berwarna baby blue.


"Mas, tolong resletingkan ... dong!" pinta Alyra.


Tanpa berucap sepatah kata pun, Ikhsan meraih resleting gamis yang dikenakan oleh Alyra dengan tangan gemetar.


SRET....


"Su-sudah, Yang," ucap Ikhsan dengan terbata.


"Trimakasih, Mas," balas Alyra sembari memutar tubuhnya menghadap Ikhsan.


"Sama-sama, Yang."


"Mas ... jangan lupa, nanti malam!" bisik Alyra disertai senyuman penuh makna.


Jedag ... jedug ... jederrrrr ....


Mendengar bisikan Alyra ... tubuh Ikhsan kembali menegang, dadanya berdebar hebat, dan degup jantungnya semakin tak berirama. Tak terbayang, apa yang akan ia lakukan nanti malam, untuk memberikan nafkah batin kepada istrinya. Ikhsan memegang dadanya sembari bermonolog di dalam hati. "Ya Robb, ada apa dengan jantungku ini. Jangan biarkan jantung hamba benar-benar terlepas. Apa jadinya hamba, bila tanpa jantung. Pastinya ... terbang menuju ke alam abadi. Kasihan Alyra ... ia akan teramat bersedih jika menjadi janda muda, karena suaminya ini tiada."


"Ehem, Mas ... kenapa malah melamun?" Suara lembut Alyra, membuyarkan lamunan Ikhsan.


"Eh ... oh, anu." Ikhsan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Anu apa Mas?" Alyra menautkan kedua alisnya.


"Anu ... Mmm ... Mas Ikhsan sedang memikirkan Ke-anu. Dia pasti sudah menunggu Mas Ikhsan, untuk mulai kerja lagi ... mengelola kafenya, Yang," elak Ikhsan.


"Mas, Keanu 'kan sudah memberi kebebasan kepada Mas Ikhsan. Keanu tidak mempermasalahkan, kapan Mas akan mulai bekerja lagi. Keanu pasti mengerti kondisi Mas Ikhsan saat ini. Lagi pula, Mas Ikhsan 'kan baru saja sembuh dari sakit. Kita ... juga belum sempat honeymoon, Mas." Alyra menunduk. Ia menyembunyikan raut wajah yang melukiskan kekecewaan.


Ikhsan merasa bersalah karena telah membuat istrinya kecewa.


"Yang, maaf jika perkataan Mas Ikhsan membuatmu kecewa. Sungguh, Mas tidak bermaksud untuk membuat Sayang kecewa. Soal pekerjaan yang diamanahkan, akan Mas Ikhsan bicarakan lagi dengan Keanu. Terserah Sayang, ingin honeymoon ke mana."


Alyra mengangkat wajahnya yang kini dipenuhi oleh binar bahagia. Senyumnya pun merekah. "Mas ... bagaimana jika kita, honeymoon ke Pulau Bali?"

__ADS_1


"Terserah Sayang saja. Ingin honeymoon ke mana pun, Mas Ikhsan akan setuju ... asal Sayang bahagia."


Keduanya pun saling melempar senyuman. Alyra meraih tangan Ikhsan dan menggenggamnya dengan erat.


"Mas, ayo kita temui oma!"


"Iya, Sayang."


Setelah menutup pintu kamar, mereka berdua melangkahkan kaki menuruni anak tangga.


.


.


Sesampainya di ruang keluarga, Alyra dan Ikhsan disambut oleh Shella. Wanita yang sudah berusia kepala enam itu, memeluk Alyra dan Ikhsan secara bergantian.


Setelah melerai pelukan, ketiganya mendudukkan tubuh mereka di atas sofa.


"Cucu kesayangan dan cucu menantu, bagaimana dengan malam pertama kalian? Berapa gol dicetak?" Celotehan Shella, sukses mencetak rona merah di wajah Ikhsan dan Alyra.


Dengan malu-malu meong, Alyra pun menjawab celotehan omanya. "Oma, kami belum ... melakukan apa-apa. Mas Ikhsan baru saja sembuh dari sakitnya. Setelah acara resepsi pernikahan kami, Mas Ikhsan sakit demam."


Shella mengerutkan dahinya. "Kenapa bisa demam?"


"Entahlah oma, kami juga tidak tau. Mungkin ... Mas Ikhsan kelelahan."


"Kelelahan apa maksudnya? Bukankah ... kalian belum melakukan kegiatan yang melelahkan?"


Alyra dan Ikhsan hanya bisa tersenyum malu-malu mendengar pertanyaan sang oma, dan tanpa memberikan jawaban sepatah kata pun.


"Kelelahan menyambut tamu undangan yang jumlahnya ribuan, Ma," sahut Raikhan yang tiba-tiba muncul bersama Alya.


Setelah cupka-cupki dengan mama mertuanya, Alya mendaratkan tubuh di sofa, diikuti oleh Raikhan.


"Sayang, ada hadiah spesial ... dari oma untuk kalian." Shella menyerahkan kotak kado berwarna merah muda dengan hiasan pita di atasnya kepada Alyra.


"Apa isinya, Oma?" tanya Alyra sembari menerima kotak kado dari tangan Shella.


"Ada dechhhh ... nanti kalian pasti akan tau," jawab Shella disertai kerlingan mata.


"Trimakasih, Oma." Bibir Alyra terhias seutas senyum


"Kembali kasih, Alyra Sayang," balas Shella dengan menunjukkan senyuman penuh makna.


Mereka pun berbincang ditemani teh nasgitel dan camilan berupa jajanan pasar .... klepon, lupis, putu ayu, dan molen.


"Alyra, Ikhsan ... Papa dan Mama sudah memesan resort untuk kalian. Jadi, mulai nanti malam ... kalian menginap di resort selama satu minggu," tutur Raikhan sembari menatap Ikhsan dan Alyra secara bergantian.


"Me-menginap di resort selama satu minggu?"


"Iya, Ikhsan. Nikmati bulan madu kalian. Dan ... segeralah berikan kami cucu!"


Deg ... Deg ... Deg ....


Ucapan Raikhan sukses membuat jantung Ikhsan kembali berdegup kencang.


"Tri-trimakasih, Pa."


Raikhan membalas ucapan Ikhsan dengan mengangguk pelan disertai senyuman yang menghiasi bibirnya.

__ADS_1


🌹🌹🌹


Sang dewi malam menyapa dengan keindahan sinarnya, ditemani rasi bintang yang membentuk maha karya dari Sang Maha Pencipta.


Gemuruh debur ombak berpadu dengan suara binatang malam, bagaikan orkestra alam yang terdengar sangat merdu.


"Mas ...." sapa Alyra dengan suaranya yang terdengar lembut.


Ikhsan memutar kepalanya. Netra pemuda tampan itu berotasi sempurna tatkala melihat sang istri yang sudah mengenakan lingerie berwarna merah, hadiah dari Shella.


"Sa-sayang...."


"Mas, kita sudah menjalankan sholat isya dan sholat sunah dua rokaat. Mmm ... malam ini, Mas Ikhsan jadi 'kan ...?" Alyra menunduk. Ia menyembunyikan rona merah yang sudah tercetak di wajahnya.


"Ja-jadi, Yang."


Perlahan, Alyra mengangkat wajahnya. Netra Ikhsan tidak berkedip tatkala menatap wajah istrinya yang bertambah cantik malam ini.


"Mas, kita baca doa sebelum bersenggama terlebih dahulu."


"I-iya, Yang."


Alyra dan Ikhsan mulai membaca doa sebelum bersenggama. Bibir Ikhsan gemetar saat melantunkan doa.


β€œAllahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maa razaqtanaa."


Alyra memandu tangan Ikhsan untuk melingkar di pinggang rampingnya. Kemudian, Alyra mengalungkan tangannya di leher Ikhsan.


"Mas, malam ini ... aku serahkan semua yang ada pada diriku, untukmu."


Mendengar ucapan Alyra ... Ikhsan tak kuasa menahan debaran di dalam dada. Tangan dan kakinya gemetar.


"I-iya, Sayang."


"Mas, gendong aku!" pinta Alyra dengan suaranya yang terdengar menggoda.


"I-iya, Sayang."


Meski tangan dan kakinya gemetar, Ikhsan tetap melakukan apa yang diminta oleh istrinya. Ia pun menggendong Alyra ala bridal style.


BRUKK


Tanpa sengaja, Ikhsan menjatuhkan tubuh istrinya di atas ranjang. Karena tidak dapat menahan keseimbangan tubuhnya, Ikhsan pun ikut terjatuh. Hingga, posisi mereka sangat intim.


Glug ... glug ... glug ....


Ikhsan menelan saliva tatkala dadanya bersentuhan dengan squisy milik sang istri.


What will happen next???? πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Nantikan ... next episode 😁😁😁


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Apa yang akan terjadi selanjutnya??? πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


Jangan lupa jempolnya ya, Sob ... gift dan votenya juga πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


Maaf jika banyak typo πŸ˜…πŸ™


__ADS_2