Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Ketahuan


__ADS_3

Setelah beberapa menit Raka melajukan kendaraanya, tibalah mereka berdua di depan rumah Mira. Raka mengantar sang pujaan hatinya itu.


Di depan rumah Mira, mereka berdua tidak langsung turun dari mobil melainkan berbicara sebentar.


"Mira, emmm.. terima kasih banget yah, kamu udah mau nerima aku ya walaupun Kita tidak ada ikatan pacaran, tapi aku berharap Kita yaitu aku dan kamu bisa saling menjaga hati dan komitmen Kita, aku mau kamu menjadi yang terakhir buat hidupku" Ucap Raka sambil senyum, dan menggenggam erat telapak tangan Mira.


"Iyaaa Raka, aku seneng banget akhirnya aku tau kalau kamu juga mempunyai rasa yang sama sepertiku. Aku berusaha buat selalu menjaga hatiku buat kamu seorang, belajar setia yah. Apapun keadaanya, aku tetap disampingmu Ka" Jawab Mira sembari melemparkan senyum manisnya ke arah Raka.


"Ya sudah kamu pulang yaah, makasih sudah nemenin aku. Besok malam minggu bisa temani aku ke pesta Ulang tahun Rika, sepupu ku ngga? bisa ya pliss..." mohon Raka


"Emmm.. oke, jemput aja besok malam minggu, yaudah aku masuk dulu ya.." jawab Mira.


Raka langsung bergegas melepas sabuk pengaman lalu keluar dari mobil dan langsung berlari dengan cepat untuk membukakan pintu mobil supaya tuan putrinya bisa keluar.


Jeklekkkkk...


"Ya ampun.. aku bisa buka sendiri Kali Raka" ucap Mira.


"Hehe.. latihan romantis kaya di ftv boleh kali Mir, hihiiii" sambil meringis dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Ahhh dasar kamu didepan gue doang perhatiannya, kalau di depan orang mah Kaya es batu hahaha. Ya sudah aku masuk dulu ya. Kamu ga usah mampir ntar ngga mau pulang haha.. makasih udah nganterin aku, Hati-hati yah, daaaahhh Rakkaa"


"Hiiii.. nyebelin kamu, iyaa sama-sama Mira, ya sudah aku pulang dulu yaa, daaahhh"


Raka langsung masuk ke Mobil dan melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumahnya, sementara Mira mengawasi Raka hingga mobilnya sudah tidak kelihatan baru masuk ke dalam rumahnya.


Paginya Ina berangkat di jemput oleh Mira karena Bima ada urusan tidak bisa menjemput.


"Beeepppp beeepppppp"


Suara kelakson mobil Mira bunyi, tandanya Mira sudah sampai di depan rumah Ina. Ina yang sudah menunggu sekitar 5 menit di teras depan rumahnya pun langsung menghampiri Mira yang ada di dalam mobilnya.


"Hi.. Pagi Ina," Sapa Mira pada sahabatnya yang sedang berjalan kearahnya dengan membawa tas tentengnya.


"Pagii Mira, makasih ya udah jemput gue.." jawabnya.


"Santai aja Kali.. ehhiya, Bima kemana ga jemput lo?" Tanya Mira penasaran.


"Bima nganterin nyokapnya ke pasar, Kan Bima Hari ini kelas siang juga Mir.." jawab Ina cuek.


"Ouh gitu.. ya sudah berangkat yuk udah siang ntar telat lagi" Mira langsung melajukan mobilnya ke kampus dengan Ina yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


Setengah jam kemudian Mira dan Ina sudah sampai di kelasnya dan langsung bergabung dengan Sindy juga Santi yang sudah duluan sampai kampus.


"San, lo tumben berangkat pagi banget ke kampus..?" Tanya Ina pada Santi yang sedang memainkan ponselnya.


"Iyaa gue berangkat sekalian sama bokap nyokap gue, mau ke luar kota" jawabnya tanpa ekspresi.


"Ohhh.. terus lo di rumah cuma sama adek lo doang dong?" tanya Sindy


"Adek gue ngikut, gue sendirian huhuhu..kalian mau Kan temenin gue semalem aja?" Mohon Santi dengan wajah memelas.


"Okee kitaa nginep" jawab bertiga bebarengan setelah saling kasih kode dengan melirikan matanya kearah tiga pasang mata lalu menganggukan kepalanya masing-masing.


"Wahh . tengkyuh bebyyy, gue seneng dehhhh"


Ucap Santi bersemangat sambil memeluk ketiga sahabat baiknya.


Sorenya mereka berempat pulang duluan ke rumah masing-masing dan meminta izin pada orang tua mereka untuk menginap semalam di rumah Santi karena sendirian dirumahnya.


Tepat jam 6 sore, Empat serangkai sudah sampai di rumah Santi. Mereka menonton acara tv sebentar sambil menunggu Bibi menyiapkan makan malam untuk mereka.


Setelah makanan Siap, mereka langsung menuju ke ruang makan. Dilihatnya di meja ada beberapa lauk pauk, nasi serta buah.


Mereka makan bersama hingga kekenyangan. Maklum saja dari mereka berempat walaupun wanita cantik tapi soal makan nomor satu. Beruntungnya walaupun mereka makan banyak dan suka kuliner tapi badan dari mereka berempat bagus-bagus berisi tapi tidak gendut.


Mira Paling tinggi diantara mereka, tapi badannya tidak terlalu kurus bisa dibilang ideal.


Sindy tinggi tapi berisi.


Sementara Santi badannya Paling besar diantara mereka walaupun kebantu dengan tinggi badannya yang hampir setinggi Mira.


Makan telah selesai, Mira dan Ina menuju ke ruang tengah untuk memainkan ponselnya guna membuka akun sosial medianya dengan dua cangkir cokelat panas di meja. Sedangkan Santi dan Mira berada di ruang tv untuk melanjutkan nonton acara tv yang tadi sempat kepending gara-gara makan.


"Mir, lo lagi chatingan sama siapa si, serious banget sambil senyum sendiri gitu alay" Tanya Ina pada sahabatnya dengan mengerutkan dahinya.


"Haha kepo lo!! Suka-suka gue laahh" jawab Mira.


Batin Ina "Jangan-jangan lo udah punya pacar, tapi ga cerita-cerita sama Kita, gue wajib tau nih... enak aja lo mau sembunyiin dari Kita semua, kagak bisaaa!! Ehh jangan-jangan Mira sama Raka lagi, Kan kemarin setau gue waktu liburan mereka berdua deket tuh.. nempel terus,"


Tiba-tiba Ina merebut ponsel Mira


"Weiii jangan .. kembalinn hp guee!!" Ucap Mira kesal.

__ADS_1


Tapi Ina tidak menggubris sahabatnya, malah Ina lari menjauh dan Mira mengejarnya tapi Ina lolos kabur ke lantai dua.


Setelah dirasa kondisinya aman, Ina langsung membuka ponsel Mira. dilihatnya chatingan dan ternyata dugaannya selama ini benar, iyaa cowo yang lagi deket sama Mira adalah Raka, sahabat pacarnya sendiri. Bahkan chatingannya sangat menyenangkan sepertinya Raka care banget sama Mira. Ina langsung tertawa keras, sementara Mira langsung merebut ponselnya yang di pegang oleh Ina dan berhasil.


"Sialan.. hp gueee huhuhuuu" rengek Mira.


"Hahaha.. ternyata lo pedekate nih sama manusia dingin itu, hahaha" Ledek Ina sembari tertawa keras.


"Diem... huuu" sahut Mira dengan mamanyunkan bibirnya.


"Cerita napa sama gue, diam-diam ajaa kalian!! sebel deh gue" Ucap Ina.


"Iyaa iyaa gue cerita. Jadi gini, Lo kan tau gue sama Raka akhir-akhir ini emang lumayan dekat, gue diam-diam suka sama manusia dingin itu. Nahh, anehnya tanpa gue sangka ternyata Raka juga suka sama gue.. Gue sama Raka sepakat deket tapi ngga ada pacaran cuma komitmen gitu, gimana menurut lo?" Tanya Mira pada sahabatnya, Ina.


"Ohhh gitu.. emmmm, bagus si. Yaa semoga aja kalian berdua bisa jaga komintmen deh.. akhirnya hahaha" Jawab Ina girang.


"Ihhh apaan sii brisik mulu kalian berdua deh," ucap Santi dari kejauhan.


Dilihatnya, Sindy dan Santi berlari menuju kedua sahabatnya uang sedang asyik ngobr di lantai atas.


"Adaa apaan?" Sahut Sindy dengan tangannya di tumpuk di dadanya dan matanya heran.


"Haha ternyata Mira pedekate tuh sama manusia dingin non ekspresi, ganteng sii taoi cueknya subhanallah..wkwkwk" Jawab Ina spontan.


"Diem loo.. !!!!" sahut Mira kesal.


"Apa? manusia dingin? maksud lo si Raka? Raka yang itu?" Tanya Santi kaget.


"Iyalah Raka," Jawab Ina singkat.


Sementara Sindy langsung syok, ternyata cowo yang dia suka, lebih memilih sahabat nya sendiri daripada dia.


Sindy mencoba ikhlas dan akan segera melupakan perasaanya kepada Raka karena tidak ingin melukai hati sahabatnya.


Sindy langsung memberikan senyum kepalusan kearah Mira.


Malam tiba, Ina tidur bareng Mira di kamar tamu. Sementara Santi tidur dikamarnya ditemani Sindy.


Mereka tertidur dan bangun pagi lalu siap-siap untuk melaju ke kampus.


Setelah Siap mereka berempat sarapan roti dengan selai cokelat dan segelas susu yang sudah disiapkan oleh Bibi di rumah Santi.

__ADS_1


Sarapan selesai Ina berangkat dengan menggunakan Mobil Mira, sementara Santi menggunakan Mobil Sindy.


Lanjut ke episode berikutnya yaa. Jangan lupa like and Komen, sorry telat up .. thanks pembaca😍


__ADS_2