Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Nikah Lari Yukkkk!!!


__ADS_3

Saat ini, Raina tengah memasak di dapur. Ia dibantu oleh Khanza.


Raina memasak makanan kesukaan calon suaminya ... soto lenthok. Ia juga memasak rendang, makanan khas Indonesia yang sangat disukai oleh Birru.


"Za, dari kemarin kog wajahmu cemberut. Sebenarnya, ada apa Dek?" Raina melontarkan pertanyaan, sambil menyiapkan hidangan dan menata peralatan makan di atas meja.


"Khanza, sedang patah hati, Mbak ...." Khanza menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Raina dengan jujur.


"Patah hati? Patah hati karena siapa, Za?" tanya Raina penasaran.


"Karena Bang Birru, Mbak. Hatiku terpotek-potek, gegara Bang Birru mau nikah." Kedua manik mata Khanza berkaca-kaca. Khanza tidak bisa menyembunyikan apa yang tengah ia rasakan, dari calon kakak iparnya itu.


Seusai menyiapkan hidangan dan menata peralatan makan di atas meja, Raina memandu Khanza untuk duduk di kursi.


"Za, kamu ... naksir Birru?" Raina menatap manik mata Khanza dengan intens. Ia usap pipi calon adik iparnya itu, penuh kasih sayang.


Khanza mengangguk pelan. "Iya, Mbak. Bukan hanya naksir, tapi ... Khanza cinta bangettttt sama Bang Birru. Baru pertama kali ini lho, Khanza merasakan apa yang disebut ... jatuh cinta. Bang Birru, cinta pertama Khanza, Mbak."


"Hemm, sayang banget Za, Bang Birru-mu itu akan menikah. Tapi, dia akan menikahi seorang perempuan yang tidak dicintainya."


Bola mata Khanza berotasi sempurna saat mendengar ucapan Raina. "What? Bang Birru akan menikah dengan perempuan yang tidak dicintainya? Bagaimana bisa Mbak? Bukankah, itu sama saja, Bang Birru bunuh diri dan akhirnya mati sangit?" cecar Khanza.


"Kata Keanu, Birru terpaksa menikahi Zahra karena ia tidak bisa menolak permintaan kedua orang tua calon istrinya itu. Birru juga merasa empati pada Zahra. Perempuan malang itu ... salah satu korban kebejat*n Steven. Ia dinodai oleh kakak kandungnya sendiri hingga hamil. Zahra butuh sosok suami yang seperti Birru, Dek." Raina menghentikan sejenak ucapannya.


"Sebenarnya, hati Birru teramat lembut. Meski terkadang, ia akan menjelma menjadi seseorang yang kejam, jika berhadapan dengan orang-orang bejat dan jahat. Za, usiamu masih sangat muda. Lebih baik, fokuslah belajar terlebih dahulu. Insya Allah, jika kelak waktunya telah tiba ... Khanza cantik akan bertemu dengan seorang pria yang lebih baik dari Birru."


Khanza bergeming. Ia berusaha menelaah ucapan Raina.


"Assalamu'alaikum ...." Terdengar ucapan salam dari seseorang yang sangat familiar.


Gegas, Raina membuka pintu apartemen dan membalas ucapan salam itu.


"Wa'alaikumsalam. Kean, Birru ... masuklah!" Raina mempersilahkan Keanu dan Birru untuk masuk ke dalam. Lalu, memandu kedua pemuda itu, berjalan menuju ke ruang makan.


Netra Keanu dan Birru berbinar tatkala melihat hidangan yang tersaji di atas meja.


"Woooowww, rendang ...," pekik Birru. Pemuda berlensa hijau itu, ingin segera menikmati makanan kesukaannya. Begitu juga dengan Keanu.

__ADS_1


Raina, Keanu, dan Birru, mendaratkan tubuh mereka di kursi. Lalu, mereka pun mulai menikmati sajian yang menggugah selera, ala chef Raina dan chef Khanza.


"Enak banget, rendangnya, Rain. Wahhhh ... jadi pingin nambah lagi. Andai kelak, istriku bisa memasak rendang, bisa-bisa ... perutku buncit," kelakar Birru.


"Hmmm, andai istrimu itu ... gadis yang duduk di sebelahku ini, pastinya ... dia akan memasak rendang untukmu setiap hari," balas Raina sambil melirik gadis kecil yang duduk di sebelahnya.


Khanza menjadi salah tingkah. Ia melanjutkan ritual makannya sambil menunduk, untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah terhias rona merah.


"Oya? Khanza pandai memasak rendang?" tanya Birru seolah tidak percaya.


"Iya, Ru. Bahkan ... masakan Khanza jauhhh lebih enak bila dibandingkan dengan masakanku."


"Benar begitu, Za?" Pandangan netra Birru beralih pada Khanza, gadis kecil yang duduk di hadapannya.


"Mbak Raina terlalu memuji, Kak." Khanza menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Birru dengan malu-malu koceng. Gadis kecil itu masih menunduk. Ia tidak ingin, Birru, Raina, dan Keanu melihat wajahnya yang seperti kepiting rebus.


"Kapan-kapan, ajari calon istriku ... memasak rendang ya, Za! Nanti malam, insya Allah ... aku perkenalkan calon istriku itu, pada kalian."


JEGLER


Ucapan Birru menyadarkan Khanza. Wajah Khanza yang semula mirip kepiting rebus, seketika berubah sendu.


"Za ...." Seketika, Raina beranjak dari kursi, kemudian ia menyusul Khanza.


.


.


"Za ... buka pintunya, Dek!" pinta Raina sambil mengetuk pintu kamar Khanza.


"Khanza sedang ingin sendiri, Mbak ...," teriak Khanza dari dalam kamar.


"Baiklah, Za. Tenangkan pikiran dan hatimu dulu, Dek! Sabar dan ikhlas menerima kehendak-Nya. Yakinlah, suatu saat nanti ... akan datang pria yang lebih baik dari pada Birru."


"Maksudmu, apa Rain?"


Raina terlonjak, saat menyadari ... Birru sudah berdiri di sisinya.

__ADS_1


"Ehhh ... itu. Khanza, cinta sama kamu, Ru. Hati Khanza terpotek-potek, karena kamu akan segera menikah," jawab Raina ragu.


"Terpotek-potek?" Birru mengerutkan sedikit dahinya.


"Terpotek-potek sama artinya dengan broken heart ...."


"Jadi, Khanza patah hati? Bukankah, dia masih teramat kecil untuk mengerti cinta?"


"Itu menurutmu. Birru, bagi Khanza ... kamulah cinta pertamanya," tandas Raina.


Birru menghela nafas dalam. Entah apa yang dirasakannya saat ini. "Rain, andai ... aku tidak terlanjur menyanggupi permintaan kedua orang tua Zahra untuk menikahi putri mereka, insya Allah ... aku akan menunggu Khanza hingga ia dewasa."


Raina menyipitkan netranya. "Jangan bilang ... kamu juga memiliki perasaan yang sama dengan Khanza."


Birru mengedikkan bahunya. "Entahlah, Rain. Tapi yang jelas, hatiku berdaun-daun saat mengetahui bahwa Khanza ... mencintaiku."


"Cieeee ... sepertinya, hatimu sudah mulai teralihkan, Ru. Dan yang bisa mengalihkan hatimu itu, seorang gadis kecil. Khanza."


Meski perasaannya terhadap Khanza masih entah, tapi kenyataannya ... wajah Birru kini terlihat seperti lobster yang dimasak. Merah dan menggemaskan.


Tanpa Raina dan Birru sadari, Khanza mendengar semua percakapan mereka. Gegas, gadis kecil itu membuka pintu kamarnya.


"Kak Birru, yuk ... kita nikah lari! Meski usiaku masih 14 tahun, aku bisa kog ... menjadi seorang istri yang baik. Jika kita menikah nanti, aku pasti ... akan memasak rendang untuk Kak Birru, setiap hari."


Mendengar ucapan Khanza yang teramat polos, Raina pun tergelak. Sedangkan Birru, ia terdiam. Meski ucapan Khanza terkesan polos. Namun sukses membuat aliran darah Birru seolah berhenti mengalir, dan degup jantungnya terdengar seperti genderang perang.


"Ehemmm, ada apa ini?" Seketika, tawa Raina terhenti saat menyadari Keanu sudah berdiri di sampingnya dengan berkacak pinggang.


Khanza bergeming. Tangan dan kakinya bergetar hebat. Khanza teramat takut, jika kakaknya yang menyebalkan itu, mendengar ucapannya, lalu mengadukan pada sang bunda.


"Wadidawwww ... tamatlah riwayatku." Khanza bermonolog di dalam hati sambil mengusap peluh yang mulai membanjiri wajah polosnya.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf jika banyak typo bertebaran πŸ˜…πŸ™

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, gift, dan votenya 😘😘😘


Trimakasih πŸ˜πŸ™


__ADS_2