Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Pernikahan


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


"Kak ... Khanza ikhlas menerima kenyataan, bahwa kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Cukup mendapat balasan cinta dari Kak Birru saja, Khanza sudah teramat bahagia. Kata bunda, apapun yang Allah takdirkan untuk kita, maka kita harus ikhlas menerima, karena ... itulah yang terbaik." Khanza berusaha menguatkan hati. Ia mengalihkan pandangannya pada langit yang terlihat muram. Semuram dua hati yang kini bertudung mendung.


"Za, aku kagum padamu. Meski usiamu masih sangat belia, tapi ... cara berpikirmu melebihi orang dewasa." Birru bermonolog di dalam hati. Ia pandangi wajah cantik Khanza yang kini terlihat sendu. Birru mengerti, bahkan sangat mengerti ... apa yang tengah dirasakan oleh Khanza saat ini. Karena, ia pun merasakan hal yang sama. Saling mencinta, tetapi tidak bisa bersama, karena janji yang terlanjur terucap.


"Kak ...."


"Ya, Za ...."


"Kenapa, kemarin ... Kak Birru tidak jadi memperkenalkan calon istri Kakak pada kami?" Khanza melontarkan pertanyaan tanpa mengalihkan pandangannya dari langit.


"Maaf, Za. Bukannya kak Birru ingkar, tapi ... Zahra sedang tidak bisa pergi ke mana-mana, karena putranya sakit demam."


"Owh ... semoga, putra kak Zahra segera diberi kesembuhan, ya Kak ...," doa tulus Khanza.


"Aamiin, trimakasih Za."


"Iya ...."


Hening ....


Khanza dan Birru membisu. Mereka berusaha menghempas rasa sesak di dalam dada yang kian mendera. Hanya terdengar suara rintik hujan dan desahan angin, yang seolah tengah melantunkan lagu lara hati.


🌹🌹🌹


Waktu bergulir begitu cepat. Tanpa terasa, hari H pernikahan Keanu dan Raina telah tiba. Begitu juga dengan pernikahan Albirru dan Zahra.


Cambridge Mosque Trust, sudah dipenuhi oleh para tamu undangan yang akan menjadi saksi, terucapnya janji suci.


Raina dan Zahra, tampak cantik dalam balutan kebaya berwarna putih dan jilbab berwarna senada.


Keanu dan Albirru, terlihat gagah dan bertambah tampan, dengan mengenakan stelan jas berwarna putih.


Kedua calon mempelai pria, duduk di hadapan penghulu. Wajah mereka terlihat tegang saat akan mengucap ikrar suci.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Keanu Putra Abimanyu bin Abimana Surya Saputra dengan anak saya yang bernama Raina Aisyah Qirani dengan maskawin berupa seperangkat alat sholat dan uang senilai seratus juta rupiah, Tunai."


β€œSaya terima nikah dan kawinnya Raina Aisyah Qirani binti Raikhan Alfathan dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Keanu mengucap kalimah kabul dengan sangat lancar.


"Bagaimana para saksi, sah ... ?" pertanyaan yang dilontarkan oleh penghulu mendapat jawaban kompak dari para saksi dan semua tamu yang hadir.


"Sah ...."


"Alhamdulillah ...," ucap penghulu disertai senyuman yang merekah.

__ADS_1


Kini, tiba giliran Birru untuk mengucap kalimah kabul. Wajah Birru terlihat sendu. Bibirnya gemetar.


"Marriage and Wedding of Khanza ...." Semua tamu terkesiap, ketika Birru salah mengucap nama mempelai wanitanya. Bukan Zahra, tetapi ... Khanza.


"Sorry ...," ucap Birru sembari menundukkan wajahnya.


Zahra merasa bahwa Birru sedang menyembunyikan sesuatu. Zahra sangat yakin, Birru menikahinya karena terpaksa. Ada perempuan lain yang dicintai oleh Birru. Sampai-sampai, Birru menyebutkan nama gadis itu saat mengucap kalimah kabul, bukan Zahra.


"Kak Birru, lebih baik ... kita batalkan pernikahan ini. Zahra tidak ingin, ada dua hati yang terluka ...," tutur Zahra. Ia berusaha menguatkan hati ... menerima kenyataan, bahwa pernikahan yang diimpikannya selama ini, mungkin saja akan gagal.


"Tidak, Ra. Janji yang sudah terucap, tidak boleh diingkari. Aku ... tetap akan menikahimu," tandas Birru.


Zahra bergeming. Ia merasa bersalah, karena telah menjadi jurang pemisah bagi dua insan yang saling mencinta, Birru dan Khanza.


"Marriage and Wedding of Arisha Raiqa Zahra daughter of William Franklyn with the mahar mention above in cash." Birru mengucapkan kalimah kabul dengan lancar.


Seketika, Khanza beranjak dari posisi duduknya, lalu ... melangkah ke luar masjid. Khanza sungguh tak kuasa mendengar kalimah kabul yang diucapkan oleh Birru. Hatinya teramat hancur.


Sebenarnya, Kirana ingin segera menyusul putri tercintanya. Namun, ia dicegah oleh Hana. "Hana saja, Mbak ...."


"Iya, Han. Mbak Kiran, nitip Khanza, ya!"


"Iya, Mbak." Gegas, Hana menyusul Khanza.


.


.


"Tante Hana ...."


Hana menyunggingkan seutas senyum. Ia memandu Khanza untuk duduk di sebuah bangku taman.


"Za, tante Hana ... sangat mengerti perasaanmu saat ini. Pasti sangat hancur."


" ... "


"Za, hanya dengan melihat sikapmu dan mendengar kalimah kabul yang diucapkan oleh mempelai pria tadi ... tante Hana bisa mengerti, bahwa kamu dan Birru saling mencintai."


"Iya, Te. Kami memang saling mencintai." Khanza membalas ucapan Hana dengan suaranya yang terdengar lirih.


"Za, usiamu masih sangat belia. Lebih baik, saat ini, kamu fokus menuntut ilmu. Yakinlah, suatu saat nanti ... akan datang seorang pria yang lebih baik dari Birru."


Khanza bergeming. Baginya, Birru adalah sosok pria yang sangat sempurna. Tidak ada pria lain yang sesempurna Birru.


"Dulu, tante Hana pernah mengalami kegagalan dalam menjalin sebuah hubungan. Beberapa saat setelah terucapnya ikrar suci, tante Hana harus menelan kenyataan yang teramat pahit. Om Adam, pria yang sangattt tante Hana cintai, ternyata ... sudah memiliki seorang putri dari wanita lain. Bahkan, wanita itu ... sudah tante anggap sebagai saudara. Pada akhirnya, tante Hana mengambil suatu keputusan yang teramat berat. Tante Hana meminta om Adam untuk melakukan pembatalan nikah. Tante Hana juga meminta om Adam, menikahi wanita itu." Hana menjeda ucapannya sejenak. Terbayang olehnya, masa yang telah lalu.

__ADS_1


"Alhamdulillah, setelah Allah menguji tante dengan cobaan yang teramat berat itu, Dia menghadirkan om Fadhil sebagai imam pengganti. Om Fadhil, dengan ketulusan cintanya, mampu meluluhkan hati tante Hana."


Khanza mengalihkan pandangannya. Ia tatap wajah Hana yang terhias seutas senyum.


"Te ...." Khanza memeluk Hana seraya menumpahkan beban yang teramat berat. Bulir kesedihan yang sedari tadi sudah menganak di kelopak mata, akhirnya tertumpah.


Hana membalas pelukan Khanza. Ia usap punggung Khanza dengan penuh kelembutan.


"Sabar ya, Za! Ikhlaskan Birru. Yakinlah, bahwa kehendak-Nya adalah yang terbaik."


Tangis Khanza semakin menjadi. Tubuhnya berguncang hebat karena tak mampu menahan dera yang membuat hatinya teramat lara.


Tuhan, kuatkan aku


Lindungiku dari putus asa


Jika ku harus mati


Pertemukan aku dengan-Mu


Kata-kata cinta terucap indah


Mengalir berzikir di kidung doaku


Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku


Butir-butir cinta air mataku


Teringat semua yang Kau beri untukku


Ampuni khilaf dan salah selama ini


Ya Ilahi, Muhasabah cintaku


🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf jika banyak typo yang bertebaran πŸ˜…πŸ™


Bagaimana kisah cinta Khanza kelak??? Akankah Khanza berjodoh dengan Birru? Atau ... dengan pria lain??? Ikuti MJB hingga End πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak like, dan beri komentar penyemangat. Syukur-syukur, ada yang berkenan mendukung MJB, dengan memberikan gift atau vote πŸ˜†πŸ™


Trimakasih 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2