Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Nafkah Batin


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Mengandung +18 ... πŸ™πŸ™πŸ™


Birru merebahkan tubuh di atas ranjang. Dan menjadikan dua tangan kekarnya sebagai bantal.


"Khanza ... bagaimana bisa, aku mencintai gadis yang masih sangat belia itu. Bukankah sebelumnya, yang aku cintai ... Raina? Mungkinkah perasaanku terhadap Raina hanya sebentuk kekaguman dan bukan rasa cinta yang sesungguhnya? Sedangkan perasaanku terhadap Khanza ... rasa cinta yang benar-benar tulus dari hati ...." Birru bermonolog sembari menatap langit-langit kamar.


CEKLEK


Terdengar suara pintu kamar mandi dibuka dengan perlahan.


Netra Birru membola saat Zahra keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan lingerie berwarna merah, sehingga menampakkan lekuk tubuh yang sangat menggoda.


Mungkinkah kali ini ... Birru mampu melupakan bayangan wajah Khanza ketika mereka memulai kembali ritual penyatuan raga? Atau ... entah ....


Zahra mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang disertai senyuman yang menawan. Wajah cantik, bibir ranum, mata indah, dan ... penampilan yang sangat menggoda, sukses membuat seorang Albirru terpana melihatnya.


Zahra menundukkan wajahnya dan berbisik dengan suara mendesah di telinga Birru. "Kak Birru ... aku meminta hak ku, nafkah batin darimu ...."


Birru terkesiap. Pria blonde itu bergeming. Ia sungguh belum siap memberikan nafkah batin jika bayang-bayang Khanza masih saja menghampirinya.


Zahra memberikan kecupan-kecupan mesra di seluruh wajah Birru, tak terkecuali bibir. Jemari tangannya yang lentik, mulai membuka kancing kemeja yang dikenakan oleh Birru. Satu persatu kancing itu terlepas, sehingga nampaklah dada bidang yang ditumbuhi bulu-bulu halus.


Birru masih bergeming. Ia memejamkan mata, menikmati sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Zahra. Nalurinya sebagai seorang pria normal, ingin segera menyesap madu perempuan yang membangkitkan gaira*nya.


Zahra tidak menyerah. Ia menyapu seluruh tubuh Birru dengan lidahnya. Bagaikan tersengat arus tegangan tinggi, tubuh Birru pun menggelinjang.


"Aggrrhhhh ... Zahra." Birru memekik. Pria blonde itu meraih tubuh Zahra dan memberikan serangan balasan. Senyum terbit menghiasi wajah Zahra, tatkala menatap netra Birru yang sayu karena diselimuti kabut gaira*.


Birru melepaskan kain yang membalut tubuh Zahra, lalu mulai mengarahkan adik kecilnya tepat pada mulut gua.


Tetiba, bayangan wajah Khanza kembali hadir. Kata-katanya, senyumnya, dan wajah Khanza yang menggemaskan ... achhhhh membuat jantung Birru berdentum-dentum.


"I love you so much, akak ...."


"Kak Birru, yuk ... kita nikah lari! Meski usiaku masih 14 tahun, aku bisa kog ... menjadi seorang istri yang baik. Jika kita menikah nanti, aku pasti ... akan memasak rendang untuk Kak Birru, setiap hari."

__ADS_1


Seketika tubuh Birru lemas. Adik kecilnya yang semula menegang menjadi layu. Sungguh, bayangan Khanza bagaikan air es yang mengguyur seluruh tubuh. Mematikan kobaran api gaira*.


"Maaf ...," lirih Birru. Ia menjauhkan tubuhnya yang semula mengukung tubuh Zahra.


Kecewa. Zahra kembali merasakan kekecewaan.


Birru merebahkan tubuh polosnya sembari memejamkan mata. Ia sungguh tidak mengerti, mengapa bayangan Khanza selalu hadir ketika tubuhnya akan tenggelam ke kawah surga dunia.


Birru merasa gagal menjadi seorang suami yang terbaik untuk Zahra, karena tidak bisa memberikan istrinya itu kepuasan.


"Argghhh ...." Birru mengerang ketika Zahra mengulum adik kecilnya. Kali ini, Zahra benar-benar tidak menyerah. Ia kembali memimpin permainan, hingga cairan hangat menyembur mulutnya.


Zahra tersenyum puas. Netranya berbinar ketika melihat tubuh Birru menggelinjang kembali.


Zahra menguasai berbagai gaya saat bercint*, karena sering melayani Steven di atas ranjang, sebelum pria beja* itu meninggal. Dan kini, Zahra menerapkannya untuk memberi kepuasan batin pada suami yang sangat ia cintai, Albirru.


"I love you so much my husband ...."


CUP


Zahra mengecup bibir Birru sebelum merebahkan tubuhnya yang serasa lelah. Ia menuntun tangan kekar Birru untuk memeluk tubuhnya yang masih polos.


"Maafkan aku Khanza, maaf ...," lirih Birru yang hanya terlisan di hati.


Birru mengecup kening Zahra sebelum ia memejamkan mata.


.


.


"Kak Birru ...." Khanza terjaga dari tidurnya. Tetiba, dada Khanza terasa nyeri, seperti dihujam oleh benda tajam yang tak kasat mata.


"Mbak ... Mbak Khanza, kenapa?" Dylan menatap wajah Khanza yang nampak pucat. Ia teramat khawatir melihat wajah kakak perempuannya bermandikan peluh.


"Mbak Khanza ... hanya bermimpi buruk, Dek." Suara Khanza terdengar lirih.


Dylan menatap manik mata Khanza dengan intens. "Mbak Khanza, nggak boong 'kan?"


Khanza mengangguk samar disertai seutas senyum yang sedikit dipaksakan.

__ADS_1


"Syukurlah kalau benar Mbak Khanza hanya bermimpi buruk. Sebentar lagi, pesawat akan landing, Mbak ...."


"Huum Dek. Nggak terasa ya, kita sampai juga di Jogja ...."


"Iya Mbak. Badanku serasa pegal-pegal karena tertalu lama duduk manis di kursi pesawat."


.


.


"Alhamdulillah, akhirnya rinduku terobati ...," ucap Raina sambil menuruni tangga pesawat. Wajah Raina terhias senyum. Netranya berbinar. Raina merasa teramat bahagia, sebab ia bisa melepaskan kerinduan pada kampung halamannya.


Keanu menggamit tangan Raina dan menggenggamnya dengan erat. Pria muda yang sudah terkena virus bucin itu, sedetik pun tidak ingin berjauhan dengan perempuan yang kini telah sah menjadi istrinya.


"Han ...."


"Hemmm ...."


"Malam ini, kita menginap di hotel saja ya ...."


Raina mengernyitkan dahi. "Untuk apa kita menginap di hotel, Beb? Bukankah, rumah kita tidak terlalu jauh dari bandara? Hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua jam dari bandara menuju rumah kita."


Keanu menyunggingkan seutas senyum penuh makna. "Han, malam ini ... aku ingin mengulang malam-malam indah saat kita berada di Cambridge. Aku ingin kembali mereguk kenikmatan surga dunia bersamamu ...."


"Hhhmmmmm, sepertinya ... suamiku lebih o-mes dari pada Ikhsan," cibir Raina disertai tawa yang tertahan.


Keanu tersenyum nyengir, memperlihatkan deretan gigi putihnya yang berjajar rapi.


🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika banyak typo bertebaran ... πŸ˜ŠπŸ™


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak like, beri komentar, gift, atau vote untuk mendukung karya othor remahan kulit kacang πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ™


Kunjungi juga dua karya author yang menjadi awal tertulisnya kisah Mantan jadi Besan ... πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


__ADS_1


Trimakasih 😘😘😘


__ADS_2