
Happy reading πππ
Netra Keanu dan Raina membola tatkala melihat kedatangan sang oma. "Oma ... ?"
"Kean, Raina, selamat atas kelahiran putri kecil kalian. Oma sangat berbahagia. Tidak sia-sia ikhtiyar dan doa oma selama ini. Dulu oma sangat berharap, putra pasangan Kirana dan Bima bisa menjadi menantu Raikhan dan Alya. Alhamdulillah, sekarang diijabah oleh-Nya. Dan ... kebahagiaan oma bertambah karena mendapat bonus anugerah terindah ... kehadiran seorang putri yang sangat cantik," tutur Shela.
"Trimakasih, Oma. Trimakasih, karena selama ini ... Oma selalu melangitkan pinta pada-Nya untuk kami diikuti dengan ikhtiyar, sehingga sedari kecil ... Raina dan Keanu menjadi sahabat yang seolah tidak bisa terpisahkan," sahut Raina dengan binar mata yang menyiratkan kebahagiaan serta rasa syukur.
"Mmm ... Alya, Raikhan, Oma, ngomong-ngomong ... siapa yang memberitahu, bahwa kami berada di rumah sakit ini?" tanya yang terucap dari bibir Kirana disertai kerutan di dahi.
"Bima yang memberitahu kami, Markonah. Tadi, suami tercintamu itu menghubungiku via vidio call," sahut Raikhan.
"Berarti, setelah ... aku memberitahunya melalui telepon, Abi langsung menghubungimu, Rei?"
"Yupz. Bima juga bilang ... istri tercintanya ngambek gara-gara sudah lima hari nggak dapat jatah," cibir Raikhan disertai tawa yang tertahan.
"Ish apaan sih Rei? Nggak mungkinlah Abi bilang seperti itu." Kirana mencebikkan bibir.
"Beneran kog dia bilang seperti itu. Makanya, jangan mudah ngambek Ran! Kasihan Bima. Sebenarnya dia juga ingin segera pulang ke Jogja. Namun sangat disayangkan, urusan bisnisnya di Jakarta belum selesai."
"Bagaimana aku nggak ngambek Rei, tadi ... saat aku menghubunginya, sahabatmu itu seolah nggak fokus mendengar semua ucapan yang keluar dari mulutku. Dia malah bilang ...." Kirana menggantung ucapannya. Ia tak kuasa jika mengulang kembali ucapan yang dilontarkan oleh Abimana ketika mereka berdua berbincang melalui sambungan telepon. Entah apa yang diucapkan oleh pria bermata teduh itu sehingga membuat Kirana teramat resah dan gelisah.
"Ayah bilang apa Bund?" tanya Keanu dengan menautkan kedua alisnya. Keanu teramat penasaran dengan apa yang telah diucapkan oleh ayahnya pada sang bunda.
"Ayahmu bilang ...." Lagi-lagi Kirana menggantung ucapannya.
"Ah sudahlah Ke. Mungkin, ayahmu hanya bercanda," sambung Kirana dengan mengibaskan tangan.
"Yang terpenting saat ini, kita langitkan pinta untuk ayah, semoga ia selalu diberi kesehatan dan keselamatan, sehingga bisa berkumpul kembali bersama kita. Jika melihat cucu pertamanya yang sangat cantik ini, bunda yakin ... ayahmu pasti akan sangat bahagia Ke," imbuh Kirana disertai senyuman yang menyiratkan makna.
"Aamiin yaa Allah. Keanu sudah tidak sabar menyaksikan bagaimana ekspresi ayah ketika melihat buah hati kami, Bund."
__ADS_1
"Iya Ke. Bunda pun sama seperti kamu. Bunda juga sudah tidak sabar ...."
Kirana mengusap pipi baby Chayra dengan lembut. Netranya berkaca-kaca tatkala melihat wajah sang cucu yang teramat cantik, perpaduan wajah Raina dan Keanu.
"Bi, andai kamu melihat cucu pertama kita, aku sangat yakin ... kamu akan merasa teramat bahagia. Entah mengapa, hatiku terasa perih saat mendengar kata-kata yang tidak semestinya terucap dari bibirmu, Bi. Sebab, aku ingin menua bersamamu ...." Kirana bermonolog di dalam hati. Wanita yang tak lagi muda itu berusaha untuk tetap tersenyum meski perasaannya saat ini ... campur aduk. Bahagia bercampur sedih, sebab kekasih yang teramat ia cintai tidak berada di sisi. Ditambah ucapan Abimana yang ... entah.
"Oya Bund, sudah ada kabar mengenai kondisi mas Rama?"
"Sudah Ke. Tadi, bunda menemui dokter yang menangani Rama. Kata beliau, alhamdulillah ... kondisi Rama sudah membaik. Insya Allah, lima hari lagi ... Rama sudah diperbolehkan untuk pulang."
"Alhamdulillah yaa Allah." Netra Keanu berbinar. Ia teramat lega setelah mendengar ucapan sang bunda.
"Rama juga sudah siuman, Ke. Saat ini, ia ditemani oleh Ellana dan Al," imbuh Kirana disertai seutas senyum.
"Alhamdulillah. Keanu teramat bersyukur Bund. Nanti, Keanu akan menjenguk mas Rama sekaligus meminta maaf padanya."
"Iya Ke. Jenguklah Rama! Bukan hanya meminta maaf pada Rama. Namun, minta maaflah pada keluarganya juga, meski apa yang menimpa Rama bukan sepenuhnya karena kesalahanmu."
...
"Assalammu'alaikum ...." Terdengar sapaan salam diiringi suara langkah kaki. Seketika, Keanu, Kirana, Raina, Alya, Raikhan, dan Shela menoleh ke arah asal suara.
"Wa'alaikumsalam ...," sahut mereka dengan kompak.
"Nabila?" lirih Kirana. Netranya berotasi sempurna tatkala menyadari kedatangan seseorang yang selama ini ia rindukan. Nabila Arista. Salah seorang sahabat Kirana ketika ia tinggal di Jakarta.
"Iya, aku Nabila ... Kiran." Nabila merentangkan kedua tangan disertai lengkungan bibir yang menghiasi wajahnya.
"Nabila, sahabatku." Kirana menghambur ke pelukan sahabatnya. Kedua dokter cantik itu saling berpeluk, menumpahkan segenap kerinduan.
"Kiran, bagaimana kabarmu, hmmm?" tanya yang terlisan dari bibir Nabila. Perlahan keduanya melerai pelukan.
__ADS_1
"Alhamdulillah, baik. Kamu ... apa kabar, Bil?"
"Alhamdulillah, aku juga baik Ran. Selamat ya, atas kelahiran cucumu yang sangat cantik."
"Trimakasih, Nabil."
"Nggak terasa, kita sudah setua ini Ran. Dulu kita berpisah karena ayahku dimutasi ke Kalimantan," tutur Nabila. Netra Nabila berkaca-kaca tatkala teringat perpisahannya dengan Kirana yang sangat tiba-tiba.
"Iya, Bil. Saat itu, aku benar-benar kehilangan sosok sahabat yang teramat berarti dalam hidupku," sahut Kirana. Netra wanita yang berstatus sebagai istri comel pilihan Abi itu pun tampak mengembun. Bahkan titik-titik air mulai menganak di kelopak matanya.
"Maaf ya Ran, aku pergi meninggalkanmu saat kamu membutuhkan sandaran untuk berbagi cerita. Terutama mengenai masalahmu dengan Vano dan pria yang menjadi cinta pertamamu. Kalau tidak salah ... namanya Ra-Raikhan ya?"
DEG DEG DEG
Semua orang yang berada di ruangan itu ... terkesiap tatkala mendengar ucapan yang terlontar dari bibir Nabila. Apalagi objek yang dimaksud oleh Nabila, Raikhan Alfathan. Rahasia yang selama ini tertutup rapat pada akhirnya terungkap juga.
"Bil, itu semua sudah menjadi masa lalu. Lagi pula, kini hidupku sudah teramat bahagia. Aku mencintai seorang pria yang juga mencintaiku ... Abimana Surya Saputra. Apalagi, kami sudah dianugerahi tiga orang anak yang tampan dan cantik. Ditambah ... seorang cucu yang teramat cantik ...." Kirana berusaha membuka suara untuk meredakan ketegangan. Ia sangat faham bahwa ucapan Nabila merusak suasana bahagia yang baru saja tercipta.
Entah bagaimana perasaan Raikhan setelah ia mengetahui bahwa pria yang pernah bertahta di hati Kirana ternyata dirinya sendiri....
Masa lalu biarlah berlalu. Kita buka lembaran baru tanpa menyesali rasa yang pernah menyapa. Aku dan kamu menyatu karena takdir berpihak pada rasa kita. Bukan pada rasamu untuknya ataupun rasaku untuk seseorang yang pernah bertahta di hati....
πΉπΉπΉπΉ
Bersambung....
Mohon maaf dari kemarin author belum bisa UP MjB dan ICSS... Insya Allah, beberapa episode lagi, MjB akan end. Tentang kisah cinta Khanza, insya Allah akan othor tulis di karya baru βΊπ
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like π
Beri komen, gift, atau vote jika berkenan π π
__ADS_1
Trimakasih dan banyak cinta untuk para readers yang telah berkenan mendukung karya2 author yang masih banyak kekurangannya βΊβ€β€β€β€β€β€β€β€