
Sebelum pergi ke pulau mimpi, Keanu dan Raina bercengkrama di atas ranjang. Keanu melingkarkan tangannya di pinggang Raina. Sedangkan Raina, ia menenggelamkan kepalanya di dada bidang Keanu.
"Rain, kok kamu bisa hafal doa sebelum bersenggama, sih?" Keanu menahan senyum hingga bibirnya menipis. Rasa penasaran yang sejak tadi ditahannya akhirnya meluncur juga.
"Apa, kamu sengaja menghafalkannya special untuk malam pertama kita?" sambung Keanu dengan hati merekah. Ia percaya diri karena merasa Raina mempersiapkan yang terbaik untuk menyambutnya.
Raina yang sudah hampir terlelap, berkata pelan. "Jangan ke geer an Ke, aku hafal karena sejak kecil ... sering mendengar doa itu saat aku tidur sama mama dan papa."
Netra Keanu membulat sempurna. "Maksud kamu, apa Rain? Kamu mendengarnya saat tidur bersama papa dan mamamu?"
Hening ....
Hanya terdengar dengkuran halus. Keanu mengulas senyum ketika melihat bidadarinya sudah terlelap.
"Sepertinya, kamu sangat kelelahan, Rain ...."
Keanu mengecup pucuk kepala Raina sebelum menyusul ke pulau mimpi.
.
.
Raina terbangun tatkala mendengar lantunan kalam cinta yang teramat merdu. Netra Raina memicing menyesuaikan cahaya lampu kamar. Bibir perempuan yang tak lagi gadis itu, terhias seutas senyum kala menyadari siapa pemilik suara merdu yang ia dengar. Siapa lagi jika bukan suami yang sangat ia cintai, Keanu Putra Abimanyu.
Seusai mengakhiri bacaannya, Keanu beranjak dari atas sajadah. Ia mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang dan menaruh mushaf di atas nakas.
"Asalamu'alaikum istriku ...." Keanu menyapa istrinya yang baru saja terbangun dengan ucapan salam. Ia memberikan kecupan dalam di kening perempuan yang sudah menjadi kekasih halalnya.
"Wa'alaikumsalam, Ke ...." Raina membalas ucapan salam disertai senyuman yang merekah.
"Rain, mulai saat ini ... panggil aku mas! Jangan memanggil suami tampanmu ini dengan sebutan nama ...." Keanu menoel hidung Raina.
"Mas?? Tapi ... usia kita kan nggak terpaut jauh, Ke."
"Bukan masalah usia, Rain. Tapi ... biar lebih sweet."
"Oh ... begitu ...."
"Heem .... Atau, kalau nggak ingin memanggilku mas, panggil aku hubby!"
Raina tertawa. "Hubby ... Bie? Hmmm, dikira malah memanggil nama ayah mertua dong."
"Jadi, kamu ingin memanggilku apa, Rain?" Keanu sedikit menundukkan wajahnya. Memangkas jarak antara dirinya dan Raina.
Raina menarik kedua sudut bibirnya dan mengusap lembut pipi Keanu. "Beb ..."
"Beb ... ?" Keanu sedikit mengerutkan dahinya.
"Heem ..."
"Ternyata, istriku so sweet sekali. I love you so much my soulmate."
"I love you so much too, Kean ... echhh Beb." Raina terkikik geli. Ia belum terbiasa memanggil Keanu dengan panggilan sayang, Beb.
CUP
Keanu mendaratkan kecupan di bibir ranum Raina.
"Beb, panggilan sayang untuk aku ... apa dong?"
"Apa yaaa .... " Keanu nampak berpikir sejenak.
__ADS_1
"Honey, atau ... Sayang aja?" sambung Keanu.
"Up to you ...."
"Baiklah ... aku akan memanggil istriku, Honey. Karena, segala apa yang ada padamu, bagaikan madu yang ingin selalu kusesap, Rain. Dan rasanya, ritual semalam ... ingin aku ulangi lagi, lagi, lagi, dan ... lagi."
"Ehemm, ngatain Ikhsan o-mes, sekarang malah jadi o-mes sendiri," cibir Raina sambil mencubit pinggang Keanu.
"Pffttt ... iya juga ya." Keanu menertawai dirinya sendiri. Ia tidak menyangka, ucapan Ikhsan ternyata benar. Setelah mereguk kenikmatan surga dunia, otaknya mulai oleng. Imannya lemah jika berdekatan dengan Raina, kekasih yang halal disesap madunya.
"Honey, mandilah! Biar seger."
"Iya, Beb."
"Aku bantu mandinya?"
"Tidak usah. Bukannya membantu, malah ... melakukan itu lagi."
"Tapi, Honey suka 'kan?" Keanu melengkungkan bibirnya.
"Heem, tapi ... bagian bawah sini masih terasa perih, Beb. Semalam, di obrak abrik tanpa ampun." Raina memasang wajah memelas.
"Maaf. Aku akan membuatnya tidak akan terasa perih lagi, Hon." Keanu tersenyum penuh makna.
"Gimana caranya, Beb ... ?" tanya Raina dengan menautkan kedua alisnya.
"Caranya ... dengan sering melakukan ritual penyatuan raga."
"Issshhhh ... modus," cebik Raina.
Keanu tertawa melihat ekspresi wajah Raina yang nampak menggemaskan.
"Sudah hampir tiba waktu subuh ...."
"Yasudah, yuk aku antarkan ke kamar mandi, Hon!"
Raina mengangguk samar disertai seutas senyum penuh makna. Keanu meraih tubuh Raina. Lalu ia menggendong Raina ala kuli panggul. π
.
.
Seusai membersihkan diri, Raina bersiap menjadi makmum sholat subuh. Ia menggelar sajadah, kemudian memakai mukena.
"Allohu Akbar ...." Keanu membaca takbiratul ikhram untuk mengawali ritual ibadah sholat subuh berjamaah. Tentu saja setelah membaca niat karena Allah.
Kedua insan yang kini telah menjadi pasangan halal atas keridhoan-Nya, tenggelam dalam kekhusyukan dan kenikmatan beribadah.
πΉπΉπΉ
Di kamar yang berbeda, Ikhsan dan Alyra saling berpeluk seusai melakukan ritual olah raga pagi.
"Mas ... perutku mual sekali." Alyra mengurai pelukan. Gegas, ia beranjak dari ranjang lalu berlari menuju kamar mandi, diikuti oleh Ikhsan.
"Hoekk ... hoekkk ...." Alyra menumpahkan isi perutnya.
"Sayang, kenapa?" Ikhsan mengusap punggung Alyra. Raut wajah Ikhsan menyiratkan kekhawatiran.
"Entahlah, Mas. Badanku lemas, kepalaku teramat pusing." Suara Alyra terdengar lirih.
"Mungkin, Sayang masuk angin ... karena semalaman tidak mengenakan pakaian. Maafkan Mas Ikhsan, Yang. Sayang jadi sakit karena perbuatan Mas Ikhsan," sesal Ikhsan.
__ADS_1
Alyra memutar tubuhnya, hingga ia dan Ikhsan saling berhadapan.
"Sudahlah, Mas. Semalaman, Alyra malah merasa teramat bahagia karena curahan cinta Mas Ikhsan, yang membuat Alyra seolah terbang ke surga." Alyra mengusap pipi Ikhsan dengan lembut. Kedua netra mereka saling bersiborok.
Meski sudah hampir setengah tahun menikah, degup jantung Ikhsan dan Alyra selalu berdentum-dentum ketika wajah mereka berdekatan.
Ikhsan bersiap mendaratkan bibirnya di bibir ranum Alyra. Namun ....
"Hoekkk ...." Alyra kembali memuntahkan isi perutnya. Ikhsan terkesiap, karena bibirnya terkena semburan.
"Ma-maaf, Mas."
"Hoekkk ...."
Lagi-lagi, Alyra memuntahkan isi perutnya. Kali ini, baju Ikhsan yang menjadi korban muntahan Alyra.
"Sayang ...." Wajah Ikhsan terlihat sendu.
"Maaf, Mas ...."
.
.
Setelah membersihkan tubuh, Ikhsan segera menghubungi Kirana untuk memeriksa Alyra.
"Bagaimana keadaan istri saya, Te?" tanya Ikhsan dipenuhi kekhawatiran.
Kirana mengulas senyum. Netranya dihiasi oleh binar bahagia. "San, jaga istrimu! Jangan biarkan Alyra kelelahan ...."
"Iya, Te. Ikhsan akan menjaga dan tidak akan membiarkan Alyra kelelahan. Tapi, sebenarnya ... istri saya sakit apa, Te?"
"San, istrimu tengah mengandung buah cinta kalian ...."
Ikhsan dan Alyra terkesiap. Mereka teramat bahagia mendengar jawaban yang diberikan oleh Kirana.
"Benarkah, Te?"
"Iya, San. Usia kehamilan istrimu ... 8 minggu. Jadi, jangan melakukan aktivitas berlebihan."
"Alhamdulillah ...." Seketika, Ikhsan menjatuhkan tubuhnya di lantai. Lalu ia bersujud, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Illahi.
"Ya Allah, Alhamdulillah. Terimakasih atas anugerah yang Engkau berikan kepada kami."
Ikhsan mengangkat tubuhnya, lalu ia duduk di tepi ranjang.
"Yang, trimakasih ...." Ikhsan memeluk Alyra dengan erat. Alyra membalas pelukan Ikhsan dengan tak kalah erat.
"Mas, seharusnya ... Alyra yang mengucapkan kata terimakasih. Karena, Mas Ikhsan telah menjadikan Alyra sebagai seorang wanita yang sempurna. Aku sangat mencintaimu, Mas."
"Aku juga sangat mencintaimu, Yang." Ikhsan dan Alyra sedikit meregangkan pelukan. Keduanya saling memagutkan bibir, menyesapi manisnya madu sebagai ungkapan rasa cinta.
Melihat adegan yang membuat netranya ternoda, Kirana bergegas mundur alon-alon.
.....
πΉπΉπΉπΉ
Bersambung ....
Mohon maaf readers yang tercinta, episode kemarin ada revisi sedikit di part Keanu dan Raina π π πππ
__ADS_1
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak like dan beri komentar penyemangat πππ
Trimakasih πππ