
Dua minggu telah beralalu. persiapan pernikahan antara Raka dan Mira sudah selesai semua atas bantuan dari keuarga besar kedua mempelai yang kompak, ya walaupun banyak selisih paham dan berbagai berdebatan kecil namun semua berjalan lancar.
"Saya terima nikah dan kawinnya Mira Andara Putri binti Pandu Winata dengan mas kawin seperangkat alat shollat dan emas empat puluh gram dibayar tunai" Ucap Raka dengan lantang tanpa cacat dan kesalahan kata sedikitpun di depan para saksi dan keuarga besar serta tamu undangan.
"Bagaimana para saksi? sah?" Tanya penghulu memastikan.
"Sahhhh.. SAHHHHH sahhhhhhh" jawab beberapa orang yang menyaksikan pernikahan tersebut termasuk para saksi.
yeayyy SAHHHHHHH
Setelah terucap bahwa mereka berdua sah menjadi sepasang suami istri akhirnya halaal. Mira langsung mencium punggung tangan kanan lelaki yang baru saja menjadikannya dia istri, kemudian dibalas dengan Raka mencium kening Mira dengan romantis membuat semua tamu yang menyaksikan baper seketika.
"Yangg, pengin Dicium Kaya gitu lagiii.." rengek Ina pada Bima, suaminya yang sudah hadir dari pagi menyaksikan acara dari sahabatnya.
"Ihhh sayang.. Kan tiap Hari kamu aku cium kebingnya setiap mau berangkat kerja, huuuu" jawab Bima.
"Hehehe.. Kan ngga banyak yang tahu,"
"Dulu waktu Kita nikah juga Kita Kaya gitu, sama-sama disaksikan banyak orang" Ujar Bima.
"Iya dehhh.. tapi pengin Dicium lagi sekarang!" Rengek Ina.
"Ihhh gak malu apa? banyak banget orang begini!" Tanya Bima memastikan.
"Kan suami istri sayang, Ayo kiss mee!" Ucap Ina sembari jari tangannya menunjuk keningnya sendiri memberi instruksi pada sang suami untuk segera mendaratkan ciumannya ke keningnya.
"Hiii.. mmmuuaacchh," Satu kecupan mendarat ke kening Ina. Ina sangat bahagia karena Bima sudah menyanggupi permintaannya.
Disisi lain Raka dan Mira sedang bersalaman di pelaminan untuk menyambut tamu undangan yang juga memberi selamat atas pernikahan mereka. Banyak sekali tamu undangan dari keluarga besar mereka dan rekan kerja atau bisnis orang tua mereka membuat Mira merasa lelah karena berdiri terus menerus.
Para sahabat mengalah untuk memberi ucapan selamat di akhiran saja karena tidak mau mengantru terlalu lama.
Ina dan Bima memilih untuk mengisi perutnya teelebih dahulu karena memang sudah sangat lapar. Mereka berdua makan disusul oleh Santi dan juga Adi yang membawa sang buah hati yang baru berusia 2 bulan.
Sementara Cahyo dan Sindy menunggu sambil duduk di tempat tamu sambil memakan kue.
__ADS_1
Ketika mereka berenam sedang asyik mengobrol mereka dikejutkan oleh kedatangan dua orang yang sangat tidak asing bagi mereka.
Iya mereka adalah Abay dan Irfan yang tidak lain adalah sahabat waktu SMA.
"Hii bro, gimana kabar kalian?" Sapa Irfan pada sahabatnya.
"Heiii . Kita Baiklah, lo kapan pulang ke Indonesia? kok tidak ngabarin? jahat lo!" Jawab Ina yang syok melihat sahabat sewaktu SMA yang sudah lama tidak jumpa tiba-tiba sekarang terpampang di depan matanya.
"Hehe iya sorry, kemarin gak sempat ngabarin. Gue baru pulang tadi malam sampai, dadakan lagi." jawab Irfan dengan cengirannya.
"Kalo lo gimana Bay, kok tidak ada kabar sama sekali, lo menetap dimana sekarang?" Tanya Bima sambil menunjuk Abay yang sedang berdiri di depannya.
"Hemmm.. gue kan ngikut bokap ke Singapura. Jadilah, gue kuliah sama kerja di Singapura sekarang jarang juga ke Jakarta."
Jawab Abay santai.
"Kalian kapan balik ke luar?" Tanya Sindy sambil melipat tangannya kedepan dan tatapan tajam.
"Gue lusa musti balik, ada ujian semester" jawab Irfan.
"Kalo gue besok pagi, bokap sudah nungguin soalnya gue Kan kerja tidak bisa cuti lama-lama nanti dimarahin bokap gue."
"Iyaa betul tuhhh..." sambung Ina.
"Sudahlah.. nanti juga Ada waktunya kota bisa bersama lagi setelah gue lulus S2 Gue bakal balik dan menetap disini." Jawab Irfan dengan senyum manisnya yang menenangkan.
"Beneran? oke baiklah..." Ucap Ina.
"Mending sekarang Kita ucapin selamat dulu yuk ke kedua mempelai, sekalian ikut foto siapa tahu dapat cepat menyusul mereka hahhaa" Ajak Abay pada sahabat-sahabatnya.
"Yee.. makanya nikah, sudah tua lo.. " Sahut Bima.
"Diam lo Bimm mentang-mentang sudah punya bini mengejek kaum jombloers saja kerjaannya. Huuh" Sahut Irfan.
"Hahahahaha kasian..' Ejek Bima lagi.
__ADS_1
Setelah merasa di pelaminan sudah tidak seramai tadi Ina, Bima, Santi, Adi, Cahyo, Sindy, Irfan juga Abay langsung bergegas menuju ke pelaminan untuk menyalami pengantin dan tidak lupa mengucapkan selamat dan tidak lupa mendoakan mereka berdua.
"Selamat menempuh hidup baru ya cantik, gak nyangka 6 tahun pacaran nikah juga.. Kaya Ina sama Bima saja lo, sekali lagi selamat ya semoga cepat diberi momongan sama Allah." Ucap Santi diikuti oleh suaminya.
"Terima kasih ya mamah muda, lucu banget si bayinya jadi pengin nyubit deh ." Ucap Mira sambil mencium pipi anak Santi dan Adi.
"Semoga cepat menyusul Kita ya sayang,"Ucap Raka sambil merangkul pinggang istrinya.
"Aamiin..." jawab Mira.
"Selamat Mantan, akhirnya punya laki juga lo!" Ucap Irfan.
"Ehhh.. lo, kapan pulang?" Tanya Mira terkejut karebmna tiba-tiba Irfan berada di depannya padahal minggu kemarin ngabari bahwa dia tidak bisa pulang begitu juga dengan Abay.
"Tadi malam, sengaja gue bohongin lo haha" Jawab Irfan santai.
"Kurang ajar lo!" Mira cemberut dan bibirnya monco g ke depan membuat jesan lucu padanya.
"Yee jangan ngambek gitu dong mantan," Ucap Abay yang berada di belakang mengekori Irfan.
"Biasa saja panggilnya tidak usah panggil mantan, gue gak suka!" Sahut Raka agak emosi karena dihari pertama menikahnya hanya dibuat cemburu.
"Iyaa sorry, haha tenang saja gue Masih waras tidak mungkin gue rebut bini lo.. gue bukan Pebinor!" jawab Abay sambil ketawa.
"Awas aja lo, habis ntar kalau sampai berani rebut Mira dari gue!" ancam Raka.
" Santai broo" sahut Irfan.
"Ihh apaan si sayang, aku Kan cuma cinta sama kamu, Masa iya aku balikan sama mereka ya tidak mungkin lah... I love you so much suamiku" Ucap Mira sambil senyum manis ke arah Raka.
"Bener ya, I love you too my wife" balas Raka pada istrinya.
Setelah semuanya mengucapkan selamat kepada mempelai mereka memutuskan untuk ikut foto bersama pengantin secara bergantian Dan Ada pula yang ramai-ramai dengan wajah dan ekspresi yang unik sengaja dibuat untuk gila-gilaan di hari bahagia kedua sahabatnya yang tengah dirundung kebahagiaan itu.
Acara selesai semua tamu meninggalkan gedung tempat acara berlangsung begitupun para kerabat dan sahabatnya.
__ADS_1
Mira dan Raka langsung memilih pulang ke apartemen Raka karena kebetulan Mira sudah membawa beberapa koper pakaian dan barang-barang pribadi miliknya.
Lanjut episode berikutnya ya guys...😍