
"Mira, besok sabtu Kita jalan yukk.." ajak Raka ketika mereka berdua sedang duduk di taman kampus.
"Mau kemana Raka?" Tanya Mira penasaran
"Kemana aja lah asal sama kamu," Jawab Raka sambil senyum genit.
"Yee.. gombal kamu haha" sambil mencubit tangan Raka
"Aww.. sakitt sayangg" rengek Raka.
"Ups.. sorry sengaja aku hahaha. Ehhh mau kemana sabtu besok sayang?" Tanya Mira lagi.
"Ke puncak gimana? disana ada Villa keluargaku. Tapi aku penginnya pergi berdua saja sayang, gimana? mau Kan kamu? mau yahhh please.." mohonnya pada pujaan hatinya.
"Tuh kan kebiasaan manja banget kayak anak kecil huuffhhh.. iyaa iyaa besok, kamu jemput aku aja. Sekalian izin sama mama papaku ya." jawab Mira dengan melihat mata sayu Raka.
"Oke Siap,makasih sayang.. Saya mau ke kelas dulu yah, nih bentar lagi Ada kelas." Pamit Raka Setelah melihat jam tangannya, lalu bergegas menuju ke kelasnya.
"Oke.. see you bye"
"Byee" sahut Mira lagi.
Semenjak Raka dan Mira ada hubungan spesial, mereka berdua memang sering jalan keluar untuk sekedar makan, jalan-jalan, main bareng untuk seru-seruan bareng dan menghilangkan rasa bosan.
Raka selalu punya cara untuk membuat hati Mira berdegup kencang hanya dengan Raka melihat Mira dengan mata genit, ucapan mesra yang membuat jantung Mira berlari-larian tak tentu arah.
Hari sabtu pagi, Raka menjemput Mira di rumahnya untuk pergi ke puncak bersamanya.
Ting tong.. ting tongggg
suara bel rumah Mira bunyi. Raka yang memencet tombol belnya.
Mira langsung membuka pintu rumahnya dan mempersilakan Raka untuk masuk ke rumahnya.
"Selamat pagi, wihhh udah cakep aja" Sapa Mira pada lelaki pujaannya.
"Pagi sayang. ganteng dari dulu gue"
"Hehe .. ya sudah Ayo masuk, mama papa sudah di dalam" Ajak Mira sambil menggandeng tangan Raka.
"Ayo ..pengin ketemu sama mama papa mertua hihi" bisik Raka pelan.
Walaupun Raka termasuk pria yang agak pemalu, pendiam, tapi kalau soal cinta Raka selalu mengusahakan dan memperjuangkannya. Apalagi ini berhubungan dengan calon mertuanya. Awalnya ragu dan takut namun Raka bersikeras untuk tidak mengecewakan wanitanya
Raka dan Mira berjalan bebarengan, masuk ke rumah Mira dan langsung menuju ke ruang makan, karena papa dan mama Mira sedang sarapan di meja makan.
"Selamat pagi Om, Tante.." sapa Raka dengan senyum, lalu bersalaman dan mencium tangan calon mertuanya.
"Pagi kembali nak Raka.. Wahhh, bagaimana kabar mama papa?" ucap Mama.
"Alhamdulillah sehat, baik semua tante" jawab Raka.
" Syukur lah.. oiya, ayo sarapan bareng Kita nak.."
"Baik terima kasih tante"
Raka memakan satu tangkep roti bakar dan meminum segelas susu yang sudah tersedia di meja makan.
__ADS_1
"Om, tante, Raka mau ajak Mira jalan-jalan ke puncak pagi ini, mungkin pulangnya sore atau malam. Boleh tidak om, tante?" Tanya Raka pada kedua orang tua Mira.
Sementara Mira hanya tersenyum penuh harap pada mama papanya.
"Boleh, daripada Mira di rumah terus bosen.. sekali-kali lah liburan. Iya ngga mah?" jawab Papa Mira.
"Iyaa boleh saja.. yang terpenting Hati-hati ya, kalau ada apa-apa ngabarin Kita." jawab Mama Mira dengan senyum kearah Raka.
"Oke Siap Om, tante.. terima kasih banyak ya" ucap Raka
"ahh iyaa.. mau berangkat jam berapa nak?" Tanya Mama Mira.
"Sebentar lagi otw tan, kalau kesiangan takut kejebak macet soalnya."
"Raka, Ayo jalan. Mah, Pah, Mira sama Raka pergi dulu ya..
"Kita jalan dulu ya Om, tante" ucap Raka pada kedua orang tua Mira.
Mira mencium kedua tangan orang tuanya. Lalu dilanjutkan oleh Raka yang juga pamitan sama Orang tua Mira lalu tidak lupa mencium tangan keduanya.
Setelah pamit, Mira dan Raka langsung meninggalkan rumah dan masuk kedalam Mobil Raka yang terparkir di halaman depan rumah Mira.
Raka langsung melajukan mobilnya ke arah puncak yang memakan waktu sekitar 2 jam. Beruntung karena jalanan belum macet, jadi lancar jaya. Ketika Raka menyetir mobilnya sambil menyetel lagu-lagu melow Mira malah tertidur pulas disebelah Raka.
"Yahhh.. malah tidur kamu. Tapi walaupun tertidur tetap kelihatan cantik, alami sayang" Ucap Raka sambil senyum manis dan melihat ke arah Mira yang sedang tertidur pulas menyender ke jok mobil.
Hanya memakan 2 jam perjalanan mereka berdua sampai ke tujuan. Raka langsung memarkirkan mobilnya di carport yang ada di villanya. Raka langsung mematikan mesin mobilnya dan membangunkan Mira yang sedari tadi tertidur. Mira tadi malam memang tidur hanya beberapa jam saja karena harus mengerjakan tugas kuliah sampai lembur.
"Sayang.. sayang, Kita sudah sampai, bangun sayang" Ucap Raka pelan sambil mengelus rambut Mira.
"Emmm.. Rakaa, Kita dimana? sudah sampai?" tanya Mira.
"Kita sudah sampai di villa puncak sayang, Ayo turun" jawab Raka
"Iya deh.."
Raka langsung keluar dari mobilnya dan dengan cepat lari membukakan pintu Mobil yang ada disebelah kiri agar Mira bisa segera keluar.
Mereka berdua langsung masuk dan duduk di ruang tengah villa. Raka mengambil minuman dingin yang ada di kulkas. Villa itu ada yang jagain kalau malam dan rutin dibersihkan oleh orang suruhan orang tua Raka. Jadi kebersihannya sangat terjaga walaupun tidak ditempati.
Setelah istirahat cukup, Raka mengajak Mira untuk menikmati indah pemandangan di halaman belakang Villa. Pemandangannya sangat asri, hijau dan menyejukkan ditambah angin yang membuat pepohonan dan daun-daun melambai-lambai. Mereka duduk bersebelahan di bangku yang sudah tersedia di taman itu.
"Sayang, kamu lihat bukit itu kan?" Tanya Raka sambil menujuk sebuah bukit di depan yang menjulang tinggi.
"Iyaa aku lihat, emang kenapa?" Tanya Mira bingung.
"Emm.. bukit itu seperti hubungan sayang. Dilihat dari jauh kelihatannya bagus, Indah, tapi jika Kita mendaki dan berjalan melaluinya. Lalu menyusuri setiap langkahnya pasti sangat banyak rintangan, jalan yang berkelok dan medan yang terjal"
Jawab Raka.
"Emm maksudnya bagaimana sayang?" Tanya Mira tambah bingung dengan mengerutkan dahinya.
"Jadi gini sayang.. Hubungan itu Kaya bukit itu. Kalau dijalanin pasti banyak ujian, cobaan, beribu masalah untuk menuju kebahagiaan yang sesungguhnya sayang, gimana sudah paham?" jawab Raka sambil mencubit pipi Mira yang tembem.
"Ihhh sakitt.. iyaa iyaa aku paham"
"Bagus lah kalau paham. Aku mau Kita mendaki bersama sampai kearah puncak sayang.. kamu mau Kan?" ucap Raka pelan sambil menyilakan rambut Mira ke telinga.
__ADS_1
"Iyaa aku mau ko Raka," jawab Mira sambil menyunggingkan senyumnya.
"Hehe. setia yah sama aku, aku serious sama kamu. Siapa Tau berjodoh Kita"
"Setia? aku selalu setia sayang"Jawab Mira lembut.
"Terima kasih sayang. I love you" Ucap Raka sabil mengelus tangan Mira.
"I love you too" jawab Mira.
Saking nyamannya, kepala Raka menyender ke bahu Mira membuat Mira sedikit risih karena belum terbiasa.
"Sayang.. merem dong aku punya kejutan buat kamu" Pinta Raka.
"Ihh iyaaa. " Tanpa pikir panjang Mira langsung memejamkan kedua matanya menurut atas permintaan Raka.
"Mmmuuaacchh"
tiba-tiba sebuah kecupan bibir mendarat pada Pipi tembem Mira. Iyaa Raka mencium Mira until yang pertama kalinya selama beberapa bulan mereka saling jaga komitmen.
Sontak Mira langsung melongo, kaget dibuatnya atas apa yang dilakukan Raka terhadapnya.
"Maaf Mira, aku akuuu akuuu ngga sengaja. aku khilaf.." ucap Raka dengan rasa bersalahnya.
Mira terus diam, lalu tanpa pikir panjang Mira malah membalasnya.
"Mmmuuaacchh" Mira mencium pipi Raka yang mulus nan tampan itu.
Sontak saja Raka sangat kaget karena reaksi Mira bukannya marah terhadapnya malah membalas ciumannya ke pipi Raka.
"Sayang.. kamu ngga marah? makasih yaa.. " ucap Raka masih dengan ekspresi gugup.
"Ngga adil dong, Masa kamu kecup pipi aku aku Engga hhaa" jawab Mira santai.
Jujur Raka adalah lelaki pertama yang mengecup pipi Mira, semantara Raka dulu pernah mencium pipi mantan pacarnya sewaktu SMA kelas 1.
Suasana semakin hangat, kini Raka sudah tidak sungkan untuk mengecup pipi dan kening Mira.
Ketika sudah sore mereka langsung memutuskan untuk pulang ke rumah. Namun perjalanan sangat macet hingga memakan waktu sekitar 4 jam.
"Tuuuuttt tuuttttt"
Suara handphone Mira bunyi, mamanya calling Mira.
"Hallo Mah, kenapa mah?" Tanya Mira
"Halli sayang . sudah dimana? sudah malam belum sampai rumah juga?" Tanya mama.
"Iyaa mah, bentar lagi nyampai soalnya macet. ini lagi di jalan" jawab Mira
"Oke.. mama tunggu ya, Hati-hati sayang"
"Oke mahh" jawab Mira
Mira langsung mematikan telfonnya.
1 jam kemudian Mereka sampai, Raka mengantar Mira ke rumahnya dan mampir sebentar guna pamitan ke papa dan mama Mira dan meminta maaf karena pulang terlambat gara-gara terjebak macet parah di jalan. Setelah itu Raka pulang ke rumahnya.
__ADS_1