Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Demam


__ADS_3


Happy reading


Hati Zaki bertudung mendung, karena keinginannya untuk menjadikan Alyra sebagai seorang istri ... gagal. Ia menyesali apa yang telah terjadi. Ia sangat marah pada dirinya sendiri, karena lemahnya iman.


Sedari siang tadi, Zaki tidak beranjak dari tempatnya duduk sembari merenungi takdir cinta yang tidak selaras dengan keinginan dan harapan, meski Anjani sudah berulang kali membujuknya.


"Ya Allah, ampuni hamba-Mu yang lemah iman ini. Hamba salah, hamba khilaf. Robb, hamba sangat mencintai Alyra. Hanya Alyra yang ingin hamba nikahi, tetapi ... mengapa Engkau menghadirkan Anjani? Begitu buruk dan hinakah hamba? Sehingga tidak pantas untuk mendampingi Alyra, seorang gadis yang sempurna ...." Zaki terus bermonolog di dalam hati dan tidak mengindahkan bujukan Anjani.


"Mas, sudah petang. Dari tadi, Mas Zaki tidak mau beranjak dari tempat ini. Mas Zaki juga belum makan dari siang. Mas, ayo kita pulang! Jangan menyesali apa yang telah terjadi. Anjani memang salah telah menjebak Mas Zaki, hingga kita terpaksa menikah secara siri. Tapi ... jangan mengingkari bahwa Mas Zaki sangat menikmati penyatuan raga yang telah kita lakukan malam itu. Perlakuan Mas Zaki yang sangat lembut ketika raga kita akan menyatu, masih terngiang-ngiang diingatan. Jujur, Anjani bukan hanya ingin mendapatkan raga Mas Zaki, tetapi ... Anjani juga ingin mendapatkan hati seorang Zaki Rizal Syaputra seutuhnya. Mas, terimalah kenyataan bahwa Anjani lah jodoh Mas Zaki. Bukan mbak Alyra atau gadis yang lain. Rana kita sama, Mas. Kita sama-sama sudah yatim piatu, meski ... Mas Zaki mempunyai ayah angkat."


Zaki tetap bergeming. Pandangannya tidak beralih dari hamparan air laut yang membiru. Ingin rasanya, Zaki berteriak sekeras mungkin. Untuk melepaskan beban di dalam dada.


Tetiba, Anjani merasa sangat pusing. Tubuhnya serasa lemas. Anjani berusaha untuk tetap bertahan. Namun ....


BRUK


Tubuh Anjani ambruk di atas pasir pantai.


"Anjani...," pekik Zaki sembari berusaha menyadarkan Anjani dengan menepuk-nepuk pipi perempuan yang berstatus sebagai istri sirinya.


"Anjani, bangun! Jangan berpura-pura lagi, Ja! Sungguh, aku tidak suka ini_."


Zaki menempelkan telapak tangannya pada kening Anjani. "Ya Allah, mengapa kening Anjani panas sekali. Aku harus segera membawanya ke rumah sakit."


Gegas, Zaki mengangkat tubuh Anjani dan segera membawa istrinya ke rumah sakit.


🌹🌹🌹


Sebelum acara resepsi dimulai, Raikhan beserta keluarga ... berbincang di teras rumah sembari menunggu kedua mempelai selesai dirias.


"Mas, kami sebagai orang tua angkat Zaki ... memohon maaf atas kejadian yang kurang mengenakan tadi pagi. Kami benar-benar tidak tau bahwa Zaki dan Anjani sudah menikah siri. Kami juga sangat menyayangkan, mengapa Zaki tidak berterus terang. Anak itu kadang memang tertutup, Mas. Dia tidak ingin membagi kesedihan ataupun masalah yang tengah ia hadapi," ucap Arif dengan menampakkan raut wajah sendu. Arif sangat terpukul dengan kejadian tadi pagi. Ia sungguh tidak mengira jika anak angkatnya, dengan mudah terjebak oleh tipu muslihat Anjani. Bahkan, Zaki dan Anjani telah melakukan penyatuan raga.


Raikhan menghela nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan. Seolah, ia ingin menghempas rasa sesak di dalam dada. Raikhan sangat kecewa dengan apa yang telah diperbuat oleh Zaki. Ia dan keluarganya merasa dipermalukan oleh pemuda itu. Beruntung, Ikhsan bersedia menjadi imam pengganti, sehingga ... Raikhan merasa sedikit lega. Apalagi, pemuda yang kini berstatus sebagai suami Alyra itu, memiliki akhlak yang baik.

__ADS_1


"Sudahlah Rif. Apa yang telah terjadi, sudah menjadi kehendak Allah. Mungkin, Zaki dan Alyra memang tidak berjodoh. Lebih baik sekarang, kita bersiap-siap ... berangkat ke gedung. Setengah jam lagi, acara akan dimulai."


"Baiklah, Mas. Semoga rumah tangga Alyra dan Ikhsan, sakinah, mawadah, warohmah," doa tulus Arif.


"Aamiin ya Allah."


.


.


Gedung pernikahan, sudah nampak ramai. Para tamu undangan yang hadir, sangat terpukau melihat kecantikan dan ketampanan kedua mempelai. Alyra dan Ikhsan. Mereka bagaikan raja dan ratu yang sangat serasi.


Satu persatu, para tamu undangan memberikan selamat beserta doa untuk Alyra dan Ikhsan, tak terkecuali Keanu.


"Bro, selamat ya! Sudah siap belum untuk memberikan nafkah batin kepada istrimu?" bisik Keanu seraya menggoda sahabatnya.


"Hufttt, jujur ... aku masih belum tau bagaimana cara memberikan nafkah batin, Ke. Pernikahan ini sangat mendadak. Kamu tau sendiri 'kan, aku belum pernah sekalipun berpacaran. Tapi ...."


"Tapi apa?"


"Woooo ... nggak nyangka, pemuda polos sepertimu ... langsung tancap gasss melakukan first kiss. Aku yakin, pasti kamu bisa membelah duren malam ini, Bro."


"Pelankan suaramu, Ke! Nggak enak jika didengar oleh para tamu undangan yang lainnya," titah Ikhsan sembari mendaratkan jitakan di dahi sahabat olengnya.


"Ups ... sorry, San. Saking bahagia dan bangganya, sampai-sampai ... aku ingin mengumumkan bahwa sahabatku ini sudah tidak polos." Keanu tersenyum lebar.


Alyra nampak malu-malu meong tatkala mendengar celotehan kedua sahabat itu, Keanu dan Ikhsan. Wajahnya merona, kala Keanu membahas ... belah duren. Terbayang olehnya, apa yang akan terjadi seusai acara resepsi. Tentu saja, ketika ia dan Ikhsan hanya berdua di dalam kamar pengantin.


"Oya Ke, maksudmu dengan belah duren ... apaan sih? Durennya siapa yang minta ku belah?"


Keanu menepuk jidatnya, karena ternyata ... Ikhsan belum mengerti maksud dari belah duren. "Ya salammmmm ... jadi, kamu belum tau apa maksudnya belah duren?"


Dengan polosnya Ikhsan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Keanu. "Aku taunya ya ... membelah duren beneran. Sebelum membelah, kita harus bisa memilih duren yang sudah matang."


"Issshhh, kalau masalah pelajaran dan pekerjaan ... kamu cerdas banget, San. Tapi, masalah belah membelah ... lola banget."

__ADS_1


"Ya 'kan, jaringannya masih trobel. Makanya lola."


"Sini, aku bisikin ... apa yang dimaksud dengan belah duren! Biar nggak lola_"


Keanu berbisik di telinga Ikhsan, seraya menjelaskan apa yang dimaksud dengan belah duren.


Seketika netra Ikhsan berotasi sempurna setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan belah duren. Tubuhnya gemetar. Wajahnya terlihat pias. Suhu tubuh Ikhsan pun seolah naik beberapa derajat. Ikhsan benar-benar merasa belum memiliki ilmu, bagaimana caranya memperlakukan sang istri di ranjang. Ia bingung, akan bertanya pada siapa perihal malam pertama.


Setelah memberikan selamat dan menikmati hidangan yang telah disajikan, satu persatu ... para tamu undangan berpamitan untuk undur diri.


"Mas, mengapa wajahmu sangat pucat? Mas Ikhsan sakit?" Alyra menatap wajah Ikhsan dengan intens. Ia juga menempelkan telapak tangannya di kening sang suami.


"Ya Allah, panas banget keningmu, Mas. Lebih baik, Mas Ikhsan istirahat dulu. Kita pulang sekarang, Mas."


"Ta-tapi, masih ada tamu yang belum pulang, Yang."


"Tidak apa-apa, Mas. Tamunya tinggal keluarga dan sahabat-sahabat papa."


"Baiklah, Yang. Maaf_"


"Sudahlah Mas, tidak perlu meminta maaf. Yang terpenting kesehatan Mas Ikhsan." Alyra mengulas senyum sembari menggenggam tangan Ikhsan.


Setelah Alyra dan Ikhsan berpamitan, Raikhan meminta sopir pribadinya untuk segera mengantar kedua mempelai kembali ke rumah. Raikhan berpesan kepada menantunya untuk beristirahat dan segera meminum obat penurun demam, begitu sampai di rumah.


Di sepanjang perjalanan, Ikhsan menyandarkan kepalanya di pundak Alyra. Dengan penuh kasih sayang, Alyra memijit kepala Ikhsan untuk mengurangi rasa pening yang dirasakan oleh suami brondongnya itu. Ikhsan merasa teramat bersyukur atas anugerah cinta yang terindah. Betapa Allah sangat menyayangi dirinya, dengan mengirimkan bidadari yang memiliki paket kompliiit. Perfect.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika banyak typo πŸ˜…πŸ™


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan beri komentar penyemangat ya Sob πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Trimakasih 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2