
Happy reading πππ
Langit di kota Cambridge siang ini terlihat muram. Semuram wajah seorang gadis yang tengah duduk sendiri di salah satu sofa rooftop cafe sambil memandangi liontin pemberian Muhammad Abizhar Albirru. Gadis itu ... Saquenna Khanza Humaira.
Khanza meminta Birru agar segera pergi meninggalkannya setelah menyerahkan liontin peninggalan oma Sarah. Khanza tidak ingin menyakiti hati Zahra, bila perempuan yang bergelar sebagai istri Albirru itu, melihat ia dan suaminya duduk berdua di rooftop cafe. "Wanita mana yang tidak terbakar api cemburu, bila melihat suaminya duduk berdua dengan perempuan lain yang bukan mahram." Kata yang terucap di dalam hati.
Khanza menghela nafas dalam sembari memejamkan mata. Menghempas perasaan yang membuat dadanya sesak.
"Za ...." Perlahan, Khanza membuka kedua matanya tatkala mendengar suara yang sangat familiar.
"Mas Kean ...."
"Za, kalau ngantuk ... jangan tidur di sini!" Keanu mendaratkan tubuhnya di sofa, berhadapan dengan Khanza.
"Issshhh ... Khanza nggak ngantuk, Mas." Khanza mencebik.
"Kalau nggak ngantuk ... kog merem, Za?"
"Haahhh, aku lagi muzmet, Mas." Khanza mendesah. Ia raih cangkir yang masih berisi setengah teh khas Inggris, lalu meneguknya hingga tandas.
"Pasti, karena Birru 'kan?" Keanu menatap lekat manik mata coklat yang masih terlihat basah.
"Iya Mas," jawab Khanza sambil menaruh cangkir yang sudah kosong di atas meja.
"Za, usiamu masih sangat belia. Jangan sia-siakan masa mudamu, hanya untuk memikirkan seorang lelaki yang sudah beristri!" tutur Keanu seraya memberi nasehat.
Hening ....
Khanza bergeming. Ia membenarkan apa yang diucapkan oleh Keanu. Meski ia dan Birru saling mencintai, nyatanya tidak akan bisa saling memiliki. Albirru sudah mempunyai seorang istri. Mana mungkin di usianya yang masih sangat belia, Khanza rela menjadi pelakor demi mewujudkan impian dan cintanya. Tidak. Itu bukanlah karakter seorang Khanza, putri dari Ayunda Kirana, seorang bunda yang teramat hebat.
"Za, lebih baik ... fokuslah menuntut ilmu! Katanya, kamu ingin seperti bunda? Menjadi seorang dokter obgyn." Keanu mengusap jilbab Khanza seraya mencurahkan kasih sayang seorang kakak kepada adiknya.
__ADS_1
"Iya Mas. Khanza akan fokus menuntut ilmu. Khanza ... akan berusaha menghempas perasaan yang tidak semestinya ini," ucap Khanza tanpa semangat.
"Nah, itu baru seorang gadis yang hebat. Mas Kean yakin, bila waktunya tiba nanti, Khanza yang cerdas, comel, dan ceria ... akan mampu meraih mimpi. Menjadi seorang dokter obgyn yang hebat seperti bunda dan memiliki seorang suami yang handsomenya 1112 dengan Mas Kean."
"Issshhh ... isshhhh ... isshhhh, Mas Kean tingkat kepedeannya sundul langit, alias tinggi pakek banget. Mas Kean handsome kalau dilihat dari tulup atau ... dari London Eye," cibir Khanza.
"Za, mas Kean beneran handsome lho. Bahkan, ketampanan Arbany mah ... lewat. Kalau nggak percaya, tanyakan aja ke istriku! Pasti, Raina akan menjawab ... ketampanan suaminya ini sangat paripurna. Tidak ada duanya." Keanu melengkungkan bibirnya dan memasang wajah sok ganteng.
Celotehan Keanu sukses menghilangkan kemuraman di wajah Khanza. "Ya jelaslah, mbak Raina akan menjawab seperti itu. Karena apa coba?" tanya Khanza disertai tawa yang tertahan.
Keanu sedikit mengerutkan dahi. "Karena apa?"
"Karena ... indera penglihatan mbak Raina tertutup kabut cinta. Jadi ya gitu. Wajah Mas Kean yang B seolah terlihat handsome maksimal. Pfffttt ... haaahhhaah." Khanza tergelak.
"Dasar kamu, Za. Adik yang kurang akhlak. Huhhhh ... nyesel aku menghiburmu." Keanu bersedekap dan menampakkan muka cemberut.
"Za, Beb ...." Keanu dan Khanza kompak menoleh ke arah asal suara.
"Hon ...."
Raina mendaratkan tubuhnya di sofa, bersebelahan dengan Keanu.
"Mbak Raina ke mana saja? Kog datangnya nggak barengan sama Mas Kean?" tanya Khanza, heran.
"Tadi, mbak Raina menemui para tamu terlebih dahulu sebelum menyusul Mas Kean, Za. Para tamu itu ... sahabat-sahabat mbak Raina yang kuliah di Cambridge University, satu fakultas dengan mbak Raina. Oya, tadi ... mbak Raina juga bertemu dengan Birru. Dia yang memberitahu, bahwa kalian berada di rooftop cafe. Tapi, wajah Birru terlihat muram ...."
Khanza menghela nafas. "Mbak, jangan membicarakan kak Birru lagi ya! Khanza takut, tidak bisa move on darinya," pinta Khanza. Raut wajah yang semula terlihat ceria, kini berubah muram lagi.
Raina mengerti apa yang kini dirasakan oleh Khanza. Raina teramat menyesal, karena menyebut nama Birru di hadapan Khanza.
"Maaf, Za." Raina meraih tangan Khanza dan menggenggamnya dengan erat.
__ADS_1
"Mbak Raina tidak bermaksud membuatmu kembali bersedih," sambung Raina dengan penuh rasa sesal.
"Mbak Raina nggak salah kog. Jadi, nggak usah meminta maaf." Khanza menyunggingkan seutas senyum.
"Sabar dan ikhlas ya, Za!"
Khanza mengangguk samar. "Iya, Mbak."
"Ehemmm, dari pada melow ... mending kita ke London Eye. Mumpung masih di Enggres. Ya kan, Hon?" Keanu melontarkan pertanyaan sambil menaik turunkan alisnya.
"Heem, Beb ...."
Khanza terkikik geli.
"Ada apa, Za? Kog sepertinya ada yang lucu?" Keanu mengernyitkan dahi.
"Mas, panggilan sayangmu itu lho ... sedari tadi menggelitik indera pendengaranku. Lucu bin aneh," jawab Khanza disertai tawa yang sudah tidak bisa tertahankan.
"Memangnya kenapa, Za?"
"Mas, dari pada manggil Mbak Raina dengan sebutan Hon, mending Han aja dech. Panggilan sayang kalian, mengingatkan Khanza pada om Jaka dan tante Denaya. Tapi kalau marah, mereka mengganti panggilan masing-masing. Om Jaka memanggil tante Denaya ... Katemi. Sedangkan tante Denaya memanggil om Jaka ... Bokir."
"Pfftttt ... hahhhahaha." Keanu dan Raina tergelak mendengar ucapan Khanza. Ditambah lagi, jika mereka mengingat wajah om Jaka yang super menggemaskan. Rasa-rasanya, mereka ingin menablek om Jaka dengan teklek.
Langit kota Cambridge yang semula muram, kini mulai cerah. Seiring dengan perubahan raut wajah Khanza yang semula muram kini terlihat ceria karena canda tawa yang tercipta.
πΉπΉπΉπΉ
Bersambung ....
Om Jaka dan Denaya, tokoh di lapak Kak Esti W. Salah satu sobat othor yang suka bikin ngakak. Sedangkan Sean dan Allesya, tokoh di lapak Kak Nofi, salah satu othor keren yang diksinya luar biasah. ππππ
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like, beri komen, gift, atau vote untuk mendukung karya author remahan kulit kacang. ππππ
Trimakasih ππππ