Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Manjat Pohon Semangka


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


Assalamu'alaikum Sobat MjB .... Sebelum lanjut mengetik episode berikutnya, author mengucapkan ribuan trimakasih kepada para pembaca setia MjB. Alhamdulillah ... hari ini MjB naik level. Ini semua berkat para pembaca yang setia mengikuti MjB dari awal hingga episode saat ini. Tiada yang dapat author berikan selain melangitkan pinta, semoga sobat-sobat MjB senantiasa diberi kesehatan dan dijauhkan dari segala mara bahaya. Semoga melalui tulisan-tulisan yang mungkin masih remahan, bisa menyambung tali persaudaraan di antara kita. Aamiin yaa robbal allamiin πŸ˜‡πŸ™


Banyak dari kami para author yang tidak mendapat penghasilan berwujud gaji dari menulis beberapa karya. Namun kami tetap semangat menulis berkat para pembaca yang senantiasa menghargai karya kami. Apalah arti tulisan kami, tanpa kehadiran para pembaca. 😘


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like πŸ‘


Beri komentar, gift, atau vote jika berkenan mendukung MjB πŸ˜…πŸ™


Klik ❀ untuk favoritkan karya


Trimakasih dan banyak cinta untuk sobat-sobat MjB ❀❀❀❀❀😘😘😘


Wasalamu'alaikum ....


🌹🌹🌹🌹


"Al, apa kabar?"


"Alhamdulillah Mbak, baik. Mbak Kiran?"


"Kurang baik, Al. Ayahnya Keanu sudah seminggu di Jakarta. Jadi ya serasa ada yang kurang."


"Mbak Kiran nggak ikut?"


"Nggak Al. Kasihan Sindy dan para perawat. Mereka harus bekerja ekstra karena akhir-akhir ini pasien membludak."


Alya menatap wajah lelah Kirana. Ia teramat kagum pada wanita yang sanggup menggantikan dirinya di hati Abimana. Alya melangitkan pinta, semoga rumah tangga Kirana dan Abimana senantiasa mawadah.


"Assalammu'alaikum ...." Terdengar suara bariton yang sangat familiar. Seketika pandangan Kirana, Alya, Raikhan, Ikhsan, dan Alyra tertuju pada si pemilik suara yang sangat mereka kenal.


Siapa dia ... ? 😊


"Ayah ...," pekik Kirana. Ia membungkam mulutnya dengan telapak tangan. Kedatangan Abimana yang tiba-tiba, surprise bagi wanita yang sangat merindukannya.


"Bunda. I miss you ...." Abimana menyerahkan bucket mawar merah kepada istri yang sangat dicintainya.


"I miss you too, Yah ...." Netra Kirana berkaca-kaca. Ia menerima bucket bunga mawar dengan tangan gemetar. Seminggu tidak berjumpa, bagaikan seabad. Kerinduan mereka berdua membuncah. Seolah keduanya tidak bisa terpisahkan.

__ADS_1


"Bund, ayah kangen banget ...." memeluk erat dan menghujani pucuk kepala istrinya dengan kecupan.


Kirana membalas pelukan suami yang sangat dicintainya dengan tak kalah erat. "Bunda juga kangen, Yah. Kangen banget."


Perlahan Abimana meregang pelukan. Ia tatap manik mata yang telah basah. Kini tatapan netranya beralih pada bibir ranum sang istri.


CUP


Bibir keduanya saling menyentuh dan berpagut. Seolah dunia hanya milik mereka berdua, tanpa memperdulikan sosok-sosok yang berada di ruangan itu.


Abimana mendorong tengkuk Kirana dan semakin memperdalam pagutan.


Raikhan, Alya, Alyra, dan Ikhsan menelan saliva, menyaksikan dua bibir yang saling berpagut.


"Dokter Kiran ...," sapa seorang perawat yang bernama Dina. Netranya berotasi sempurna saat melihat adegan yang sukses mengusik jiwa jomblo.


Kirana dan Abimana terkesiap tatkala mendengar suara Dina. Seketika mereka berdua melepas pagutan bibir. Ada rasa malu yang tersirat dari wajah kedua insan. Yupppsss, wajah mereka seperti kepiting rebus. πŸ˜†


"M-maaf Dok. Sa-saya hanya ingin mengantar baby Rizqi," ucap Dina dengan bibir gemetar. Ia menyerahkan baby Rizqi pada Kirana.


"Trimakasih Din," sahut Kirana sambil menerima baby Rizqi.


"Masya Allah, tampan sekali cucuku." Raikhan meraih tubuh baby Rizqi dari gendongan Kirana.


"Mirip opa-nya," sambung Raikhan dengan bangga.


"Pffttt ... semoga kelakuannya nggak mirip," cibir Kirana disertai tawa yang sedikit tertahan.


"Issshhhh, iri ... bilang bosss!" sahut Raikhan dengan mencebikkan bibirnya.


"Heh, siapa juga yang iri. Sebentar lagi, aku juga bakalan menimang cucu," balas Kirana tidak mau kalah.


"Hhahaha ... tapi 'kan baru mau satu, aku ... dua. Banyakan aku donk."


"Yaiyalah, banyakan kamu. Itu tandanya, kamu lebih tuo dari pada kami."


Abimana, Alya, Ikhsan, dan Alyra mengelus dada menyaksikan perang mulut di antara dua sahabat yang sudah tidak muda lagi itu.


"Dari dulu sampai kaki nini, selalu saja perang mulut setiap bertemu, hmmmm ...." Abimana bergumam sambil memijit pelipisnya yang serasa nyut-nyutan gegara mendengar suara cempreng Paijo dan Markonah.

__ADS_1


Oe ... Oe ... Oe ....


Suara tangisan baby Rizqi menghentikan sejenak perang mulut unfaedah antara Kirana dan Raikhan.


"Nah 'kan, gara-gara mendengar suaramu yang cempreng, cucuku nangis kekejer," sembur Raikhan.


"Haisssss, orang kog suka pitnah. Justru baby Rizqi nangis gegara mendengar suaramu yang seperti dentuman meriam ... memekakkan telinga," sungut Kirana.


Abimana meraih lengan istrinya dan berusaha menyudahi perang mulut yang masih berlanjut meski suara tangis baby Rizqi semakin kencang. "Sudah Bund! Kalau diteruskan nggak bakalan selesai sampai dunia kiamat. Kasihan baby Rizqi, pasti sangat terganggu."


"Mas ...." Alya mengusap bahu Raikhan.


"Diteruskan di luar ya perang mulutnya! Biarkan cucu kita minum asi dulu. Pasti, baby Rizqi sangat haus," sambung Alya seraya membujuk suaminya.


Bagaikan terhipnotis, Raikhan menuruti ucapan Alya. Pria berwajah mirip dengan oppa Korea itu segera menyerahkan baby Rizqi pada Alyra.


Setelah memberi selamat pada kedua insan yang tengah berbahagia atas kelahiran baby Rizqi, Abimana dan Kirana keluar dari ruangan diikuti oleh Raikhan dan Alya.


....


"Dad, hiks ... hiks ... Kenapa, tadi aku ditinggal sendirian. Aku takut di rumah sendiri." Raina menangis seperti seorang bocah kecil.


"Maaf, Mommy. Bukan maksud suami handsome-mu ini, meninggalkan Mommy, tapi--"


"Sudah cukup, Dad. Tidak usah beralibi. Aku memaafkan Dady asal--"


"Asal apa, Mom?"


"Asal, petik buah semangka untukku Dad! Tapi, Dady harus memanjat pohonnya!" titah Raina dengan penuh penekanan.


Keanu memijit pelipisnya yang tetiba serasa cenat-cenut.


"Ya salammm, bagaimana bisa ... pohon semangka dipanjat," gumam Keanu yang hanya terlisan di hati. 😌



Bersambung ....


Mohon maaf jika banyak typo, ngetiknya di bantuin bocil yang sedang minta perhatian πŸ˜…πŸ˜…πŸ™

__ADS_1


__ADS_2