Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
DEJAVU


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


"Bil, itu semua sudah menjadi masa lalu. Lagi pula, kini hidupku sudah teramat bahagia. Aku mencintai seorang pria yang juga mencintaiku ... Abimana Surya Saputra. Apalagi, kami sudah dianugerahi tiga orang anak yang tampan dan cantik. Ditambah ... seorang cucu yang teramat cantik ...." Kirana berusaha membuka suara untuk meredakan ketegangan. Ia sangat faham bahwa ucapan Nabila merusak suasana bahagia yang baru saja tercipta.


Entah bagaimana perasaan Raikhan setelah ia mengetahui bahwa pria yang pernah bertahta di hati Kirana ternyata dirinya sendiri....


"Ehemm ...." Shela berdehem. Wanita yang sudah berusia lebih dari enam puluh tahun itu sangat faham dengan perasaan putra dan menantunya saat ini. Tentunya setelah mereka mendengar ucapan Nabila. Baik Raikhan maupun Alya sama-sama terdiam. Keduanya tidak pernah menyangka bahwa Kirana terlalu hebat memendam perasaan cintanya, sehingga tidak ada satupun dari mereka yang mengetahuinya.


"Apa yang diucapkan oleh Kiran sangat benar. Meski pernah ada rasa yang menyapa, yang terpenting saat ini ... kalian sudah merengkuh kebahagiaan. Jangan sampai kisah dan rasa di masa lalu menjadi penyebab kehancuran rumah tangga yang telah terbina selama puluhan tahun. Ingat, kalian sudah menjadi satu keluarga! Keanu dan Raina kini sudah menyatu. Bahkan seorang malaikat kecil juga sudah hadir menjadi pelengkap kebahagiaan," tutur Shella.


"Alya sangat sependapat dengan Mama Shela. Jujur, Alya teramat kagum pada Mbak Kiran. Mbak Kiran sangat pandai memendam perasaan. Alya tidak pernah menyangka, ternyata Mas Raikhan ... cinta pertama Mbak Kiran. Takdir cinta yang tergores dalam lembar kitab-Nya, benar-benar tidak pernah dapat kita tebak. Dulu, Alya dan Mas Abi pernah memiliki rasa yang sama, pastinya ... begitu juga dengan Mbak Kiran dan Mas Rai. Namun ternyata, sang penulis skenario kehidupan menjodohkan Alya dengan Mas Rai. Sedangkan Mbak Kiran dengan Mas Abi," sahut Alya disertai seutas senyum dan netra yang mulai mengembun.


"Maaf, jika ucapan saya malah merusak suasana. Saya teramat menyesal. Sungguh saya tidak bermaksud--"


"Sssttt, sudahlah Nabila. Apa yang sudah terucap tidak usah disesali. Lagi pula, rasa yang pernah ada itu sudah terhempas sejak lama. Tepatnya, setelah aku menikah dengan pria yang tidak kalah perfect dengan Paijo." Kirana memangkas ucapan Nabila.


"Paijo?" Nabila mengerutkan dahi sehingga kedua pangkal alisnya saling bertaut.


"Paijo nama lain dari Raikhan, Bil. Tuch orangnya yang memakai kaus putih, wajahnya mirip artis Korea, tapi jika dilihat dari tulup." Kirana menunjuk Raikhan dengan gerakan dagunya disertai tawa yang tertahan.


Netra Nabila berotasi sempurna tatkala pandangannya tertuju pada objek yang dimaksud oleh Kirana. Bahkan mulut dokter cantik itu sedikit menganga. Ia teramat takjub dengan ketampanan seorang Raikhan Alfathan. Meski usia Raikhan sudah tidak muda, ketampanan pria bermata sipit itu belum memudar.

__ADS_1


"Masya Allah, ternyata kamu nggak salah Ran. Pangeran berkuda putihmu tamfannn sekali. Wajar jika dulu, kamu nggak bisa berpaling darinya meski banyak kumbang yang mendekati," ujar Nabila.


Kirana memutar bola mata jengah tatkala mendengar ucapan Nabila yang terkesan hiperbola. "Lebay, Bil. Paijo nggak terlalu tamfan kok. B aja menurutku."


"B aja? Masih muna, Markonah," timpal Raikhan. Ia berusaha menahan tawanya yang seakan ingin meledak. Raikhan merasa teramat geli setelah mengetahui rahasia yang selama ini disimpan rapat-rapat oleh Kirana dan Abimana. Ya, Raikhan yakin ... sebenarnya Abimana mengetahui perasaan yang dipendam oleh Kirana.


"Haisshhh siapa yang muna, Rai? Emang beneran B aja kog. Dulu ... aku khilaf, karena naksir pria yang nggak pernah peka dan--"


"Dan mirip kambing?" Raikhan memangkas ucapan Kirana.


"Pffttt ... kamu masih inget ucapanku beberapa tahun yang silam, Rai. Itu tandanya, kamu mengakui .... wajahmu memang mirip kam-bing. Bukan seperti oppa Lee." Kirana tergelak hingga tanpa terasa kelopak netranya terbingkai titik-titik air.


"Ishhh, dasar si Markonah. Silahkan tertawa sepuasnya sebelum tawamu itu lenyap."


"Bi ...," lirih Kirana disertai butiran kristal yang tetiba jatuh tanpa permisi.


"Ran, ma-maaf jika ucapanku membuatmu menangis." Suara Raikhan terdengar bergetar. Ia teramat menyesal dengan kalimat gurauan yang spontan terucap. Raikhan sungguh tidak tega melihat wajah sahabatnya terbingkai air mata.


"Ra-Rai, aku takut ... hal buruk akan menimpa suamiku. Aku takut Rai." Tubuh Kirana berguncang diikuti kristal bening yang semakin tertumpah.


Keanu, Shella, dan Alya merangkul tubuh Kirana. Mereka berusaha mentransfer pikiran positif agar Kirana kembali tenang.

__ADS_1


"Bund, jangan menangis lagi! Bunda harus yakin, ayah pasti akan segera kembali ke Jogja dengan selamat dan tidak kurang suatu apapun," tutur Keanu. Ia seka wajah sang bunda dengan jemari tangan.


"Tapi Ke, perasaan bunda tidak tenang setelah mendengar ucapan ayahmu yang terakhir kali ketika kami berbincang via telepon. Bunda merasa, ada sesuatu yang akan terjadi. Bunda takut. Bahkan teramat takut."


DEG


Tetiba dada Alya terasa sesak. Hatinya bagai dihujam ribuan belati yang tak kasat mata. Dejavu. Alya pernah merasakan hal yang sama.


"Ya Allah, semoga ini hanya perasaanku saja. Jaga dia untuk Mbak Kiran. Jangan biarkan senyum Mbak Kiran memudar. Hamba benar-benar memohon ya Robb," pinta yang hanya terlisan di dalam hati.


Entah, goresan takdir duka atau bahagia yang akan menyertai akhir kisah Mantan jadi Besan. Hanya Dia yang Maha Berkehendak ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung....


Terus ikuti episode menuju ending β˜ΊπŸ™


Tinggalkan jejak like πŸ‘


Berikan komentar, gift, atau vote jika berkenan πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

__ADS_1


Trimakasih dan banyak cinta untuk semua sobat MjB 😘😘😘❀❀❀❀


__ADS_2