
Happy reading πππ
Seusai ritual akad nikah, Keanu, Raina beserta keluarga dan para sahabat, berangkat ke hotel yang telah dipesan oleh Abimana. Beda hal nya dengan Birru dan Zahra. Sepasang pengantin baru itu, dibawa ke mension milik keluarga Wilson. Birru dan Zahra, tidak menginginkan diadakannya resepsi pernikahan. Mereka sepakat, uang yang seharusnya digunakan untuk acara resepsi, disumbangkan kepada panti asuhan.
Keanu dan Raina mempunyai pemikiran yang hampir sama. Mereka berencana untuk mengadakan tasyakuran, setelah kembali ke Indonesia. Dengan hanya mengundang keluarga, para sahabat, anak-anak yatim piatu, dan para tetangga.
Sesampainya di hotel, Keanu langsung mencari keberadaan adiknya, Khanza. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Khanza saat ini. Meski Khanza masih berusia 14 tahun, Keanu teramat faham bahwa sang adik sangat mencintai Birru. Keanu juga mengerti, apa yang tengah dirasakan oleh Khanza saat ini.
Senyum terbit menghiasi wajah Keanu, tatkala melihat sosok yang ia cari, sedang duduk bersama Hana di sebuah kamar hotel.
"Za ...," sapa Keanu. Seketika, Khanza beranjak dari posisi duduknya, diikuti oleh Hana.
"Mas Kean ...."
"Za ...." Keanu memeluk tubuh adiknya dengan erat. Pelukan Keanu mendapat balasan dari Khanza.
"Za, yang kuat dan ikhlas ya! Apapun yang terjadi sudah menjadi kehendak-Nya. Insya Allah, kelak akan datang seorang pria yang lebih baik dan lebih sempurna ...," tutur Keanu sambil mengusap punggung Khanza dengan gerakan naik turun.
"Iya, Mas. Meski Khanza sudah ikhlas, tapi hati ini rasanya teramat sakit ...." Suara Khanza terdengar lirih. Ia kembali meneteskan bulir bening kesedihan. Raina dan Hana teramat empati melihat keadaan Khanza yang menyedihkan. Diusianya yang masih belia, Khanza harus merelakan cinta pertamanya kandas.
Keanu meregangkan sedikit pelukannya, dan menyeka wajah khanza yang telah basah. "Mas mengerti, Za. Obatilah hatimu dengan dzikir!"
"Iya, Mas." Khanza mengangguk pelan.
"Za, mumpung kita masih di Inggris, kamu ingin pergi ke mana? Mas Kean akan menemanimu."
"Mas, seharusnya ... Mas Kean melontarkan pertanyaan seperti itu pada Mbak Raina. Kalian 'kan pengantin baru. Bawalah Mbak Raina, pergi ke suatu tempat yang romantis!"
Keanu mengurai pelukannya. Ia usap jilbab sang adik disertai seutas senyum. "Tanpa kamu suruh pun, Mas Kean akan membawa Mbak Raina ke suatu tempat yang sangat romantis. Dan tempat itu, ada di sebelah kamarmu ini, Za."
Khanza mengernyitkan sedikit dahinya. "Mas, di sebelah kamarku 'kan hanya kamar yang berukuran sedikit lebih besar. Apa mungkin, di dalamnya ada taman yang ditumbuhi berbagai macam bunga-bunga?"
Mendengar ucapan Khanza yang teramat polos, Keanu, Raina, dan Hana tergelak.
__ADS_1
"Loh, kog Khanza malah diketawain sichhh?" Bibir Khanza mencebik.
"Za, di kamar sebelah memang terdapat taman yang ditumbuhi oleh bunga-bunga, tapi ... bunga-bunga cinta. Sehingga, kamar itulah yang akan menjadi tempat paling romantis, bagi Mas Kean dan Mbak Raina, saat ini," sahut Hana sembari melirik Raina. Raina menunduk, seraya menyembunyikan wajahnya yang sudah mirip kepiting rebus.
"Benarkah, Te?" Mata Khanza berbinar. Entah, Khanza mengerti apa yang dimaksud oleh Hana atau tidak. π
"Iya Sayang."
"Wahhhh, buruan geh ... bawa Mbak Raina ke kamar, Mas!" titah Khanza disertai senyuman yang merekah. Seolah, kesedihan yang tengah ia rasa, menguap begitu saja.
"Iya, Za. Tapi ... janji. Jangan bersedih lagi!"
"Insya Allah, Mas."
"Yakinlah Za, kelak jika sudah tiba waktunya ... cinta sejatimu akan hadir." Keanu mengusap pipi Khanza dengan lembut.
"Iya Mas. Semoga."
"Ke, Rain, ternyata kalian ada di sini ...." Keanu dan Raina menoleh ke arah asal suara lembut yang sangat familiar.
"Kak Alyra, Ikhsan ...," pekik Raina.
"Maaf, Rain ... kami datang terlambat. Pesawatnya delay," tutur Alyra sembari memeluk Raina.
"Iya Kak, yang terpenting ... Kak Alyra dan Ikhsan tiba di tempat ini, dalam keadaan tak kurang suatu apapun." Raina membalas pelukan Alyra.
"Selamat atas pernikahan kalian. Semoga sakinah, mawadah, warahmah, Dek ...," ucap Alyra seraya memberikan doa tulusnya.
"Trimakasih, Kak." Raina membalas ucapan Alyra disertai senyuman yang mengembang.
"Selamat, Bro. Semoga belah durennya tidak mengalami kesulitan." Ikhsan dan Keanu berpeluk singkat.
"Trimakasih, Bro. Insya Allah tidak akan sulit, karena goloknya sudah di-asah."
__ADS_1
"What? Golokmu sudah di-asah, Ke?" Ikhsan menautkan kedua alisnya.
Keanu terkekeh. "Bukan golokku, tapi goloknya Bang Maman. Tadi Bang Maman penjual es oyen laporan, kalau ... goloknya sudah di-asah. Bahkan, sebagian durennya juga sudah dibelah," celoteh Keanu seraya mengalihkan makna belah duren yang dimaksud oleh Ikhsan.
"Hisssshhh, bukan itu maksudku, Ke." Bibir Ikhsan mencebik. Ikhsan kesal karena Keanu mengalihkan makna belah duren yang ia maksud.
"Rain, di mana mama, papa, om Abi, dan tante Kiran?" Alyra melontarkan pertanyaan sembari mengurai pelukan.
"Mungkin, mereka masih berbincang di loby hotel, Kak. Coba dividio call ... !"
"Iya Rain."
"Ke, ada sesuatu yang ingin aku kembalikan padamu," tutur Alyra. Ia mengeluarkan kotak perhiasan berwarna merah dari dalam tas.
"Ini, Ke. Dulu, kamu memberikan kotak merah beserta isinya, sewaktu kita berada di puncak gunung. Maaf, aku baru sempat mengembalikannya ...." Alyra menyerahkan kotak perhiasan yang berisi cincin itu pada Keanu. Dengan ragu, Keanu menerimanya. Keanu merasa bersalah dan tak enak hati jika mengingat kesalahannya pada Alyra.
"Iya Kak. Maaf, atas kesalahanku di masa lalu ...."
"Sudahlah Ke, yang lalu biarlah berlalu. Kak Alyra minta, jangan pernah menyakiti hati Raina. Bahagiakanlah adik yang sangaattttt ... kak Alyra sayangi ini."
"Itu pasti, Kak. Insya Allah, Raina akan selalu bahagia menjalani sisa hidup bersama Kean."
Senyum terlukis indah di wajah Alyra ketika mendengar ucapan yang keluar dari bibir Keanu. Alyra yakin, Raina pasti akan hidup bahagia bersama dengan Keanu. Pria yang sangat dicintai oleh Raina selama ini.
πΉπΉπΉπΉ
Bersambung ....
UP nya segini dulu ya readers. Maaf jika masih hambar dan banyak typo π π
Jangan lupa like dan beri komen πππ
Trimakasih πππ
__ADS_1