Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Pesona Gadis Unik


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Raina menatap langit kota Cambridge dengan mata yang telah basah. Meski bibirnya mampu berucap kata ikhlas, tetapi hatinya tidak bisa berdusta. Hati Raina hancur tatkala terbayang olehnya ... Keanu dan Alyra bersanding duduk di pelaminan. Raina mengira bahwa Keanu-lah yang menikahi Alyra.


"Rain, come on ... kita pergi berkencan malam ini dengan cowo-cowo handsome, Steven dan Sean! Aku dan Steven akan berkencan di bioskop. Steven memintaku untuk mengajakmu, karena Sean juga ingin ikut serta."


"Aku sedang malas keluar, Sher. Lebih baik, kalian saja yang pergi." Raina menanggapi ucapan Sherin tanpa menoleh sedikitpun.


"Sekali ini saja, Rain! Lagian, dari pertama kali kamu menginjakkan kaki di negara ini ... sekalipun, kamu nggak pernah pergi nonton ke bioskop atau sekedar jalan-jalan. Seolah, kamu sangat menutup diri dengan dunia luar. Rain, aku heran denganmu. Disaat gadis-gadis yang lain menghabiskan waktu mereka dengan pergi berkencan, kamu malah asik membaca kitab suci di dalam kamar. Bahkan, kamu nggak pernah melepas penutup kepalamu ... jika berada di luar apartemen. Rambutmu sangat indah, Rain. Aku yakin, bukan hanya Sean saja yang naksir, but ... Churlie, Sammy, Kelvin dan lainnya pun akan terpesona melihat kecantikanmu yang sempurna jika tanpa penutup rambut."


Raina memutar badannya, hingga kini ia dan Sherin saling berhadapan. "Sherin, sebelum berangkat ke Cambridge, aku sudah memantapkan diri untuk terus menutup aurat dengan berbusana seperti ini. Menutup rambutku dengan jilbab, karena agama kita mengajarkan bahwa seorang perempuan, harus menutup auratnya. Allah berfirman dalam Al Quran surat An Nur ayat 31." Raina menjeda sejenak ucapannya.


"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara ***********, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."


Bukannya terketuk hatinya untuk memahami apa yang telah di firmakan Illahi ... Sherin malah memutar bola mata jengah. Terlihat sekali bahwa ia sangat tidak suka dengan apa yang telah disampaikan oleh Raina, perihal menutup aurat.


"Ck, ucapanmu seperti seorang ustadzah, Rain. Lagian ya, di negara ini jarang ada perempuan-perempuan yang menutup aurat. Pakaian mereka seksi, sehingga banyak cowgan yang tertarik."


Raina mengulas senyum. Ia menanggapi ucapan Sherin dengan penuh kesabaran. "Perempuan yang berpakaian kurang bahan, layaknya kue tanpa pembungkus yang dikerubungi oleh lalat, Sher. Lihatlah, siapa saja yang menyukai seorang perempuan yang busananya minim bahan! Kebanyakkan para cowo yang kurang akhlak 'kan? Berbeda dengan kue yang dibungkus dengan plastik atau kertas pembungkus yang rapi, lalat-lalat tidak bisa menjamahnya dengan mudah. Dan, yang bisa memiliki kue itu hanya orang-orang tertentu. Kue yang terbungkus itu ... perumpamaan perempuan yang menutup aurat, Nona Sherin."


Lagi-lagi, Sherin memutar bola mata jengah mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Raina. "Huffft.... Terserah apapun yang kamu ucapkan, aku tetap tidak suka berpakaian yang terlalu tertutup. Pastinya gerah dan Steven tidak menyukainya. Steven sangat suka bila kekasihnya yang cantik ini berpakaian seksi."


"Hmm, semoga suatu saat ... Allah memberikanmu hidayah, Sher."


Obrolan Raina dan Sherin terpangkas oleh suara bel pintu. Gegas, Sherin membuka pintu apartemen. Bibir Sherin terhias senyuman yang merekah, tatkala melihat tamu yang datang. Para tamu itu ... Steven dan Sean.


"Honey, kamu sangat cantik malam ini," puji Steven sembari mendaratkan kecupan di bibir Sherin.

__ADS_1


"Oh ... Thank you, Dear. I love you so much."


"I love you too, Honey."


Sherin mempersilahkan Steven dan Sean untuk masuk ke dalam apartemen yang ia tinggali bersama Raina. Beruntung, Raina sudah mengenakan jilbab sebelum kedua pemuda itu masuk ke dalam.


"Hai Rain," sapa Sean disertai senyuman yang menawan.


"Hai, Sean." Raina membalas sapaan Sean tanpa mengulas senyum sedikitpun.


Sean dan Steven mendaratkan pantat mereka di sofa.


"Kalian ingin minum apa?"


"Biasalah, minuman yang sangat nikmat ... wine. Kita akan menikmati malam ini di kamarmu saja, Sayang. So, kita tidak jadi pergi ke bioskop." Steven mengerlingkan mata nakal.


"Baiklah, Sayang. Aku akan memesan minuman itu untuk kalian," balas Sherin disertai senyuman yang mengembang.


"Tenang saja, aku sudah membawa wine dari rumah. Aku ingin malam ini, kita melayang bersama. Honey melayang bersamaku. Dan ... Sean, melayang bersama Raina."


Mendengar ucapan Steven, dada Raina bergemuruh. Ia tidak bisa lagi menahan emosi.


"Apa kau bilang? Melayang bersama?"


Steven menyeringai. "Yapz, melayang bersama. Kita berempat akan bercinta dengan pasangan masing-masing, Nona Raina."


"Cihh, jika kedatangan kalian hanya bertujuan untuk melakukan perbuatan mesu*, silahkan keluar dari apartemen ini sekarang juga! Aku tidak sudi jika apartemen ini, digunakan untuk berbuat mesu*." Raina meninggikan intonasi suaranya. Tangannya terkepal, menahan luapan emosi.


Steven, Sean, dan Sherin terkesiap mendengar ucapan Raina.

__ADS_1


"Raina. Apartemen ini bukan hanya kamu saja yang membayarnya, tapi aku .. aku juga membayar uang sewanya. Jadi, kamu nggak berhak mengusir mereka," balas Sherin dengan penuh penekanan.


"Sher, kamu tidak ingat pesan kedua orang tuamu? Mereka pasti akan teramat kecewa jika kamu menyerahkan kesucian kepada pria mesu* itu. Apalagi, kalian belum menikah."


"Ck, jangan bawa-bawa kedua orang tuaku, Rain. Lagian ya, di LN ... pergaulannya bebas. Banyak gadis-gadis yang bangga menyerahkan kesuciannya untuk pria yang berstatus sebagai kekasih. Itu artinya, mereka berwajah cantik dan memiliki tubuh yang menarik."


"Sher, aku sangat menyayangimu sebagai seorang sahabat. Aku nggak rela, jika kamu mengorbankan masa depan demi pria yang belum pasti menjadi suamimu."


"Sudahlah, Rain. Lebih baik, kamu masuk saja ke kamarmu! Aku dan Steven juga akan masuk ke kamarku."


"Lalu, bagaimana dengan Sean ... Honey?" sahut Steven seraya melontarkan pertanyaan.


"Aku pulang saja, Steve." Sean beranjak dari posisi duduknya.


"Sorry, Sean." Steven memasang wajah sendu.


"It's no problem," balas Sean disertai seutas senyum. Ia melangkah keluar dari apartemen tanpa ragu. Diam-diam, Sean sangat mengagumi pribadi Raina yang unik. Raina tidak seperti gadis-gadis yang selama ini dikenalnya. Para gadis itu rela menyerahkan kesucian mereka pada Sean, demi uang dan kenikmatan sesaat.


"Aku harus menjadikanmu sebagai kekasihku, Raina," monolog Sean disertai senyuman penuh makna.


🌹🌹🌹🌹


Wuaduh ... mungkinkah Raina akan tergoda dengan bujuk rayu dan bersedia menjadi kekasih Sean? Semoga tidak ya 😁😁😁


Yang kangen part Ikhsan, insya Allah next episode πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Trimakasih teruntuk readers yang sudah berkenan memberi gift dan vote, sebagai bentuk dukungan untuk MJB. πŸ˜πŸ™πŸ™


Jangan lupa, like πŸ‘, komen, dan favoritkan novel ❀. 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2