Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Rencana Lucnut 2


__ADS_3

Malam ini, entah mengapa ... pikiran Keanu tidak bisa terlepas dari Raina. Dadanya berdesir, seolah ada firasat yang tengah menyapa. Keanu beranjak dari posisinya berbaring. Ia berjalan menuju jendela kamar.


Keanu menyibak tirai yang menutupi jendela kamar. Ia pandangi rupa sang dewi malam yang nampak melengkung membentuk sabit, berteman dengan ribuan bintang.


"Rain, sedang apa kamu di sana? Entah mengapa, aku sangat mengkhawatirkanmu. Semoga kamu baik-baik saja di sana, Rain." Keanu bermonolog sembari memegang dadanya yang semakin berdesir.


TING


Suara notif pesan. Gegas, Keanu meraih benda pipih yang tergeletak di atas nakas.


"Birru ...."


Birru : Kean, Raina sedang sakit. Kata Raina, ia hanya masuk angin. Tapi, sore tadi ... badan Raina panas. Aku hanya bisa memberikannya obat penurun panas dan kompres. Raina tidak bersedia di antarkan ke rumah sakit.


DEG


Kekhawatiran Keanu terjawab sudah. Ternyata di LN, kekasih hatinya sedang sakit. Keanu segera membalas pesan dari Birru.


Keanu : Ru, jika Raina tidak bersedia di antar ke dokter, tolong ... hubungi dokter yang berkenan datang ke apartemen. Insya Allah, besok ... aku akan berangkat ke Cambridge.


Birru : Baiklah, aku akan segera menghubungi dokter untuk datang ke apartemen.


Keanu : Trimakasih, Ru.


Birru : Sama-sama, Bro.


Keanu : Tolong jaga Raina, Ru.


Birru : Itu pasti.


Keanu semakin dirundung gelisah. Ia tidak sabar menunggu datangnya mentari pagi, agar bisa segera pulang ke rumah kedua orang tuanya.


Keanu berpikir sejenak. Lantas, ia mengirim pesan ke nomor bundanya.


Keanu : Bund, sudah tidur.


Tanpa menunggu waktu lama, pesan yang dikirim oleh Keanu mendapatkan balasan.


Kirana : Belum, Sayang.


Keanu : Bund, Keanu ingin menyusul Raina. Tolong, pesankan tiket pesawat ya Bund."


Kirana : Kenapa tiba-tiba, putra bunda ingin menyusul Raina? Bukankah, kalian berjanji akan bertemu dua tahun lagi?"


Keanu : Bund, Raina sedang sakit. Keanu sangat mengkhawatirkannya.


Kirana : Raina sakit apa, Ke?


Keanu : Demam, Bund. Tapi pastinya, Keanu tidak tau.


Kirana : Innalillah. Bunda akan segera menghubungi tante Alya, untuk mengabari bahwa putrinya sedang sakit.


Keanu : Jangan beritahu tante Alya dulu, Bund. Keanu akan memastikan terlebih dahulu kondisi Raina.

__ADS_1


Kirana : Baiklah, Kean. Tapi, bunda akan ikut bersamamu.


Keanu : Iya Bund.


Kirana : Kean ... beristirahatlah, Sayang! Bunda akan segera memesan tiket pesawat, agar besok pagi kita bisa berangkat ke Cambridge.


Keanu : Ya, Bund. Trimakasih Bunda.


Kirana : Kembali kasih, Sayang.


Keanu menaruh benda pipih miliknya di atas nakas. Ia kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan berusaha untuk memejamkan mata.


🌹🌹🌹


Arunika menyapa, menyelusup melalui celah-celah jendela kamar. Memberi kehangatan bagi Raina, yang sedari tadi malam merasa teramat kedinginan.


Raina meraih benda pipih kesayangannya di atas nakas. Raina terkejut, ternyata ada puluhan pesan dari Keanu, Birru, Sherin, dan sahabat-sahabatnya yang lain. Dengan tangan gemetar, Raina membalas pesan yang masuk. Termasuk pesan dari Sherin, yang mengajaknya berlibur di villa.


Raina menolak ajakan Sherin dengan alasan bahwa ia sedang sakit. Sherin tidak kehabisan akal untuk merayu Raina, agar ia berhasil membawa Raina ke villa milik keluarga Steven, yang terletak di sebuah pulau kecil. Sehingga, hanya keluarga Steven, dan orang-orang tertentu yang mengetahui keberadaan villa itu.


Sherin dibantu oleh beberapa orang suruhan Steven, mengawasi Birru. Ketika Birru keluar dari apartemen, Sherin dan beberapa orang suruhan Steven melancarkan aksi mereka.


"Sherin, masuklah!" titah Raina seraya mempersilahkan sahabat lucnutnya untuk masuk ke dalam apartemen.


Sherin melengkungkan bibirnya. Ia pun masuk ke dalam apartemen setelah memeluk singkat Raina dan mengatakan bahwa ia sangat rindu.


"Rain, kamu sakit apa? Wajahmu begitu pucat. Aku antar ke rumah sakit ya?" Sherin berbasa-basi.


"Aku hanya sedikit demam, Sher. Jadi, kamu nggak usah repot-repot mengantarku ke rumah sakit," jawab Raina sembari mendudukan tubuhnya di sofa, diikuti oleh Sherin.


"Tidak usah Sher. Tadi, aku sudah minum teh hangat."


Tanpa Raina sadari, orang suruhan Steven menyelinap masuk ke dalam apartemen.


Gegas, orang itu membekap hidung dan mulut Raina dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.


"Rencana kita berhasil." Senyum terbit menghiasi wajah Sherin.


Mereka pun membawa Raina tanpa sepengetahuan Birru.


.


.


"Raina, aku datang. Kenapa, kamu lupa mengunci pintu apartemen, gadis ceroboh?"


Hening. Tidak ada sahutan dari Raina.


Birru segera memeriksa kamar Raina. Namun nihil, tidak ada gadis yang ia cari.


"Rain, kamu di mana?" Birru berteriak. Ia memeriksa semua ruangan yang berada di apartemen itu. Namun, Birru tetap tidak menemukan Raina.


Dada Birru bergemuruh. Tangan dan kakinya serasa lunglai. Pria blonde itu sangat mengkhawatirkan Raina.

__ADS_1


Birru ingat, sebelum pergi meninggalkan Raina pagi tadi, ia memasang chip pada baju yang dikenakan oleh sahabatnya itu.


Birru segera mengirim pesan ke nomor Keanu dan orang-orang kepercayaan sang papa untuk menyusulnya, mencari keberadaan Raina.


🌹🌹🌹


"Welcome, Raina ...." Steven tersenyum lebar sembari merentangkan tangannya, menyambut kedatangan Sherin dan orang-orang suruhannya yang telah berhasil membawa Raina.


Steven meraih tubuh Raina dan menggendongnya ala bridal style.


"Sherin, kerja yang bagus. Beristirahatlah dulu, sebelum kita melayang ke nirwana lagi," titah Steven seraya membujuk Sherin.


Tanpa merasa curiga, Sherin pun melukis senyum. Ia melakukan apa yang diperintahkan oleh kekasih mesu* nya.


Sherin masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat setelah melakukan tugas yang melelahkan.


Dengan langkah lebar, Steven membawa Raina ke dalam kamar yang sudah ia siapkan. Kamar itu di desain layaknya kamar pengantin yang romantis.


Perlahan, Steven membaringkan tubuh Raina di atas ranjang yang bertabur kelopak bunga mawar.


"Kau pucat sekali, Sayang," gumam Steven sembari menyapu wajah Raina dengan jemari tangannya.


"Tidak masalah, aku akan meminta Lorena untuk membuatmu menjadi cantik."


Steven keluar dari kamar. Steven meminta Lorena untuk mengganti pakaian Raina dengan lingerie yang sudah ia siapkan dan menyulap wajah pucat gadis malang itu agar lebih cantik.


Dengan senang hati, Lorena mengabulkan permintaan Steven. Lorena yakin setelah kegadisan Raina dirusak oleh Steven, Birru alias Sean akan mencampakkan Raina.


"Aku akan membuatmu lebih seksi dan cantik, gadis jalan*."


Satu jam berlalu, Lorena telah selesai menyulap wajah pucat Raina menjadi lebih cantik. Kemudian, ia mengganti pakaian Raina dengan lingerie berwarna merah.


Steven masuk ke dalam kamar dengan senyuman menyeringai.


"Tuan Steven William, silahkan bersenang-senang! Kunci kamar anda! Agar kami tidak mengganggu kemesraan kalian!"


"Tentu .... Trimakasih, Nona Lorena. Aku akan membawa gadis itu terbang ke nirwana."


Steven menutup dan mengunci pintu kamarnya, setelah Lorena keluar.


Steven berjalan mendekat ke arah ranjang.


Degup jantung Steven berloncatan, tatkala melihat pemandangan yang sangat indah. Wajah cantik Raina dan tubuh putih yang berbalut lingerie warna merah.


Mata Steven sayu, terbingkai kabut gaira*.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Apa yang akan terjadi selanjutnya??? Semoga Birru dan Keanu segera datang menyelamatkan Raina. 😩😩😩


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan beri komentar. πŸ˜‰

__ADS_1


Trimakasih bagi readers yang berkenan mendukung MJB dengan memberikan gift dan vote ❀❀❀


__ADS_2