Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Kesempatan


__ADS_3

Tiga hari sudah berlalu, acara kemah berjalan dengan lancar sesuai harapan.


Setelah acara kemah selesai kampus di liburkan selama dua hari berturut-turut untuk istirahat.


Pagi itu ketika gue lagi duduk santai di sofa ruang tengah sambil nonton tv ditemani beberapa snack dan minuman Cahyo menelfonku.


Gue: "Hallo, Cahyo ya? ada apaan?" tanyaku dengan cuek


Cahyo: "Hallo Mira . iyaa ini gue Cahyo, awalnya mau ngecheck nomor Hp kamu masih sama ngga, kirain udah ganti hehe"


Gue: "Gue nggak suka ganti-ganti nomor, ada aapan ya?"


Cahyo: "Ngga papa.. lo lagi ngapain? sibuk ngga? atau jangan-jangan gue ganggu."


Gue: "Lagi santai sambil nonton tv di rumah nih, "


Cahyo: "Kamu Lapar ngga Mir?"


Gue: "Emmm.. lumayan si, belum makan gue"


Cahyo: "Lo siap-siap ya, gue jemput setengah jam lagi"


Gue: "Mau kemana emang?"


Cahyo: "Ikut aja, kamu pasti suka. Udah siap-siap gih dandan yang cantik oke.."


Gue: "Udah cantik gue kali"


Cahyo: " Iya iya kamu cantik,,


Udah ya.. see you"


Cahyo mematikan sambungan telfonnya. Tanpa pikir panjang gue langsung menuju kamar gue yang berada di lantai atas, ku langsung lari di tangga hingga hampir terjatuh, lalu kuraih gagang pintu dan kubuka pintu kamar. Gue langsung menuju lemari untuk mengambil baju ganti dan langsung mandi karena dari pagi belum mandi


Sekitar 10 menit gue selesai mandi, gue keringkan rambut pakai handuk lalu pakai hairdryer agar cepat kering. Gue iseng poles wajah pakai bedak tipis-tipis dan lipstick yang berwarna kalem tapi masih kelihatan sedikit warnanya.


Gue memakai celana jeans panjang dipadu atasan berwarna biru muda, rambut gue ikat 1 diatas dan sepatu kets yang senada dengan warna baju. Setelah Siap, guelangsung ambil tas slempang yang isinya ada dompet, hp, dll.


Gue langsung turun dan nunggu Cahyo datang sembari duduk dan memainkan ponsel di teras depan rumah. Belum lama gue nunggu Cahyo datang menlaksonkan mobilnya, dan gue langsung masuk ke Mobil Cahyo.


Cahyo: "Pagi Mira, Udah Siap?"


Gue: "Pagii.. udah nih, mau kemana si?"Tanya gue tanpa ekspresi


Cahyo: "Ikut aja .."

__ADS_1


Gue: "Yaudah Ayo jalan Yo,, ko ga jalan-jalan dari tadi si, ngelihatin gue mulu lagi"


Cahyo: "Hehe. iyaa bawelll" (sambil mengedipkan satu matanya )


Gue: "Genit!! ngga sadar kemarin-kemarin aja sok ngga kenal pas punya pacar. Beraninya nyakitin gue,!! (batinku)


Sebenernya gue males pergi bareng Cahyo takut baper lagi, tapi hati gue memaksa membawaku untuk menerima ajakan Cahyo untuk pergi bersamanya.


Di Mobil, suasana hening. Gue asyik main ponsel, sementara Cahyo serious setir mobilnya.


Tiba-tiba Cahyo membuka suaranya lagi


Cahyo: "Mir,, "


Gue: "Iyaa, kenapa?"


Cahyo: "Hehe.. ngga papa. Kamu diem aja si, serious banget main ponselnya. Gue diabaikan nih"


Gue: "Ahha sorry.. udah mau nyampai?"


Cahyo: "Bentaran lagi nyampai ko"


Gue: "Ooh okee deh"


Setelah sekitar 10 menit berlalu, Cahyo mengehtikan mobilnya di sebuah restoran. Dari luar tampak sederhana, tapi setelah masuk ke dalam, ternyata restorannya ada yang outdoor. Cahyo memilih yang outdoor karena suasananya lebih adem.


Gue sama Cahyo langsung makan karena sudah terlalu lapar. Saat sedang makan, Cahyo melihat kearahku dan tersenyum.


Gue: "Kenapa senyum-senyum gitu? Ada yang aneh ya?" Tanya gue pada Cahyo


Cahyo: "Kamu nih ya, kayak anak kecil aja haha"


Gue: "Kenapa si? gue ada yang belepotan atau gimana?" Tanya gue sambil mengusap pipi guee


Cahyo: "Makanya kalo makan pelan-pelan"


Gue: "Lapeer banget gue"


Cahyo langsung mendekatkan tangannya menuju bibirku dan mengambil satu butir nasi yang menempel di bibirku lalu membuangnya. Gue sangat sangat sangat malu semalu malunya pastinya.


Cahyo: "Nih kan.. anak kecill"


Gue: "Haha , aduh.. jadi malu gue, sorry"


Cahyo: "Kok sorry?"

__ADS_1


Gue: "Maksud gue, thanks udah kasih Tau"


Cahyo: "Siapa yang ngasih Tau?"


Gue: "Ngga Ada ding.. emmm udah buangin nasi maksudnya, aduhh kok jadi salah mulu si gue huh"


Cahyo: "Ngga usah salting di depan gue Kali Mir.."


Gue: "Yee Sapa juga yang salting, " sambil membuang muka menahan senyum kebahagiaan.


Cahyo: "Ayo abisin makananya lagi"


Gue: "Gue soal makan mah juaranya"


Cahyo: "Dasar cewe.. katanya mau diet, ga mau gemuk tapi urusan makan nomor satu. Ga papa deh, yang Penting kamu seneng gue ikut seneng Mir, maaf ya gue kemarin nyakitin kamu" (Batin Cahyo mengakui kesalahannya)


Gue dalam hati berfikir kenapa jadi bawa perasaan lagi sama si Cahyo, sudah berbulan-bulan gue berusaha sekeras mungkin agar bisa ngelupain Cahyo, tiba-tiba kemarin waktu kemah dia nongol di depan mata gue.. Dan Hari ini, tiba-tiba tak ada hujan Tak ada angin, dia hubungin gue.


Dia telfon gue hanya untuk diajak pergi makan di luar. Bodohnya lagi, tanpa berani menolak sedikitpun, gue diam saja dia bilang mau jemput gue setengah jam lagi. Gue nurutin aja semua kemauan dia, ahhhh logikaku hilang seketika ketika Cahyo bareng gue seolah hatiku saja yang berfungsi.


Padahal sebelumya, gue ada niatan bakal bener-bener lupain semua tentang Cahyo yang pernah nyakitin gue. Karena mau bagaimanapun dia adalah cowo yang pertama kalinya membuat gue nangis, membuat gue sakit hati, dan membuat gue ngedown.


Dasar lelaki, kalau ada maunya aja sifatnya semanis madu, sehalus Kain sutera. Dalam pikiranku gue masih membencimu Cahyo, tapi hatiku berkata lain. Gue Masih mencintaimu Cahyo Putra Kusumo....


Setelah selesai makan, Kita langsung meninggalkan restoran.


Semanjak itu, gue sama Cahyo jadi dekat lagi bahkan semakin dekat daripada dulu. Teman-teman Kira malah gue sama Cahyo pacaran karena kemana-mana selalu bareng.


padahal sampai sekarang, Cahyo tak pernah mengungkapkan akan perasaanya ke gue. Tapi gue ngga papa, asalkan dia perhatian ke gue , dia baik, care, gue gak masalah.


Tapi disisi lain gue juga takut karena gue udah terlanjur nyaman


sama Cahyo, tapi Cahyo hanya anggap gue hanya teman biasa tidak lebih.


Gue mikir begitu ya pastinya karena Cahyo Tak pernah nembak gue. Jangankan nembak, Ngungkapin perasaanya juga ga pernah.


Saat itu gue Tak bisa berpikir jauh, yang Penting Cahyo ada buat gue.


Padahal Ina dan Bima, Santi juga Sindy selalu mengingatkan gue tentang Gue yang dekat lagi sama Cahyo.


Takutnya gue cuma di PHP in lagi kayak dulu. Tapi gue Tak pernah menggubris dan mendengarkan apa yang mereka katakan karena gue sudah saking cintanya sama Cahyo, sampai-sampai omongan Teman-teman dan sahabatku yang mengingatkanku tak pernah kudengarkan sama sekali, bahkan gue abaikan dan selalu bilang kalau Cahyo yang dulu bukan Cahyo yang sekarang. Cahyo sudah berubah..


Ina jadi agak sebel sama gue gara-gara terus-terusan sama Cahyo, jadi Tak percaya sama omongan Ina. Bahkan Ina sering dicuekin sama gue..


Tapi setelah beberapa lama, Ina pun ngedukung gue sama Cahyo, karena bagaimanapun Cahyo adalah satu-satunya pria yang berhasil membuat gue, sahabat Ina jatuh hati kepadanya.

__ADS_1


Lanjut episode berikutnya yaaa... jangan lupa like and Komen 😍


__ADS_2