
Happy reading 😘😘😘
"Mas, dari pada manggil Mbak Raina dengan sebutan Hon, mending Han aja dech. Panggilan sayang kalian, mengingatkan Khanza pada om Jaka dan tante Denaya. Tapi kalau marah, mereka mengganti panggilan masing-masing. Om Jaka memanggil tante Denaya ... Katemi. Sedangkan tante Denaya memanggil om Jaka ... Bokir."
"Pfftttt ... hahhhahaha." Keanu dan Raina tergelak mendengar ucapan Khanza. Ditambah lagi, jika mereka mengingat wajah om Jaka yang super menggemaskan. Rasa-rasanya, mereka ingin menablek om Jaka dengan teklek.
Langit kota Cambridge yang semula muram, kini mulai cerah. Seiring dengan perubahan raut wajah Khanza yang semula muram kini terlihat ceria karena canda tawa yang tercipta.
.
.
Langit tertoreh warna jingga, tanda swastamita menyapa disertai hembusan angin yang menyejukkan jiwa. Sayup-sayup terdengar suara kerinduan Sang Illahi menyapa hamba yang seharian sibuk bercengkrama dengan kehidupan duniawi.
Para hamba yang juga merindu, bergegas mensucikan diri sebelum menghadap Illahi.
Mereka rukuk dan sujud dengan khusyuk. Berserah diri sepenuhnya kepada Sang Penggenggam Kehidupan.
Usai terucap dua salam, para hamba melangitkan pinta seraya merayu pada-Nya. Tak terkecuali Khanza. Gadis yang tengah dirundung kesedihan karena pupusnya cinta pertama. Namun ia tetap menghiasi wajahnya dengan senyum ketegaran.
"Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu'minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna'u bi 'atho-ika. Ya Allah, aku memohon kepadaMu jiwa yang merasa tenang kepadaMu, yang yakin akan bertemu denganMu, yang ridho dengan ketetapanMu, dan yang merasa cukup dengan pemberianMu."
.
.
Malam ini, tepatnya selepas isya ... Keanu, Raina, dan Khanza beserta keluarga besar mereka, berangkat ke London Eye. Mereka menggunakan kesempatan menikmati suasana malam yang teramat indah di Inggris, sebelum esok pagi berkemas untuk terbang kembali ke Indonesia.
London Eye merupakan ikon kota London yang berdiri megah di lokasi strategis di London, Jubilee Garden, dekat dengan Big Ben dan berada tepat di tepi sungai Thames.
Beberapa pengunjung terlihat takut menaiki London Eye, bianglala setinggi 135 meter itu. Namun ketakutan mereka seketika sirna setelah melihat pemandangan yang begitu indah dan tergantikan dengan kekaguman.
Wahana berbentuk kapsul dan seperti kincir raksasa tersebut naik ke atas secara perlahan. Dari atas, melalui kaca bening, mereka bisa melihat menara Big Ben, Gedung Parlemen sampai Istana Buckingham.
"Han, bagaimana perasaamu saat ini?" Keanu memeluk tubuh Raina dari belakang dan memberikan kecupan di pucuk kepala kekasih halalnya itu. Sesuai dengan usulan yang diberikan oleh Khanza, Keanu yang semula memberikan panggilan sayang 'Hon' kini memanggil Raina dengan sebutan 'Han'. Persis seperti om Jaka dan Denaya, dua tokoh yang mendukung karya salah satu author kece, Terpaksa Selingkuh, Kak Esti W.
__ADS_1
"Aku sangat bahagia, Beb. Aku nggak pernah menyangka, impianku selama ini ... kini telah teraih. Trimakasih telah menjadikan ku wanita yang kamu pilih." Raina merekahkan senyuman. Ia usap tangan Keanu yang melingkar di pinggangnya.
Sepasang pengantin baru itu terlihat sangat romantis, seolah keduanya terlupa sedang berada di dalam wahana berbentuk kapsul yang dipenuhi oleh keluarga mereka.
"Mbak Khanza ...." Tiba-tiba Dylan memekik. Netra bocah laki-laki itu nampak berbinar.
"Hemmm, ada apa ... ?" tanya Khanza tanpa mengalihkan pandangannya. Khanza sangat menikmati pemandangan yang tersaji melalui kaca bening. Setidaknya dengan melihat pemandangan yang mengagumkan itu, pikirannya tentang Birru sedikit teralihkan.
"Mbak, Dylan jadi teringat film The Simpsons pada episode The Regina Monologues, yang pernah kita lihat di lepinya ayah. Bukankah, mengambil latar di London Eye ... ya?"
"Iya, Dek. Bener banget. London Eye memang sering dijadikan sebagai latar pembuatan film."
"Baru kali ini lho, Dylan naik bianglala yang teramat besar ..., Mbak."
"Iya Dek. Tapi, London Eye bukanlah bianglala yang terbesar di dunia."
"Memangnya, ada bianglala yang lebih besar, Mbak?"
Khanza memutar tubuhnya, lalu menatap lekat wajah Dylan. "Tentu saja ada, Dek. Pada awalnya, London Eye merupakan bianglala terbesar di dunia. Namun, seiring berjalannya waktu, beberapa negara membangun bianglala yang lebih tinggi. Misalnya Singapura dengan Singapore Flyer dengan tinggi mencapai 165 meter. Adapula Hight Roller di Las Vegas, Amerika Serikat setinggi 168 meter."
"Iya Dek. Ada lagi bianglala yang lebih besar. Bianglala tertinggi di dunia yang berada di negara Uni Emirat Arab. Bianglala yang ada di Dubai itu bernama Ain Dubai dengan tinggi 210 meter. Ain Dubai memiliki 48 kapsul dan sekali putar bisa memakan waktu 45 menit," tutur Khanza disertai seutas senyum dan binar di matanya.
Setelah naik The London Eye, mereka melanjutkan menonton pertunjukan 4D secara gratis. Layaknya wahana 4D yang dibuat seolah nyata, mereka diibaratkan seperti burung yang terbang mengelilingi kota London. Pertunjukan semakin seru dan nyata karena efek-efeknya direalisasikan. Dalam adegan turun salju, di studio ditebarkan busa sabun seolah serpihan salju benar-benar turun.
Binar bahagia menghiasi raut wajah Khanza, seolah kesedihan yang ia rasakan menguap begitu saja. Khanza berharap, kebahagiaan akan selalu menyertai langkah kehidupannya meski tanpa Birru. Ahhh ... jika kembali mengingat Birru, rasa-rasanya bahagia yang baru saja menyentuh, hilang seketika ... dan kesedihan itu tanpa berbelas kasih kembali menyapa.
"Kak ... kamu jahat. Teganya kak Birru memberikan liontin ini, sedangkan kita tak mungkin bisa bersama. Kak ... semoga kak Birru bisa meraih kebahagiaan hidup bersama kak Zahra. Dan semoga ... kelak Khanza bisa menanggalkan rasa cinta ini. Meski ... yang Khanza harapkan hanya cinta seorang Albirru ...." Kata yang hanya terlisan di dalam hati. Khanza menghela nafas dalam seraya menghempas perasaan yang menyesakkan dada.
Haram, haramkah aku
Bila hatiku jatuh cinta?
Tuhan pegangi hatiku
Biar aku tak jadi melanggar
__ADS_1
Aku cinta pada dirinya
Cinta pada pandang pertama
Sifat manusia ada padaku
Aku bukan Tuhan
Haram, haramkah aku
Bila aku terus menantinya?
Biar waktu berakhir
Bumi dan langit berantakan
Aku tetap ingin dirinya
Tak mungkin hatiku berdusta
Hanya Tuhan yang bisa jadikan
Yang tak mungkin menjadi mungkin
(Melly G)
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Maaf, UP nya molor 😆
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like, beri komen, gift, atau vote untuk mendukung karya remahan kulit kacang. Meski hanya sekedar remahan, semoga tetap berfaedah 😆😆😆
Trimakasih ❤❤❤
__ADS_1