Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Welcome Baby Boy


__ADS_3

Happy reading ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Roda dunia seolah berputar begitu cepat mengiringi jejak perjalanan hidup setiap insan.


Tanpa terasa, kini kandungan Alyra sudah memasuki usia 9 bulan lebih satu minggu. Itu berarti, sebentar lagi ... seorang malaikat kecil akan segera terlahir ke dunia.


Jam di dinding menunjukkan pukul tiga pagi. Semalaman, Alyra tidak bisa beristirahat dengan nyaman karena nyeri pada perut dan punggungnya mulai terasa.


Alyra mengguncang-guncang tubuh Ikhsan seraya membangunkan suaminya yang masih terbuai mimpi.


"Mas, bangun Mas. Please, bangun dong Mas! Alyra sudah nggak tahan ... ukhhhhmmmm." Tangan kiri Alyra memegangi punggung yang terasa nyeri, sedangkan tangan kanannya menjambak rambut Ikhsan.


"Mas ... ukhmmmm."


Ikhsan mulai membuka netra dengan perlahan setelah merasakan sensasi perih di kepalanya.


"Mas ...."


Ikhsan terlonjak saat mendengar rintihan istrinya. Ditatapnya wajah Alyra yang sudah bermandi peluh.


"Sa-sayang, kenapa?" tanya yang disertai kecemasan.


"Mas, sepertinya ... buah hati kita akan segera terlahir. Ukhmmmm ...." Kembali Alyra merintih.


"Bertahanlah Sayang! Mas Ikhsan akan segera membawamu ke Rumah Cinta."


Ikhsan menggendong Alyra dan berteriak memanggil sopir pribadinya.


"Pak Rido. Pak ...."


"Iya, Den. Ada apa?"


"Segera siapkan mobil! Istriku akan melahirkan."


"Njih, Den."


"Bertahanlah, Sayang!"


Rido membuka pintu mobil lalu mempersilahkan tuannya untuk duduk di jok bagian belakang.


"Jangan terlalu ngebut ya Pak dan jangan nggremet! Buah hati kami sudah nggak sabar menatap indahnya dunia," ujar Ikhsan sambil menggenggam erat tangan istrinya.


"Siap, Den." Rido menjawab singkat disertai anggukkan kepala.


.....


Sesampainya di Rumah Cinta, mereka disambut oleh dua orang perawat. Para perawat segera membawa Alyra ke ruang bersalin, sebab ketubannya sudah pecah.


Alyra diminta untuk berbaring di ranjang pasien yang telah disediakan. Beberapa alat dipersiapkan untuk membantu proses persalinan.


Setelah memeriksa bagian serviks, salah seorang perawat bergegas memanggil dokter yang akan membantu proses persalinan.


Tanpa menunggu waktu lama, dokter sekaligus pendiri dan pemilik Rumah Cinta memasuki ruang bersalin.

__ADS_1


"Ikhsan ...."


"Tante Kiran. Te, Ikhsan mohon, selamatkan istri dan buah hati kami," pinta Ikhsan. Pria muda yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu terlihat sangat cemas.


"Tenangkan dirimu, San. Beri istrimu kekuatan!" titah Kirana sambil menepuk pundak Ikhsan.


"Iya Tante."


"Alyra sayang, dengarkan instruksi tante ya!" titah Kirana dengan suaranya yang terdengar lembut.


Alyra mengangguk samar. "Iya, Tante."


"Sekarang, mulai mengejan ya Bund, tarik nafas perlahan dan dorong ... !" Kirana mulai memberi instruksi kepada putri sahabatnya. Ia ubah panggilan Alyra menjadi bunda.


"Urggghhhhhh ...." Alyra berusaha mengejan. Wajahnya memerah dan mengernyit. Rasa sakit yang dirasa terlampau hebat. Bulir-bulir peluh mulai memenuhi wajah cantiknya. Dengan tangan gemetar, Ikhsan mengusap bulir-bulir peluh menggunakan tisu.


"Dorong lagi Bund! Kepala si kecil sudah mulai nampak."


"Urgggghhhhh ...."


"Atur nafas lagi dan dorong, Bunda pasti bisa!"


"Argghhhhhh ...."


"Sekali lagi Bund, dorong!"


"Erghhhh ...."


"Inilah si kecil yang kalian nantikan kehadirannya." Kirana menarik buah hati Ikhsan dan Alyra lalu menepuk-nepuk punggungnya.


"Oe ... oe ... oe ..."


"Alhamdulillah San, anak kalian seorang putra yang sangat tampan. Selamat, selamat, selamat ...."


"Alhamdulillah, trimakasih Ya Allah. Trimakasih Tante Kiran." Seketika Ikhsan duduk bersimpuh di lantai dan melakukan sujud syukur.


Kedua netra Kirana nampak berkaca-kaca karena teramat bahagia. Bibirnya berucap syukur berulang kali.


"Ya Allah, dua puluh dua tahun lalu, tangan inilah yang membantu kelahiran Alyra, dan sekarang ... tangan ini juga yang membantu kelahiran putranya." Kata yang hanya di dengar oleh Kirana dan Illahi.


Ikhsan berdiri setelah melakukan sujud syukur. Diciumnya kening sang istri, seraya mencurahkan rasa cinta dan kasih sayang.


"Trimakasih Sayang."


"Iya Mas," balas Alyra disertai senyum yang merekah.


Kirana segera memotong tali pusar bayi yang baru saja dilahirkan oleh Alyra.


"Sebentar ya, tante bersihkan dulu bayi kalian."


"Iya, Tante ...," sahut keduanya dengan kompak.


Dengan hati-hati, Kirana membersihkan si bayi yang lucu dan tampan.

__ADS_1


Selesai membersihkan bayi mungil itu, Kirana mulai melakukan beberapa langkah pemeriksaan untuk memastikan kondisi putra kecil Ikhsan dan Alyra dalam keadaan sehat.


Setelah memastikan bahwa buah hati Ikhsan dan Alyra dalam keadaan sehat, Kirana memberi perintah agar Ikhsan mengumandangkan adzan dan iqomah.


"San, perdengarkan adzan dan iqomah pada kedua telinga putra kalian!"


"Baik Tante."


Ikhsan mulai memperdengarkan adzan dan iqomah pada kedua telinga putra kecil mereka.


"Oya, siapa nama bayi tampan ini?" tanya yang terlontar dari bibir Kirana seusai Ikhsan mengumandangkan adzan dan iqomah.


"Rizqi Maulana Alfathan, Te. Panggilannya Rizqi. Maulana diambil dari nama panjang saya, dan ... Alfathan diambil dari nama papa Rai," jawab Ikhsan disertai binar dinetranya.


"Nama yang bagus. Semoga, putra kalian tumbuh menjadi seorang anak yang saleh dan senantiasa diberi kebahagiaan," doa tulus Kirana.


"Aamiin, trimakasih Tante Kiran," sahut Alyra dan Ikhsan.


"Nah, sekarang saatnya melakukan IMD," tutur Kirana disertai seutas senyum.


"Apa itu IMD, Te?" Ikhsan sedikit mengerutkan dahi.


Kirana menjelaskan pengertian IMD dan mulai meletakan tubuh baby Rizqi di atas dada Alyra.


"IMD adalah pemberianย ASI segera setelah bayi dilahirkan, biasanya dalam waktu 30 menit sampai satu jam setelah bayi lahir. Prosedur ini dilakukan dengan cara meletakkan bayiย di dada ibu, di mana bayi dibiarkan dalamย keadaan telanjang sehingga terjadi interaksi dari kulit ke kulit atauย skin to skin contact."


"Owhh, sekarang Ikhsan mengerti Te."


"Jangan lupa, hubungi papa Rai, mama Alya, oma Shela, dan kedua orang tuamu, San!"


"Siap Tante."


"Okey San, tante tinggal dulu ya. Sebentar lagi, perawat akan memindah Alyra ke ruang rawat inap."


"Iya Te. Trimakasih banyak."


Kirana menganggukkan kepala disertai seutas senyum. Lalu melangkah pergi meninggalkan dua insan yang tengah berbahagia.


Netra Kirana membola ketika pandangannya menangkap objek yang sangat familiar.


"Abi ...."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Bersambung ....


Maaf jika banyak typo ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ™๐Ÿ™


Jangan lupa tinggalkan jejak like ๐Ÿ‘


Beri komentar, gift, atau vote untuk mendukung MjB ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ™


Trimakasih ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2