Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Dikira Pelakor


__ADS_3

Pada Hari jum'at, seperti biasa gue sebagai Dewan Pramuka di sekolah sore-sore seluruh Dewan Pramuka sekolah mengajar adik kelas tentang kepramukaan mulai dari membuat acara yang menegangkan hingga acara santai dan berbagai permainan yang diakhiri dengan gelak tawa dari semua yang mengikuti acara tersebut.


Seperti biasa sebelum acara latihan kepramukaan dimulai seluruh Dewan ada meeting di ruang Dewan Pramuka untuk mematangkan persiapan kegiatan rutin dan dilanjut lari mengelilingi lapangan upacara sampai 10 putaran dibawah terik matahari.


bisa dibayangkan kan bagaimana rasanya? Keringat keluar semua, untung pakai kaos dan topi lapangan.


Acara berjalan lancar seperti biasa, Diawali apel semua peserta yang dibina oleh pembina Pramuka secara langsung dilanjut pemanasan, materi kepramukaan, dan permainan. Setelah acara selesai adik kelas sudah diizinkan untuk meninggalkan sekolah sedangkan Dewan masih di lapangan untuk mengevaluasi kegiatan sore itu dilanjut push up bersama 50 Kali. Jangan ditanya soal capenya ya.. jelas cape pake banget , tapu gue suka wkwk.


Acara selesai jam 5 sore, gue cape banget dan kebetulan badan gue lagi kurang fit, gue langsung ke ruang Dewan ambil tas, menenggak air mineral yang gue bawa di tas dan langsung merebahkan badan gue di tempat tidur pasien ruang UKS yang kebetulan ruangannya berada di sebelah ruang Dewan.


"Hadeuhhhh.. cape banget guee, lemess, mana udah sore lagi!! arghhhhhhhhh .. "


Tiba-tiba pintu UKS kebuka, kulihat ada sosok yang gue kenal membuka pintu UKS, Dia adalah Irfan yang mau ambil obat karena adik kelas ada yang jatuh dan kakinya terluka.


Kebetulan Irfan ikut PMR juga Dewan Pramuka jadi dia tau cara ngobatin luka bagaimana dan posisi dia juga belum pulang, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menolong adik kelas yang kecelakaan kecil.


Irfan:" Lho.. kok lo disini, ngapain Mir? bukannya pulang udah sore gini!" Tanya Irfan dengan buru-buru mengambil kotak P3K


Gue: "Gue lagi kurang enak badannya, lemes banget. Lo ngapain kesini?"


Irfan: "Ko bisa? yaudah ntar pulang gue anterin yah Mir . tunggu sini dulu jangan kemana mana! Gue mau ngobatin adik kelas dulu abis jatuh ada luka."


Gue: "Iyaa Fan.."


Irfan langsung pergi meninggalkan ruang UKS dan mengobati luka adik kelas dengan peralatan dan obat yang dibawanya. Setelah selesai Irfan langsung kembali ke UKS membawa kotak P3K nya kembali dan mengajaku pulang karena sudah semakin sore, tapi gue malah ketiduran.


Irfan: "Woi.. Mira bangun dah sore ini, Ayo pulang!! ntar dicariin mama lo Mir"


Seraya menggoyangkan badan gue agar bangun.


Gue: "Iya iyaaa, ayoo pulang. ambilin sepatu gue dong disitu" (pintaku sambil membuka mata dan menunjuk sepatuku di dekat meja obat)


Irfan: "Yaelah, manja amat lu, iniii!! pake buruan Ayo pulang!"


Gue: "Galak amat lu.. gue lagi sakit iniii Tau." (sambil memakai sepatu)


Irfan: "Iyaa sorry.. udahkan Ayo pulang "


Gue: "Yaudah ayo.."


Gue sama Irfan meninggalkan ruang UKS dan mengekori Irfan di belakangnya menuju parkiran sekolah. Sudah mulai gelap, hanya ada motor Irfan yang masih terparkir disana. Gue langsung memakai helm dan naik motor dibelakang Irfan.


Setelah di depan gerbang adik kelas yang sakit masih disitu menunggu jemputan temannya. Karena sudah sore dan dia sendirian di Depan sekolah, Gue sama Irfan mutusin buat nemenin adik kelas yang kebetulan namanya Ajeng. Beberapa menit kemudian munculah teman Ajeng yang gue sama Irfan sudah tak asing lagi dengan wajahnya. Iya, teman Ajeng ternyata si Rina, pacar Irfan sekarang

__ADS_1


Ajeng: "Heii Jeng, lo gapapa kan? gue kwatir nih.. untung lo langsung nelfon gue. jadi gue langsung kesini" (Ajeng belum melihat keberadaan Irfan yang lagi ijin ke toilet, sedangkan gue langsung panik)


Dan tiba-tiba......


Irfan: "Rina, kamu ngapain disini? bukannya tadi udah pulang?" tanyanya


Rina: "Lah.. kamu yang ngapain disini, kok belum pulang?" tanyanya balik


Sementara gue lebih baik diem sambil main game di handphone.


Ajeng: "Rin, tadi kak Irfan yang nolongin dan ngobatin gue.. kamu kenal ka Irfan? dia siapa? Tanya ajeng pada Rina.


Rina: "Oh gitu.. Dia pacar gue Jeng, "


Ajeng: "Ohh gitu, kirain pacar kak Mira, soalnya dari tadi bareng terus." sambil matanya melihat ke arah gue semua.


Sedangkan Rina langsung melotot melihat keberadaan gue, apalagi setelah mendengar kata Ajeng bahwa Irfan dari tadi sama gue terus.


Irfan: "Bu.. buu.. bukann gitu Rin, kamu jangan marah dulu, gue jelasin yahh"


Rina: "Tidak ada yang perlu dijelasin Fan, semua udah jelas. Iyaa jelas-jelas kamu sudah selingkuhin gue dibelakang gue. Untung yang tadi kecelakaan Ajeng teman gue, jadi gue bisa Tau semuanya kebusukan elo sama cewe gatel ini!!" Sahut Rina dengan emosi.


Irfan: "Kamu salah pahammm... plis dengerin penjelasan gue"


Rina: "Udah ahhh.. ga perlu dijelasin lagi. Sudah jelas-jelas kalian berduaan di Depan mata gue .Dasar pelakorrrrrr!!! (sambil mengolok-oloku)


Gue: "Tapi kamu salah paham Rinaa,"


Irfan: "Rin,, kamu dengerin penjelasan Kita dong Rin, Rin"


Rina:"Udah ahhh gue cape mau pulang. Ayo Jeng gue anterin lo pulang.. biarin mereka berduaan disini biar ngga ada yang ganggu mereka berdua!" sindirnya sambil meninggalkan kami berdua


Sementara mata gue berkaca-kaca karena dibilang kalau gue pelakor.


Melihat keadaan gue, Irfan meminta maaf atas semua yang Rina lakuin ke gue dan mencoba menenangkan gue.


Irfan: "Lo ngga usah sedih ya, Rina emang gitu orangnya. suka emosian dan kalau lagi emosi ngga bisa mengontrol dirinya apalagi omongannya"


Gue: "Gapapa fan, gue yang salah ko" jawabku smabil mencoba senyum dengan terpaksa.


Irfan: "Lo ngga usah pura-oura senyum gitu, gue tahu kok dalam hati lo rasanya gimana."


Gue: "Gue yang salah Fan, udah tau lo Kan udah punya pacar, gue malah nerima tawaran pertolongan dari lo. Gue pulang sendiri aja ya, lo susulin Rina aja!"

__ADS_1


Irfan: "Ngga bisa. ngga begitu caranya, sekarang gue anterin lo pulang, abis itu nanti gue telfon Rina kalau sudah nyampai rumah ya Mir"


Gue: "Yaudah ayo.. sekali lagi maaf ya Fan."


Irfan: "Iyahh, sans.. santai ajaa Miraaa"


Gue dianterin sama Irfan sampai depan rumah, sedangkan Rina sudah sampai rumah duluan.


Malamnya Irfan menelfon Rina untuk menjelaskan semuanya, dan Rina lalu percaya sama Irfan dan memaafkannya lalu mereka baikan.


Tapi si Irfan minta Rina besok buat minta maaf ke Mira karena tadi sore sudah sempat ngomong kasar ke Mira, Mira pun menyanggupinya.


Sementara gue di kamar rasanya gelisah ngerasa bersalah karena gara-gara gue hubungan Irfan sama Rina jadi ada masalah karena kesalahpahaman.


Lalu gue sempatkab buat chat Irfan.


Gue: "Fan, hubungan lo sama Rina fimana? baik-baik aja kan? udah baikan kan? gue khawatur gara-gara gue takutnya hubungan kalian ada apa-apa" lalu ku send ke momor hp Irfan.


Setelah beberapa menit menunggu akgirnya Irfan memvalas chat gue


Irfan: "Gue sama Rina ngga papa, udah baikan kok. gimana lo udah sembuh? "


Gue: "Syukurdeh. tadi gue khawatir takut banget Kali kalian kenapa-kenapa Tau!"


Irfan: "Gausah dilikirin, ntar tambah sakit"


Gue: "Gue udah mendingan kok.. btw makasih ya tadi sudah nolongin gue sampai-sampai hubungan lo sama Rina jadi ngga baik tadi."


Irfan: "It's oke.. gapapa, santai aja.


yaudah ya lo istirahat gih udah malem biar besok sembuh!"


Gue: "Iyaa iyaa, Irfan bawel"


Irfan: "Gue bukan emak-emak Kali!!"


Gue: "Haha mirip, udahlah gue mau tidur, byee Fan"


Irfan: "Ge we es yahh Mir,z daaahhh"


Gue langsung menutup telfon Irfan dan mematikan lampu utama kamar, gue nyalain lampu tidur yang remang-remang dan langsung merebahkan diri, lalu istirahat di pulau kapuk yang sangat amat nyaman..


Lanjut episode berikutnya ya guys.. Maaf kalau nunggunya agak lama soalnya Authornya juga kerja, jadi kadang ngga Ada waktu buat bikin episode baru.

__ADS_1


See you next episodes readers.. 😍😍


__ADS_2