Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Gara-Gara Keanu


__ADS_3


Happy reading


Di saat-saat seperti ini, Raina sangat merindukan keluarga dan sahabat-sahabatnya yang berada di Jogja.


"Kean, andai kamu ada di sini ...."


TES


Buliran bening lolos begitu saja dari telaga bening Raina.


Raina merasa sepi, ia juga tidak merasa nyaman berada jauh dari orang-orang yang dikasihinya. Entah, apa yang akan dihadapi oleh Raina dikemudian hari ....


.


.


Kedatangan Raina, disambut dengan suka cita oleh Anisa. Meski Raina dan Anisa baru berkenalan kemarin pagi, keduanya langsung akrab bagaikan sahabat yang sudah lama saling mengenal.


"Assalamu'alaikum, Nis."


"Wa'alaikumsalam, Raina ...." Anisa membalas sapaan salam yang dilontarkan oleh Raina disertai senyuman yang merekah.


Setelah cupka-cupki, Anisa mempersilahkan Raina untuk masuk ke dalam apartemennya.


"Rain, ayo ... masuklah!"


"Syukron, Nis," balas Raina sembari melangkahkan kaki memasuki apartemen.


"Afwan, Raina. Semoga kamu betah tinggal di sini bersamaku."


"Insya Allah, aku betah Nis. Bahkan sangat betah." Raina menyunggingkan seutas senyum.


Anisa menunjukkan ruangan demi ruangan yang berada di dalam apartemen miliknya. Setiap isi ruangan tertata rapi. Menggambarkan bahwa pemilik sekaligus penghuni apartemen tersebut sangat menyukai kerapian dan keindahan.


"Nah, ini kamar yang telah aku persiapkan untukmu, Rain. Taruhlah barang-barangmu terlebih dahulu, kemudian kita sarapan bersama! Kebetulan, hari ini ... calon suamiku akan datang bersama sahabatnya. Nanti, aku akan perkenalkan mereka kepadamu."


"Baiklah, Nis. Sekalian, aku mau mandi dulu. Tadi belum sempat mandi. Makanya masih bau kecut 'kan?" Raina terkekeh.


"Meski belum mandi, kamu tetep aja cantik Rain. Yasudah, silahkan mandi. Biar badanmu segar dan wajahmu semakin cantik mempesona. Siapa tau, sahabat calon suamiku ... jatuh hati kepadamu." Anisa mengerlingkan mata seraya menggoda Raina.


"Haishhhh, bisa aja kamu Nis."


Setelah Anisa berlalu, Raina menutup pintu kamar. Ia sapu setiap sudut ruangan dengan tatapan yang dipenuhi oleh binar bahagia. Raina sangat bersyukur, dipertemukan dengan Anisa. Gadis santun dan berhati mulia.

__ADS_1


Raina menaruh tas punggung dan kopernya di lantai. Ia mulai mengeluarkan semua barangnya dari dalam tas dan koper. Raina menatap hampa ... foto yang kini tengah ia pegang.


"Kean, mengapa perasaan cinta ini semakin bertambah ketika kita berjauhan. Pikiranku membuncah karena kerinduan yang mendalam. Semakin aku berusaha untuk melupakan dan menjauh darimu, malah semakin membuatku ingin bertemu. Ya Allah berdosakah bila hamba masih mencintai Keanu. Lelaki yang sudah menjadi suami kak Alyra."


TES


Kristal bening lolos dari pelupuk mata Raina. Ia dekap foto Keanu, menumpahkan segenap kerinduan.


Di belahan bumi yang lain, Keanu juga tengah memandangi foto Raina. Sahabat sekaligus gadis yang sangat ia cintai.


"Hai, Raina ... gadis comelku. Apa kabarmu di sana? Aku sangat merindukanmu, Rain. Andai saja kamu tidak marah, aku ingin sekali berbincang denganmu melalui vidio call. Raina, entah mengapa ... perasaanku tidak tenang. Seolah, ada sesuatu yang sedang menimpamu. Rain, ingin rasanya ... aku segera menyusulmu ke LN. Melepas rindu dan menghalalkanmu. Tapi, mungkinkah ... kamu bersedia menerimaku? Menerima seorang lelaki yang sangat menyebalkan dan penuh dengan kekurangan. Rain, semoga Allah selalu menjagamu untuk aku," monolog Keanu sembari mengusap foto Raina.


Tanpa Keanu sadari, ada sepasang mata yang tengah mengintainya. Bahkan, pemilik sepasang mata itu, merekam semua apa yang sedang dilakukan oleh Keanu saat ini.


"Uhuyyy, dapet lagi. Save dulu akh ...."


"Khanza...," pekik Keanu tatkala menyadari kehadiran adiknya.


Khanza tersenyum kikuk. Ia garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Eh .... Mas Kean."


"Apa yang sedang kamu lakukan, hmmm?" Keanu beranjak dari posisi duduknya. Ia berjalan menghampiri Khanza yang terlihat salah tingkah.


"Khan-khanza tadi mau masuk ke dalam kamar Mas Kean. Tapi, sepertinya Mas Kean sedang tidak bisa diganggu. Jadi, Khanza cuma berdiri di depan pintu."


"Be-bener, Mas. Tadi, sebenarnya ... Khanza mau meminta Mas Kean untuk membantu Khanza mengerjakan tugas fisika," elak Khanza.


Mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Khanza ... Keanu kembali teringat masa yang telah lalu. Masa semasa ia dan Raina masih duduk di bangku SMA. Sering kali, Raina memintanya untuk membantu mengerjakan tugas fisika.


"Mas ... Mas Kean sedang memikirkan apa? Kenapa malah bengong?"


Keanu menghela nafas panjang, kemudian membuangnya dengan perlahan. Ia berusaha menahan sesak di dalam dada karena himpitan rasa. Rasa rindu berbaur dengan rasa cinta yang semakin mendalam.


"Hmmm ... Mas Kean sedang memikirkan_"


"Memikirkan seseorang yang berada jauh di LN, iya 'kan?" sahut Khanza seraya memangkas ucapan Keanu.


Keanu mengacak rambut Khanza, gemas. "Sok tempe ... kamu, Za."


"Emang bener 'kan? Mas, susul mbak Raina secepatnya! Mbak Raina 'kan cangtip, pasti banyak bule yang naksir."


Keanu membenarkan ucapan Khanza. Tetiba, Keanu merasa khawatir jika Raina benar-benar ditaksir oleh para bule handsome. Tidak menutup kemungkinan, Raina akan kecantol dengan salah seorang bule yang menaksirnya.


"Tapi, Raina pasti marah jika mas Kean menyusulnya."

__ADS_1


"Ishhh, itu cuma anggapan Mas Kean saja. Apapun resikonya, Mas Kean harus tetap memperjuangkan cinta kalian. Kalau perlu, segera halalkan mbak Raina!"


"Hufttt ... mas Kean belum siap untuk menghalalkan mbak Raina, Za. Mas Kean masih harus menimba ilmu agama. Supaya, kelak bisa menjadi imam yang terbaik untuk mbak Raina. Mungkin ... dua tahun lagi, mas Kean baru siap menyusul dan menghalalkan mbak Raina."


"Kelamaan.... But, terserah Mas Kean saja lah. Kalau mbak Raina keburu kecantol bule, ya ... terima saja. Jangan menyesal dan jangan menangis!" Khanza berlalu pergi setelah mengucapkan kata-katanya yang terakhir.


Ucapan Khanza, sukses meruntuhkan kokohnya tekad Keanu untuk menyusul Raina dua tahun lagi. Pemuda berparas rupawan itu merasa dilema.


🌹🌹🌹


Ikhsan mendownload novel online sesuai yang disarankan oleh sahabatnya, Keanu. Ia pun mulai mencari novel teen. Sayang, Ikhsan lupa dengan nama-nama penulis yang telah disebutkan oleh Keanu.


Akhirnya, Ikhsan asal memilih novel yang akan dibacanya. Pilihan Ikhsan jatuh pada novel yang ditulis oleh salah seorang author yang sedang naik daun, ERKA.


Ikhsan mulai membaca episode demi episode karya author Erka yang berjudul Kamu Bukan Figuran. Tetiba tubuh Ikhsan menegang tatkala membaca episode yang menggambarkan keromantisan kedua tokoh utamanya, Khanza dan Babang kardus, Alex.


Di dalam hati, Ikhsan tak henti-hentinya membaca istighfar. Namun, netra Ikhsan tidak bisa berpaling dari tulisan-tulisan yang berhasil menghipnotisnya. Peluh mulai bercucuran, tatkala Ikhsan membaca part yang membuat tubuhnya semakin menegang dan ingin segera mencari pelampiasan.


"Stop Ikhsan... !" pekik Ikhsan sembari melempar ponselnya. Beruntung, si ponsel tidak terjatuh di lantai. 😌


Alyra yang baru saja selesai mandi, merasa khawatir karena mendengar teriakan suaminya. Alyra pun keluar dengan hanya melilitkan handuk pada tubuhnya.


"Mas, ada apa? Apa yang terjadi?" Alyra mendudukan tubuhnya di tepi ranjang. Ia usap peluh yang membasahi wajah suaminya.


"Oh ... eh, tidak ada apa-apa, Sayang. Ta-tadi Mas Ikhsan ketiduran dan bermimpi buruk," dusta Ikhsan seraya mengelak.


"Syukurlah kalau tidak terjadi apa-apa, Mas. Alyra sangat khawatir, makanya buru-buru dan belum memakai pakaian. Hanya melilitkan handuk di tubuh."


Melihat tubuh sang istri yang hanya berbalut handuk, Ikhsan pun menelan saliva. Ingin rasanya, Ikhsan mempraktikkan adegan yang baru saja ia baca.


"Ini semua gara-gara Keanu. Pikiranku jadi terkontaminasi 'kan. Duchhh ... bagaimana ini?" Ikhsan bermonolog di dalam hati sembari mengusap wajahnya dengan kasar.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


To: Author Idola, Kak Erka ❀


Mohon maaf nama Kak Erka di episode kali ini, author MJB selipin tanpa meminta ijin terlebih dahulu πŸ˜…πŸ™


Author remahan kulit kuaci ini, mulai mengenal MT atau NT berkat karya Kak Erka yang sangat keren. Dan berkat karya Kak Erka yang berjudul Aku Bukan Figuran - Kamu Bukan Figuran, author Alya, ICPA, dan MJB, mulai mencintai dunia literasi.


So, tiada ungkapan terimakasih yang dapat saya berikan, selain untaian doa ... semoga Kak Erka selalu diberi kesehatan dan kesuksesan dalam berkarya .... πŸ˜‡


To: Readers

__ADS_1


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak like. Beri komentar penyemangat, agar othor remahan ini tetap semangat melanjutkan MJB hingga end 😊


Trimakasih bagi readers yang masih setia mengikuti MJB dan memberi dukungan berupa gift atau vote. Banyak cinta untuk sobat MJB semua .... 😘😘😘❀❀❀


__ADS_2