Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Kamar Pengantin


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


"Selamat ya Bro. Semoga pernikahan kalian langgeng, sakinah, mawadah, warohmah...."


"Aamiin yaa Allah. Trimakasih, Bro. Cepatlah susul Raina, dan segera halalkan dia!"


"Insya Allah, aku akan menyusul Raina dua tahun lagi. Aku ingin memantaskan diri terlebih dahulu, sebelum menghalalkan Raina."


Setelah Keanu melerai pelukannya, kedua mempelai bersimpuh seraya memberi hormat dan meminta doa restu kepada orang tua mereka.


Pertama-tama, Ikhsan dan Alyra meminta doa restu serta memberi penghormatan kepada kedua orang tua mempelai pria, Salim dan Salimah. Kedua orang tua Ikhsan pun memberikan restu serta pelukan hangat kepada kedua insan yang kini sudah resmi menjadi pasangan suami istri.


Kemudian, Ikhsan dan Alyra secara bergantian memohon doa restu serta memberikan penghormatan kepada kedua orang tua mempelai wanita, Raikhan dan Alya.


"Ma, Alyra mohon doa restu," ucap Alyra sembari mencium punggung tangan sang mama disertai isak tangis. Alya pun mengusap jilbab Alyra disertai derai air mata bahagia seraya memberikan restunya. Tatkala menyaksikan pernikahan putri sulungnya, Alya kembali teringat pernikahannya dengan Raikhan dua puluh satu tahun yang lalu. Saat itu, Alya sama sekali belum memiliki perasaan apapun kepada Raikhan. Dihatinya masih terukir nama Abimana Surya Saputra, sang mantan calon suami yang dinyatakan meninggal karena kecelakaan naas.


"Mama merestui kalian, semoga sakinah, mawadah, warohmah. Alyra, sekarang ... kamu sudah menjadi seorang istri, hormati dan patuhilah suamimu, Nak!"


"Iya Ma." Alyra memeluk tubuh mamanya dengan erat. Alya pun membalas pelukan putri tercinta.


Perlahan, mereka melerai pelukan. Kini, berganti Ikhsan yang mencium punggung tangan mama mertuanya seraya memberikan penghormatan.


"Ma, trimakasih sudah memberikan restu kepada kami untuk mengikat janji suci. Saya berjanji akan berusaha memberi kebahagiaan kepada Alyra dan menjadi imam yang terbaik bagi putri Mama."


TES....


Kembali buliran bening menetes dari kedua sudut netra Alya.


"Nak Ikhsan, sekarang ... Alyra sudah menjadi tanggung jawabmu sepenuhnya. Mama percayakan Alyra kepadamu, Nak. Trimakasih karena telah bersedia menjadikan Alyra sebagai pendamping hidup." Alya mengusap punggung Ikhsan dengan lembut. Keduanya saling berpeluk dan menumpahkan air mata bahagia.


Usai acara sungkeman, Ikhsan dan Alyra duduk bersebelahan.


Semua saudara dan sahabat yang hadir, memberikan selamat kepada kedua mempelai. Lantunan doa pun terucap dengan tulus untuk keduanya.


"Mas Ikhsan, jangan lupa traktirannya. Aku sudah berjasa lho Mas. Karena aku, Mas Ikhsan sudah tidak lagi merana gegara memikirkan sang mantan," celoteh Khanza seraya berbisik.

__ADS_1


Ikhsan menautkan kedua alisnya tatkala mendengar celotehan Khanza. "Mantan? Memangnya, siapa mantanku?"


"Halllahhhh, lupa apa pura-pura lupa? Itu ... si bekantan," jawab Khanza sembari terkikik geli.


"Ya Allah, Ya Robb ... Bukannya mantan mas Ikhsan itu ... kamu, Za?" Ikhsan menoel hidung Khanza, gadis comel yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.


Bibir Khanza mencebik. "Isshhh, memangnya kapan kita pernah jadian, Mas?"


"Kamu lupa atau pura-pura lupa, Za?" Kali ini, Ikhsan yang terkikik geli karena telah berhasil membalas Khanza.


"Lupa-lupa ingat," jawab Khanza sembari tersenyum nyengir.


Setelah puas menggoda Ikhsan, Khanza memberikan selamat dan pelukan hangat kepada Alyra.


"Kak Alyra, selamat ya. Harap bersabar punya suami mantan bekantan," ucap Khanza sembari melerai pelukan.


Senyum terbit menghiasi bibir Alyra tatkala mendengar ucapan Khanza yang selalu sukses menggelitik perutnya. "Makasih ya Khanza comel. Berkat Khanza, kak Alyra mendapatkan imam pengganti seorang mantan bekantan yang handsome."


"What? Handsome? Jangan sering-sering memuji Mas Ikhsan, Kak! Bisa besar kepala dia."


PLETAK


"Ishhhh, apaan sih ... Mas Kean. Sakit tau." Khanza mengusap keningnya yang sedikit memerah akibat jitakan yang didaratkan oleh Keanu.


"Ayo kita pulang! Jangan mengganggu Mas Ikhsan dan Kak Alyra!" titah Keanu sembari menggamit tangan adiknya.


"Hmmm, iya-iya."


"Ikhsan, Kak Alyra, kami pulang dulu ya. Insya Allah, nanti malam ... kami akan hadir ke acara resepsi pernikahan kalian."


"Iya, Ke. Oya, trimakasih ya Bro." Ikhsan menepuk pundak sahabat olengnya.


"Untuk?"


"Untuk jasamu selama ini, karena telah menjaga gadis yang ternyata menjadi jodohku." Ikhsan tersenyum lebar.


"Hahahaha, sama-sama Bro. Yang terpenting, kamu harus bisa membahagiakan Kak Alyra. Jangan sekali-sekali menduakan Kak Alyra dengan bekantan!" cibir Keanu.

__ADS_1


"Haissshhh, bekantan lagi ... bekantan lagi." Ikhsan memijit pelipisnya yang serasa cenat-cenut karena celotehan kakak beradik yang sama-sama kurang akhlak, Keanu dan Khanza.


Alyra tersenyum geli tatkala melihat wajah suaminya yang nampak kesal.


Setelah para tamu berpamitan, Alyra dan Ikhsan dipersilahkan untuk beristirahat di kamar yang sudah dipersiapkan sebagai kamar pengantin.



Sumber: google


Wajah Alyra nampak merona tatkala melihat kamar pengantin yang di dekor dengan sangat wooow, terkesan romantis bingit.


Lantas, bagaimana dengan Ikhsan? Kaki pemuda polos itu gemetaran tatkala memasuki kamar pengantin. Dadanya berdebar. Jantungnya berdegup sangat kencang. Sungguh tak terbayang olehnya, kini ia sudah memiliki seorang istri. Wanita yang halal ia sentuh dan disesap madunya.


Alyra dan Ikhsan mendaratkan pantat mereka di tepi ranjang. Mereka saling terdiam. Rasa malu, canggung, gugup, berbaur menjadi satu.


Ikhsan menghela nafas panjang untuk mengusir rasa gugup yang tengah meraja. Ia pun mulai membuka suara. "Al, a-aku harus memanggilmu apa? Sayang, istriku, ummi, humaira, atau...."


"Terserah kamu saja, San. Bolehkah, aku memanggilmu ... Mas?" Alyra mengulas senyum sembari meremas jari-jarinya.


"Bo-boleh. Boleh ... Yang," jawab Ikhsan dengan malu-malu meong.


"Mas, aku mau melepas jilbab. Bisakah, membantuku untuk melepasnya?" Alyra berusaha memberanikan diri melontarkan pertanyaan yang membuat degub jantungnya seolah berloncatan.


"Bi-bisa." Dengan tangan gemetar, Ikhsan membantu melepas jilbab yang dikenakan oleh istrinya.


Netra Ikhsan membola. Bibirnya terbuka lebar tatkala melihat rambut hitam Alyra yang tergerai indah.


"Masya Allah." Ikhsan memegang dadanya. Seolah ia takut terkena serangan jantung karena saking terpesonanya melihat mahkota yang selama ini disembunyikan oleh Alyra di balik balutan jilbab.


"Baru melihat rambut Alyra saja, ekspresimu sampai segitunya, San. Apalagi kalau melihat yang lain ...," said othor. πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


🌹🌹🌹🌹


Alhamdulillah, bisa UP lagi. Mohon maaf jika banyak typo bertebaran πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Gimana ya malam pertama mereka? Gadis bersegel VS pemuda polos 😁😁😁 Ah syudahlah, jangan dibayangkan ... πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

__ADS_1


Jangan lupa jempol merahnya kakak-kakak. Tinggalin komentar biar lapaknya nggak kelihatan sunyi banget πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Trimakasih 😘😘😘


__ADS_2