
Happy reading πππ
"Han, aku sudah tidak sabar ...."
"Hmmmm, tidak sabar untuk apa, Beb?"
"Untuk unboxing."
Raina mengerutkan dahi, hingga kedua alisnya saling bertaut. "Bukannya ... sudah unboxing, ya Beb?"
Keanu tertawa mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir Raina. "Pfftttt ... hhhahaha, bukan unboxing yang itu, Han. Tapi, unboxing kado yang diberikan oleh para tamu." Keanu mencubit hidung kekasih halalnya itu dengan gemas.
Wajah Raina dihiasi rona merah. Ia teramat malu, sebab salah mengartikan ... unboxing yang dimaksud oleh Keanu.
"Kirain ...," lirih Raina.
"Bismillahirrahmanirrahim ...." Keanu mulai membuka kado yang diberikan oleh para onty pembaca setia MjB.
"What?" Keanu memekik. Netranya membola ketika melihat kado yang ternyata ... figura berukuran 24 R.
"Ada apa, Beb? Ada yang salah dengan kadonya?" Raina meraih figura tersebut.
Raina tergelak saat mengetahui isi figura yang berukuran 24 R itu. Bukan berupa foto atupun kaligrafi yang bertuliskan Allah. Tetapi ... doa sebelum bersenggama beserta artinya.
"Pffffftttt ... hhahahha. Masya Allah, kadonya spesial banget, Beb. Kado yang sangat kamu butuhkan ketika kita mengawali ritual penyatuan raga."
"Issshhhh, Hany." Keanu mencebikkan bibir. Ia teramat kecewa karena kado yang dikira berupa sesuatu yang woowww ... ternyata eh ternyata, kaligrafi yang bertuliskan doa sebelum bersenggama beserta artinya. π
"Jangan kecewa dong, Beb! Kado yang mereka berikan sesuai dengan apa yang kamu butuhkan. Figura ini kita pasang saja di dinding. Jadi, Bebeb tidak perlu repot-repot untuk menghafalkan doa sebelum makan ... echhh ralat, doa sebelum bersenggama."
Keanu mendengkus. "Aku 'kan sudah hafal, Han."
"Oya?"
"Yaiyalah, perlu pembuktian hmmm ... ?" Keanu menyeringai dan menatap Raina dengan intens. Seolah, pria muda bermata teduh itu ingin segera menerkam Raina.
Raina menggeleng. Terbayang olehnya apa yang akan dilakukan oleh Keanu, jika ia menjawab 'Iya'.
"Ti-tidak. Ayo kita unboxing kado yang lain!" Raina berusaha mengalihkan pembicaraan. Meski sudah melakukan penyatuan raga berulang kali, dada Raina berdebar dan jantungnya berdentum-dentum setiap Keanu mulai menjamah tubuhnya.
"Hmmm, baiklah," tutur Keanu disertai senyuman khasnya yang menawan.
Raina mulai membuka kado yang diberikan oleh para penulis hebat, pendukung setia MjB.
Netra Raina berotasi sempurna ketika melihat isi kotak kado tersebut. "Apa-apaan ini? Lingerie warna merah dan ... tisu."
__ADS_1
Kali ini, Keanu yang tergelak. Ia teramat geli melihat ekspresi Raina.
"Kadonya spesial banget, Han. Pasti lingerie itu sangat cocok untukmu. Dan tisu itu ... memang sangat kita butuhkan."
"Aku 'kan malu, Beb. Masa pakaian yang kurang bahan kek gini dipakai sih ...," sungut Raina sambil memperlihatkan lingerie itu pada Keanu.
"Kenapa mesti malu? Bukankah, aku sudah melihat semuanya?" Keanu mengerlingkan mata seraya menggoda Raina.
"I-iya, tapi--"
HAP
Dengan tanpa aba-aba, tetiba Keanu melahap bibir ranum Raina. Netra Raina membola. Ia terkesiap.
Meski sempat terkesiap, Raina membalas sentuhan bibir suaminya. Kedua bibir mereka pun saling berpagut.
Perlahan, Keanu melepas pagutan bibir lalu membisikkan kata, "Han, aku ingin melihatmu memakai lingerie merah ini."
"Tapi, Beb ...."
"Aku tidak menerima penolakan."
"Isshhhh. Dasar o-mes." Raina beranjak dari posisi duduknya. Ia pun segera melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.
Sepuluh menit ... dua puluh menit ... tiga puluh menit ... satu jam. Raina belum juga keluar dari kamar mandi.
CEKLEK
Raina membuka pintu kamar mandi dengan perlahan.
"Han, kog lama banget sih? Hany pingsan atau ... ketiduran?"
"Aku mandi sekalian, Beb. Biar wangi ...."
Netra Keanu menyapu seluruh tubuh Raina dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Glug ... glug ... glug ....
Keanu menelan saliva tatkala melihat lekuk tubuh Raina yang terlihat begitu menggoda dengan balutan lingerie berwarna merah.
Gegas, ia meraih tangan Raina dan menuntunnya ke ranjang.
"Berdoa dulu, Beb!"
"Iya, Han." Keanu menaruh tangannya di pucuk kepala Raina, kemudian melantunkan doa sebelum bersenggama.
__ADS_1
βAllahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maa razaqtanaa. Ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."
Perlahan, Keanu mendorong tubuh istrinya, hingga terjatuh di atas di ranjang. Ia hujani wajah cantik Raina dengan kecupan mesra sebelum mulai menjamahnya.
"I will, always love you ... Hany."
"I will always love you too, Beb."
Irama mulai teratur dan mengalun indah, ketika raga mereka kembali bersatu.
πΉπΉπΉ
Seiring berjalannya sang waktu, Birru mulai membuka hatinya untuk Zahra. Namun bukan berarti, perasaannya terhadap Khanza sudah terkikis.
Sulit bagi Birru untuk melupakan Khanza. Meski segala upaya telah ia coba, bayangan wajah Khanza yang menggemaskan selalu saja menari-nari di ingatan.
Birru mendesah. Ia tatap wajah polos baby Kevin untuk mengalihkan pikirannya tentang Khanza.
"Kak Birru ...." Zahra memanggil Birru dengan suaranya yang terdengar lembut.
Birru memutar tubuhnya, hingga ia dan Zahra saling berhadapan.
"Ada apa, Ra?"
"Kak, Zahra sudah menyiapkan sarapan. Lebih baik, Kak Birru sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kampus," tutur Zahra.
"Aku sedang tidak ingin berangkat ke kampus, Ra."
"Loh, kenapa Kak?"
Birru mengulas senyum dan mengusap pipi Zahra. "Karena aku ingin membawamu ke suatu tempat."
"Ke mana, Kak? Kevin juga dibawa?"
Birru menggelengkan kepala disertai senyuman yang masih menghiasi wajah tampannya. "Tidak. Kali ini, Kak Birru hanya ingin pergi berdua denganmu. Kevin kita titipkan pada mama. Percayalah, mama akan menjaga Kevin dengan baik."
"Baiklah, Kak." Zahra menyunggingkan seutas senyum. Binar di matanya menyiratkan rasa bahagia karena Birru akan membawanya ke suatu tempat. Zahra berharap, Birru akan membawanya ke tempat yang sangat romantis.
"Ra, jangan lupa meninggalkan air asi untuk Kevin! Jangan sampai jagoan kita kehausan dan kelaparan," titah Birru.
Hati Zahra menghangat tatkala mendengar ucapan Birru. Sungguh, ia teramat bersyukur, memiliki seorang suami ... Albirru. Penyayang, perhatian, dan tentu saja sangat sweet.
Zahra segera menyiapkan air asi dan menyimpannya di dalam kulkas lalu menitipkan Kevin pada Jane. Ia pun segera berkemas seusai sarapan bersama suami yang sangat dicintainya .....
πΉπΉπΉπΉ
__ADS_1
Bersambung ....
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like, beri komentar, gift, atau vote untuk mendukug MjB. Trimakasih πππ