Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Tasbih Biru


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


Hari ini, Khanza memberanikan diri untuk menemui Birru di apartemen miliknya. Ia ditemani oleh Raina. Sebelum hari H pernikahan Birru, Khanza ingin memberikan sesuatu pada Albirru, pria blonde yang dicintainya.


"Assalamu'alaikum ...." Raina dan Khanza mengucap salam, setelah pintu apartemen terbuka.


"Wa'alaikumsalam, Rain, Za ...," balas Keanu. Pria muda yang mewarisi ketampanan ayahnya itu, mempersilahkan Raina dan Khanza untuk masuk ke dalam apartemen. Keanu memandu Raina dan Khanza, berjalan menuju ke kamar dua D. Dylan dan Dhava.


Dylan dan Dhava yang tengah asik bermain game, terkesiap saat melihat dua gadis cantik yang sangat familiar bagi mereka, Raina dan Khanza.


Dhava mengerjap-ngerjapkan mata, seolah ia tidak yakin dengan objek yang tengah dilihatnya saat ini. Sedangkan Dylan, ia mengulas senyum dan mempersilahkan Raina, Keanu, dan Khanza untuk masuk ke dalam kamar.


"Kak Raina, Mbak Khanza ...." Dhava mengabsen nama Raina dan Khanza.


"Heemmm, iya Va. Ini kakak, dan Mbak Khanza." Raina mengacak-acak rambut Dhava dengan gemas.


"Kirain, anak buahnya tante Miranda, dua perempuan jadi-jadian."


CETAK ....


Raina menjitak Dhava dengan pelan. "Kalau ngomong jangan suka asal!"


Dhava meringis dan mengangkat kedua jarinya yang membentuk huruf V. "Upssss, muup ... Kak."


"Va, Dy ... kenapa, kalian nggak pernah main ke apartemen yang kakak sewa? Kalian juga selalu menolak makan bersama kami? Ada apa dengan kalian?" cecar Raina sambil mendaratkan tubuhnya di tepi ranjang.


"Kami males keluar-keluar, Kakak .... Di dalam kamar kami, sudah tersedia fasilitas yang sangat lengkap. Sehingga, kami merasa nyaman bercengkrama di dalam kamar sambil ngegame. Soal makan ... mama dan tante Kirana sering mengirimkan makanan yang super lezat. So, ngapain kami makan bersama dengan kalian. Apalagi, pasti ... masakan Kak Rain, sangat tidak lezat," jawab Dhava panjang lebar seraya mencibir kakaknya.


"Ohhhh, begitu ya??? Awas aja, bsok ... kalau kak Rain masak sesuatu yang membuat lidahmu bergoyang, kakak nggak akan membaginya."


"Nggak masalah. Toh, nggak mungkin ... masakan ala kak Raina, berasa lezat," tandas Dhava.


Raina bergeming. Ia malas meladeni ucapan Dhava yang semakin membuat sebal. Raina beranjak dari posisi duduknya, lalu berjalan keluar dari kamar, diikuti oleh Khanza dan Keanu.


"Mas, Kean. Sebenarnya, Khanza ingin menemui kak Birru," ucap Khanza ragu.


"Birru ada di balkon, temuilah dia!" titah Keanu.

__ADS_1


Khanza mengangguk pelan. Gegas, ia pun berjalan menuju balkon, untuk menemui pemuda tampan bermanik hijau, Albirru.


"Kak Birru ...." Birru menoleh ke arah asal suara disertai seutas senyum yang menawan.


"Za ...."


Khanza berjalan mendekat ke arah Birru.


"Kak, ada sesuatu yang ingin Khanza berikan untuk Kak Birru." Khanza membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berwarna biru.


"Kak, ini ... untuk Kak Birru." Khanza menyerahkan kotak kecil itu pada Birru.


"Bolehkah, kakak membukanya sekarang ... Za?" Birru melontarkan pertanyaan setelah menerima kotak kecil dari tangan Khanza.


"Tentu, Kak ...."


Perlahan, Birru membuka kotak kecil itu. Netra Birru berbinar tatkala melihat sebuah tasbih yang sangat cantik, berwarna biru. Tasbih itu terbuat dari batu alam asli.


"Cantik sekali, Za. Trimakasih ...." Senyum Birru merekah. Ia tatap wajah Khanza lekat-lekat.


"Kembali kasih, Kak. Maaf, Khanza hanya bisa memberikan tasbih ini untuk Kak Birru." Khanza tidak berani membalas tatapan Birru. Khanza takut, jika menatap wajah Birru yang sangat rupawan, rasa cinta di dalam hatinya akan semakin bertambah.


" ... "


"Za, maaf ... kak Birru tidak bisa memperjuangkan cinta kita-"


Khanza terkesiap mendengar ucapan yang keluar dari bibir Birru.


"Ma-maksud, Kak Birru? Memperjuangkan cinta kita?"


"Iya, Za. Kak Birru ... juga memiliki perasaan yang sama denganmu. Kak Birru baru menyadari, bahwa hati ini sudah teralihkan padamu," tutur Birru tanpa ragu.


"Kak ...." Raut wajah Khanza terlihat sendu. Ada setitik rasa bahagia yang menyelinap di kalbu setelah mendengar pengakuan dari Birru.


"Za, meski cinta kita tidak bisa menyatu, yakinlah ... bahwa namamu selalu tersemat di setiap untaian doaku."


DEG

__ADS_1


Jantung khanza berdegup kencang tatkala mendengar ucapan Birru yang tulus dari hati.


"Kak, nama Kak Birru juga selalu Khanza sematkan dalam setiap untaian doa. Khanza berharap, apapun keputusan Kakak, itulah yang terbaik."


"Za, andai bibir ini tidak terlanjur menyanggupi dan mengucap janji, insya Allah ... kak Birru akan menunggu si gadis kecil, hingga ia tumbuh menjadi seorang wanita dewasa."


"Kak ... Khanza ikhlas menerima kenyataan, bahwa kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Cukup mendapat balasan cinta dari Kak Birru saja, Khanza sudah teramat bahagia. Kata bunda, apapun yang Allah takdirkan untuk kita, maka kita harus ikhlas menerima, karena ... itulah yang terbaik." Khanza berusaha menguatkan hati. Ia mengalihkan pandangannya pada langit yang terlihat muram. Semuram dua hati yang kini bertudung mendung.


"Za, aku kagum padamu. Meski usiamu masih sangat belia, tapi ... cara berpikirmu melebihi orang dewasa." Birru bermonolog di dalam hati. Ia pandangi wajah cantik Khanza yang kini terlihat sendu. Birru mengerti, bahkan sangat mengerti ... apa yang tengah dirasakan oleh Khanza saat ini. Karena, ia pun merasakan hal yang sama. Saling mencinta, tetapi tidak bisa bersama, karena janji yang terlanjur terucap.


.


.


Bila Khanza dan Birru sedang patah hati, Keanu dan Raina tengah berbahagia karena sebentar lagi cinta mereka akan menyatu.


Saat ini, mereka berada di sebuah kafe yang letaknya tidak jauh dari apartemen milik Birru. Mereka berbincang sambil menikmati secangkir kopi hangat.


"Rain, sebentar lagi ... kita akan menjadi pasangan suami istri. Aku benar-benar tidak menyangka, kisah persahabatan kita berubah menjadi kisah kasih."


"Iya, Ke. Aku juga tidak menyangka. Dulu, kamu sangat menyebalkan. Kamu selalu menganggapku, hanya sebagai seorang sahabat, tidak lebih. Hatiku teramat hancur, ketika ... kamu berniat untuk mengkhitbah kak Alyra."


"Maaf, Rain. Saat itu ... aku benar-benar belum menyadari perasaan cintaku, yang ternyata bukan untuk kak Alyra. Aku teramat menyesal, karena terlambat menyadari, bahwa gadis yang aku cintai ... sahabatku sendiri. Raina Aisyah Qirani." Keanu mengulas senyum. Ia tatap wajah cantik yang tidak akan lama lagi, halal untuk dikecupnya


"Trimakasih, Kean ... karena sudah membalas perasaan cintaku." Raina membalas tatapan Keanu. Hingga, kini netra mereka saling bersiborok.


Di dalam hati, Keanu dan Raina melangitkan pinta, semoga Sang Maha Cinta memberikan keridhoan.


β€œYa Allah segala yang Engkau rezekikan untukku di antara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan diantara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untukku dalam segala hal yang Engkau cintai.”


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf jika banyak typo bertebaran πŸ˜…πŸ™


Jangan lupa, like, komen, gift, dan vote-nya untuk MJB πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

__ADS_1


Trimakasih 😘😘😘


__ADS_2