Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Akhir Yang Mengenaskan


__ADS_3

Happy reading .... 😘😘😘


Erik dan Jane, menyambut kedatangan putra mereka dengan raut wajah tak terbaca. Entah apa yang akan dibicarakan oleh Erik, sehingga ia meminta Birru untuk segera pulang ke mansion.


"Duduklah!" titah Erik kepada putranya.


Birru mendudukkan tubuhnya di sofa, berhadapan dengan Erik dan Jane.


"Sean, apa yang kamu lakukan terhadap Steven, berakibat sangat fatal." Erik memulai pembicaraan mereka.


"Maksud Papa?" tanya Sean (Birru) seraya meminta penjelasan.


"Sean, Steven teramat frustasi karena benda berharganya tidak bisa berfungsi lagi, setelah dihancurkan olehmu. Steven juga merasa teramat malu, karena foto tubuh polosnya tersebar di berbagai media sosial. Sore tadi, Steven ditemukan sudah tidak bernyawa dengan cara mengenaskan. Ia gantung diri di dalam sel tahanan."


Sean tersenyum miring mendengar apa yang telah disampaikan oleh papanya. Ia tidak terkejut sedikitpun ketika mendengar kabar bahwa Steven telah meninggal dunia dengan cara yang mengenaskan. "Syukurlah, pria lucnut itu sudah tidak berada di dunia ini. Setidaknya, pria beja* di dunia berkurang satu orang."


Jane menggeleng-gelengkan kepalanya tatkala mendengar ucapan Sean. Jane tidak percaya, putranya sama sekali tidak mempunyai belas kasihan terhadap Steven.


"Sean, sadarkah ... jika perbuatanmu itu sungguh sangat keterlaluan? Kamu boleh saja menghukum Steven, tapi jangan keterlaluan seperti itu!" Jane yang sedari tadi memilih diam, kini mulai ikut bersuara.


"Ma, Sean menghukumnya seperti itu karena apa yang telah dilakukan oleh Steven sudah sangat keterlaluan. Berulang kali, Steven berusaha untuk menodai kesucian Raina," tandas Sean.


"Raina? Siapa dia?" tanya Jane sembari mengerutkan dahinya.


"Ma, Raina ... sahabat Sean. Gadis Jawa, yang pernah Sean ceritakan pada Mama."


"Gadis yang mampu merubah Seorang Sean Wilson menjadi Albirru?"

__ADS_1


"Iya Ma."


"Sean, sepertinya ... kamu sangat mencintai Raina. Sehingga, kamu tidak terima jika Steven ingin menodai gadis itu."


"Mama benar. Sean sangat mencintai Raina. Tapi, cinta Sean bertepuk sebelah tangan. Raina sama sekali tidak memiliki perasaan cinta terhadap Sean. Hati Raina sudah tertaut pada pria lain. Pria itu, sangat perfect. Wajar, jika hati Raina tidak mudah berpaling." Raut wajah Sean berubah sendu.


"Sudahlah, Sayang ... terima kenyataan! Bukankah, banyak wanita yang memujamu? Putra mama juga sangat perfect 'kan ...." Jane mengusap wajah putranya dengan penuh kelembutan seraya mencurahkan kasih sayang.


"Tapi, Raina sangat berbeda. Selama ini, Sean belum pernah bertemu dengan gadis yang seperti Raina."


"Yakinlah, Sean ... kelak akan datang kepadamu, seorang gadis berhati bidadari. Dan mungkin, gadis itu lebih baik dari pada Raina," tutur Jane seraya menghibur hati putranya.


"Bagi Sean, tidak ada gadis yang sebaik dan sesempurna Raina, Ma."


Hening ....


"Oya, Sean. Besok, datanglah ke pemakaman Steven! Ucapkan bela sungkawa dan mintalah maaf kepada keluarga Steven. Papa berharap, mereka bisa memaafkanmu dan tidak menaruh dendam," tutur Erik seraya memecah keheningan.


"Iya, Pa. Besok, Sean akan datang ke pemakaman Steven."


"Papa akan meminta Jack dan Jasson untuk mengawalmu. Papa khawatir, Tuan William akan melakukan sesuatu yang buruk terhadapmu."


"Trimakasih, Pa."


.....


🌹🌹🌹

__ADS_1


"Belum tidur, Ke?" tanya Birru (Sean) sekedar berbasa-basi.


"Belum, Ru. Aku masih menunggumu," jawab Keanu disertai seutas senyum.


"Owhhh ...."


"Ru, besok ... jadi 'kan, mengantarku untuk bertemu dengan Steven?"


"Hemmm, insya Allah ... jadi. Besok, kita akan pergi ke pemakaman Steven," jawab Birru sembari menghempaskan tubuhnya di sofa.


Keanu terkesiap. Ia tidak percaya dengan apa yang telah diucapkan oleh Birru.


"Steven ... meninggal?"


"Iya. Pria lucnut itu menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri," tandas Birru.


Keanu bergeming. Ia merasa teramat kecewa, karena keinginannya untuk bertemu dengan Steven tidak terpenuhi.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf readers, UP nya segini dulu ya πŸ˜…πŸ™ Jari othor sedang ngambek, karena tiap hari mengetik lebih dari seribu kata dengan ponsel jadul. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… Maklum, lepinya masih dititipkan di toko 😁😁😁


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like dan beri komentar. Syukur-syukur, ada yang berkenan memberi vote. Karena vote itu geratis lho πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Trimakasih 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2