Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Tumbu Oleh Tutup


__ADS_3


Happy reading ....


San, kamu tanyakan saja pada tante google. Pasti, tante google akan menjawab pertanyaanmu dengan senang hati," usul Keanu.


"Owhhh ... iyaya. Kenapa malah nggak kepikiran?" Ikhsan nyengir kuda. Ia garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Segera dech kamu tanyain ke tante google, bagaimana cara melakukan itu ... secara syariat! Cussss, nanti malam ... kamu praktekkan." Keanu tersenyum lebar. Ia sangat geli dengan kepolosan sahabatnya, Ikhsan Maulana sang mantan bekantan.


Tetiba, Keanu menghentikan tawanya. Ia tatap manik mata Ikhsan dengan lekat. "San, tapi ... setelah aku pikir-pikir lagi, sebenarnya ... kamu nggak polos-polos amat."


Ikhsan menautkan kedua alisnya. "Maksudmu, apa Ke?"


"San, kamu bilang ... kalian sudah melakukan first kiss. Menurutku, sebagai seorang lelaki yang masih polos ... kamu teramat berani melakukannya. Fix ... si mantan bekantan nggak polos-polos amat," jawab Keanu seraya mencibir sahabatnya.


"Terserah kamu mau beranggapan apa tentangku, Ke. Mengenai first kiss ... itu karena_"


"Karena apa, San?"


"Karena ... sewaktu masih bekerja di GL Zoo, aku sering melihat pasangan muda yang berkencan. Tanpa malu-malu, mereka saling memagutkan bibir di depan mataku. Kean, melihat bibir ranum Alyra, aku merasa terhipnotis dan tanpa sengaja ... bibir kami pun saling berpagut."


Mendengar pengakuan Ikhsan, Keanu pun tergelak. "Pffftttt ... hahha, nah kan ... tebakanku benar. Sebenarnya, kamu nggak polos-polos amat, San. Hanya saja, kamu masih grogi untuk melakukan hal yang lebih. Kamu bingung bagaimana cara melakukannya, karena belum pernah melihat adegan 21+."


Ikhsan menyipitkan netranya. "Jangan-jangan, kamu pernah melihat adegan 21+, Ke?"


"Eng-enggak lah. A-aku nggak pernah melihat adegan 21+ secara langsung. Hanya saja, aku pernah membaca novel kesukaan bunda, karya Rasti Yulia, Nofiya Hayati, Misshel, Hesty Heryanti, Esti W, dan beberapa karya penulis femes yang lainnya. Jadi, aku punya gambaran mengenai adegan 21+. Aku membaca novel-novel itu saat ... ingin menikahi kak Alyra. Aku takut, tidak bisa memberikan nafkah batin jika sedikitpun tidak tau bagaimana caranya bercint*. Beruntung, sebelum benar-benar mewujudkan keinginanku untuk menikahi kak Alyra, hati yang telah lama pingsan ... siuman kembali. Aku menyadari, bukan kak Alyra gadis yang ku cintai, tetapi ... Raina."


"Benarkah?"


"Ya benarlah. Masa aku boong, San."


"Ke, pinjemin dong novelnya! Aku males tanya tante google."


"San, kamu tinggal download aja aplikasi novel online. Terus ... kamu ketik nama penulisnya di kolom pencarian. So ... akan muncul karya-karya mereka yang best banget."


Senyum terbit menghiasi bibir Ikhsan tatkala mendengar jawaban dari Keanu. "Okay, Ke. Nanti, aku download dech aplikasi novel online. Supaya, aku bisa tau bagaimana cara memulainya. Maksudku ... cara bercint*."


"Tapi, jangan lupa berdoa sebelum melakukannya, San. Biar nggak ada pihak ketiga yang mengganggu?"


"Pihak ketiga?"

__ADS_1


"Yups.... Pihak ketiganya ... syaiton."


Ikhsan bergidik ngeri mendengar kata syaithon yang diucapkan oleh Keanu.


"Hihhhhh ... jangan sampai ritual ibadah kami, diganggu oleh syaithon."


Keanu terkekeh melihat ekspresi Ikhsan. "Hhhehe, makanya ... tetep tanya tante google, bagaimana melakukan ritual penyatuan raga yang sesuai syariat. Jika merasa kurang dengan jawaban yang diberikan oleh si tante, baru dech ... kamu cari referensi melalui beberapa karya author femes yang aku sebutin tadi."


"Kamu cerdas banget, Ke. Cerdas dalam hal ... percintaan. Seharusnya, kamu yang sudah siap menikah."


"Aku belum siap menikah, San. Aku masih berusaha untuk membekali diri dengan ilmu, supaya kelak ... tidak mengecewakan Raina."


"Membekali ilmu dengan cara membaca novel 21+ ... supaya nggak mengecewakan Raina di atas ranjang?" cibir Ikhsan disertai tawanya yang renyah.


Keanu membuang nafas kasar. "Hufttt ... bukan hanya karena itu. San, aku ingin menjadi imam yang terbaik untuk Raina. Aku ingin, kelak bisa mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawadah, warohmah. Makanya, aku menimba ilmu di pondok pesantren yang dimiliki sekaligus dipimpin oleh pakdhe Ilham."


Mendengar jawaban Keanu, raut wajah Ikhsan tetiba berubah sendu. Hatinya tercubit. "Sayang, pernikahanku dengan Alyra sangat mendadak. Aku belum sempat menimba banyak ilmu, tentang ... bagaimana mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawadah, warohmah. Aku takut ... tidak bisa menjadi imam yang baik untuk Alyra, Ke."


"San, aku sangat yakin ... kamu pasti bisa menjadi imam yang baik untuk kak Alyra. Syukuri pernikahan kalian sebagai bentuk anugerah terindah dari Illahi untuk hamba-Nya yang terpilih. Kak Alyra berhak mendapatkan cinta darimu, San. Pemuda yang sangat baik dan berhati mulia. Begitu juga kamu, San. Kamu juga berhak mendapatkan cinta dari seorang gadis yang sangat perfect. Dalam istilah bahasa jawa, TUMBU OLEH TUTUP. Kalian berdua, pasangan yang sangat serasi."


Tanpa mereka sadari, Alyra dan Khanza sudah berada di dalam kamar. Keduanya membawa nampan yang berisi minuman dan camilan.


"Kean, diminum dulu teh hangatnya!" Alyra mempersilahkan Keanu untuk meminum teh hangat buatannya sembari meletakkan nampan di atas meja.


Mereka berempat melanjutkan obrolan sembari menikmati kehangatan teh dan camilan berupa keripik singkong.


🌹🌹🌹


Raina bergegas menarik koper dan memanggul tas punggung yang berisi semua barang-barangnya. Ia berjalan dengan sangat hati-hati supaya langkah kakinya tidak terdengar Steve dan Sherin.


DEG


Tetiba langkah Raina terhenti saat tangan kekar seseorang mencengkram pergelangan tangannya.


"Where are you going, Rain?"


Raina memutar kepalanya dan menghujamkan tatapan nyalang. "Kamu tidak perlu tau, Steve. Lepaskan tanganmu, atau_"


"Atau apa, Rain? Jangan pergi! Mari kita bersenang-senang! Aku akan membuatmu lebih bahagia dari pada Sherin."


Cuihh

__ADS_1


Raina meludahi wajah Steve.


"Hmmm, ludahmu saja sudah manis. Apalagi bibirmu." Steve menyeringai sembari mengusap wajahnya yang terkena ludah Raina. Pria itu tidak jij*k dengan ludah Raina, bahkan ... ia malah menjil*tnya.


"Sungguh pria yang sangat menjij*kan," umpat Raina disertai tatapan jiji*.


"Rain, come on ... jangan berlagak sok suci! Aku yakin, setelah merasakannya ... kamu akan kecanduan. So, kamu akan memintaku untuk melakukannya lagi ... lagi ... dan lagi."


"Dasar pria mesu*. Aku tidak sudi disentuh sedikitpun olehmu." Raina mengibaskan tangannya, hingga cengkraman tangan Steven pun terlepas.


Steven tidak hilang akal, ia menarik tas punggung yang dipanggul oleh Raina dengan kasar, sehingga tubuh Raina sedikit terhuyung ke belakang. Steven pun memeluk tubuh Raina dari belakang.


Pria itu menyeringai dan mendaratkan kecupan di pipi Raina. Sebelum bibir Steven berhasil mendarat sempurna ....


DUG


Raina melayangkan kaki kirinya ke belakang.


"Argggghhhhh ...," pekik Steven sembari memegangi harta yang dibanggakannya.


Raina menarik salah satu sudut bibirnya ke atas. Ia puas bisa memberi sedikit pelajaran kepada Steven.


"Kau akan menerima akibat dari perbuatanmu ini, Rain! Aku bersumpah, akan menghancurkan hidupmu ...," monolog Steven begitu Raina berlalu dari hadapannya.


Setelah menaruh barang-barangnya di bagasi mobil, Raina segera masuk ke dalam taxi online yang ia pesan. Ia duduk dengan bertopang dagu dan mengedarkan pandangannya ke luar.


Di saat-saat seperti ini, Raina sangat merindukan keluarga dan sahabat-sahabatnya yang berada di Jogja.


"Kean, andai kamu ada di sini ...."


TES


Buliran bening lolos begitu saja dari telaga bening Raina.


Raina merasa sepi, ia juga tidak merasa nyaman berada jauh dari orang-orang yang dikasihinya. Entah, apa yang akan dihadapi oleh Raina dikemudian hari ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf jika banyak typo πŸ˜…πŸ™

__ADS_1


Tetap beri suntikan semangat dengan meninggalkan jejak like dan komentar. πŸ˜‰


Trimakasih untuk readers yang sudah berkenan memberi gift apalagi votenya, sebagai bentuk dukungan kepada MJB. ❀❀❀


__ADS_2