Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Tante Miranda ....


__ADS_3

Happy reading .... 😘


Pagi yang cerah, berteman senyum mentari yang menyilaukan mata. Tak ada tanda-tanda sedikitpun ... langit akan menjatuhkan airnya.


Sampai hari ini, Keanu belum bisa kembali ke pondok pesantren. Ia disibukkan dengan aktivitasnya sebagai seorang mahasiswa sekaligus entrepreneurΒ muda. Apalagi, saat ini Keanu tengah menjalin kerjasama dengan seorang pengusaha muda yang bernama Rama Gilang Pradana.


Keanu dan Rama berencana untuk membangun sebuah kafe dengan konsep cafe outdoor. Cafe outdoor yang ingin mereka bangun mengusung tema bersatu dengan alam.


Mereka berdua memilih lokasi di tengah sawah, tepatnya di desa Bantul. Selain memanjakan pengunjung dengan sajian masakan yang lezat, keduanya juga ingin menyajikan pemandangan alam yang masih asri di desa Bantul. Dengan menggunakan konsep ini, Keanu dan Rama yakin ... pastilah para pengunjung akan betah berlama-lama di cafe mereka.


"Kean ...," sapa Kirana sembari menepuk pundak sang putra.


"Ya, Bund ...," balas Keanu disertai seutas senyum.


"Lagi sibuk?"


"Nggak kog, Bund." Keanu menaruh benda pipih yang sedari tadi berada dalam genggamannya di atas nakas. Keanu memutar tubuhnya hingga menghadap sang bunda.


"Kean, bisa temani bunda ke pasar Beringharjo? Bunda ingin membeli pakaian batik untuk pakdhe Ilham dan budhe Suci. Tadi, bunda meminta ayah untuk menemani, tetapi ... ayah tidak bisa karena ada meeting dengan tuan Zico, pemilik perusahaan software terbesar di negeri kita."


"Bisa kog, Bund. Khanza dan Dylan, belum pulang dari sekolah, Bund?"


"Belum, Ke. Nanti ... setelah dari pasar, kita mampir ke sekolahan Khanza dan Dylan untuk menjemput mereka."


"Baiklah, Bund."


"Yasudah, kita berangkat sekarang ya."


"Asiapppp, Bunda tercinta."


.


.


Perjalanan dari rumah Kirana menuju pasar Beringharjo, tidak membutuhkan waktu yang lama. Kurang dari setengah jam, mereka sudah sampai di parkiran pasar.


Setelah menaruh mobil di tempat parkir yang berada di sebelah selatan pasar, Keanu dan Kirana menyeberang jalan. Mereka melangkahkan kaki memasuki pasar Beringharjo bagian barat.

__ADS_1


"Mbak cangtippp ...." Terdengar suara yang sangat familiar bagi Kirana.


Netra Kirana berotasi sempurna tatkala melihat sesosok wanita setengah pria yang tetiba sudah berdiri di hadapannya.


"Mbak Miranda alias Maradona?"


"Heeh, Say. Gimana kabarnya? Sudah lama kita tidak bersua. Kangen nich, Say." Seperti biasa, Miranda berucap sembari memainkan bulu matanya yang cetar membahana. Keanu berusaha menahan tawa ... melihat wajah Miranda yang baginya mirip dengan sosok makhluk astral.


"Alhamdulillah, baik. Mbak Miranda masih awet syantik ya," jawab Kirana seraya memuji Miranda, disertai senyuman yang merekah.


"Iyalah, Say. Aku 'kan rajin merawat diri dengan mandi susu kambing. Jadi ya ... kecantikan seorang Miranda nggak lekang oleh waktu, awetlah pokoknya," tutur Miranda dengan lagak kemayu.


Kirana terkekeh tatkala mendengar ucapan si kemayu, Miranda. "Selain cantik, pastinya ... aroma tubuh Mbak Miranda sangat harum. Sebelas dua belas-lah dengan aroma kambing."


Keanu tergelak sembari memegang perutnya yang mulai terasa kram. Ia tidak menyangka ... sang bunda bakal kambuh keabsurdannya. "Pffttt ... hhhaha, ya Allah ... Bund, Bund."


Miranda mencebikkan bibirnya. "Ishhh ... ishhh, Mbak cangtip ini suka bener loh kalau ngomong. Aroma kambing memiliki daya pikat yang luar biasa, Mbak. Buktinya, banyak para pengunjung pasar yang segera memberi uang, sebelum princes Miranda menyanyikan sebuah lagu. Bahkan, mereka ngasih tips yang lumayan supaya eike cepat beralih ke pengunjung lainnya. 'Kan akuh jadi berasa bahagia bangetzzzz ... dapat cuan dengan bermodal senyum ajah tanpa bersuara."


Kini bukan hanya Keanu saja yang tergelak, tetapi Kirana dan para pengunjung pasar yang berada di sekeliling mereka pun sudah tidak bisa lagi menahan tawa.


Lagi-lagi ... Miranda mencebikkan bibirnya. "Ishhhh ... Mbak Ayu, jan ngomong jujur ... dong. Akuh 'kan jadi pingin nangis ... hiks ... hiks." Refleks, Miranda menyandarkan kepalanya di bahu Keanu.


"Numpang kepala sebentar ya Mas Gansss ...."


Keanu terkesiap, seketika ia menjauhkan kepala Miranda dari tubuhnya.


"Ayok, Bund ... kita pergi dari sini!" Keanu meraih tangan sang bunda. Dengan langkah lebar Keanu dan Kirana meninggalkan Miranda yang tengah menangis. Miranda tidak menyadari, bulu matanya yang cetar membahana ... gogrok. 😌😌😌


🌹🌹🌹


Hari ini, merupakan hari ke enam ... Ikhsan dan Alyra menginap di resort. Mereka menghabiskan waktu dengan menikmati keindahan pantai Wediombo. Pantai yang teramat indah dengan hamparan pasir dan batu karang yang luas, serta air laut yang sangat bening.


Kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu, berjalan di atas hamparan pasir pantai dengan bertelanjang kaki. Tangan mereka saling bertaut, seolah tak ingin terpisah meski sekejap saja. Cinta yang sungguh unik dan ajaib. Siapa sangka, pernikahan yang mereka jalani karena keterpaksaan dan terkesan tiba-tiba, memberi kebahagiaan bagi kedua insan yang menerima takdir cinta dari-Nya, dengan keikhlasan.


Ketika senja menyapa, Ikhsan dan Alyra menghentikan langkah kaki. Mereka duduk di atas pasir dan memandang keindahan langit yang tergores warna jingga.


"Mas, indah sekali pemandangan pantai di senja hari ...." Alyra mengalungkan tangannya di lengan sang suami dan merebahkan kepalanya di bahu pria muda yang kini menjadi sandaran hatinya, Ikhsan Maulana.

__ADS_1


"Iya Sayang. Sangat indah .... Maha besar Allah yang telah menciptakan segala keindahan. Terutama ... keindahan yang ada pada dirimu, Yang ...," balas Ikhsan sembari menghujani pucuk kepala Alyra dengan kecupan.


"Mas, aku bahagia telah menjadi milikmu seutuhnya. Cinta kita sungguh unik. Aku tidak pernah menyangka ... berjodoh dengan lelaki yang sebenarnya mempunyai perasaan terhadap adikku sendiri, Raina."


"Sayang ... apa yang kurasa tentang Raina, sudah terhempas. Setelah mengucap janji suci, hanya nama Alyra Annasya yang Mas Ikhsan goreskan di hati."


Ikhsan memutar sedikit kepalanya. Ia tatap wajah cantik Alyra dengan intens. "Sayang, aku mencintaimu karena Allah. Bahkan, rasa cintaku kini semakin bertambah setelah ...."


"Setelah apa, Mas?" Alyra melontarkan pertanyaan sembari membalas tatapan suaminya.


"Setelah ... raga kita menyatu. Semua yang ada pada diri Sayang, bagaikan madu yang selalu ingin kusesap." Ikhsan merekahkan senyumannya.


Blussshhhh ....


Rona merah menghiasi wajah cantik Alyra tatkala mendengar ucapan Ikhsan. Terbayang olehnya, penyatuan raga yang setiap hari mereka lakukan selama menginap di resort. Ikhsan yang polos, menjelma menjadi pejantan tangguh. Ia sudah tidak gugup lagi. Bahkan, sekarang Ikhsan cukup lihai memimpin permainan. Hingga, Alyra terkadang kuwalahan mengimbangi Ikhsan yang ... wowww. 😌


Suara kerinduan Sang Pencipta terdengar begitu merdu. Menggetarkan jiwa setiap insan, hingga ingin segera bertemu dan bersujud sebagai ungkapan rasa syukur.


Alyra dan Ikhsan beranjak dari duduk. Setelah merontokkan pasir yang menempel di pakaian, mereka berdua melangkahkan kaki menuju ke resort yang berada tidak jauh dari pantai.


.


.


Sesampainya di resort, Alyra dan Ikhsan membersihkan tubuh mereka. Selesai membersihkan tubuh, keduanya pun bersiap menjalankan ibadah sholat maghrib berjamaah.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf jika banyak typo πŸ˜…πŸ˜…πŸ™


Hayooo ... siapa kemarin yang kangen sama tante Miranda alias Maradona?? 😁😁😁


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan beri komen penyemangat 😘😘


Trimakasih untuk readers yang masih setia mengikuti MJB dan memberikan dukungan lewat gift ataupun vote. πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2