
Setelah beberapa lama mereka terdiam, semua terasa sunyi, hanya deburan ombak yang terdengar serta suara pohon kelapa yang daunnya melambai lambai, suasana terasa sangat dingin, sunyi, mentari sudah tak terlihat diufuk barat. Pasir tertiup oleh angin, lama kelamaan menjadi gelap hanya ada sinar dari bulan juga bintang yang tampak remang-remang.
Mira tersadar akan waktu yang sudah mulai malam, maka Mira mengajak Raka untuk pulang.
"Heii, Raka pulang yuk udah gelap" ajak Mira pada Raka
"Yaa Ayo, mereka berdua gimana?" jawab Raka sambil menengok ke arah Bima dan Ina.
"Ajak pulang aja lah.. biar bareng" sahut Mira
"Bim, Ina, udah gelap ayo pulang!!" ajak Bima pada sepasang kekasih itu.
Bima dan Ina kaget akan suara Raka yang keras menggelegar,
"Busett ngagetin gue aja lo, untung Kita ga jantungan parah lo, udah puas pelukannya sama itu tuuuhhh" ucap Bima sambil melirik Mira
"Apaan si lo, udah Ayo pulang.. mau ikut pulang kagak? atau mau berduaan sampai besok disini? haaa" Jawab Raka
"Iyaa ayoo pulang!" jawab Ina sambil berdiri
Mereka semua pulang ke penginapan yang mereka sewa menyusuri pantai dengan pasir putih yang lembut.
Sekitar 15 menit mereka sampai di depan penginapan. Ina dan Mira masuk ke kamarnya, begitupun Bima dan juga Raka pun masuk ke kamarnya yang letaknya bersebelahan.
Mereka langsung mandi, membersihkan diri dan siap-siap untuk pergi ke luar mencari makan malam.
"Ina, pakai baju hangat jangan lupa ya.. di luar dingin banyak angin" ucap Mira
"Iyaa gue tauu" sahut Ina
Mereka semua bersiap-siap untuk pergi, Ina memakai sweater hangat, sedangkan Mira memakai jaket halus yang menghangatkan.
Tiba-tiba pintu kamar duo wanita cantik diketuk. Iya, siapa lagi yang ketuk pintu kamar kalau bukan Bima dan Raka.
"Took took took... took took took!!!"
"Iyaa sebentarr, tunggu sabarrr oiiii"
Sahut Mira kesal
Mira membuka pintu, sedangkan Ina di belakang Mira mengekorinya.
"Lama bener.. dasarr cewe!!" Ucap Bima manyun
"Ihhh. ngga lama juga, udah Ayo let's go!!" ajak Mira.
"Kunci dulu pintunya Bambanggg!!" sahut Ina dengan kesal.
"iyaa iyaa" Mira mengunci pintu kamar. Mereka langsung bergegas berjalan meninggalkan penginapan mereka.
Ina dan Bima berjalan di depan bersebelahan dengan tangannya saling bergandengan, sedangkan Mira berjalan disampingnya ada Raka tapi agak berjauhan.
__ADS_1
Tiba-tiba badan Raka mendekati Mira yang telapak tangan Mira masuk ke saku jaketnya.
Tangannya meraih lengan tangan Mira, lalu digandengnya tangan Mira.
Mira kaget dibuatnya akan sikap Raka. Tapi tidak sekaget waktu sore-sore di pantai.
"Boleh kan gue gandeng, biar ngga kelihatan jomblonya Kita hehe" ucap Raka sambil senyumnya melihat ke arah Mira.
"Ii iiyaa dehh, serah lo!" ucap Mira gugup
Dalam hati Mira "Waduhhh.. ganteng banget lo Raka, walaupun agak gelap senyum manismu ituloh.. bikin gue meleleh dibuatnya. Lama-lama gue disini berduaan sama lo bisa jatuh cinta banget , anjirr kapan pulang? huhuhu.. Mama tolong anakmu ini, anakmu jatuh cintaa hixhixhixx"
"Kok diem aja, kenapa?" Tanya Raka pada Mira.
"Ngga papa kok, beneran" sahut Mira terbata-bata
"Yaudah Ayo jalan, ntar ketinggalan sama mereka berdua" Ajak Raka sambil melihat kearah Bima dan Ina yang dari tadi berada di depan mereka.
Setelah beberapa lama berjalan, Mereka langsung terhenti di tempat makan yang lumayan ramai.
Mereka langsung mencari tempat duduk lalu duduk dan memesan beberapa makanan dan minuman.
Setelah menunggu lumayan lama sambil berbincang- bincang soal liburan, makanan datang. Pelayan membawakan semua pesanan makanan yang terdaftar di list pemesanan mereka.
Mereka langsung makan dengan lahap karena kelaparan dari siang baru makan lagi.
"Ina, bungkus yuk siapa Tau nanti malam kelaparan hhaha" ajak Mira
"Pelayan.. pelayan..." suara Mira memanggil pelayan.
"Iyaa mba, Ada yang bisa saya Bantu?" jawab pelayan
"Tolong bungkusin sate, nasi, sama soto ayamnya ya mba" ucap Mira pada pelayan
"Baik mba"
Setelah selesai makan, makanan sudah habis tak tersisa, Raka langsung membayar makanan ke kasir, sementara Mira menyusul untuk mengambil pesanan makanan yang dibungkus.
Perut sudah terisi penuh, Mira Ina Bima juga Raka langsung berjalan melangkahkan kakinya untuk menuju ke penginapan kembali. Tapi di pinggir jalan Ina melihat ada Minimarket, Ina memutuskan untuk membeli berbagai cemilan juga softdrink.
"Sayang, gue mampir ke Minimarket dulu ya, mau njajan. Ayok Mir" Izin Ina pada Bima.
"Oke, gue sama Raka nunggu di depan ya"
jawab Bima
Mereka berdua masuk untuk membeli makanan ringan, roti untuk sarapan, susu kotak, minuman ion, dan lainnya.
Setelah semua yang diperlukan sudah terbeli, Mira langsung ke kasir dan membayar belanjaan menggunakan kartu kreditnya yang diberi oleh Papanya untuk uang jajan bulanan.
Semua selesai, Mira dan Ina keluar dari Minimarket. Dilihatnya Bima dan Raka sedang asyik duduk sambil menikmati kopi yang dibelinya di depan Minimarket.
__ADS_1
"Woi. Ayo pulang ngopi mulu!!" ucap Mira pada Bima
"Lagian belanja lama benerr.. enakan ngopi, iya ngga Raka?" sahut Bima
"Hemm iyaa" jawab Raka singkat
"Yaudah Ayo pulang sudah malam ni" ajak Ina pada Bima juga Raka
"Gue abisin kopi dulu ya bentar!" ucap Raka
Bima dan Raka menghabiskan kopinya yang sudah dibayar.
Setelah habis, mereka berempat meninggalkan Minimarket dan melangkahkan kakinya kembali menuju ke penginapan mereka.
Setelah sampai, mereka masuk ke kamar masing-masing.
Ina langsung merebahkan badannya di ranjang sambil memainkan ponselnya, sedangkan Mira duduk di kursi yang ada jendelanya menghadap ke pantai. Jendelanya terbuka sehingga Mira dapat melihat pemandangan keindahan pantai di malam Hari.
"Sangat Indah pemandangannya, jadi pengin nih besok kalau nikah preweeding nya di pantai, dengan baju putih senada. Honeymoon di daerah pantai, romatis banget pasti aduhhh.. dasar Miraa, pacar aja gak punya mikirin nikah, bahkan honeymoon segala hadehh.. sadar Miraa sadarrr!!!" batin Mira. Setelah tersadar akan lamunannya, Mira menepuk nepuk pipinya, itu berarti dia hanya Mimpi.
Dilihatnya ke ranjang, Ina sudah terlelap. Mira tidak merasa ngantuk sama sekali. Mira putuskan untuk keluar menuju ke teras penginapan. Suasana sangat sepi mencekam.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki menuju ke Mira, Mira agak takut dibuatnya.
"Kok lo ngga tidur Mira, kenapa?"
"Ehh elo Raka.. kirain siapa bikin jantung gue deg-degan aja. Belum nih, belum ngantuk.. lah lo ngapain kesini?" ucap Mira balik.
"Haha . kagetan si lo.. gue belum ngantuk juga, efek kopi Kali ya hhee. Ina dimana? udah tidur?"
"Udah tidur Ina, Kalo Bima?" Tanya Mira
"Sama-sama sudah tidur juga. Cocok ya hahaha"
"Iyaa.. hehe"
Setelah berbincang-bincang lama, Mira memutuskan ke kamarnya untuk tidur karena sudah larut malam.
"Raka, gue masuk dulu ya . udah malem mau tidur gue,"
"Ohh yaudah.. gue juga mau tidur" jawab Raka
Raka dan Mira memasuki kamar masing-masing, lalu tidur.
Sebelum tidur, pikiran Raka dipenuhi oleh Mira Mira Mira Mira dan Miraa.
"Miraa.. kenapa si lo rese banget. Selalu ada dalam pikiran gue! salah ape gue !! huhhh.. gimana juga cara dapetin hati lo, oh my God Bantu aku...." batin Raka
Setelah lelah memikirkan tentang Mira, Raka akhirnya tertidur disebelah Bima yang sudah bermimpi sampai ke Jepang Kali wkwk..
Lanjut di episode selanjutnya yaa guys. jangan lupa like and Komen ,maaf banyak typo author baru soalnya .hikhikhiikzz
__ADS_1
Tolong Bantu masukannya buat author ya guys.. thanks😍