
Hari ini, Birru mempertemukan kedua orang tua Zahra (Allesya) dengan Abdal Hakim, sesuai yang telah ia janjikan. William dan Rose, sangat terkesan dengan penuturan Abdal Hakim mengenai Islam dan ajarannya. Mereka juga sangat mengagumi pribadi Rasulullah, yang lemah lembut dan penuh kasih sayang. Berbeda sekali dengan cerita dusta yang disebarkan oleh orang-orang yang sebenarnya belum mengetahui secara pasti pribadi beliau, Baginda Rasul.
"Pada suatu hari, Aisyah RA menceritakan bahwa orang-orang Yahudi datang kepada Rasulullah SAW, lalu mereka berkata, kehancuran atas kalian. Kemudian, ucapan mereka dibalas oleh Aisyah, begitu juga atas kalian. Mudah-mudahan Allah melaknat dan memurkai kalian.
Mendengar ucapan Aisyah, Rasulullah SAW lantas bersabda, tenanglah wahai Aisyah! Hendaknya kamu berlemah lembut dan jauhilah kekerasan (kekejaman) dan ucapan kotor.
Aisyah menjawab sabda Rasulullah, apakah engkau tidak mendengar apa yang mereka katakan, wahai Rasulullah?
Rasulullah bersabda kembali, apakah engkau juga tidak mendengar apa yang aku katakan? Aku pun sudah menjawabnya, (doaku) kepada mereka dikabulkan, sedangkan (doa mereka) kepadaku tidak dikabulkan.” Abdal Hakim menjeda sejenak ceritanya.
"Abu Hurairah RA menceritakan bahwa suatu hari ada orang Arab Badui buang air kecil di masjid. Para sahabat pun marah dan hampir saja memukulinya. Rasulullah mencegah mereka dan bersabda, biarkan dia (menyelesaikan kencingnya), dan siramlah kencingnya dengan seember air. Sesungguhnya kalian diutus untuk memberikan kemudahan bukan untuk memberikan kesulitan.
Jadi, bersikap lemah lembut merupakan sifat yang diteladankan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Kelemahlembutan merupakan cerminan dari ajaran Islam yang rahmatan lil ’alamin. Tidak membeda-bedakan latar belakang suku, etnis, dan agama. … dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal …. Sebagaimana yang tertuang dalam QS al-Hujuraat ayat 13." Abdal Hakim mengakhiri ceritanya tentang Baginda Rasul disertai seutas senyum penuh makna.
"Masya Allah.... Shalawat dan salam, semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW. Yang membawa dan menerangi hati nurani para umatnya, dan menjadi cahaya bagi segala perbuatan mulia." Netra Zahra berbinar. Ia benar-benar semakin jatuh cinta pada pribadi Rasulullah. Sampai-sampai, Zahra berdoa di dalam hati, bahwa ia ingin segera bertemu dengan Rasul.
"Insya Allah, semoga kita semua termasuk umat Nabi Muhammad SAW hingga akhir zaman." Doa yang diucapkan oleh Birru, seketika mendapat balasan dari Abdal Hakim dan Zahra.
"Aamiin yaa Allah."
"Mr. Abdal ... saya ingin bersyahadat," tutur Rose dengan sungguh-sungguh.
"Saya juga ingin bersyahadat. Setelah mendengar penjelasan anda mengenai Islam dan ajarannya, serta ... cerita tentang keindahan pribadi Muhammad, saya meyakini bahwa putri kami tidak salah dalam memilih keyakinan," sahut William.
Mendengar keinginan yang diutarakan oleh pasangan suami istri itu, Abdal Hakim, Birru, dan Zahra, merasa sangat terharu. Binar bahagia, terlukis jelas di wajah mereka.
"Alhamdulillah ...," ucap Abdal Hakim, Birru, dan Zahra, kompak.
Disaksikan oleh puluhan jamaah dan jutaan penduduk langit, William dan Rose mengucapkan kalimah syahadat.
Ayshadu Alla ilaha illallah wa ayshadu Anna Muhammadarrasulullah (aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya).
🌹🌹🌹
Abimana dan Kirana, melepas kerinduan dengan menyatukan raga mereka. Kedua insan itu sangat menikmati keintiman, yang selama seminggu ini terlewatkan.
Meski usia Abimana sudah tidak muda lagi, ketangguhannya dalam bercinta masih tetap sama. Begitu juga dengan Kirana. Ia masih bisa mengimbangi ketangguhan suaminya di atas ranjang.
Abimana menyeka peluh yang menghiasi wajah cantik istrinya. Ia kecup mesra bibir ranum yang selalu menjadi candu.
__ADS_1
"Trimakasih, Sayang."
"Heem Bi."
"Yang, kita mandi bareng ya ...."
"Mandi sendiri-sendiri saja ya, Bi."
"Nggak mau. Aku pinginnya, kita mandi bareng."
"Modus, Bi." Kirana menoel hidung suami tercinta dengan jari lentiknya.
"Meski modus, Sayang suka 'kan?" Abimana kembali mendaratkan kecupan.
"Heem ...." Kirana mengangguk pelan. Bibir ranumnya terhias senyuman yang merekah.
Abimana menggendong Kirana ala bridal style, lalu membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
Di bawah guyuran air shower, kedua insan yang dianugerahi cinta itu, kembali melakukan ritual penyatuan raga. Mereguk kenikmatan surga dunia.
Setelah selama satu jam berada di kamar mandi, Abimana dan Kirana keluar dengan senyum yang menghiasi wajah mereka.
"Aamiin, Ya Robb. Nggak terasa ya, putra kita sudah besar, Yang. Rasa-rasanya, baru kemarin kita membuat adonan Keanu." Abimana terkekeh. Teringat olehnya, penyatuan raga yang ia lakukan bersama dengan Kirana, dua puluh tahun silam.
"Hemmm, iya Bi. Saat mengandung Keanu, banyak sekali ujian yang harus kita lewati. Dadaku teramat sesak, jika mengingat kejadian kelam di masa lalu." Raut wajah Kirana berubah sendu. Teringat olehnya perbuatan Vano yang teramat bejat. Pria itu menyapu wajah dan leher Kirana dengan bibir kotornya.
Jika Abimana dan sahabat-sahabatnya tidak segera datang, mungkin saja ... Vano berhasil menyesap madu Kirana.
TES
Tetiba, bulir-bulir bening jatuh dari telaga bening Kirana.
Gegas, Abimana meraih tubuh Kirana, lalu membawanya ke dalam pelukkan. Ia hujani pucuk kepala sang istri, dengan kecupan.
"Yang, jangan mengingat kejadian yang membuatmu bersedih lagi! Aku sungguh tidak ingin, melihatmu menangis. Yang aku inginkan, Sayang selalu tersenyum." Abimana mengeratkan pelukannya.
.
.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum ...." Terdengar suara salam dari luar kamar.
Perlahan, Abimana melepas pelukannya. Ia dan Kirana menjawab salam dengan kompak.
"Wa'alaikumsalam ...."
Kirana segera mengenakan pasmina untuk menutupi rikmanya dan menyeka jejak air mata yang membasahi wajah cantiknya.
KLEK
Abimana membuka pintu dengan perlahan.
"Rai, Al, ada apa? Pagi-pagi kog sudah berpakaian rapi."
"Kamu lupa atau pura-pura lupa, Bim? Jangan-jangan, yang kamu ingat cuma olah raga malam dan olah raga pagi ...," cebik Raikhan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku beneran lupa, Rai ...."
"Bim, hari ini ... kita akan ke Cambridge Mosque Trust, untuk menemui Mr. Abdal Hakim. Pernikahan Keanu dan Raina, seminggu lagi lho."
"Ohhh, iyaya. Aku benar-benar lupa, gara-gara itu." Abimana nyengir dan menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
"Yasudah, kami tunggu di lobi, Bim."
"Siap Rai ...."
"Jangan lama-lama!!!"
"Iya, iya. Huuusshhhh sana. Aku mau ganti baju dulu ...."
.....
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Maaf jika banyak typo bertebaran 😅🙏
Jangan lupa tinggalkan like dan beri komen 😆😆😆
__ADS_1
Trimakasih 😆😆🙏