Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Ngesot


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


"Maaf, Mommy. Bukan maksud suami handsome-mu ini, meninggalkan Mommy, tapi--"


"Sudah cukup, Dad. Tidak usah beralibi. Aku memaafkan Dady asal--"


"Asal apa, Mom?"


"Asal, petik buah semangka untukku Dad! Tapi, Dady harus memanjat pohonnya!" titah Raina dengan penuh penekanan.


Keanu memijit pelipisnya yang tetiba serasa cenat-cenut.


"Ya salammm, bagaimana bisa ... pohon semangka dipanjat," gumam Keanu yang hanya terlisan di hati. 😌


"Mom, bukannya ... pohon semangka itu merambat ya? Bukan tumbuh ke atas, tapi tumbuh ke--"


"Tumbuh ke samping? Itu maksud Daddy? Kamu tega menyindirku, Dad. Hikss ... hiksss. Badanku sekarang memang tumbuh ke samping, itu karena Daddy." Raina kembali terisak. Hormon kehamilan sungguh ajaib. Merubah Raina menjadi wanita yang teramat sensitive.


Keanu meraih tubuh istrinya yang berguncang lalu membawanya ke dalam dekapan.


"Sstttt ... jangan menangis lagi, Mom! Kasihan debay yang ada di dalam rahim," bujuk Keanu sembari menghujani pucuk kepala Raina dengan kecupan.


"Daddy tega. Badanku memang tumbuh ke samping, Dad. Dan pastinya sudah tidak menarik lagi, hiks ... hiks."


Ingin rasanya, Keanu tergelak mendengar ucapan Raina yang menggelikan.


"Mom ... Badan Mommy nggak tumbuh ke samping, tapi tumbuh ke depan. Buncit," ujar Keanu.


Tangis Raina semakin menjadi karena ucapan Keanu yang seolah kembali menyindirnya 'buncit'.


"Tuch 'kan, Daddy menyindir lagi."


"Ya Robb, kuatkanlah hamba-Mu ini, menghadapi Raina yang semakin sensi ...," pinta yang terlantun di dalam hati.


"Sumpah demi apapun, Daddy tidak pernah bermaksud menyindir Mommy."


Keanu meregang pelukan. Ia seka wajah kekasih halalnya yang basah.


"Mom, perut Mommy buncit karena ada isinya. Buah hati kita," sambung Keanu.


"Hiks ... hiks ...."


"Meski perut Mommy buncit, kecantikan Mommy tidak akan pernah berkurang."

__ADS_1


"Benarkah, Dad?" Raina menatap manik mata Keanu, mencari kebohongan yang tersirat. Namun yang ia temukan justru netra yang teduh disertai ketulusan.


"Benar, Mom." Keanu menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya di belakang telinga. Ia raih dagu Raina lalu mengecup bibir ranum yang selalu menjadi candu.


CUP


Bibir mereka saling berpagut, menyelami rasa yang membawa keduanya merengkuh kebahagiaan hakiki.


Perlahan mereka melepas pagutan bibir dan saling melempar senyum yang tersirat makna. Meraup udara sebelum merangkai waktu dengan penyatuan raga.


....


Setelah mereguk kenikmatan surga dunia, kedua insan itu saling berpeluk.


"Dad ...."


"Hmmm ...."


"Jadi 'kan?"


"Jadi apa, Mom?"


"Jadi yang memetik buah semangka untukku."


"Mmm ... Insya Allah, jadi Mom. Tapi, pohon semangka 'kan merambat. Jadi, memetiknya ya tinggal memotong tangkainya, nggak usah memanjat."


"Yahhh, kalau segampang itu ... kurang perjuangannya dong," sahut Raina dengan mengerucutkan bibir.


"Lantas ... inginnya Mommy bagaimana, hmm?"


"Daddy memetik buah semangka dengan cara ngesot. Tapi nggak boleh mengenakan celana panjang ataupun pendek."


Netra Keanu membola. "Mommy ingin memamerkan aurat suami tampanmu ini?"


"Nggak-lah, Dad. Daddy 'kan bisa mengenakan sarung. Dan ... atasannya singlet," jawab Raina dengan memasang wajah yang sangat menggemaskan 'puppy eyes'.


"Ya Salammmm, mungkinkah ini karma karena tadi pagi ... aku mencibir Ikhsan?" batin Keanu.


"Mom, Mommy nggak khawatir jika tiba-tiba ada ular yang menggigit Daddy? Nggak usah ngesot ya, Mom! Daddy akan memetik semangka 33 buah untuk Mommy, jika memetiknya dengan cara yang wajar," rayu Keanu.


"Dad, nggak bakalan ada ular yang menggigit Daddy. Karena, mereka takut dengan cobra milik Daddy," cibir Raina. Ia melepas pelukan lalu beranjak dari ranjang.


Keanu mengerutkan dahi seraya mencerna kata-kata yang diucapkan oleh istrinya.

__ADS_1


Senyum terbit menghiasi wajah Keanu tatkala ia memahami ucapan Raina.


"Jadi, Mommy mengakui bahwa milikku ini ... ular cobra. Ular yang sukses menyemburkan benih cinta," gumam Keanu.


"Dad, aku mandi dulu ya?"


"Ikut Mom ...."


"Haisssh, jangan Dad! Nggak boleh!"


Keanu beranjak dari ranjang. Ia raih tubuh Raina lalu menggendongnya ala bridal style.


"Dad, lepaskan! Kasihan debay jika kita keseringan itu." Raina meronta. Terbayang apa yang akan dilakukan oleh Keanu jika mereka mandi bersama.


"Tidak menerima penolakan Mom. Daddy akan melakukannya dengan sangat hati-hati."


Mau tidak mau, suka tidak suka ... pada akhirnya, Raina mengijinkan tubuh suaminya untuk kembali memasuki kawah surga dunia.


....


Dengan terpaksa, Keanu mengiyakan permintaan istrinya, memetik buah semangka dengan cara ngesot.


"Dad, berjuanglah untuk buah hati kita! Semangat!" Raina mengepalkan tangannya seraya memberi semangat.


"Sarungnya dikencengin, Dad! Takutnya melorot," sambung Raina.


Keanu mengangguk lesu. Jika bukan karena rasa cintanya terhadap Raina, rasa-rasanya ... ia tidak akan mungkin melakukan hal yang membuatnya teramat malu. Memetik buah semangka di kebun tetangga dengan cara ngesot. 😌


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maafkan othor yang sekarang UP nya lemot. Mengetik dua karya sekaligus ternyata 'woowwww'. Bikin rambut semakin rontok πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Beri othor semangat ya Sob ... 😘


Tinggalkan jejak like πŸ‘


komentar, gift, atau vote jika berkenan πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Boleh juga men-share karya othor di media sosial 😁😁😁 (ngarep, biar bulan depan naik pangkat echhh lepel) πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Trimakasih dan banyak cinta untuk semua sobat MjB 😘😘😘❀❀❀❀

__ADS_1


__ADS_2