
Happy reading ....
Sejak pernikahannya dengan Alyra gagal, Zaki memlilih untuk pergi meninggalkan kota Jogja. Zaki membawa Anjani untuk ikut serta, setelah mereka menikah secara resmi.
Arif, Asti, Hana, dan Fadhil melepaskan kepergian Zaki beserta istrinya, meski dengan berat hati. Mereka memberikan doa tulus untuk Zaki dan Anjani, agar rumah tangga kedua insan itu senantiasa sakinah, mawadah, warohmah.
Ke mana Zaki akan membawa Anjani pergi, dan bagaimana kisah mereka setelah ini??? Kelak ... sang waktu yang akan menjawabnya.
.
.
Waktu bergulir begitu cepat, tanpa terasa ... pernikahan Ikhsan dan Alyra sudah menginjak usia satu bulan. Sebenarnya, mereka ingin pergi honeymoon ke Inggris sembari mengunjungi Raina. Namun, karena disibukkan oleh tugas kuliah ... sepasang pengantin baru itu pun dengan berat hati menunda rencana mereka untuk pergi honeymoon ke Inggris.
Bagaimana dengan Keanu? Saat ini, ia tengah menjalankan amanah dari Ilham, sembari menimba ilmu agama. Keinginan Keanu untuk mempersiapkan diri menjadi imam yang terbaik bagi Raina ... sangatlah kuat. Besar harapannya, kelak ... Raina tidak akan menyesal menjadi makmumnya.
.
.
Sudah satu minggu, Raina tinggal di apartemen seorang diri, karena Anisa pulang ke Indonesia untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Heru yang akan berlangsung dua minggu lagi. Untuk menghilangkan rasa sepi, Raina sering menghubungi Khanza ataupun Keanu via vidio call.
Hari ini, Raina merasa sangat lelah. Seharian, Raina tidak hanya disibukkan dengan kegiatan di kampus. Tapi, Raina juga mengunjungi panti asuhan bersama beberapa teman kuliahnya untuk memberikan bantuan.
Selama tinggal di Inggris, Raina bukan hanya menjadi seorang mahasiswa. Namun, ia juga menjadi aktivis kemanusiaan bersama lima orang temannya yang berasal dari Indonesia. Raina dan teman-temannya sering kali menggalang dana untuk disumbangkan kepada anak yatim piatu, orang-orang jompo, dan korban bencana.
Karena terlalu lelah, Raina lupa menutup pintu apartemen, dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Tanpa ia sadari, seorang pria berbadan tinggi besar yang sedari tadi mengikutinya ... masuk ke dalam apartemen.
Setelah memastikan Raina lengah, pria itu mengeluarkan sapu tangan yang telah diberi obat bius. Ia bekap hidung dan mulut Raina dengan sapu tangan tersebut.
__ADS_1
"Sudah tiba waktunya, kau akan menjadi milikku, Rain ...."
Gegas, pria itu menggendong Raina ala bridal style.
BRUK
Pria lucnut itu menendang pintu kamar dengan keras, seolah ia sudah tidak sabar untuk merebahkan tubuh Raina di atas ranjang.
"Cantik ... mari kita bersenang-senang malam ini." Pria itu merebahkan tubuh Raina di atas ranjang dengan perlahan. Ia sapu wajah Raina dengan jemari tangan. Dan ... ia pandangi seluruh tubuh Raina dengan tatapan penuh nafs*.
"Aku sudah tidak sabar lagi ...."
Pria itu melepas kemeja dan celana panjang yang ia kenakan.
Dengan paksa, pria lucnut itu membuka pasmina yang dikenakan oleh Raina, kemudian membuangnya ke sembarang arah.
Pandangannya tertuju pada dua harta terindah Raina yang masih terbungkus kemeja. Gegas, ia pun meraih kancing kemeja Raina dan berniat untuk membukanya.
Seseorang melayangkan tendangan ke arah kepala pria itu. Hingga tubuh si pria lucnut terpental.
"Sean, apa yang kau lakukan ... hah? Kau menggagalkan rencanaku," ketus si pria lucnut yang tak lain ialah Steven.
"Steven, apa yang kau lakukan ini sungguh menjij*kan. Aku tidak rela jika tangan kotormu itu menyentuh tubuh Raina. Asal kau tau, aku selalu menjaga Raina meski dia tidak pernah menyadari keberadaanku. Aku sengaja membeli apartemen ... bersebelahan dengan Anisa, agar bisa melindungi Raina dari pria beja* sepertimu," tandas Sean disertai tatapan nyalang.
"Sean, bukankah .. kau sama bej*tnya denganku? Kau juga mempunyai kebiasaan menghabiskan malam bersama wanita-wanita jalan* ...."
"Itu dulu, sebelum aku mengenal Raina? Pergi dari sini ... dan mulai detik ini, jangan pernah lagi mengganggu Raina! Atau--"
"Atau apa ....?"
__ADS_1
"Atau perusahaan papamu akan aku hancurkan! Aku akan meminta papa, untuk menarik semua saham kami dari perusahaan papamu," ancam Sean dengan penuh penekanan.
Hening ....
Steven bergeming. Ia teramat takut dengan ancaman Sean yang tidak pernah main-main.
"Baiklah, aku tidak akan pernah lagi mengganggu Raina. Tapi dengan satu syarat, jangan pernah kau hancurkan perusahaan papaku."
"Aku jamin, perusahaan papamu tidak akan hancur, jika kau ... menjauh dari Raina. Pergi dari kota ini, dan jangan pernah menampakkan batang hidungmu lagi di hadapanku!"
Steven bangkit dengan perlahan. Ia kenakan lagi kemeja dan celana panjangnya. Gegas, ia pun keluar dari apartemen.
Sean meraih pasmina milik Raina yang tergeletak di lantai. Kemudian, ia kenakan lagi untuk menutupi rambut Raina yang tergerai.
Pemuda bermanik mata hijau itu duduk di tepi ranjang. Bibirnya terhias seutas senyum kala memandang wajah Raina yang nampak cantik dan bersinar.
"Rain, baru kali ini ... aku bertemu dengan seorang gadis berwajah cantik dan berkepribadian unik. Kamu selalu menjaga diri dan hatimu ... tidak mudah untuk diluluhkan. Kamu gadis yang berhati mulia, Rain. Ikhlas memberi tanpa pamrih. Rain, aku sangat mencintaimu ...." Ingin rasanya, Sean mendaratkan kecupan di kening Raina. Namun, ia urungkan. Sean sangat menghormati Raina. Di mata Sean, Raina gadis yang sangat istimewa. Raina tidak seperti gadis-gadis yang pernah menjadi kekasihnya.
Sebelum beranjak dari posisi duduknya, Sean menutupi tubuh Raina dengan selimut. Ia pun membisikkan kata-kata, ".... I love you so much Raina, you are the angel of the world."
Dengan berat hati, Sean melangkah pergi, meninggalkan Raina yang masih belum sadar karena pengaruh obat bius.
πΉπΉπΉπΉ
Bersambung ....
Jeng ... jeng ... jeng ... Bagaimana reaksi Raina setelah tersadar????? Nantikan next episode π π π
Jangan lupa like dan komentnya ya Sob. Muup baru sempat UP. Maaf juga jika ada typo yang menyakiti mata ... π πππ
__ADS_1
So, trimakasih πππ