Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Ngidam


__ADS_3

Birru berpikir, mungkin dengan melakukan ritual panyatuan raga di kamar hotel yang romantis, adik kecilnya akan terbangun dari tidur dan bersedia masuk ke kawah surga dunia.


Tetiba, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan. Birru terkesiap. Gegas ia membanting kemudinya ke arah kiri. Namun sayang, ia terlambat. Dan tabrakan pun tidak bisa dihindari .....


Apa yang terjadi pada Birru dan Zahra? Kelak sang waktu yang akan menjawabnya ....


Untuk saat ini, biarlah menjadi sebuah rahasia yang kelak akan terungkap. 😊


....


"Mas ...." Alyra mengguncang-guncangkan tubuh Iksan agar suaminya yang masih terbuai di alam mimpi itu segera terbangun.


"Hmmm ...." Ikhsan menggeliat tanpa membuka netranya.


"Mas, bangun donk! Aku laper." Alyra merengek. Ia terus saja mengguncang-guncangkan tubuh Ikhsan hingga ....


BRUK


Tubuh Ikhsan jatuh ke lantai.


"Arggghhhh ...." Rintih Ikhsan sambil memegangi kepalanya yang terantuk lantai. Untung saja, ranjang mereka berdua tidak terlalu tinggi, sehingga kepala sang mantan bekantan masih aman. 😌


"Ma-maaf, Mas. Aku sengaja."


"Upsss, ralat. Aku nggak sengaja Mas." Alyra tersenyum nyengir menirukan iklan senyum pepsodin.


"Duchhh sakit. Untung tempurung kepalaku terbuat dari baja, kalau cuma terbuat dari batu-bata, bisa hancur berkeping-keping."


"Ishhhhh, hiperbola Mas."


"Bantu aku berdiri, Yang!" Ikhsan mengulurkan tangan seraya meminta agar Alyra membantunya berdiri.


Alyra menuruti permintaan sang suami. Ia raih tangan Ikhsan lalu membantunya berdiri.


"Trimakasih, Yang ...."


"Heem Mas. Mas Ikhsan, aku laper," tutur Alyra sambil mengusap perutnya yang sudah terlihat buncit. Tanpa terasa, kehamilan Alyra sudah memasuki usia empat bulan.


"Aku masakin nasi goreng ya Yang?" Ikhsan menuntun istrinya untuk duduk di sofa.


"Nggak mau, Mas." Alyra menggelengkan kepala.


"Mie instant?"


"Nggak mau."


"Terus maunya apa dong?"


"Aku ngidam miedes, Mas."


Netra Ikhsan membola. "Apa? Ngidam miedes? Sudah jam satu malam lho, Yang."

__ADS_1


"Besok sore ya, Yang?" sambung Ikhsan sambil mendaratkan tubuhnya di sofa, bersebelahan dengan sang istri.


"Nggak mau. Anak kita maunya sekarang, Mas. Nggak mau besok-besok. Hiks ... hiks ...."


Ikhsan menghembuskan nafas sedikit kasar. Selama mengandung, ada saja yang diinginkan oleh Alyra. Minta buah belimbing wuluh, yang memetik harus memanjat pohonnya. Minta buah mangga di tengah malam, suaminya disuruh memakai sarung ketika memanjat. Dan kali ini ... bumil yang super riwil itu ngidam miedes di tengah malam.


Ikhsan memeluk tubuh Alyra seraya memberi ketenangan.


"Jangan menangis lagi ya, Sayangku! Kasihan dedek bayi yang ada di perut lho. Bersiaplah! Mas Ikhsan akan mengantar istri tercinta ke Pundong Bantul untuk membeli miedes."


Alyra menengadahkan wajahnya. "Benarkah, Mas?"


"Iya Sayang." Ikhsan mengusap bulir bening yang membasahi wajah cantik istrinya dengan jemari tangan.


Netra Alyra yang tadinya basah kini berbinar.


"Trimakasih Mas," ucap Alyra sembari mencium pipi suaminya.


"Kembali kasih, Sayangku."


.


.


Setelah melakukan perjalanan hampir dua jam, sampailah mereka di desa Pundong. Ikhsan dan Alyra teramat bersyukur, sebab ada penjual miedes yang masih berjualan menjelang pukul tiga pagi.


Ikhsan memesan miedes goreng sedangkan Alyra memesan dua porsi miedes kuah.



"Yang, miedes terbuat dari apaan sich? Kog rasanya nggak seperti mie yang lain?" tanya Ikhsan setelah mencicipi satu sendok miedes pesanannya.


Alyra menghentikan sejenak ritual menikmati miedesnya lalu menjawab pertanyaan yang terlontar dari bibir Ikhsan.


"Mas, miedes terbuat dari ketelaΒ atau bisa juga dari tepung tapioka. Jadi rasanya memang lain dari mie-mie yang lain."


"Mmm ... begonoh ya. Makanya kog rasa miedes unik dilidah mas Ikhsan. Tapi ... enak banget. Jadi pingin nambah."


"Beneran pingin nambah? Nggak takut gendatz?"


"Nggak takut-lah. 'Kan udah ada yang punya. Ya 'kan ... ya 'kan," jawab Ikhsan sambil menaik turunkan alisnya.


"Hmmm, iya ... iya. Tapi jangan terlalu gendatz, Mas. Alyra nggak kuat."


"Nggak kuat pas itutu ya?"


"Heem. Apalagi kalau ... Alyra yang berada di bawah."


Pak Parno si penjual miedes menggeleng-gelengkan kepala tatkala mendengar obrolan Ikhsan dan Alyra yang menjurus ke arah itu.😌


"Duhhh Gusti, paringono sabar! Dua anak muda itu nggak ngerti ... hamba sudah merindukan belaian seorang istri setelah Marni minggat, karena memilih dupan (duda tampan) tajir melintir. Jauh banget dengan wajah hamba yang kadar ketampanannya 0, 1 persen," monolog Parno di dalam hati. Pria berusia 40 tahun itu berusaha menahan rasa sesak ketika terbayang wajah sang istri yang tega meninggalkannya demi pria lain.

__ADS_1


Setelah menikmati miedes hingga tak tersisa, Ikhsan dan Alyra beranjak dari posisi duduk.


"Pak, berapa total semuanya?" tanya Ikhsan sambil mengeluarkan dompet dari saku celananya.


"Lima puluh ribu saja Mas," jawab Parno.


Ikhsan mengambil selembar uang kertas yang berwarna merah, kemudian menyerahkannya pada Parno.


"Kembaliannya untuk Bapak saja," tutur Ikhsan disertai seutas senyum.


"Ta-tapi, Mas ...."


"Mohon diterima ya Pak! Kami sangat berterimakasih karena masakan Bapak sangat lezat. Insya Allah, lain waktu ... kami akan mampir kembali."


"Trimakasih, Mas. Ampun kapok njih!" sahut Parno. Ia menerima uang tersebut dengan tangan gemetar.


"Sami-sami, Pak. Kami tidak akan kapok jika rasa miedes masakan Bapak tidak berubah. Pertahankan cita rasanya ya, Pak!"


"Siap Mas."


....


"Beb, jangan dekat-dekat aku! Bau badanmu membuatku serasa ingin muntah." Raina menjapit hidungnya setiap kali Keanu mendekat.


Keanu mendengkus. "Tapi Han, aku sudah mandi lho. Bahkan, setelah mandi ... aku selalu mengguyurkan parfum ke seluruh badan."


"Tapi beneran, Beb. Bau badanmu seperti kambing yang belum mandi. Ganti dech aroma parfummu dengan aroma jeruk, Beb!" pinta Raina dengan memasang wajah memelas.


"Hemmm, baiklah Han. Demi cintaku, apa sich yang enggak?"


"Yasudah, sana buruan pergi! Bukankah, sore ini kamu ada janji dengan mas Rama, Beb?"


"Iya sich. Tapi beri kecupan dulu sebelum suami tampanmu ini pergi, Han!"


CUP


Raina mengecup pipi Keanu tanpa melepaskan japitan di hidungnya.


"Jangan lupa, ganti parfummu dengan aroma jeruk, Beb!"


"Iya Hany. Mamas tidak akan lupa. Asalkan diberi jatah lebih ...." 😌


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf, UP nya terlambat lagi. Dan ... si othor masih merahasiakan kondisi Birru dan Zahra setelah mereka mengalami kecelakaan. Silahkan ditebak-tebak apa yang terjadi pada mereka berdua? πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Jangan lupa mampir di karya author yang masih anget πŸ˜πŸ™


__ADS_1


Trimakasih 😘😘😘


__ADS_2