
"Wina, lo mau bantuin gue ngga?" tanya Lala pada Wina adik sepupu Raka melalui panggilan suaranya.
"Bantuin apa? tumben lo minta bantuan ke gue" jawab Wina yang kala itu masih sibuk mengerjakan tugas kuliah sekarang.
"Minta nomor handphone Raka dong, gue mau..."
"Mau apa? gangguin ka Raka lagi?" Tanya Wina.
"Engga gitu, gue cuma mau ucapin selamat atas pertunangannya, udah gitu aja kok swear.." Ucap Lala yang sok drama di depan temannya.
"Lo tahu darimana Kak Raka sama Kak Mira sudah tunangan? perasaan gue tidak pernah kasih tahu soal pertunangan mereka ke lo deh.." Jawab Wina curiga.
"Eng.. enggaa gitu, jadi kemarin gue ketemu teman Raka yang gue kenal katanya Raka sudah tunangan gitu. "Jawab Lala yang jelas-jelas berbohong besar.
"Oh gitu.. ya sudah nanti gue kirim lewat chat aja ya,"
"Oke thanks yaa Winaa sahabatku" Ucapan Lala penuh kepalsuan.
"Oke ya sudah gue lanjutin kerjain tugas dulu ya, bye"Pamit Wina pada Lala lalu mengakhiri percakapannya
"Oke bye" Lala sembari mematikan panggilannya.
Wina kemudian langsung mengirim nomor handphone Raka pada Lala. Wina tidak tahu sama sekali rencana jahat dari temannya yang sok baik di depannya. Setelah dikirim Lala langsung menghubungi nomor Raka yang dikirim oleh Wina tapi tidak diangkat soalnya Raka sedang sibuk meeting di kantornya.
Lala adalah tipe orang yang semua keinginannya harus terwujud. Obsesinya sangatlah tinggi dan orangnya sangat nekad. Apapun yang dimau harus ada dan tidak boleh diganggu gugat siapapun. Memang orang tuanya sangat Kaya sehingga terlalu memanjakan apalagi Lala adalah anak semata wayang yang mau tidak mau Lala menjadi pewaris tunggal dari keluarganya. Banyak sekali pria yang menyukai Lala namun Lala sama sekali tidak tertarik karena Lala masih sangat mencintai Raka.
Karena ada beberapa panggilan tidak terjawab di layar handphone Raka dari nomor tidak dikenal, Raka pikir itu adalah orang Penting mengenai kerjaanya. Raka lalu menghubungi balik nomor tersebut.
Drrrrttttt.. drrrrrtttttttt.. drrrrrtttttttt
Handphone Lala bergetar, dilihatnya yang memanggil adalah Raka dengan cepat Lala menerima panggilannya.
"Hallo Raka, gue Lala." Sapa Lala dengan percaya dirinya.
"Hallo.. Lala? ada apa lagi? mau gangguin gue sama Mira lagi? jangan mimpi!" Jawab Raka ketus kepada mantan kekasihnya yang sangat dibencinya.
"Gue.. gue mau ketemu sama lo sama Mira juga, gue mau minta maaf langsung sama kalian" Kedok Lala.
"Mau ketemu kapan dan dimana?" Tanya Raka tanpa basa basi.
"Nanti malam jam 8 di kafe pelangi."
__ADS_1
"Oke" Jawab Raka singkat dan langsung mematikan panggilannya.
Raka pun langsung bertarung dengan otaknya berfikir apakah si Ratu kejam itu benar-benar ingin meminta maaf padanya, apakah hanya drama semata. Daripada ia kalut akan perasaanya yang serba bingung kemudian dia hubungin kekasihnya untuk meminta pendaoatnya bagaimana dengan ajakan Lala. Kalau Mira tidak bisa setidaknya Raka bisa membatalkannya.
Kemudian Raka chat Mira
Raka: Sayang nanti malam Lala mau ngajak ketemuan sama Kita berdua katanya mau minta maaf sama kamu juga di kafe pelangi jam 8 malam
kamu bisa ngga? Raka send..
Mira: Oh begitu.. oke aku bisa datang. nanti jemput aja ya, Jawab Mira.
Mira berfikir bisa-bisanya Lala menghubungi Raka sedangkan di hp Raka sudah tidak tersimpan nomor telepon Lala. Mungkin Lala yang menghungi Raka duluan Kali. Tapi apa mungkin Lala akan tulus dan benar-benar meninta maaf sama aku Dan Raka? entahlah positif thinking saja..
Jam 8 malam Lala sudah duduk di cafe menunggu kedatangan Raka juga Mira.
"Hiiii Raka, Mira" Sapa Lala sok akrab dengan wajah penuh drama ketika melihat kedua orang tersebut datang menghampirinya sambil bergandeng tangan membuat Lala sangat marah dalam hatinya.
"Hallo, Lala" jawab Mira sambil senyum sinis, sedangkan Raka hanya mengangguk dan mengerutkan dahinya.
"Silakan duduk, minum dulu, aku sudah pesenin minuman buat kalian. kalian pasti haus.." Ucap Lala.
Setelah beberapa menit meminum minuman tersebut Raka langsung mabuk tidak disadarkan diri sedangkan Mira langsung bolak balik ke toilet karena sakit perut yang teramat sakit hingga Mira memutuskan untuk pulang menggunakan taxi online karena dicarinya Raka sudah tidak ada di cafe.
Sementara itu Raka dibawa dan dituntun oleh Lala untuk menuju ke kamar di sebuah cafe. Kebetulan di atas cafe adalah hotel jadi dengan mudah Lala membawa Raka ke kamar hotel. Raka yang posisinya sedang mabuk tidak sadar apa-apa.
Di dalan kamar, Lala berganti pakaian lingerie minim dan tipis yang dibawa di tasnya.
Raka yang melihat Lala tampil seksi pun tidak kuasa menahan diri Dan yang ada dibayangannya adalah tubuh indah nan seksi milik Mira yang Raka juga belum pernah melihat tubuh seksi Mira.
Kemudian Lala mendekati Raka yang sedang terbaring di ranjang kamar, Posisi mereka semakin dekat dan Lala langsung mencium pipi Raka dilanjut ke bibir Raka yang seksi.
"Sudah lama aku menantikan Kita seperti ini sayang.. ahhhh ahhhh mmmuuaacchh mmmuuaacchh" ucap Lala sembari menciumi wajah Raka. Raka tak kuasa menolak karena Raka sedang mabuk sekarang.
Tangan Lala mulai membuka kancing kemeja Raka satu per satu hingga lepas semua.
Lala menciumi bibir Raka dan leher juga telinga Raka dengan penuh nafsu. Lala ingin membuat Raka menghamilinya sehingga dia bisa menikah dengan Raka pujaan hatinya.
"Miraaaa ahhhh... miraaaaa sayang, emmhhhhhhhh aku mencintaimu" erang Raka ketika Lala mencumbuinya. Karena yang ada dipikiran Raka sekarang hanyalah Mira dan Mira.
Mendengar ucapan Raka, Lala sangat kesal dan menghentikan aksinya.
__ADS_1
Karena sedang berdua dengan Lala pun yang disebut-sebut namanya adalah tetap nama Mira, wanita yang sangat dibenci oleh Lala.
Tak lama kemudian Raka sadar dari mabuknya. Dia sadar sekarang hanya menggunakan kaos dan kemejanya telah terlepas, dia juga sadar di depannya ada wanita yang dibencinya tampil seksi. Raka sangat pusing kenapa dia dan Lala bisa berada dalam satu kamar hotel, anehnya lagi Lala hanya memakai lingerie tipis yang seksi.
Raka mengingat-ingat sembari mengacak-acak rambutnya.
Iyaa Tak lama kemudian Raka mengingat kejadian di cafe beberapa jam yang lalu dimana dia datang ke cafe bersama wanitanya untuk bertemu dengan Lala. lalu Lala memberinya minuman setelag itu dia lupa Dan sudah tidak sadarkan diri.
"Lala.. kurang ajarrr kamu" Ucap Raka kasar.
"Raka.. aku mencintaimu, temani aku Raka, Mari bercinta denganku, aku relakan tubuh indahku untukmu Raka, ayo puaskan aku.. hamili aku, "Goda Lala.
"Gilaaa kamu!!!!" Ucap Raka dengan wajah yang sangat dipenuhi amarah.
"Raka sayang, Ayo main-mainlah bersamaku" Ucap Lala sambil memeluk tubuh atletis Raka.
"Lepasinnn!!! gue harus pergi dari sini. Dasar wanita jalang!! ngga Tau malu!! " Jawab Raka spontan sambil melepaskan pelukan Lala yang sangat erat.
Raka langsung memakai lagi kemejanya dan merapikan kembali pakaian serta rambutnya lalu meninggalkan kamar itu dan keluar dari area cafe pelangi.
Raka langsung mengambil kunci mobilnya yang ada disaku celananya, serta handphonenya. Dilihat di jam tangan sudah menunjukan jam 10 malam, sudah 2 jam berlalu. Raka sangat khawatir akan keadaan Mira, Raka langsung menghubungi Mira.
"Hallo sayang, kamu Ada dimana? " Tanya Raka pada Mira melalui telfonnya.
"Hallo, aku ada di rumah. Maaf ya tadi ngga ngabari dulu kalau aku pulang duluan. perutku sakit , dari toilet aku langsung pulang pakai taxi." Jawab Mira.
"Oh gitu syukur deh . aku khawatir banget sama kamu. Sekarang sudah sembuh?" Tanya Raka.
"Sudah ko," Jawab Mira singkat.
Raka tidak ingin menceritakan kejadiannya dengan Lala karena itu pasti akan membuat Mira sakit hati..
"Ya sudah. istirahat ya , cepat sembuh sayang byee" Pamit Raka.
"Bye sayang" jawab Mira.
Raka langsung melajukan mobilnya untuk pulang ke rumahnya, sedangkan Lala masih stress di kamar sambil terial-teriak tidak jelas karena rencananya gagal.
Lanjut episode berikutnya ya.. jangan sampai ketinggalan. Maaf kalau banyak typo, author masih baru.
Jangan lupa like and Komen. Terima kasih 😍
__ADS_1