Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Unboxing ....


__ADS_3

Mengandung +21 ... πŸ™πŸ™πŸ™


Happy reading 😘😘


Meski tangan dan kakinya gemetar, Ikhsan tetap melakukan apa yang diminta oleh istrinya. Ia pun menggendong Alyra ala bridal style.


BRUKK


Tanpa sengaja, Ikhsan menjatuhkan tubuh istrinya di atas ranjang. Karena tidak dapat menahan keseimbangan tubuhnya, Ikhsan pun ikut terjatuh. Hingga, posisi mereka sangat intim.


Glug ... glug ... glug ....


Ikhsan menelan saliva tatkala dadanya bersentuhan dengan squisy milik sang istri.


Tatapan mata Alyra dan Ikhsan saling mengunci. Dada mereka berdebar hebat.


Reflek, Alyra mengusap bibir Ikhsan dengan jemari tangan. Seolah, ia ingin menyesap kembali manisnya yang bagaikan candu.


Greppp ....


Alyra memegang tengkuk Ikhsan dan mendorongnya dengan perlahan. Hingga jarak wajah mereka berdua pun terpangkas. Dan ... pagutan bibir ... tak bisa terelakkan.


Alyra dan Ikhsan terbuai dengan cium** yang semakin dalam. Ikhsan yang semula panas dingin ... mulai menikmati keintiman mereka yang menyulut api gaira*.


Perlahan, sepasang kekasih itu mengakhiri pagutan bibir. Keduanya menghirup udara dalam-dalam, mengisi paru-paru mereka dengan oksigen.


Kembali, tatapan Alyra dan Ikhsan saling mengunci. Netra mereka sayu, karena kabut gaira*.


Sekejap, Ikhsan memejamkan mata. Ia membayangkan adegan yang digambarkan oleh tokoh novel yang telah dibacanya.


Dengan tangan gemetar, Ikhsan mulai melepas pakaian yang dikenakan oleh Alyra. Hingga, harta terindah Alyra pun terpampang.


Kembali ... Ikhsan menelan saliva tatkala melihat keindahan yang tak bisa diabaikan. Berbekal ilmu yang ia dapatkan dari membaca artikel di google dan novel yang berisi adegan perc*ntaan, Ikhsan mulai melakukan foreplay.


Ikhsan menjelajahi setiap bagian tubuh istrinya dengan sentuhan jemari tangannya. Ia sapu leher putih Alyra dengan kecupan.


Desah sang bayu, mengiringi suara lenguhan yang semakin membuat Ikhsan bergair**. Hingga, pemuda tampan itu ingin segera menenggelamkan bagian tubuhnya ke dalam gua yang masih bersegel.


Dengan bibir gemetar, Ikhsan berucap, ".... Sa-sayang, bo-bolehkah?"


Alyra mengangguk pasrah. Ia mengijinkan suaminya melakukan apapun untuk menuntaskan hasrat.


Ikhsan mulai mengarahkan bagian tubuhnya pada mulut gua. Dengan hati-hati, Ikhsan berusaha memasukan bagian tubuhnya.


Peluh Ikhsan semakin bercucuran. Ia merasa kalut, karena usaha untuk memasukkan bagian tubuhnya ke dalam gua belum juga berhasil. Seolah ada sesuatu yang menghalanginya.


Ternyata, Ikhsan salah mengarahkan bagian tubuhnya yang sudah menegang. Bukannya tepat di mulut gua, malah pada bagian yang lain. 😌😌😌


Tangan Ikhsan semakin gemetar. Ia berusaha fokus pada sasaran yang dituju. Berulang kali gagal memasuki mulut gua, tetapi Ikhsan tidak menyerah. Ia berusaha lagi ... lagi ... dan lagi.

__ADS_1


"Arggghhh ... sakit," pekik Alyra setelah separuh bagian tubuh Ikhsan berhasil masuk ke dalam gua.


"Ma-maaf, Sa-sayang. Ma-mas Ikhsan akan menyudahinya jika Sa-sayang kesakitan." Wajah Ikhsan berubah pias saat istrinya merintih. Seolah, Alyra tengah merasakan sakit yang luar biasa.


Alyra menggeleng pelan. "Ja-jangan hentikan, Mas. Lanjutkan saja!" Suara Alyra terdengar lirih.


"Ta-tapi, Yang_"


"Mas, lakukanlah lagi!" titah Alyra seraya memohon.


"Ba-baiklah, Yang." Ikhsan berusaha menenggelamkan kembali bagian tubuhnya ke dalam gua.


Dan .... "Arghhhhh ...." Keduanya pun berteriak saat merasakan kenikmatan yang luar biasa dan tidak bisa digambarkan oleh untaian kata. Tubuh mereka bergetar hebat, karena sensasi penyatuan raga.


Alyra dan Ikhsan saling berpeluk, seolah tidak ingin terlepas.


.


.


Senyum terbit menghiasi bibir Alyra. Ia usap wajah Ikhsan dengan jemari tangannya. "Trimakasih Mas ... sudah memberiku kebahagiaan yang tidak ternilai oleh apapun."


"A-aku yang seharusnya berterimakasih, Yang. Ka-karena, Sayang telah menjaga kesucian dan menyerahkannya pada Mas Ikhsan."


Alyra menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ikhsan. Ia pun memandu tangan Ikhsan untuk memeluk tubuhnya yang masih polos.


Drtttt ... drtttt ... drttt ....


Ikhsan melerai pelukan. Ia raih benda pipih milik istrinya.


"Yang, ada vidio call dari Raina."


"Terima saja, Mas!" titah Alyra sembari menutupi tubuhnya dan tubuh Ikhsan dengan selimut.


"Assalamu'alaikum, adik comel," sapa Alyra saat wajah Raina memenuhi layar ponselnya.


"Wa'alaikumsalam, Kak. Maaf jika Raina mengganggu."


"Nggak, kog. Lagian, olah raganya sudah selesai," balas Alyra sembari melirik pria yang ada di sebelahnya.


Raina menautkan alisnya. "Olah raga?"


"Heem. Olah raga malam," jawab Alyra disertai senyuman yang mengembang.


Dada Raina serasa sesak mendengar jawaban yang diberikan oleh Alyra. Netranya pun mulai mengembun. Ia berpikir, Alyra melakukan olah raga malam bersama Keanu.


"Dek ... kenapa malah diam?"


"Ma-maaf Kak. Seharusnya, Raina tidak menghubungi Kakak saat ini. Maaf, Raina malah mengganggu dan merusak keromantisan kalian."

__ADS_1


"Nggak kog. Kami, sama sekali tidak merasa terganggu, Dek."


"Kak, Raina hanya ingin mengucapkan selamat atas pernikahan kalian. Semoga sakinah, mawadah, warohmah."


"Aamiin yaa Allah. Trimakasih, Sayang. Oya, ingin ngobrol dengan suami Kak Alyra 'kah?"


"Ti-tidak usah, Kak."


Ikhsan menggeser tubuhnya, hingga menempel pada tubuh Alyra.


"Ikhsan ...," pekik Raina tatkala wajah Ikhsan terpampang di layar ponselnya


"Hai, Rain," sapa Ikhsan disertai seutas senyum.


"San, apa yang kamu perbuat pada Kak Alyra? Kamu berbuat mesu* dengan istri orang. Dasar lelaki tak berakhlak ... kamu, San."


"Rain, kamu ngomong apaan sihhh?"


"Heh, San ... jangan berpura-pura nggak ngerti!!! Aku nggak pernah nyangka, kamu sebrengs** ini. Kalau saja ... aku ada si situ, pasti kamu sudah habis. Ingin ku bejek-bejek kamu, San." Raina terus saja meluapkan emosi, tanpa memberi kesempatan kepada Ikhsan untuk menjelaskan yang sebenarnya.


"Raina, Mas Ikhsan ... kakak iparmu, lho. Mas Ikhsan bukan seperti apa yang kamu pikirkan, Dek. Kalau Mas Ikhsan dibejek-bejek, kak Alyra bisa nangis ... dong," sahut Alyra.


DEG


Raina terkesiap mendengar ucapan yang keluar dari bibir Alyra. Netranya pun berotasi sempurna.


"A-apa maksud ucapan Kak Alyra? Bukankah, Kak Alyra ... menikah dengan Keanu? Kenapa ... malah Ikhsan yang menjadi kakak ipar Raina?"


Alyra mengulas senyum. "Panjang ceritanya, Dek."


"Kak, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi! Apa karena ... Keanu membatalkan pernikahan kalian?" Raut wajah Raina berubah sendu.


"Bukan karena itu, Dek. Tapi ... karena takdir cinta yang telah digoreskan oleh sang penulis skenario untuk kami, Kak Alyra dan Mas Ikhsan."


Alyra menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Mulai ketika Zaki mengkhitbahnya ... sampai ketika ia dan Ikhsan terpaksa menikah.


"Dek, kak Alyra sudah tau bahwa ... kamu dan Keanu saling mencintai. Kak Alyra berharap, semoga kelak ... cinta kalian menyatu."


TES


Ucapan Alyra menyentuh relung rasa. Tanpa Raina sadari, bulir bening yang sudah terkumpul di pelupuk mata ... menetes begitu saja.


Ingin rasanya, Raina memeluk sang kakak saat ini juga. Mengungkapkan rasa bahagia yang tetiba menyelinap, tatkala ia mengetahui suatu kebenaran. Bukan Keanu yang menikahi Alyra, tetapi ... Ikhsan, sahabatnya.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Maaf jika banyak typo bertebaran πŸ˜…πŸ™

__ADS_1


Huwaaaaa ... nggak tau dech part Ikhsan dan Alyra yang lagi malper berasa kurang uwuuu atau tidak??? Karena si othor masih folosss dan kesulitan kalau ngetik bab yang mengandung +21 πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


Jangan lupa like, koment, gift, dan vote untuk mendukung MJB. Mumpung hari senin lho say ... dari pada votenya nganggur πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


__ADS_2