
BRUK
Tubuh mereka terjatuh di atas ranjang. Dengan posisi, tubuh Raina menindih tubuh Keanu.
Deg ... deg ... deg ....
Jantung Keanu semakin terdengar bertalu-talu saat squisy milik Raina menyentuh dada bidangnya.
Cukup lama mereka berada di posisi yang sama. Keanu menelan saliva, ketika bibir ranum Raina terlihat semakin menggoda.
Refleks, Keanu menarik tengkuk Raina. Pemuda tampan bermata teduh itu, sudah tidak bisa lagi menahan hasrat, untuk segera menyentuh bibir ranum dan menyesap manisnya.
Bibir Keanu dan Raina pun saling berpagut. Meski masih terkesan kaku, kedua insan yang tengah dimabuk cinta itu, teramat menikmati keintiman yang tercipta.
Seolah ingin merasakan sensasi lebih, Keanu semakin mendorong tengkuk Raina.
"Eump ...." Raina memukul dada Keanu dengan pelan, karena mulai kehabisan nafas. Meski tak rela, Keanu menyudahi sesapannya.
Keanu dan Raina menghirup udara dalam-dalam. Mengisi paru-paru mereka dengan oksigen.
"Ke ...."
"Hemmm ...."
"Jantungmu ... berdisko," Raina terkikik geli mendengar irama degup jantung Keanu.
"Jantungmu juga, Rain. Jedag ... jedug ...."
Keanu dan Raina tertawa, untuk menutupi kegugupan mereka.
"Ke, lepaskan tanganmu! A-aku kurang nyaman dengan posisi seperti ini ...," pinta Raina dengan menampakkan wajahnya yang terbingkai rona merah.
Keanu menyunggingkan seutas senyum. Bukannya menuruti permintaan Raina, Keanu malah semakin mengeratkan pelukan.
Keanu sedikit menggulingkan tubuhnya, hingga posisi mereka saling berhadapan.
"Rain ... bolehkah, aku memilikimu seutuhnya?" Keanu menatap netra kekasih halalnya dengan tatapan penuh cinta.
Raina membalas pertanyaan yang terlontar dari bibir Keanu dengan mengangguk samar. "Iya, Ke ... milikilah aku seutuhnya!"
Keanu memberikan kecupan dalam di kening Raina.
Dengan tangan gemetar, Keanu berusaha melepas kancing gamis yang membungkus tubuh indah istrinya.
"Su-susah sekali, Rain." Keanu merasa kesulitan saat membuka kancing gamis yang dikenakan oleh Raina karena terlampau gugup.
"Bi-biar aku buka sendiri, Ke ...."
Perlahan, Raina membuka kancing gamisnya. Netra Keanu tidak berkedip ketika satu persatu kancing itu terlepas. Bukan hanya membuka gamis, Raina melepas semua kain yang membalut tubuhnya.
Raina menunduk malu, saat menyadari tatapan Keanu seperti seekor srigala yang siap menerkam mangsanya.
Keanu menelan saliva, melihat keindahan tubuh yang kini halal disentuhnya. Refleks, Keanu mulai menjamah tubuh indah istrinya dan meninggalkan jejak kepemilikan.
Keanu semakin terbakar api gaira*, tatkala mendengar suara merdu yang keluar dari bibir Raina.
__ADS_1
"Ke ...." Raina meremas rambut Keanu, ketika pemuda tampan itu menyesap harta terindahnya.
Keanu melepas semua kain yang membungkus tubuhnya. Dan membuangnya ke sembarang arah.
Keanu mengarahkan bagian tubuhnya yang menegang pada mulut gua. Dengan gugup, Keanu berusaha memasuki objek yang ia tuju.
Peluh Keanu bercucuran saat berulang kali salah mengarahkan bagian tubuhnya. Ia merasa frustasi dan semakin tegang.
Tetiba, Keanu teringat ucapan Ikhsan. " ... jangan lupa ... baca doa sebelum makan saat memulai memakan Raina. Maksudku, saat akan memulai ritual itu ...."
"Astaghfirullah ...." Keanu menepuk jidatnya.
"A-ada apa, Ke ... ?" Raina sedikit mengerutkan dahi.
"A-aku lupa tidak membaca doa sebelum makan, Rain."
"Doa sebelum makan?"
Keanu mengangguk samar. "Iya Rain. Aku lupa tidak membaca doa seperti apa yang dikatakan oleh Ikhsan."
Keanu menghela nafas dalam dan sekejap memejamkan netranya. Lalu ia melantunkan doa dengan bibir gemetar.
"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar."
Raina tertawa mendengar doa yang diucapkan oleh Keanu. "Masa doanya seperti itu, Ke?"
"Kan doa sebelum makan, kata Ikhsan," jawab Keanu dengan memasang tampang polos.
"Iya, tapi maksudnya doa sebelum makan yang lain, doa sebelum itu ... berhubungan." Raina terkekeh tatkala mendengar jawaban Keanu yang terkesan polos.
"Ngga perlu, Ke. Aku udah hafal kok." Raina mencegah tangan Keanu yang hendak mengambil ponsel.
"Ayo, aku tuntun." Raina mengulas senyum sambil meletakkan tangan Keanu di puncak kepalanya.
“Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maa razaqtanaa. Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami."
Keanu menatap Raina kagum bercampur heran. "Darimana Raina tahu doa sebelum bersenggama? Lancar lagi bacaannya." Tanya yang hanya terlisan dihati Keanu.
"Ayo Ke, mulai lagi," ujar Raina sambil tersenyum.
Keanu terkesiap, lalu ia tersenyum menutupi keterkejutannya. Perlahan diulurkan tangannya membelai rambut Raina sembari mengulangi lagi doanya.
Secara naluriah, Keanu menuntun tangannya menjamah istrinya lagi. Tetapi lebih lembut dan penuh perasaan. "Benar, ketika makan sebaiknya berdoa terlebih dahulu agar setan tidak mencampuri kita." Keanu bermonolog di dalam hati.
Perasaan aneh membuat keduanya mengerang lembut. Irama mulai teratur dan mengalun indah, ketika raga mereka bersatu.
"Trimakasih, Rain ...," ucap Keanu sembari memeluk erat tubuh istrinya yang bermandikan peluh.
Raina mengangguk dan menghiasi bibirnya dengan senyuman yang merekah.
Keduanya saling berpeluk seolah tak ingin terpisahkan.
"Ke ... aku ingin mandi." Raina meregangkan pelukannya.
"Kita mandi bareng, ya ...."
__ADS_1
"Heem ...."
Keanu mengurai pelukan. Lalu beranjak dari ranjang. Ia raih tubuh sang istri tercinta dan menggendongnya ala bridal style.
Raina melengkungkan bibir dan mengalungkan tangan di leher pria tampan yang selama ini sangatttttt ia cintai.
Di bathroom, Keanu memulai kembali ritual yang kini menjadi candu. Seolah, ia ingin terus menyesap madu kekasih halalnya.
Irama yang mengalun indah kembali terdengar. Bersamaan dengan derasnya air yang terpancar dari shower, membasahi tubuh keduanya.
.....
Keanu dan Raina keluar dari kamar mandi dengan senyuman yang merekah. Wajah mereka terbingkai binar bahagia, meski tubuh serasa lelah.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
🌹🌹🌹
Khanza bersujud di tengah malam, merayu pada Illahi, agar perasaan cintanya yang begitu besar terhadap Birru segera dihapuskan.
Khanza sangat tersiksa dengan perasaan yang terlanjur dalam. Meski pertemuannya dengan Birru hanya sekejap, nyatanya ... Khanza tidak mudah untuk menghempaskan rasa yang terlanjur menyapa. Entah, perasaan cinta itu merupakan anugerah atau ... ujian dari Illahi.
"Ya Robb, jika memang kak Birru bukanlah jodoh yang Engkau persiapkan untuk hamba, maka ... hapuskanlah perasaan yang tidak semestinya ini. Berikan kebahagiaan pada kak Birru beserta keluarga kecilnya."
Di tempat yang berbeda, Birru melakukan hal yang sama dengan Khanza. Pemuda berlensa hijau itu menengadahkan tangan seraya melangitkan pinta kepada Sang Maha Pemilik Hati.
"Allahumma Inni-As’aluka Hubbaka Wa Hubba Man Yuhibbuka Wal-Amalalladhi Yuballighuni Hubbak. Allahummaj’al Hubbaka Ahabba Ilaiya Min Nafsi, Wa Ahli Wa Minal-Ma’il-Barid.
‘Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, curahan cinta-Mu dan rasa cinta kepada orang-orang yang mencintai-Mu dan kecintaan melakukan perbuatan yang dapat menyampaikan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah jadikanlah kecintânku kepada-Mu melebihi kecintânku kepada diriku, keluargaku, dan kepada air yang segar."
Seusai melangitkan pinta, Birru mengusap wajahnya dengan telapak tangan.
Birru melengkungkan bibirnya, saat menatap tasbih biru pemberian Khanza. Gadis kecil yang berhasil mengukirkan namanya di hati seorang Albirru.
"Kak, nama Kak Birru juga selalu Khanza sematkan dalam setiap untaian doa. Khanza berharap, apapun keputusan Kakak, itulah yang terbaik." Birru memegang dadanya yang tetiba serasa sesak, ketika terngiang ucapan Khanza.
"Khanza, Zahra ... maafkan keputusanku, yang malah menyakiti hati kalian. Bukan ... bukan hanya menyakiti hati kalian. Tetapi, hatiku pun juga sakit. Bahkan teramat sakit."
TES
Bulir kesedihan jatuh tanpa permisi, membasahi wajah Birru. Pria blonde itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Tubuh kekarnya berguncang hebat, tatkala tersadar dari kesalahan diri.
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Huwaaaaa, akhirnya part MP nya Keanu-Raina bisa diketik meski tangan othor gemeteran. Sebelum mengetik part +21, author meminta pencerahan dari Kak Misshel, author Suami Settingan. Sahabat oleng, yang selalu memberi semangat dan dukungan meski dia tau, sahabatnya ini nggak berbakat menulis 😅😅😅
So, trimakasih banyak Kak Misshel. Sukses selalu dan semoga semakin femes 😇😘😘😘
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak like, dan beri komentar. 😆😆😆
Trimakasih 😘😘😘
__ADS_1