Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Menyelamatkan Raina


__ADS_3

Happy reading .... 😘


Steven masuk ke dalam kamar dengan senyuman menyeringai.


"Tuan Steven William, silahkan bersenang-senang! Kunci kamar anda! Agar kami tidak mengganggu kemesraan kalian!"


"Tentu .... Trimakasih, Nona Lorena. Aku akan membawa gadis itu terbang ke nirwana."


Steven menutup dan mengunci pintu kamarnya, setelah Lorena keluar.


Steven berjalan mendekat ke arah ranjang.


Degup jantung Steven berloncatan, tatkala melihat pemandangan yang sangat indah. Wajah cantik Raina dan tubuh putih yang berbalut lingerie warna merah.


Mata Steven sayu, terbingkai kabut gaira*.


"Steven ...." Lorena menepuk pundak Steven. Pria bermanik biru itu terlonjak. Ia usap mukanya dengan kasar.


"Akhhhh ... ternyata hanya khayalan," gumam Steven. 😌


Ya, Steven membayangkan ... betapa indah tubuh Raina jika hanya berbalut lingerie warna merah. Gaira*nya semakin menggebu. Ia sudah tidak sabar untuk segera menyalurkan hasratnya. Menyesap madu yang menjadi pemuas dahaga.


"Sudah selesai, Ren?" tanya Steven penuh harap.


"Belum. Bahkan, aku belum memoles wajah gadis impianmu itu dengan make-up. Aku lupa menaruh kotak make-upku, Stev ...."


Steven berdecak kesal. "Ck ... bagaimana bisa, kau lupa menaruh kotak make-upmu sendiri, hah? Aku sudah tidak sabar untuk mereguk madu Raina. Lihatlah, jagoanku juga sudah bersiap untuk mengobrak-abrik mangsanya." Steven tampak frustasi.


Lorena menarik kedua sudut bibirnya tatkala melihat Steven yang nampak frustasi. Dengan agresif, Lorena menjamah jagoan Steven yang menegang, sembari membisikkan kata-kata ... menggoda, ".... Maaf Stev, aku benar-benar lupa. Tapi, nanti aku akan mencarinya lagi. Stev, bagaimana jika kau manjakan jagoanmu dengan milikku dulu? Setelah itu, aku akan ... membuat Raina menjadi gadis yang sangat cantik dan seksi. Ketika Raina sadar nanti, kita beri obat yang membuatnya terlupa dan menggila. Sehingga kau akan semakin puas menyesap madu kegadisannya."


Steven menyeringai. Ia menyetujui usul lucnut Lorena.


Dengan tanpa sabar, Steven dan Lorena saling memagutkan bibir. Mencecapi rasa manis semakin dalam.


Setelah melepas pagutan bibir, Steven menggendong tubuh Lorena ala bridal style. Kemudian membaringkannya di atas ranjang.


Ritual penyatuan raga pun dimulai. Steven melepas kain yang membalut tubuh Lorena dengan kasar dan membuangnya ke segala arah. Lorena pun melakukan hal yang sama dengan Steven.


Keduanya menyatukan raga hanya berlandas nafsu.


"Stev ...." pekik Lorena ketika Steven semakin mendesak tubuhnya. Jemari Lorena mencengkram bahu Steven hingga meninggalkan jejak merah.


Kedua insan yang sama-sama dahaga mereguk manisnya madu duniawi, mengulas senyum sembari saling berdekapan.


"Steven, kau pria yang luar biasa. Bahkan, kekuatan Sean pun tidak bisa menandingimu," bisik Lorena di telinga Steven.


"Hmmm ... itu pasti. Lantas, kenapa kau malah terobsesi pada Sean?"


"Aku hanya ingin mendapatkan harta Sean. Bukankah, dia adalah pewaris tunggal Wilson Corp?" Lorena meregangkan pelukan dan memagut kembali bibir Steven yang basah.


"Wanita yang sangat cerdas," balas Steven setelah Lorena melepas pagutan bibir.

__ADS_1


.


.


"Bund, perjalanan kita masih lama ya?" Keanu terlihat sangat resah. Ia benar-benar tidak sabar untuk segera bertemu dengan Raina. Hatinya terus berbisik, bahwa Raina sedang tidak baik-baik saja.


Kirana mengulas senyum. Ia mengusap pundak sang putra seraya memberi ketenangan. "Sabar, Kean. Berdoalah kepada Allah, semoga Raina selalu dalam perlindungan-Nya."


"Iya, Bund. Kean selalu berdoa untuk Raina. Tapi, Kean benar-benar sangat mengkhawatirkannya. Pikiran Kean tidak bisa terlepas dari Raina sedikitpun, Bund."


"Sayang, sekarang berdzikirlah. Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir. Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung," titah Kirana sembari menggenggam erat jemari Keanu.


Keanu mengangguk pelan. Ia mulai berdzikir seperti apa yang diperintahkan oleh bundanya.


.


.


Birru telah sampai di villa milik keluarga Steven. Ia datang bersama seratus orang kepercayaan papanya.


Aksi tembak-menembak pun terjadi. Semua orang-orang Steven yang berjaga di pintu gerbang, telah berhasil dihabisi. Birru menyuruh orang-orang kepercayaan sang papa, untuk berpencar mencari keberadaan Raina.


"Tuan, saya menemukan keberadaan Nona Raina."


"Bagus. Segera antarkan aku ke sana!" titah Birru kepada pria blonde yang bernama Jasson.


Birru menyelinap masuk ke dalam kamar tempat Raina berada, melalui jendela. Sedangkan Jasson, berjaga di luar jendela.


"Rain, bangun!" Birru menepuk-nepuk pipi Raina dengan pelan. Pandangan netra Birru menyapu seluruh tubuh Raina yang masih terbungkus pakaian. Birru lega karena pakaian yang dikenakan oleh Raina masih utuh dan tidak terkoyak sedikitpun.


Birru mengangkat tubuh Raina, dan membawanya keluar melalui jendela kamar.


"Jasson, kawal kami sampai ke kapal!" titah Birru.


"Baik Tuan," balas Jasson sembari sedikit menundukkan tubuhnya.


Sesampainya di dalam kapal, Birru membaringkan tubuh Raina di atas ranjang. Ia tutupi tubuh Raina dengan selimut sampai di bawah leher.


Sebelum meninggalkan kapal, Birru berpesan kepada beberapa orang kepercayaan papanya, untuk menjaga Raina.


BRAK


Birru mendobrak pintu kamar dengan keras. Steven dan Lorena yang masih melanjutkan kembali kegiatan mereka di atas ranjang pun terlonjak.


Steven dan Lorena tidak menyangka, Sean alias Birru akan menemukan tempat persembunyian mereka.


"Bangsa* ...."


BUG


Birru melayangkan pukulan beberapa kali ke seluruh tubuh Steven. Meski berusaha menangkis pukulan dari Birru, tenaga Steven tidak seimbang karena sudah terkuras akibat pergulatannya di atas ranjang bersama Lorena.

__ADS_1


"Akan aku hancurkan masa depanmu, Stev ...."


BUG


Kali ini, benda keramat milik Steven yang menjadi korban keganasan pukulan yang dilayangkan oleh Birru.


"Arghhhhh ...." Steven memekik sembari memegang benda pusakanya yang bengkak akibat pukulan Steven.


"Cukup, hentikan Sean!" titah Lorena sembari berjalan mendekati Birru.


Birru tidak mengindahkan perintah Lorena. Ia terus saja memukul benda keramat milik Steven hingga hancur.


"Cukup, Sean!" Lorena memeluk tubuh Birru dari belakang. Ia menempelkan tubuh polosnya pada punggung Birru. Lorena berharap, Birru akan luluh dan tergoda untuk melahapnya.


"Lepaskan tanganmu dan jauhkan tubuh kotormu itu, wanita jala**!!" titah Birru dengan meninggikan intonasi suaranya.


"Aku tidak akan melepaskanmu, Sean. Karena, aku sangat merindukanmu," dusta Lorena. Ia bersikeras untuk tidak melepaskan pelukannya.


"Cihhh, lepaskan segera atau aku akan berbuat kasar padamu?" ancam Birru dengan penuh penekanan.


"Berbuatlah sesukamu, aku akan melayanimu, Tuan muda Sean Wilson." Bukannya takut dengan ancaman Birru, Lorena malah membisikkan kata-kata yang menggoda.


Birru memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Lorena.


"Jadi, kau masih kuat untuk melayani pria di atas ranjang setelah bergelut dengan Steven?"


"Tentu saja," jawab Lorena disertai senyuman yang merekah. Ia mengira, Birru telah tergoda.


"Baiklah, bersiaplah untuk melayani sepuluh pria sekaligus!" tutur Birru sembari menarik salah satu sudut bibirnya.


"What? Sepuluh orang? Apa maksudmu?" Mata Lorena membelalak. Ia menjauhkan sedikit tubuhnya dari Birru.


"Ronald, perintahkan sepuluh anak buahmu, untuk bersenang-senang dengan nona ini!" titah Birru.


"Baik, Tuan Muda." Ronald segera memanggil sepuluh orang anak buahnya dan menyuruh mereka untuk bersenang-senang dengan Lorena.


"Jack, seret pria lucnut ini dan masukkan ke dalam kapal! Pajang tubuh polosnya di depan toko pakaian dala* wanita, sebelum memasukkannya ke dalam penjara!" titah Birru sembari melemparkan tatapan tajam ke arah Steven yang sudah tidak berdaya.


"Baik Tuan. Lalu, bagaimana dengan nona ini?" Jack menunjuk Sherin.


"Bawa dia ke kapal. Sesampainya di Cambridge, masukkan juga dia ke penjara!"


"Sean, aku mohon ... ampunilah aku! Aku tidak tau apa-apa. Please, Sean. Aku sedang mengandung anak Steven." Sherin bersimpuh di hadapan Birru seraya memohon pengampunan.


Birru melangkah pergi tanpa memperdulikan Sherin yang masih bersimpuh. Tangis Sherin menjadi. Ia sangat menyesali kebodohannya.


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Alhamdulillah, Raina berhasil diselamatkan oleh Birru. Kenapa tidak Keanu saja yang menyelamatkan Raina? Karena perjalanan dari Indonesia ke Inggris lumayan lama. Jadi, tidak memungkinkan Keanu untuk segera sampai ke villa. πŸ˜‡

__ADS_1


Trimakasih bagi readers yang telah bersedia memberikan vote dan gift untuk mendukung MJB πŸ˜‡πŸ™β€


__ADS_2