Mantan Jadi Besan

Mantan Jadi Besan
Menikahlah Denganku


__ADS_3

Happy reading ... 😘😘😘


Raina merasa nyaman mendapat pelukkan hangat dari Kirana. Seolah, ia tengah dipeluk oleh mamanya yang sangat dirindukan.


Ingin rasanya, Raina pulang ke Jogja. Berkumpul kembali dengan keluarga dan orang-orang yang sangat ia sayangi.


"Raina, kamu sakit apa Sayang?" Kirana melontarkan pertanyaan, sembari meregangkan sedikit pelukannya dan mengusap jejak air mata yang membasahi wajah cantik Raina dengan jemari tangan.


"Raina hanya kelelahan, Bund," jawab Raina disertai seutas senyum.


"Dan tentunya, Raina sakit karena merindukan putra Bunda. Ya 'kan, Rain?" sahut Keanu. Ia mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang.


Blushhhh ....


Rona merah tercetak di wajah Raina, tatkala mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Keanu. Raina tidak memungkiri, bahwa ia memang sangat merindukan Keanu.


Raina dan Kirana, perlahan melerai pelukan mereka.


"Birru, perkenalkan ... wanita yang cantik ini, Bundaku," ucap Keanu seraya memperkenalkan sang bunda kepada Birru.


"Tante, senang berkenalan dengan anda." Birru menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada disertai senyuman ramah yang terlukis di wajah tampannya.


"Tante juga senang berkenalan denganmu, Birru," balas Kirana yang juga menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada disertai seutas senyum.


"Tante, bagaimana ... jika kita berbincang di kantin? Ada banyak hal yang ingin Birru ketahui mengenai Jogja."


Kirana memahami maksud Birru. Ajakan Birru hanyalah sebuah alibi, agar Raina dan Keanu bisa leluasa untuk saling berbincang seraya melepas kerinduan.


"Ok, Birru. Kebetulan, perut tante sudah berteriak minta diisi. Kita bisa berbincang sambil sarapan pagi."


Setelah berpamitan pada Keanu dan Raina, Birru dan Kirana ... keluar dari kamar. Mereka berdua berjalan menuju kantin.


"Assalamu'alaikum, calon istriku," sapa Keanu disertai senyuman khasnya yang selalu dirindukan oleh Raina.


"Wa-wa'alaikumsalam, calon suamiku," balas Raina dengan menahan debaran di dalam dadanya. Raina mengulas senyum. Pandangan netranya tak lepas dari wajah tampan Keanu.


"Rain, aku teramat bahagia ... karena kita bisa bertemu kembali."


"Aku juga teramat bahagia, Kean."


"Andai kita sudah menjadi pasangan halal, aku ingin sekali memelukmu."


"Aku pun sama, Kean," balas Raina dengan malu-malu.


Hening ....

__ADS_1


Keduanya berusaha untuk menahan gejolak rasa di dalam dada.


"Raina Aisyah Qirani, menikahlah denganku ...," ucap Keanu tanpa ragu, setelah menghela nafas panjang. Ia tatap manik mata Raina dengan intens.


Deg ... Deg ... Deg ....


Jantung Raina berdegup sangat kencang tatkala mendengar ucapan Keanu yang selama ini ia nantikan.


"Ke-Kean, kamu sedang tidak bercanda 'kan?" tanya Raina ragu.


Keanu mengulas senyum. Di usapnya jilbab yang dikenakan oleh Raina dengan lembut. "Tentu, aku tidak sedang bercanda Raina. Aku serius. Rain, aku ingin ... hanya kekasihmu inilah yang akan menjadi penjagamu. Bukan pria lain. Sebenarnya, aku tidak rela jika ada pria lain yang menjagamu. Tapi aku harus apa? Kita terpisah jarak yang sangat jauh. Dan, hanya Birru yang bisa menjagamu ketika aku tidak berada di Cambridge."


"Ke, kamu cemburu pada Birru?"


"Jujur ... iya. Aku cemburu pada Birru. Dia pria yang berwajah tampan, baik, kaya, dan sangat perhatian padamu."


Senyum terbit menghiasi wajah Raina ketika Keanu mengungkapkan apa yang sebenarnya ia rasakan. Cemburu.


"Ke, aku bersedia menikah denganmu. Aku juga tidak ingin, terus-menerus dijaga oleh pria, selain pria yang aku cintai. Ke, bawa aku pulang ke Jogja!"


Keanu teramat bahagia, karena Raina bersedia untuk menikah dengannya.


"Rain, kamu berkeinginan untuk pulang ke Jogja?"


"Iya, Ke. Setelah menikahiku di Cambridge, bawalah aku pulang ke Jogja. Aku merasa lebih nyaman berada di sana."


"Ke, aku akan resign dari Cambridge University dan meneruskan kuliah di UGM."


"Kamu serius, Rain? Lalu, bagaimana dengan beasiswamu?"


"Ke, untuk apa aku kuliah di LN, jika setelah menikah nanti ... kita akan terpisah lagi. Kamu kuliah di UGM, sedangkan aku ... kuliah di Cambridge University."


"Rain, aku bisa resign dari UGM, dan mendaftar di Cambridge University," tutur Keanu disertai senyuman yang merekah.


"Tidak, Ke .... Aku saja yang resign. Ke, aku merasa kurang nyaman berada di LN. Selama tinggal di Cambridge, ada saja kejadian yang membuatku resah dan teramat takut. Aku takut, kesucianku dinodai oleh pria beja*." Raut wajah Raina berubah sendu. Terbayang olehnya, apa yang telah dilakukan Steven di apartemen milik Anisa. Steven hampir saja menodai kesucian Raina.


Keanu menautkan kedua alisnya. "Kejadian yang membuatmu resah dan takut?"


"Heem, Ke ...." Raina mengangguk pelan.


"Ke, ada pria beja* yang pernah berusaha menodaiku. Pria itu bernama Steven. Alhamdulillah, Steven tidak berhasil menodaiku, karena Birru datang di waktu yang sangat tepat. Birru menyelamatkanku dari pria beja* itu. Ke, kemarin ... aku bermimpi buruk. Aku diculik oleh Steven. Dia kembali berusaha untuk menodai kesucianku ...."


Mendengar ucapan Raina, dada Keanu bergemuruh. Netranya memerah, karena terbakar oleh api amarah. Keanu teramat marah pada Steven. "Jadi benar, apa yang diceritakan oleh Birru tentang Steven," gumam Keanu di dalam hati.


"Rain, di mimpimu ... Steven berhasil menodaimu atau dia gagal lagi?"

__ADS_1


"Dia ... gagal lagi. Di mimpi itu, lagi-lagi ... Birru datang sebagai malaikat penyelamat."


Keanu bergeming. Entah apa yang dirasakannya saat ini.


"Ke ...."


"Rain, kita benar-benar harus segera menikah. Aku tidak rela, pria beja* seperti Steven, menyentuhmu."


"Kean, kapan pun kamu akan menikahiku ... aku bersedia. Aku ingin, kita selalu bersama. Aku juga tidak rela, jika ada wanita penggoda menyentuhmu."


"Rain, semoga ... Allah meridhoi niat suci kita. Dan semoga, orang tua kita pun memberikan restu mereka."


"Aamiin ya Allah ...."


Keanu dan Raina saling melempar senyum. Binar di mata mereka mengungkapkan rasa bahagia yang tengah menyapa.


🌹🌹🌹


Dua hari tinggal di balik jeruji besi, Sherin tak henti-hentinya menangisi kebodohannya.


Sherin menyesal karena baru mengetahui kebejata* Steven. Ternyata, bukan hanya dia saja yang dibawa melayang ke nirwana oleh Steven. Tetapi, Lorena ... pun dibawa oleh kekasih mesu*nya itu, melayang ke nirwana. Penyesalan Sherin bertambah, ketika mengetahui bahwa Steven akan menodai kesucian sahabatnya, Raina.


"Stevennnnn, dasar kau pria beja*. Seharusnya, aku tidak terbuai rayuanmu. Seharusnya, aku tidak menyerahkan kesucianku padamu. Hiks ... hiks. Ya Allah, bagaimana ... aku bisa menghadapi amarah ayah dan ibu, jika mereka mengetahui perbuatanku. Mungkinkah, mereka akan menerima buah dari perbuatan zina kami?"


"Hiks ... Hiks ...."


"Rain, maafkan aku ... yang hampir saja membuatmu ternoda. Maaf, Rain. Seharusnya, aku menuruti semua perkataanmu. Seharusnya, aku lebih percaya kepadamu ... dari pada pria lucnut itu ...."


BRUKK ....


Tubuh Sherin ambruk. Beberapa tahanan yang berada di dalam satu ruangan bersama Sherin, berteriak meminta pertolongan kepada petugas yang berjaga.


Lantas, bagaimana nasib Steven dan Lorena????


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika banyak typo πŸ˜…πŸ™


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak like dan beri komentar πŸ˜†


Teruntuk sobat-sobat yang kemarin berkenan memberikan dukungan berupa vote, author mengucapkan ribuan terimakasih. πŸ˜‡πŸ™


Jangan lupa, tetap patuhi prokes, karena virus corona itu nyata. Semoga, masa-masa sulit kita ini segera berlalu.

__ADS_1


Sehat selalu dan banyak cinta untuk sobat MJB semua .... πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2